World Quiz Online

World Quiz Online
Chapter 119: Penyiksaan Di Mulai


__ADS_3

Terjadi pembicaraan antara Voice Head dengan Nisuta ketika Hiru memeriksa ruangan yang lain. Di dalam ruangan yang gelap dan sunyi tidak ada cahaya maupun suara hanya ada kegelapan.


"Bagaimana kabarmu ?" Tanya Voice Head


"Apa yang kamu lakukan kepada Hiru ?" Tanya Nisuta dengan suara pelan


Saat ini Nisuta sangat dehidrasi karena satu hari penuh dia belum minum air putih begitupun dengan makan, dia sama sekali belum makan.


"Dia sudah menjadi seperti yang aku inginkan !" Balas Voice Head


"Aku haus dan lapar, apa aku akan dibiarkan mati secara perlahan olehnya ?" Tanya Nisuta


"Entah, aku tidak berhak memberitahumu lagipula kamu sudah tidak berguna lagi bagiku !" Ucap Voice Head


"Aku sangat menyesal mengikuti semua ucapanmu, mulai dari mengatakan kepada Hiru tentang Project ini dan mengembangkannya sungguh aku sangat menyesal karena inilah yang membuat keluarga kita berpecah dan itu semua karena kebodohanku !" Ucap Nisuta


"Itu benar..[Suara mendengung di kepala Nisuta]..Kamu memang mudah untuk di tipu karena sebenarnya mentalmu sangat lemah !" Ucap Voice Head


"Beritahu kepadaku, apakah Yuu bahagia di masa depan atau dia akan mati di sini ?" Tanya Nisuta


"Aku sudah memberitahumu kamu sudah tidak berguna lagi dan kamu tidak berhak mengetahui masa depan lagi !" Ucap Voice Head


"Begitu..[Menangis]..Katakan kepada Hiru kalau dia ingin membunuh Yamada dan Yuu, katakan kepadanya kalau aku yang akan membunuh mereka berdua !" Ucap Nisuta dengan nada marah


"Baiklah akan aku beritahu seharusnya kamu bersiap untuk siksaan esok hari karena saat ini Hiru ingin mengubah sifat Yuu menjadi seperti dirinya !" Ucap Voice Head


"Aku tidak peduli cepat katakan kepadanya !" Ucap Nisuta

__ADS_1


Voice Head memutuskan koneksi dengan Nisuta lalu dia pergi ke tempat Hiru yang mana dia sedang berbicara dengan Yuuto. Terjadi percakapan yang tidak enak diantara mereka berdua, saling marah, saling membenci  dan saling memusuhi.


Voice Head ikut berbicara dan memberitahu kepada Hiru untuk menyiksa Nisuta esok harinya setelah beberapa menit, mereka berdua kini diam dan mengakhiri pembicara dengan Hiru yang sudah kembali sedikit waras, dia pergi ke kamarnya untuk istirahat.


Besok harinya, pagi hari yang cerah membuat kita tertipu akan suasana di dalam Rumah Lab/gedung Lab. Nisuta, Yamada dan Agurame dalam keadaan yang buruk karena kekurangan makanan dan minuman, di lain sisi Yuuto yang melihat dari monitor hanya bisa meneteskan air mata.


Catatan Penting: Suasana di setiap ruangan mereka bertiga sangat gelap karena Hiru mematikan lampu di dalam ruangan tersebut lalu di monitor menggunakan CCTV Inframerah karena itu Yuuto dapat melihat suasana gelap di ruangan tersebut.


Hiru berada di luar Rumah Lab sambil menatap langit membayangkan dirinya berada di atas terlihat senyuman lebar di wajah Hiru. Matanya sudah menunjukkan seorang psikopat dengan hati dinginya, dia membawa tang dan jeruk nipis.


Hiru pergi ke ruangan Nisuta dengan membawa tang dan jeruk nipis.


"..[Membuka ruangan Nisuta]..Yoo, selamat pagi..[Lampu menyala secara otomatis]..[Menatap ke arah CCTV]..Yuu kalau kamu mengedipkan mata, benda yang ada di sampingmu itu akan menyetrum dirimu..[Yuuto dapat mendengar suara Hiru dari ruangannya]..Jadi hari ini kita akan bersenang-senang Nisuta !" Ucap Hiru


Hiru mendekati Nisuta lalu dia duduk di kursi dengan membawa dua barang, mereka berdua saling bertatapan walaupun saat ini Nisuta masih lemah karena kurang makan dan minum tapi dia sanggup untuk berbicara lagi dengan Hiru.


"..[Tertawa]..Tang dan Jeruk nipis sungguh cara klasik untuk menyiksa orang, kenapa kamu tidak langsung memotong semua jariku dengan alat pemotong rumput !" Ucap Nisuta dengan mata tenang


"Apakah suara aneh itu sudah memberitahumu apa yang aku minta ?" Tanya Nisuta


"Hmm, biar aku ingat-ingat..[Baru ingat]..Akan aku berikan untukmu membunuh Yamada kamu juga akan mati kalau Yuu masih ada kegunaannya untuk waktu yang lumayan lama mungkin satu tahun sampai dia sembuh !" Ucap Hiru


"Kalau begitu apa yang kamu tunggu lagi, cepat berikan semuanya !" Ucap Nisuta


"Ahhh..[Kesal]..Ini sedikit tidak seru karena ingatanmu sudah kembali jadi kamu sedikit akrab dengan rasa sakit, enaknya aku harus membuatmu seperti apa ?" Tanya Hiru dengan dirinya sendiri


Hiru berdiri dari kursi lalu keluar ruangan ketika dia masuk ke dalam ruangannya Nisuta lagi, dia sudah membawa pisau sekaligus benang nilon untuk menjahit.

__ADS_1


"..[Kembali duduk]..Mari bermain tukang jahit..[Hiru merobek perlahan kulit sampai ke daging di bagian lengan Nisuta].." Ucap Hiru


"Aghh..[Mengigit lidahnya untuk menahan rasa sakitnya]..[Kakinya bergerak mengikuti rasa sakitnya]..Agghh..[Hiru terus merobek dari ujung telapak tangan sampai bahu]..[Menangis]..Ha..Ha..Ha..Ha..Ha..[Tangan terikat dengan luka robek di lengannya membuat lantai banjir akan darah].." Aksi Nisuta


"Tenang kamu tidak akan kehabisan darah karena aku akan menjahitnya kembali..[Memanaskan jarum]..[Menjahit secara perlahan dari ujung telapak tangan hingga bahu]..Supaya lebih aman aku akan menutup lukanya dengan pisau panas !..[Hiru memanaskan pisau lalu dari jahitan, dia menutup jahitan dengan samping logam pisau]..[SFX: Melepuh]..Suaranya enak di dengar !" Ucap Hiru


Di ruangan Yuuto. Karena tidak kuat melihat itu semua seketika dia muntah.


"Muaaekkk..[SFX: Muntah]..Ha..Ha..Ha..Ha !" Aksi Yuuto


Yuuto menutup matanya lalu seketika listirk menyetrum dirinya hingga matanya kembali terbuka. Hiru terus melakukan itu sampai seluruh tubuh Nisuta penuh akan jahitan dan luka bakar.


Beberapa jam kemudian.


"Apakah sudah cukup siksaanmu hari ini..[Keringat dingin]..[SFX: Batuk]..Ugh..Ugh..Ugh..Ughh..Tubuhku sudah tidak bisa aku gerakkan lagi karena rasa sakit ini !" Ucap Nisuta


"CCTV itu sudah merekam semua yang aku lakukan jadi hari ini sampai malam hari, Yuu akan menonton itu berulang kali sampai dia puas bukannya itu hebat !" Ucap Hiru


"Dasar bedebah..[Matanya mulai kunang-kunang]..Mati saja kamu di neraka nanti !" Ucap Nisuta


"AKu tidak percaya bahwa tuhan itu ada dasar bodoh !" Ucap Hiru yang langsung meninggalkan ruangan Nisuta


Hiru pergi ke ruangan Yuuto lalu dia memasang perekam video tepat di kedua mata Yuuto.


"Selamat menikmati videonya..[Tersenyum]..Aku ada sesuatu yang harus aku lakukan jadi nikmati video itu sampai aku kembali..[Pergi dari ruangan Yuuto]..Jaga rumah !" Ucap Hiru


Yuuto terus-menerus menonton rekaman ulang saat ayahnya di siksa oleh Hiru ketika dia tidak kuat, Yuuto akan menutup matanya tapi setruman listrik membuat dia terpaksa membuka matanya walaupun tidak membuat Yuuto sampai mati namun setruman itu sudah cukup membuat manusia menderita.

__ADS_1


Teriakan Yuuto terus terdengar di ruangannya membuat tenggorokannya sampai kering dan ini akan terus berlanjut sampai Hiru kembali ke ruangannya dan mematikan rekaman ulang. Yuuto gemetar, ketakutan, menangis, dan mual akan darah dan itu semua dia jalani dengan hati lemahnya.


Bersambung...


__ADS_2