World Quiz Online

World Quiz Online
Chapter 194: Kemarahan Penuh Dari Mereka Semua


__ADS_3

Cuplikan Chapter 193.


"..[tempat itu menjadi hancur lembur]..Tempat ini begitu menarik dan indah atau bisa aku bilang ini adalah akhir dari festival bukankah begitu semuanya!" Ucap Graundila dengan senyuman bahagia


Dari rusaknya tempat itu muncul David dengan tubuh terluka parah begitupun dengan wajahnya yang hancur karena dihajar terus oleh Yuna.


"Graundila, kamu hampir membunuhku!..[bersandar di tembok batu yang rusak]..[muntah darah]..tch, perempuan itu kuat sekali!" Ucap David dengan mulut berdarah


"..[terkejut]..Kamu masih hidup..[David menatapnya]..seharusnya kamu terkena seranganku tapi kenapa kamu masih hidup?" Tanya Graundila


"Aku selamat karena berlindung di belakang tubuhnya Yuna saat ledakan terjadi!" Ucap David dengan nafas terengah-engah!" Ucap David


Seketika Yuna, Baron, Kevin, Eina, Lisa, Tina, Machi, Vino, Ran-Ran dan Ruina mulai berkumpul dan mendekati Graundila dan David.


Graundila tersenyum bahagia karena melihat tatapan penuh amarah dari semua yang ada di hadapannya terutama Yuna yang tidak bisa lagi mengontrol emosinya ketika mengetahui ada enam orang yang tidak selamat dari serangan Graundila.


[Saat setelah terjadi ledakan]


Cuplikan Chapter 193.


*"Aagghh..[muntah darah]..bajinan!..[menangis]..maafkan aku!..[menangis]..maaf, Silvi, Anastasia, Restia, Rumina, Rina, Xuan..[menangis]..maafkan aku!" Ucap Baron**


Regu penyelamat yang selamat dari ledakan yaitu Tina, Eina, Lisa, Machi, Vino, Ran-Ran, Ruina, Ryuzu, Erina, Mein sedangkan yang baru bergabung yaitu Ria, Chery dan Jenderal Asteria.


Alicia masih tertidur lelap karena itu Tina masih berusaha untuk melindunginya dengan sekuat tenaga.


"..[SFX: Batuk]..Putri Ria, apa kamu terluka?" Teriak Chery


"Putri Ria kamu di mana?" Teriak Jenderal Asteria

__ADS_1


Sebuah tangisan yang begitu sedih terdengar oleh mereka berdua ketika mendekati suara tangisan itu betapa terkejutnya mereka melihat enam orang yang sudah terluka parah dan tidak bisa diselamatkan lagi namun ada yang tidak menangis yang ada hanya penuh kemarahan yang sangat mengerikan.


"Kalian yang masih selamat pergilah dari sini sekarang!..[Aura keluar]..aku sudah tidak bisa menahan ini lagi..[gelombang bunyi menyelimuti tubuh Tina]..akan aku hancurkan dia!" Ucap Tina yang sudah tidak akan memberikan belas kasihan lagi kepada musuhnya


"Begitupun kami..[Aura keluar]..akan aku lakukan apapun untuk membuatnya menderita!" Ucap Eina


Lisa, Machi, Vino, Ran-Ran dan Ruina tidak tinggal diam bahkan mereka maju mengikuti Tina ke pusat arena untuk melawan Graundila.


"Aku tidak pernah melihat Kak Tina marah seperti itu!" Gumam Erina


"Sudah pasti..[gemetar]..siapapun yang melihat temannya yang sudah tiada tidak mungkin akan tinggal diam begitupun denganku tapi apa dayaku..[kesal]..saat ini yang ada, aku akan menjadi beban untuk mereka dalam pertarungan karena itu..[mengumpulkan gelombang bunyi]..Akseleration Manipulation: Cloud Pillow!..[Ryuzu membuat sebuah bantal terbang yang empuk untuk membawa mayat temannya]..aku tidak akan membiarkan kalian terkubur di puing-puing batu ini!" Ucap Ryuzu


"Putri Ria mari kita pergi juga!" Ucap Chery


"Baik..[kesal]..Yuuto di mana kamu!" Ucap Ria sambil menangis melihat amarah Tina


Ryuzu menerbangkan mereka semua begitupun dengan Alicia yang terttidur lelap menuju ke pintu keluar hingga bertemu dengan seluruh orang yang tadi sudah keluar dari arena.


"..[menahan tangan Jong Yu yang ingin membantu melawan Graundila]..Jangan Jong Yu, kamu hanya menjadi beban untuk mereka jadi hentikan!" Ucap Erina


"Itu benar Jong Yu saat ini yang harus kita lakukan adalah evakuasi sejauh mungkin!" Ucap Rein Ruby


"Tapi saat ini mereka melawan musuh yang sangat kuat!" Ucap Jong Yu


Tiba-tiba celah dimensi terbuka lebar lalu terlihat Helix keluar dari celah dimensi itu dengan luka parah karena melawan Marga Ery. Sontak kemunculan Helix membuat mereka ketakutan dan mulai bersiaga untuk menyerang Helix namun tidak ada sedikitpun niat dari Helix untuk membunuh mereka semua.


"Hahha..[tersenyum]..bagaimana bukankah menarik melihat mereka yang terbunuh?..[semuanya marah ketika mendengar Helix tertawa kepada temannya yang sudah tiada]..kalau begitu bawalah mereka..[Helix mengeluarkan tubuh Hermes, Michel dan Mayuri keluar dari celah dimensi saat ini mereka sama seperti mayat itu!" Ucap Helix dengan senyuman bengis


..[SFX: Retakan]..Celah dimensi retak seketika dan dari retakan itu keluar Ryzen sambil membawa pedang sound container mengayunkan dengan kuat mengarah ke lehernya Helix namun sayang sekali Helix berhasil menghindari serangan itu.

__ADS_1


"Tch..[mengayunkan pedangnya ke bawah karena ingin membuang bekas darah Helix]..jangan percaya dengannya, mereka masih hidup hanya pingsan saja..[fokus ke Helix]..aku sudah memberikan mereka pertolongan jadi tidak akan ada korban!" Ucap Ryzen


"Hahah..[tertawa keras]..tidak ada korban lihatlah dengan kepala matamu sendiri, Ryzen..[Ryzen melihat sekeliling dan akhirnya sadar kalau di bantalan awan itu ternyata adalah korban]..bajin*an kalian..[melompat ke arah Helix namun gagal menebas kepala Helix].." Teriak Ryzen


"Memang mereka masih hidup..[melihat ke Marga Ery]..terserahlah lagipula aku sudah tidak punya kekuatan lagi kalau begitu aku harus berlindung terlebih dahulu..[membuat celah dimensi dari gelombang bunyi]..selamat tinggal Ryzen kalau bisa di bilang kamu itu cukup kuat!" Ucap Helix lalu dia menghilang


Ryzen sangat kesal dan marah namun dia berusaha tenang akhirnya dia ikut dengan Professor Randolf untuk mengantar yang selamat menuju tempat yang aman sedangkan itu terdengar suara bentorkan yang sangat luar biasa di pusat arena.


Aura, gelombang bunyi dan baku hantam sungguh kemarahan yang tidak bisa tertahankan lagi untuk mereka yang sudah melihat korban dan untuk itu, mereka akan membunuh musuhnya dengan sadis dan mengerikan.


[Pertarungan di pusat arena]


"..[SFX: Listrik]..[SFX: Tendangan]..[Graundila tidak bergerak sedikitpun namun tubuhnya masih terluka karena serangan listrik dari Kevin]..Aku tidak akan memaafkanmu, Graundila!" Teriak Kevin


Yuna ikut bertarung dengan Kevin dan bersama-sama menghajar bertubi-tubi ke tubuhnya Graundila sedangkan itu Machi, Vino, Ran-Ran dan Ruina mencegah Graundila untuk tidak bisa menggerakan tubuhnya karena empat sahabat ini menggunakan Ultimate Akseleration milik mereka bersama lalu terlihat Tina terbang ke atas udara sembari menghujani Graundila dengan sebuah pedang angin hingga kulit Graundila terluka.


Jika Graundila ingin menyerang seketika dengan cepat Baron akan melindungi mereka yang akan di serang karena itu ini pertama kalinya Graundila merasa terpojokkan.


"Apa kamu akan kalah Graundila?" Tanya David


"Jangan samakan diriku dengan dirimu yang lemah itu!" Ucap Graundila sembari menahan serangan mereka semua


Graundila yang selalu menggunakan metode bar-bar ketika bertarung kini harus menciut karena tahu saat ini yang dia lawan adalah gerombolan Singa dan Harimau yang sedang marah kepadanya.


"..[SFX: Syeet]..[SFX: Daaarr]..[SFX: Listrik]..Aku harus menggunakan otakku ini untuk menganalisis pertarungan mereka!" Gumam Graundila


Serangan bertubi-tubi terus menghujani tubuhnya Graundila tanpa henti.


Bersambung...

__ADS_1


 


 


__ADS_2