
Tahun 2026, Project Transfer Memory di tunda sejenak karena Nisuta dan Yamada akan segera menikah ketika orang tua Yamada dan adiknya datang di Jepang, Hiru terus-menerus menelepon seseorang sedangkan Agurame membagikan undangan pernikahan kepada orang yang mereka kenal seperti Professor Randolf dan Professor junior lainnya.
Melihat mereka berdua sekarang sangat sibuk, Hiru mengeluarkan biaya yang sangat banyak demi pernikahan sahabatnya walaupun Nisuta sudah memberitahunya untuk membuat pernikahan yang sederhana namun Hiru menolak dengan mentah.
Nisuta dan Yamada berada di tempat ruang VIP yang baru saja dibuat oleh Hiru dan Agurame, letaknya tidak terlalu jauh dari Laboratorium, tempat tersebut dibuat untuk Nisuta dan Yamada supaya dapat menunggu hingga perencanaan pernikahan selesai.
"..[Memeriksa setiap sudut ruangan]..[Menghela napas]..Seperti biasa sahabatku ini sangat berlebihan kalau menyangkut diriku..[Nisuta takjub dengan kondisi bangunan rumah yang seperti pondok]..Rumah ini sudah pasti mahal biaya pembuatannya dan dia dengan mudahnya membuatnya demi diriku..[Meneteskan air matanya]..Hiru kamu terlalu berlebihan !" Ucap Nisuta
"..[Melihat Nisuta mengusapkan matanya]..Nisuta apa kamu menangis ?" Tanya Yamada
"Ehhh..[Kaget]..Yamada kapan kamu datang ?" Tanya Nisuta sambil mengusap matanya
"Hmm, kapan ya..[Mendekati Nisuta lalu memeluknya dari belakang]..Sejak kamu bicara sendiri, Hiru dia adalah sahabat sejatimu jadi pertahankan ini sampai kita tua !" Ucap Yamada
"..[Memegang tangan Yamada yang sedang memeluk]..[Melepaskan kedua tangan Yamada lalu balik badan]..Hiru akan selamanya menjadi sahabatku dan kamu akan selamanya menjadi cinta pertamaku !" Ucap Nisuta dengan sedikit senyum
"Nisuta..[Malu]..[Menutup matanya].." Ucap Yamada
Nisuta yang melihat Yamada menutup matanya tidak kuat menahan hasratnya untuk melepaskan hasrat tersebut Nisuta mendekati bibirnya ke bibirnya Yamada. Nisuta mencium Yamada dengan perasaan bahagia begitupun dengan Yamada yang sangat bahagia.
Catatan Author:
"Kalian tahu bukan apa yang terjadi selanjutnya ?..Ruangan khusus yang dibuat untuk mereka berdua, keadaan privasi untuk mereka berdua lalu mereka berdua adalah tunangan yang akan segera menikah..[Saya Tersenyum]..Semoga mereka berdua menjadi pasangan sampai akhir hidup mereka !"
[Kembali ke Hiru dan Agurame]
"..[Telepon di samping telinganya]..Bawa mereka semua untuk dekorasi di Laboratorium !" Ucap Hiru
"Apa Tuan yakin melakukan pernikahan di Laboratorium ?" Tanya Pelayannya Hiru
"Sudah aku bilang kalau Laboratorium ini sedikit berbeda dengan Laboratorium lainnya..[Menghela napas]..Cepatlah suruh mereka datang dan bawa semua yang aku minta !" Ucap Hiru
"Baik Tuan !" Ucap Pelayannya Hiru
__ADS_1
Hiru mematikan teleponnya lalu kembali ke ruangan tamu di Laboratorium kemudian dia duduk sambil mengatur napasnya.
"..[Menutup matanya]..Aku tidak percaya sahabatku akan segera menikah..[Membuka matanya]..Kalau begitu sebagai sahabatnya aku akan membantu dia dengan apa yang aku punya !..[Gumam Hiru]..[Melihat jam]..Seharusnya Agurame sudah menyelesaikan tugasnya !..[Mengambil teleponnya lalu menelepon Agurame]..[Tersambung]..Agurame bagaimana apakah sudah kamu bagikan semua ?" Tanya Hiru
"Sebentar Senior Hiru..[Mencari tempat sepi]..[Menghela napas]..Senior pasti tidak akan percaya keadaan di sini !" Ucap Agurame
"Memangnya kenapa di Laboratorium Professor Randolf ?" Tanya Hiru
"Undangan pernikahan Yamada dan Nisuta sudah membuat keributan di sini bahkan mereka sudah tidak sabar untuk datang ke pernikahan dan kabarnya Professor Randolf akan memberikan hadiah yang luar biasa bagus !" Balas Agurame
"Ohhh, kalau begitu pulanglah karena di sini akan memerlukan bantuanmu !" Ucap Hiru
"Senior Hiru ada yang ingin aku bicarakan denganmu !" Ucap Agurame
"Apa ini..Apa soal orang tua Nisuta ?" Tanya Hiru
"Benar..[SFX: Mesin Mobil]..Supaya menghemat waktu sekarang adalah waktu yang bagus untuk Senior Hiru memberitahu kepadaku tentang orang tua Nisuta !" Ucap Agurame
"..[Mendengar suara mobil menyala]..Baiklah, dengarkan dengan baik karena aku tidak akan mengulang ucapanku !" Ucap Hiru
"..[Kesal]..[Memegang ponsel dengan kuat]..Mereka berdua adalah manusia sampah yang bahkan lebih jijik daripada sampah yang sering kamu lihat !" Ucap Hiru dengan nada kesal
Mendengar hal tersebut Agurame sangat penasaran apa yang membuat Hiru sangat kesal dengan kedua orang tua Nisuta dan Agurame penasaran apa yang orang tua Nisuta lakukan kepadanya sampai Hiru memanggil mereka berdua dengan sebutan manusia sampah.
"Semua ini aku dengar ketika Nisuta masih umur 7 tahun saat itu Nisuta sudah mempunyai prestasi yang sangat luar biasa bahkan dia sudah mampu melawan pikiran seorang Professor." Ucap Hiru
"Hebat, Senior Nisuta sangat hebat tidak salah dia menjadi salah satu orang yang sangat jenius di dunia !" Ucap Agurame
"Menurutmu begitu kalau begitu kamu pasti akan menarik perkataanmu itu ketika mendengar cerita selanjutnya !" Ucap Hiru
Agurame terdiam.
"Nisuta sudah di didik dengan ketat oleh orang tuanya, apa yang orang tuanya mau pasti Nisuta akan melakukannya baik itu jahat maupun baik, Nisuta akan melakukannya karena di dalam pikiran Nisuta. Semua perkataan ayah dan ibunya adalah mutlak..[Agurame terkejut ketika mendengar hal tersebut]..Semua pilihan hidup ada di tangan orang tuanya dan Nisuta hanya dapat mengikuti apa yang orang tuanya mau..[Kesal]..Nisuta menggunakan pikirannya untuk mencari uang demi orang tuanya dan perlu kamu tahu saat itu kedua orang tuanya tidak kerja bukannya tidak dapat pekerjaan tapi mereka berdua memang sengaja tidak bekerja karena ada Nisuta itulah yang aku dengar dari kakekku !" Ucap Hiru
__ADS_1
"Sebenarnya apa yang membuat Senior Hiru sangat kesal dengan orang tua Nisuta !" Ucap Agurame
"Bagus, pertanyaan yang sangat bagus..[Menekan teleponnya]..Dengarkan dengan baik Agurame, mereka berdua tidak layak untuk disebut sebagai orang tua karena mereka sudah menjual anaknya sendiri demi uang !" Ucap Hiru
"Apa, jadi itu yang membuat Senior Hiru sangat marah..[Kening mengerut]..Kalau itu aku sudah tidak dapat menganggap mereka sebagai orang tua !" Ucap Agurame
"Itu masih permulaan..[Agurame kaget]..Dalam kasus polisi dikabarkan kalau Nisuta sudah pernah dijadikan bahan percobaan sebanyak 3x kalau tidak salah kepala Nisuta sudah 3x dibongkar oleh pembeli tersebut bahkan kabarnya Nisuta sudah pernah membunuh dan itu adalah hasutan dari orang tuanya !" Ucap Hiru
"..[Marah]..Bongkar maksudnya itu..[Agurame menundukkan kepalanya]..Bukannya itu sudah termasuk percobaan gila bahkan Senior Nisuta masih hidup kalau begitu..." Ucap Agurame sambil panik
"Benar, Nisuta hanya akan bertahan sampai umur 40 tahun karena sebagian otaknya sudah tidak mampu bekerja dengan baik walaupun begitu Nisuta masih dapat hidup dengan mengandalkan bagian inti otaknya yang sudah sangat membantu Nisuta selama ini !" Ucap Hiru
"Senior Hiru bisakah kamu memberitahuku umur Senior Nisuta saat ini ?" Tanya Agurame
"Maaf Agurame aku tidak bisa memberitahumu karena ini adalah tugasku ketika saatnya tiba aku sendiri yang akan melakukannya !" Ucap Hiru
"Melakukan apa jelaskan kepadaku Senior Hiru, apa yang akan kamu lakukan ?" Teriak Agurame
"..[Diam sejenak]..Agurame kamu tidak perlu tahu karena ini bukan tugasmu..[Mata Hiru menajam]..Kasus pembunuhan yang Nisuta lakukan adalah saat dia umur 8 tahun saat itu dia membuat percobaan kepada manusia hidup !" Ucap Hiru
"Cih, apakah uang adalah segalanya di dunia ini !" Ucap Agurame
"Nisuta di penjara tidak ada yang tahu apa yang terjadi dengan kedua orang tuanya yang pasti mereka saat ini masih hidup dengan uang yang Nisuta berikan..[Mengingat saat dia bertemu dengan Nisuta]..Saat aku dibawa oleh kakekku ada sesuatu yang kakekku bicarakan kepadaku, katanya ada seseorang yang nasibnya lebih parah dariku dan saat itulah aku dipertemukan oleh Nisuta yang berada di penjara dengan rantai mengikat kaki dan tangannya. Kepalanya memiliki bekas jahitan, sikapnya seperti budak yang menunggu tuannya !" Ucap Hiru
Agurame sangat terkejut dengan masa lalu Nisuta bahkan dia memberanikan dirinya untuk mengetahui semau masa lalu Nisuta.
"Saat melihat matanya, aku langsung tahu kalau dia sebenarnya sangat lemah dan mudah di perdaya namun ketika aku mendekatinya saat itulah matanya berubah menjadi sosok yang penuh akan penyesalan..[Gemetar]..Menyesal akan perbuatan yang dia lakukan dan seakan-akan dia memberitahuku saat itu kalau bukan dia yang melakukannya..[Agurame mematikan telepon]..[Tersenyum bengis]..Tidak kuat..[Menghela napas]..Hahahaha..[Tersenyum bengis]..Nisuta aku keluarkan dari penjara lalu aku perlahan-lahan mengembalikan dia menjadi normal sampai aku benar-benar menganggapnya seperti anak-anak pada umumnya dan kamu tahu Agurame, apa yang membuatku sangat kesal itu sebenarnya bukan apa yang terjadi dengan Nisuta tapi apa yang Nisuta ucapkan ketika dia aku selamatkan..[Memukul meja dengan kuat]..Aku tidak perlu membalas mereka karena aku sudah mempunyai keluarga baru..[Tertawa lalu menutupi wajahnya dengan tangannya]..Nisuta kamu benar-benar naif..[Berdiri]..Saat waktunya tiba, aku yang akan membalaskan semuanya !" Ucap Hiru dengan senyuman jahat
Tidak lama kemudian para dekorasi datang ke Laboratorium lalu mereka mendekorasi Laboratorium. Hiru tidak bisa berhenti tersenyum ketika mengingat saat itu, membuat dirinya seakan-akan haus akan amarah. Dalam pikiran Hiru "Tidak ada lagi yang akan seperti diriku dan Nisuta, semuanya yang jahat bukan semuanya manusia yang sekarang ini akan aku musnahkan dan pasti akan tercipta dunia baru yang mana kekuatan adalah segalanya dengan itu mereka tidak perlu tersiksa !"..Itu adalah idealisme yang muncul dari pikiran Hiru.
Agurame tidak lama kemudian datang dan saat itu dia langsung menatap Hiru (Di sini Hiru sudah berhenti tersenyum bengis) Agurame tidak berkata apapun hanya saja dia sangat khawatir dengan mereka berdua yang seakan-akan layaknya saudara. Agurame menepuk pundak Hiru lalu pergi membantu mendekorasi Laboratorium.
Bersambung...
__ADS_1
Catatan Author:
"Nisuta masih mempunyai orang tua tapi mereka sudah tidak peduli dengan keadaan Nisuta dan sekarang yang mempedulikan Nisuta hanyalah Hiru yang sudah bertekad untuk meneruskan idealismenya. Idealisme itu muncul ketika dia melihat orang tuanya di bunuh namun saat itu dia masih belum membulatkan tekadnya namun ketika bertemu dengan Nisuta saat itulah tekadnya langsung bulat untuk membuat dunia baru yang dimana kekuatan adalah segalanya sehingga tidak akan ada orang yang tersiksa seperti mereka berdua karena saat mereka ada kekuatan pasti mereka akan melawan balik !"