
Beberapa hari telah berlalu tepatnya sudah dua hari mereka berlibur sedangkan Ruiki masih merawat Hiru yang hampir sembuh sekarang Ruiki tidak kesal ketika melihat wajah Hiru. Ruiki mencurahkan semua perasaan yang dia anggap sangat aneh di dalam hatinya namun Ruiki berpikir kalau Hiru tidak mendengar ucapannya karena saat itu Ruiki berpikir kalau Hiru sudah tidur tapi ternyata tidak.
"..[Membuka pintu kamar]..Hiru kamu sudah baikan kalau masih sedikit pusing lebih baik minum obat ini !" Ucap Ruiki
"..[Malu-malu]..[Menatap mata Ruiki]..[Tangan kanan menepuk kasur sebanyak dua kali]..[SFX: Puk-Puk].." Aksi Hiru
Ruiki mengerti dengan isyarat dari Hiru karena itu dia langsung duduk di sebelah Hiru sambil memegang minuman dan obat.
"Demam sudah mulai turun dan kamu hanya sedikit pusing jadi minumlah obat ini dan kamu akan sembuh..[Hiru menggenggam tangan Ruiki]..Ehhh !" Ucap Ruiki sambil terkejut
"..[Mengelus tangan Ruiki]..Aku mendengarnya !" Ucap Hiru
"..[Bingung]..[Sadar akan ucapan Hiru]..Ehhhh !..[Terkejut]..Kamu tidak tidur ?" Tanya Ruiki
"Tidak aku masih bangun saat kamu bicara tentang perasaanmu !" Ucap Hiru
"..[Berdiri dari kasur]..[Malu setengah mati]..Maaf kamu sudah sembuh jadi aku akan pulang..[Hiru menggenggam tangan Ruiki dengan erat]..Hiru lepaskan !" Ucap Ruiki sambil balik badan
Ketika Ruiki balik badan, Hiru berdiri tepat di depannya karena hal ini sampai membuat Ruiki menundukkan kepalanya karena malu.
"..[Memeluk Ruiki]..Aku juga menyukaimu tapi kalau kamu tidak mau..[Menghembuskan napas]..menjadi pacarku tidak apa-apa mungkin kita tidak berjodoh !" Ucap Hiru
"..[Menyerang Hiru dengan pelukannya]..Ini jawabanku untukmu !" Ucap Ruiki
Hiru malu setengah mati bahkan dia tidak pernah mengalami hal seperti ini dan membuat dirinya sadar kalau perasaan malu ini pernah dia lihat di wajah Nisuta.
"Ruiki ada yang ingin aku minta darimu !" Ucap Hiru
"Apa itu ?" Tanya Ruiki
"Jangan beritahu Nisuta soal wajah malu yang aku alami ini karena aku tidak ingin dia tahu kalau aku sama sepertinya ketika Nisuta jadian dengan Yamada !" Ucap Hiru
"Hmm..Rahasiakan atau tidak ya..[Menggoda Hiru]..Menjadi pacarku itu sangatlah sulit jadi aku ingin kamu mengabulkan satu permintaanku yaitu..." Ucap Ruiki
"Yaitu ?" Tanya Hiru
"Kamu harus bicara dengan kakakku kalau kamu sudah jadi pacarku !" Ucap Ruiki
__ADS_1
"Itu mudah bahkan hubungan kita akan aku beritahu asal kamu tidak beritahu kepada Nisuta soal wajahku !" Ucap Hiru
"Baiklah Hiru !" Ucap Ruiki sambil tersenyum
"..[Tersipu]..Ruiki kamu lebih cantik kalau tersenyum !" Ucap Hiru
"Satu gombalan lumayan !" Ucap Ruiki
"Itu bukan gombalan tapi kenyataan !" Ucap Hiru
"Baiklah aku percaya !" Ucap Ruiki
Akhirnya mereka berdua kini menjadi sepasang kekasih, mari kita lihat sampai mana hubungan mereka berdua...Malam kini menutupi dunia, terdengar suara mobil yang berasal dari luar dengan cepat Ruiki berlari menuju pintu rumah lalu membukanya sambil memasang wajah marah.
"Leganya sekarang kita bisa istirahat dari liburan..[SFX: Braakkk]..[Melihat Ruiki yang sangat marah]..Ruiki aku membawa oleh-oleh untukmu !" Ucap Yamada sambil tersenyum
"..[Mendekati kakaknya]..[Mencubit kedua pipi Yamada]..Akhirnya kalian pulang !" Ucap Ruiki
"Ruiki ini sakit..Tolong lepaskan !" Minta Yamada
"Tidak akan sampai kakak minta maaf kepadaku !" Ucap Ruiki
"..[Melepaskan cubitannya]..[Menghela napas]..Kakak seharusnya tidak melakukan itu..[Menghela napas]..Lupakan saja..[Melihat Yuuto tertidur lelap di gendongan Nisuta]..Yuu !" Ucap Ruiki
"Shhhttt..Dia sedang tidur jangan membangunkannya !" Ucap Nisuta
"..[Memegang mulutnya]..Maaf dan satunya mana ?" Tanya Ruiki
"Maksud anda saya..[Membuka jendela pintu mobil]..Selamat malam Ruiki !" Ucap Agurame
"Selama malam Asura lalu apa kalian bersenang-senang ketika berlibur ?" Tanya Ruiki
"..[Memegang pundak Ruiki]..Ruiki seharusnya kamu ikut dengan kami..[Wajah Ruiki ingin marah]..Karena tempat berlibur itu adalah neraka bagi orang dewasa !" Ucap Nisuta
"Ha ?..[Bingung]..Apa maksudmu ?" Tanya Ruiki
Nisuta masuk ke rumah mengantar Yuuto ke tempat tidurnya sedangkan Yamada dan Agurame masih di mobil untuk bicara sesuatu yang penting.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan Hiru ?" Tanya Yamada
"..[Kesal]..Lihat saja sendiri sana !..[Menatap Agurame]..Jelaskan yang tadi kenapa Kak Nisuta bicara seperti itu ?" Tanya Ruiki
"Sebenarnya saat berlibur hanya kami bertiga yang sangat santai dan mempunyai waktu banyak untuk istirahat sekaligus bermain tapi ada seseorang yang mengenal wajah Nisuta sehingga dia mendapatkan mata dari semua orang hingga membuat dia tidak bisa tenang dalam berlibur, ada banyak sekali orang yang meminta untuk foto, meminta untuk bekerja sama, meminta untuk masuk ke dalam Grup Professor dan terakhir meminta untuk wawancara itulah yang Nisuta hadapi selama liburan !" Ucap Agurame
"Jadi begitu, aku mengerti terima kasih Agurame kamu sangat membantu !" Ucap Ruiki sambil tersenyum
Tiba-Tiba Hiru keluar namun dengan tubuh yang lemas karena dia masih belum sembuh, satu hal yang ingin Hiru bicarakan kepada Yamada yaitu soal janji yang dia buat bersama dengan Ruiki.
"Okama jangan memaksakan dirimu..[Mendekati Hiru]..[Menghela napas]..Kenapa kamu berani berdiri dari kasur dengan wajah keringat seperti itu ?" Tanya Yamada
"Aku sudah hampir sembuh karena adikmu yang menolongku lalu aku ingin kamu mendengarkan semua yang aku katakan ini..[Yamada mendengar dengan saksama]..Aku dan adikmu sudah menjadi sepasang kekasih bukan suami istri tapi sepasang kekasih !" Ucap Hiru
"Ehhhh..[Terkejut]..Benarkah itu Ruiki ?" Tanya Yamada sambil melirik ke Ruiki
"Kalian..Kalian..Kalian sudah berpacaran !" Ucap Agurame
"Benar kak aku sudah pacaran dengan Hiru walaupun kakak memarahiku tapi aku masih ingin bersamanya !" Ucap Ruiki
"..[Menghela napas]..Baiklah terserah dirimu karena kamu sudah besar jadi mandiri sana !" Ucap Yamada
"Hiru kita berhasil !" Ucap Ruiki
"Jadi kapan nikah ?" Tanya Yamada
"Ehhh..[Kaget]..Cepatnya !" Ucap Hiru
"Kakak..[Malu]..Kami akan menikah ketika saling kenal satu sama lain jadi tunggu saja ketika kami sudah lebih dekat lagi !" Ucap Ruiki
"Baiklah aku tunggu..[Menguap]..Aku lelah, Agurame parkir mobil dengan benar jangan sampai rusak !" Ucap Yamada sambil pergi ke rumah dengan wajah lelah
Begitupun dengan Agurame yang langsung masuk ke rumah dengan wajah lelah sedangkan Hiru dan Ruiki tersenyum ketika saling bertatapan muka bahkan sedikit aneh kalau kita lihat.
Scene di tutup dengan beberapa orang yang lelah dan sepasang kekasih yang tersenyum aneh di bawah sinar rembulan namun senyumannya memiliki maksud tertentu yang hanya mereka berdua tahu. Yamada memberitahu Nisuta yang sudah rebahan di kasur yaitu memberitahu kalau Hiru dan Ruiki sudah menjadi pasangan..[SFX: Brakkk]..Nisuta terjatuh dari kasurnya.
"Benarkah itu..[Tersenyum lega]..Akhirnya dia akan bahagia sepertiku !" Ucap Nisuta
__ADS_1
Bersambung...