World Quiz Online

World Quiz Online
Chapter 196: Pertarungan Berakhir Dengan Memakan Korban


__ADS_3

Cuplikan Chapter 195.


"Sampai jumpa lagi dan semoga kalian lebih berusaha untuk ke depannya..[tertawa].." Ucap Helix sambil membuka celah dimensi kemudian menghilang bersama dengan Graundila


"Tch..[berdiri]..kita tidak berhasil membunuh mereka!" Ucap Kevin


Baron melihat tubuh David yang sudah sangat mengerikan lalu dia melihat sekeliling yang mana tempat arena yang saat ini mereka pijak sudah hancur.


"..[duduk di bongkahan batu]..Kevin percuma untuk mengejar mereka!..[melihat Yuna]..Yuna tenangkan Aura milikmu kalau kamu terus memancarkan Aura kuat seperti itu yang ada orang lain tidak bisa ke sini!" Ucap Baron


"Baron..[masih marah]..kelihatannya kamu tenang sekali..[melirik ke Baron]..apa kamu bisa tenang ketika Yuuto datang ke sini?" Tanya Yuna


Baron langsung terdiam lalu menundukkan kepalanya sedangkan itu Tina langsung ikut bicara untuk menenangkan Yuna.


"Yuna, aku tahu kamu marah kepada mereka bahkan aku maupun mereka saat ini semuanya mempunyai kemarahan..[memegang dadanya]..aku tahu itu karena aku bisa merasakannya!..[mendekati Yuna]..kita tidak bisa menenangkan Yuuto dengan kemarahan!" Ucap Tina


"Yuna, kita simpan kemarahan ini dan lampiaskan ketika bertemu mereka lagi!" Ucap Eina


"Sudah cukup!..[menatap mereka semua]..sebaiknya kita mencari mereka dan memeriksa jumlah korban!" Ucap Baron yang jiwa kaptennya kembali


"..[kepalanya menjadi dingin]..Baron maafkan perkataanku!" Ucap Yuna


"..[mengelus kepalanya Yuna]..Yang kamu katakan benar!..[menatap ke Kevin yang sudah duluan menuju ke tempat evakuasi]..aku tidak bisa tenang ketika dia melihat ini semua!" Ucap Baron


Yuna terdiam sejenak lalu Baron mengikuti Kevin menuju ke tempat evakuasi sedangkan itu yang lain mencari dari bebatuan yang sudah rusak dengan rasa takut ketika menemukan korban.


Yuna masih memikirkan mereka berenam dengan perasaan yang tidak kuat menahan kesedihannya..[SFX: Pecah]..air mata menetes deras dari matanya walaupun begitu dia berusaha keras untuk menghilangkan air matanya itu seketika semua sahabatnya memeluk dirinya lalu dia merasa lega dan berhenti menangis.


[Tempat evakuasi]


"Tuan Zhafi, Tuan Kyojuro, Tuan Kim, Tuan Chen...apa perlu kita keluarkan seluruh militer untuk membantu mereka?" Teriak Zen


"Itu tidak perlu!..[kepalanya pusing]..aku tidak mengira kalau kerusakan akan sebesar ini!" Ucap Tuan Zhafi


Tempat arena menjadi sebuah kawah dengan kedalaman yang tidak terlalu dalam dan beberapa kerusakan lainnya yang cukup parah di sebagian kawah itu.


"Di sini sudah pasti tidak aman, bagaimana kalau kita pergi meninggalkan kota ini dulu dan mencari pesawat untuk mengevakuasi seluruh penduduk di kota ini menuju Kota Empority!" Ucap Tuan Kim


"Tunggu sebentar ada yang berbeda dari sebelumnya..[sunyi]..tidak terdengar suara perkelahian lagi!" Ucap Tuan Chen


"Apakah mereka berhasil mengalahkan Graundila dan Helix?" Tanya Tuan Kyojuro


Tiba-tiba pasukan Empority sudah bersiap dengan peralatan senjata dan armor namun Tuan Zhafi memberhentikan mereka.


"Nona Calistia, aku ingin pasukanmu mencari korban yang selamat dan korban yang tidak!..[berdiri]..pertarungan sudah selesai..[menunjuk jarinya ke tempat arena]..para Jenderal segera suruh pasukan kalian untuk melakukan evakuasi di sekitar tempat arena!" Teriak Tuan Zhafi


"Professor Randolf dan Jenderal Kouka tolong antar Lima Walikota menuju Gedung Four Countries!" Ucap Tuan Kyojuro


"Lalu bagaimana dengan anda berempat?" Tanya Zen

__ADS_1


"Aku akan tetap di sini untuk membantu!" Ucap Calistia


"Aku ikut dengan Calistia!" Ucap Uliyana


"Aku bersama dengan istriku akan menunggu kedatangan Putriku yaitu Ria Asteria jadi kami akan tetap di sini sampai mendapatkan kabar tentangnya!" Ucap Raja Albert


"Kalau begitu aku juga akan membantu!" Teriak Zen


"Kalian ini..[menghela napas]..aku bisa mengerti alasan Nona Calistia dan Raja Albert serta istrinya untuk tetap di sini tapi kalian berdua tidak mempunyai alasan jadi pergilah ke Gedung Four Countries!" Ucap Tuan Kyojuro


Tiba-tiba ada yang mendekati tempat evakuasi.


"Ada seseorang yang datang ke sini!" Ucap Tuan Chen


"Itu dari regu penyelamat!" Ucap Tuan Kim


Semuanya melihat regu penyelamat datang ke tempat evakuasi namun Ryuzu membawa korban yang tidak selamat dari ledakan besar itu.


"Semuanya ada kabar buruk!" Ucap Professor Jack


Professor Jack menjelaskan semuanya yaitu tentang adanya 6 korban yang tidak selamat dan Marga Ery yang selamat dari serangan dadakan Helix.


"Jumlah korban sebanyak 6 orang saja..[lega dan takut]..jumlahnya tidak sedikit itu sudah terbilang banyak!" Ucap Tuan Zhafi


"Lalu bagaimana keadaan di tempat arena?" Tanya Tuan Kim


"Aku tidak merasakan gelombang bunyi dari musuh kemungkinan musuh berhasil lolos dari teman-temanku!" Ucap Professor Jack


"Professor Jack..[menarik baju Professor Jack]..kenapa kamu tidak membantu kita kalau kamu tadi ada bukannya kamu bisa menahannya dengan Ultimate milikmu!" Ucap Kevin dengan nada marah


"Kevin hentikan kamu memburuk suasana!" Teriak Baron


"Ha?..[marah ke Kevin]..Baron yang aku katakan itu benar!..[Baron mulai kesal]..Professor Jack ikut evakuasi untuk menjaga yang lainnya bukankah itu konyol saat itu mereka sudah aman dan tinggal musuh yang ada di pusat arena jadi seharusnya dia ikut membantu!" Teriak Kevin dengan amarah


"..[SFX: Buaaarr]..KEVIN!..[Baron mengeluarkan Aura miliknya].." Teriak Baron


"..[SFX: Listrik]..[Aura menyetrum milik Kevin keluar]..Baron, aku berkata sesuai dengan pikiranku!" Ucap Kevin dengan mode siap bertarung


Aura milik mereka berdua membuat seluruh yang ada di sana hanya bisa diam melihat mereka yang saling marah satu sama lain.


"Hentikan!"


Suara Yuna yang datang ke tempat evakuasi bersama dengan yang lainnya namun Tina membawa dua orang yang ternyata adalah Komandan Fuji dan Komandan Dong seketika Baron dan Kevin menghentikan Aura-nya lalu Tina melempar dua komandan itu ke tengah-tengah massa.


"Baron ketika aku menemukan mereka berdua, aku mendengar mereka sedang berbicara dengan Helix jadi apa mereka ini..." Ucap Tina


"Komandan Fuji dan Komandan Dong jadi kalian adalah mata-mata yang membantu David masuk ke dalam kamp pelatihan dan membantu The Number!" Ucap Baron dengan wajah kaget


"Itu benar, aku dan Dong adalah pasukan The Number..[tersenyum]..apa kalian senang dengan Festival ini?" Tanya Fuji

__ADS_1


"Seharusnya mereka akan senang karena ada beberapa korban yang sudah mati!" Ucap Dong


"Kalian..[mendekati Fuji dan Dong]..Akseleration Manipulation: Electric..[SFX: Petir]..aku akan menyiksa kalian hingga diriku puas dan aku akan membunuh kalian jika memberitahu kepadaku lokasi musuh!" Ucap Kevin dengan niat membunuh


"Silahkan dan aku akan selalu setia dengan The Number!" Ucap Fuji


"Itu benar jadi lebih baik kalian menyiksa kami saja!" Ucap Dong


"Tch..[Kevin mau menyerang Fuji dan Dong namun Baron menghentikannya]..ada apa lagi Baron, apa kamu menyuruhku untuk tenang!..[marah].. bajin*an ini yang menyebakan mereka mati!" Teriak Kevin


Kevin langsung terkejut melihat amarah yang begitu besar terlihat di matanya Baron namun dia masih tetap tenang.


"Tch..[melepaskan genggaman Baron].." Aksi Kevin


Kevin mulai tenang kembali namun dari itu semua ada sesuatu yang membuat 10 Pemimpin Besar ini ketakutan bahkan Ryzen tahu Aura ini.


"Yuuto kembali..[lega]..aku tahu dia baik-baik saja dengan ini kita pasti bisa membalaskan..[melihat 10 Pemimpin Besar ketakutan bahkan Professor Jack gemetar]..kalian kenapa?" Tanya Ryzen


Yuuto terbang bagaikan meteor lalu dia berhenti tepat di bawahnya kemudian turun dengan pelan namun wajahnya masih tenang dan berharap keajaiban.


"Semuanya maafkan aku..[lelah]..aku bertarung dengan salah satu The Number yaitu Helix..[lelah]..tapi dalam pertarungan itu, aku dilempar jauh ke sebuah Gurun Valley jadi butuh waktu untuk sampai ke sini lagi jadi bagaimana keadaan saat ini?" Tanya Yuuto


10 Pemimpin Besar terdiam bahkan semuanya yang melihat itu sedikit terkejut dan berusaha menjelaskannya kepada Yuuto.


"Jadi kamu adalah Yuuto...Jenderal Young!" Ucap Zen


"Raja Albert dan Ratu Amari syukurlah kalian baik-baik saja!" Ucap Yuuto


"Yuuto saat ini keadaan sedikit buruk!" Ucap Raja Albert


"Aku tahu itu jadi aku segera kembali karena teman dan sahabatku tidak mungkin melawan mereka berdua kalau sendirian tidak apa-apa, aku percaya mereka akan menang namun yang Helix dan Graundila akan sulit melawan mereka berdua di saat bersamaan!" Ucap Yuuto yang masih belum tahu keadaan di sana


"Jenderal Young harap tenang dan dengarkan ini!" Ucap Uliyana


"Maaf, aku sedikit panik..[memeriksa sekeliling]..Alicia, apa dia baik-baik saja?" Tanya Yuuto


"Yuuto, Alicia baik-baik saja!" Ucap Ria


"Putri Ria syukurlah anda baik-baik saja..[memeluk Ria]..semuanya masih ada di sini..[Yuuto tidak melihat mereka]..Baron..[melihat ke arah Baron]..Silvi, Anastasia, Restia, Rumina, Rina dan Xuan di mana?" Tanya Yuuto


Mein yang terus bersama dengan Alicia dan mayat Rina dan Xuan mulai berdiri lalu mendekati Yuuto.


"Yuuto dengarkan baik-baik!" Ucap Mein


"Apa itu Mein?" Tanya Yuuto


"Enam orang yang kamu sebutkan tadi..[Ryuzu menghapus Cloud Pillownya lalu meletakkan mayat enam orang itu di rumput]..mereka sudah meninggal dunia!" Ucap Mein dengan wajah menahan sedih


"Mati..[tubuh Yuuto langsung lemas kemudian jatuh terduduk di rumput]..[mendekati mayat]..tidak mungkin!" Ucap Yuuto dengan wajah ketakutan

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2