
Chapter kali ini akan menceritakan teman-teman dan keluarga Yuuto.
Ketika Yuuto pergi meninggalkan Kota Hometown menuju Kota White House untuk melakukan janji temu dengan Empat Pemerintahan.
Alarm berbunyi..[SFX: Alarm]..Terus berbunyi sampai membuat salah satu pelayan di rumah masuk ke dalam kamar majikannya yaitu kamar Machi sedangkan sahabatnya sudah bangun dari jam 06.15.
Machi mempunyai kebiasaan yaitu ketika dia tidur tidak ada satupun suara yang dapat membangunkannya dan cara untuk membangunan Machi ketika tidur yaitu dengan mengagetkan tubuhnya. Pelayan Machi langsung menarik selimut lalu terlihat Machi yang memakai pakaian setengah telanjang.
"Nona bangun ini sudah pagi !..[Berbicara dengan nada tinggi]..Nona bangun !" Ucap Pelayan Machi
Ruina yang kebetulan lewat kamar Machi mendengar suara pelayan yang terus membangunkan Machi dengan nada yang sangat tinggi tapi Machi tidak bangun dari tidurnya karena itu Ruina masuk ke kamar Machi.
"..[Menepuk pundak pelayan]..Permisi apakah kamu pelayan baru Machi ?" Tanya Ruina
"Hmm, benar saya pelayan baru..[Merasa bingung]..Saya ingin tanya dua gadis perempuan dibawah yang sedang menonton televisi, apakah dia keluarga Nona Machi dan bisakah anda memberitahu saya siapakah anda ?" Tanya Pelayan yang masih bingung dengan keadaan rumah
"Oh, jadi kamu penganti Marlin kalau tidak salah namamu Isabel !" Ucap Machi
"Ahh, benar saya penganti Marlin yang sudah pensiun. Nama saya Isabel, mulai hari ini saya akan menjadi Pelayan Nona Machi !" Ucap Isabel
"Hmm, sebentar aku akan memanggil yang lain..[Keluar dari kamar Machi lalu memanggil Vino dan Ran-Ran yang sedang menonton televisi]..[Masuk ke kamar Machi bersama Vino dan Ranshi]..Vino, Ran-Ran dia adalah pelayan baru Machi jadi kita harus memperkenalkan diri supaya lebih akrab !" Ucap Ruina
"..[Melihat Machi yang masih tidur]..Aduh dia ini masih saja tidur..[Mendekati Machi]..[Ran-Ran menarik pipi Machi dengan keras]..Bangun !" Ucap Ran-Ran
"..[Perlahan membuka matanya]..[Merasa sakit]..Aduhh lepas, lepas, lepas, aku akan bangun jadi lepaskan cepat !" Ucap Machi
"..[Mengabaikan mereka berdua]..[Memegang tangan Isabel]..Perkenalkan nama saya Vino..[Tangan mengarah ke Ruina]..Dia Ruina..[Tangan mengarah ke Ran-Ran]..Dia Ranshi Yama atau biasanya kita memanggilnya dengan nama Ran-Ran, kami adalah sahabat Machi !" Ucap Vino
"..[Mengingat perkataan dari ayahnya Machi]..Kalau tidak salah ayah nona sudah memberitahu saya bahwa teman-temannya sering berada di rumah !" Ucap Isabel
"Ayah..[Mengusap matanya]..Ibu apakah dia juga ikut dengan ayah ?" Tanya Machi
"Ibu nona ikut dengan ayah karena ada suatu pekerjaan yang harus mereka kerjakan berdua !" Balas Isabel
"..[Mencium aroma bau]..Chi kamu harus mandi karena kamu sangat bau !" Minta Ran-Ran
"Tunggu apa cuma aku yang belum mandi disini ?" Tanya Machi
__ADS_1
Semuanya menutup hidung mereka karena tidak tahan dengan bau dari mulut Machi.
"..[Mengingat kejadiaan saat pesta malam bersama teman-temannya]..Kalian bertiga karena kalian memberikan aku banyak sekali bawang di hamburger jadi kalian harus mencium bau mulutku..[Mereka bertiga langsung keluar dari kamar Machi]..[Menghela napas]..Bibi Isabel aku mandi dulu, apa sarapan sudah siap ?" Tanya Machi
"Sarapan sudah siap nona hanya saja karena saya belum tahu makanan kesukaan anda jadi saya masak sesuai selera anak jaman sekarang !" Ucap Isabel dengan penuh semangat
Machi pergi ke kamar mandi setelah beberapa menit, Machi selesai mandi lalu segera berpakaian..[SFX: Turun Tangga]..Machi melihat semua teman-temannya berada di meja makan yang sedang menunggu kedatangannya.
"Maaf membuat kalian menunggu..[Menarik kursi lalu duduk]..Apa yang kalian tunggu, ayo kita makan !" Ucap Machi
"Machi hanya saja saat ini aku tidak selera dengan makanan yang ada diatas meja ini !" Ucap Vino
"Chi menurutku kita harus memesan makanan saja !" Ucap Ran-Ran
"..[Melihat kearah Ruina yang wajahnya tertidur di meja]..Kenapa Ruina tidur di meja ?" Tanya Machi
"..[Wajah serius]..Machi jangan mengganggunya saat ini Ruina mengorbankan dirinya untuk kita !" Ucap Vino
"Sekali lagi aku akan memberitahu..[Ran-Ran memasang wajah memohon]..Aku mohon kita harus memesan makanan !" Ucap Ran-Ran
"Silahkan dibuka tutupnya Nona Machi..[Tersenyum]..Makanan yang saya buat pasti sesuai dengan selera anak jaman sekarang !" Ucap Isabel
"Baiklah aku buka !" Ucap Machi
Saat Machi membukanya, Sup daging berwarna merah darah dan terus mengeluarkan gelembung atau letupan lalu saat gelembung itu pecah.."DEATH !!!"
"..[Menutup dengan keras]..Barusan Sup dagingnya bicara !..[Wajah takut]..Bibi Isabel apa yang anda buat ini ?" Tanya Machi
"Ahh, kalau tidak salah ini makanan khas anak muda yang dimana rebusan daging mentah di campur dengan bubuk merah cabai pedas !" Balas Isabel
"..[Mengulurkan tangan]..Ran-Ran berikan aku handphone milikmu !" Ucap Machi
"Tunggu memang seburuk itu makanan yang saya buat !" Ucap Isabel
"Sangat buruk, makanan yang kamu buat bisa membunuh banyak orang !" Ucap Machi
Machi memakai handphone Ran-Ran untuk memesan makanan sedangkan Isabel diberikan buku resep makanan oleh Vino dan terakhir Ruina masih dalam mode pingsan.
__ADS_1
"..[SFX: Dering Handphone]..Tunggu bagaimana kalau kita makan di Restoran Tanagi saja ?" Tanya Machi
"Ahh, benar aku ingin makan disana !" Ucap Vino
Ran-Ran menghilang dari tempat duduknya tiba-tiba dia turun dari tangga dengan memakai pakaian rapi dan cantik.
"Apa yang kalian tunggu, ayo makan disana !" Ucap Ran-Ran
Machi dan Vino menggendong Ruina lalu memberikannya obat seketika Ruina bangun dari mimpi buruknya.
Mereka berempat memakai pakaian yang rapi dan cantik lalu bersiap untuk pergi ke Restoran Tanagi.
Pelayan Isabel kembali ke dapur untuk mencoba resep makanan yang diberikan oleh Vino sedangkan Machi menelepon Baron untuk memberitahunya bahwa mereka akan datang.
[Berada di depan halaman rumah]
"..[SFX: Nada Dering]..[Tersambung]..Baron aku dan yang lainnya mau makan di Restoran Tanagi jadi berikan kami diskon !" Ucap Machi
"Tepat sekali kamu meneleponku. Machi, Ruina, Vino dan Ran-Ran kalian ke Restoran Tanagi lantai 3 ada sesuatu hal penting yang ingin Yuna bicarakan tentang Yuuto jadi kami tunggu..[Mendengar kata diskon]..Jangan menganggap restoranku sebagai minimarket..[Menghela napas]..Baiklah aku akan memberikan kalian setengah harga untuk setiap makanan !" Ucap Baron
"..[Senang]..Terima kasih banyak Baron kami akan selalu menganggapmu sebagai kakak kami !" Ucap Machi
"Cukup dengan candaannya, cepat datang !" Ucap Baron sambil mematikan teleponnya
"Baron bilang ada sesuatu yang ingin Yuna bicarakan kepada kita tentang Yuuto !" Ucap Machi
"Yuuto..[Menatap langit]..Apa dia menyembunyikan sesuatu lagi ?" Tanya Ruina sambil menatap langit
"Cepat-cepat sopir kami saat ini sedang krisis makanan !" Teriak Ran-Ran
"..[Menarik Ran-Ran]..Ran-Ran jangan dekat-dekat dengan jalanan, bahaya tahu !" Ucap Vino
Sebuah mobil berada di depan mereka berempat lalu mereka masuk ke dalam mobil sedangkan Ruina masih penasaran dengan apa yang ingin Yuna bicarakan tentang Yuuto karena selama ini mereka sedikit mengenal Yuuto.
..[SFX: Mobil Bergerak]..Mobil melaju dengan kecepatan rata-rata menuju Restoran Tanagi yang di dalamnya
ada empat sahabat yang sudah kelaparan sekaligus penasaran dengan Yuna yang ingin membicarakan tentang Yuuto.
__ADS_1