World Quiz Online

World Quiz Online
Chapter 106: Lahirnya Sang Tokoh Utama


__ADS_3

Pengembangan Project Transfer Memory yang mengetahuinya adalah keluarga Yamada beserta teman-teman Yamada yang sering berkunjung untuk menemui Yamada. Pengembangan Project Transfer Memory yang tadi sangat cepat pengembangannya seketika menurun karena Yamada harus istirahat, saat ini Yamada sedang mengandung anaknya karena takut akan terjadi sesuatu dengan anaknya dengan cepat Nisuta menyuruh Yamada untuk istirahat sedangkan Nisuta yang akan mengerjakan seluruh tugas Yamada namun bukannya berhasil tapi membuat Nisuta babak belur karena belum sama sekali tidur akibat banyaknya tugas yang dia miliki.


Hiru fokus akan tugasnya karena Hiru sangat penting dalam tugasnya oleh karena itu tidak boleh tertunda maupun digantikan sedangkan Agurame hanya bisa sedikit membantu karena tidak terlalu paham akan tugas Yamada tapi berkat bantuan kecil dari Agurame bisa membuat Nisuta bermimpi indah.


Yamada tidak mau mengganggu pekerjaan mereka bertiga karena itu dia memilih untuk pergi ke tempat orang tuanya ketika sampai dengan menaiki taksi tiba-tiba Ruiki sudah berada di depan taksi sekaligus membawa beberapa suntikan.


"Aku sudah menduga hal ini akan datang..[Memperlihatkan suntikan kepada kakaknya]..Orang itu meninggalkan kakak yang bahkan sedang mengandung..[Sorot mata psikopat]..Aku tidak akan melepaskannya !" Ucap Ruiki


Sopir taksi yang melihat perilaku Ruiki seketika merinding dan langsung pergi tanpa meminta bayaran, tangan Yamada sudah dalam mode memberikan bayaran. Yamada melirik ke arah adiknya lalu dengan wajah marah dia langsung menarik telinga Ruiki dengan keras.


"Apa yang kamu bicarakan, aku tidak di tinggalkan hanya saja aku mau berkunjung untuk menemui kamu, ayah dan ibu..[Sorot mata tajam]..Paham ?" Tanya Yamada dengan nada tegas


"..[Menundukkan kepalanya]..Hamba paham !" Ucap Ruiki


"..[Menghela napas]..Ruiki umurmu sudah 23 tahun kenapa kamu tidak mencari suami lalu menikah seperti kakak !" Ucap Yamada


".........." Hening


"..[Tersenyum]..Jangan bilang kamu tidak punya pacar !" Ucap Yamada


"..[Terkejut pura-pura]..Kakak kamu luar biasa hebat bahkan bisa menebak isi pikiran orang lain !" Ucap Ruiki


"Sudah terlihat di wajahmu..[Menghela napas]..Kenapa, apa kamu susah mencari tipe-mu ?" Tanya Yamada


"Itu salah satunya !" Ucap Ruiki


"..[Menghela napas]..Hiru dia orang yang sangat baik kalau kamu mau silahkan saat ini dia sedang single !" Ucap Yamada

__ADS_1


"Ihhhh, tidak akan pernah dan tidak akan terjadi !" Ucap Ruiki


"Kenapa kamu bersikap seperti itu bahkan kamu belum tahu sifat sebenarnya Hiru jadi jangan melihatnya dari jarak jauh..[Mengusap kantung mata Ruiki]..Lihat dia dari dekat !" Ucap Yamada


"..[Menghela napas]..Kakak dia itu orangnya tidak pedulian, kasar dan sombong !" Ucap Ruiki


"..[Tertawa]..Memang benar itu sifatnya..[Tertawa].." Ucap Yamada


"Kakak saja tertawa bagaimana denganku nanti..[Menghela napas]..Aku ingin segera bertemu dengan jodohku !" Ucap Ruiki


"..[Berhenti tertawa]..Sifatnya memang begitu tapi jiwanya lembut hanya itu saja yang dapat aku beritahu kepadamu jadi sampai jumpa !" Ucap Yamada


Yamada masuk rumah lalu memanggil ayah dan ibunya dan meminta untuk tinggal sementara waktu sampai lahiran karena Yamada tinggal satu bulan lagi.


"Jiwanya lembut..[Sedikit tertawa]..Sangat lucu !" Ucap Ruiki


Ruiki masuk ke dalam rumah lalu menonton televisi karena dia sedang libur dari pekerjaannya.


Bulan mulai berganti lalu terjadi sesuatu yang membuat perut Yamada kesakitan pada malam hari karena suara yang Yamada keluarkan sangat keras membuat seluruh anggota keluarganya langsung berlari menuju kamar Yamada dan saat sampai betapa kagetnya mereka melihat perut Yamada yang sudah mulai kontraksi, Ruiki langsung berlari ke kamarnya untuk menelepon Nisuta beserta yang lainnya.


Suara handphone berdering dengan lembut di bawah bantal Nisuta membuat dirinya terbangun seketika dia memeriksa handphonenya lalu mendapatkan panggilan dari Ruiki tanpa basa-basi, Ruiki langsung bilang ke Nisuta dengan suara keras.


"Kakakku sudah mau lahiran !..[Menarik napas]..Cepat ke sini dasar bodoh !" Teriak Ruiki


"..[SFX: Brukk]..[Handphone jatuh ke tanah]..Aku akan menjadi ayah, aku akan menjadi ayah..[Menangis]..Aku akan menjadi seorang ayah..[Berdiri dari kasur]..Bangun cepat !..[Hiru dan Agurame bangun dari tidurnya]..Hiru, Agurame sudah saatnya kalian berdua akan menjadi seorang paman !" Ucap Nisuta


Hiru dan Agurame yang mendengar hal tersebut seketika langsung terbuka matanya.

__ADS_1


"Apa yang kamu tunggu Nisuta, cepat kita ke sana !" Teriak Hiru


"Jarangnya tidak terlalu jauh jadi kita lari cepat saja !" Teriak Agurame


Tanpa mereka berdua sadari terlihat Nisuta yang sudah berlari duluan menuju rumah kedua orang tua Yamada dengan cepat mereka berdua ikut mengejar Nisuta akhirnya mereka bertiga bangun subuh dengan berolahraga sambil membuat mereka berkeringat.


Di lain sisi terlihat Yamada yang akan lahiran di rumahnya dengan meminta bantuan tetangga, ada seorang bidan lahiran yang akan membantu Yamada lahiran. Yamada sudah sangat kelelahan bahkan dia sangat kesakitan namun dia percaya kalau anaknya akan lahir dengan sehat dan dia tahu kalau Nisuta akan datang untuk menemani-nya.


Yamada penuh keringat dan darah masih berusaha untuk mengeluarkan anaknya dari perut dengan sekuat tenaga dia mendorong anaknya keluar namun masih belum berhasil, Yamada mencoba lagi namun belum berhasil sekali lagi dengan penuh tenaga. Yamada menarik napas lalu mendorong anaknya tanpa mempedulikan tubuhnya akhirnya usaha Yamada membuat anaknya keluar.


Terdengar suara tangisan bayi hal itu membuat sekeluarga menangis dan merasa lega ketika mendengar dari balik pintu. Ruiki menangis tersedu-sedu karena kakaknya berhasil melahirkan dengan selamat, pintu kamar terbuka lalu sang bidan membawa bayi dengan maksud memperlihatkan bahwa anak Yamada sehat dan normal.


Lalu terdengar langkah kaki dari luar yang seakan-akan seperti orang yang di kejar anjing dengan cepat membuka pintu tanpa permisi ketika menaiki tangga tiba-tiba mereka bertiga berhenti berlari karena melihat sosok bayi di depan mereka. Hiru dan Agurame merasa lega dan sangat bersyukur kalau anak Nisuta sudah lahiran.


"Syukurlah sungguh aku sangat bersyukur !" Ucap Agurame


"Nisuta selamat kamu sudah menjadi seorang ayah !" Ucap Hiru


Nisuta berjalan mendekati anaknya lalu sang bidan memberi bayi yang dia gendong ke Nisuta dengan pelan Nisuta menggendong anaknya sembari melihat wajah imut anaknya yang sudah lahir di dunia. Nisuta menggendong anaknya sambil melihat keadaan Yamada, terlihat Yamada sangat lelah bahkan sangat sulit untuk berbicara namun matanya melirik ke arah anaknya dan juga ke arah Nisuta dengan ikatan yang mereka punya sanggup membuat tatapan mata menjadi sebuah kata-kata.


"..[Tersenyum bahagia]..Tanggal hari ini 1 Januari 2027..[Menggendong anaknya lalu jongkok sambil memperlihatkan ke arah Yamada]..Aku akan memberikanmu nama Yuu Kazuto kamu adalah salah satu harta yang sangat berharga bagi kita semua !" Ucap Nisuta


Malam mulai berganti menjadi pagi hari dengan sinar pagi yang sangat sehat menyinari tubuh Yuu saat itu jendela di buka karena Yamada saat lahiran membutuhkan udara segar.


Semua keluarga Yamada beserta teman-teman Ruiki datang untuk melihat anaknya Yamada sedangkan Hiru dan Agurame langsung menggendong anak Nisuta dengan lembut sembari menampilkan wajah bahagia. Tahun berganti begitu indah membuat seluruh suasana menjadi begitu berwarna karena lahirnya sang tokoh utama.


Bersambung...

__ADS_1


 


 


__ADS_2