
Chapter kali ini akan menceritakan teman-teman dan keluarga Yuuto.
Ketika Yuuto pergi meninggalkan Kota Hometown menuju Kota White House untuk melakukan janji temu dengan Empat Pemerintah.
Cuplikan Chapter 58.
"..[Senang]..Terima kasih banyak Baron kami akan selalu menganggapmu sebagai kakak kami !" Ucap Machi
"Cukup dengan candaannya, cepat datang !" Ucap Baron sambil mematikan teleponnya
Baron berniat untuk menelepon Professor Jack tapi karena dia selalu sibuk dengan penelitiannya, niat Baron langsung menghilang karena tidak ingin mengganggu penelitian Professor Jack.
"..[Menyimpan handphone ke dalam saku celana]..[Berjalan menuju kursi]..Yuna, aku sudah menelepon mereka tapi aku tidak menelepon Professor Jack." Ucap Baron
"Kenapa kamu tidak meneleponnya ?" Tanya Yuna dengan wajah serius
"..[Menarik kursi]..Yuna kamu terlihat sangat serius..[Duduk]..Apa yang ingin kamu sampaikan tentang Yuuto sangat penting sampai kamu menunjukkan wajah seriusmu ?" Tanya Baron
"..[Mengangkat secangkir teh kearah mulutnya]..[SFX: Minum]..Yuuto dia ingin melakukan sesuatu sendirian tanpa kita..[Meletakkan cangkir tehnya ke meja]..Baron aku akan menceritakan pembicaraan ayahku dengan Yuuto karena aku tertidur jadi aku akan menceritakan setengah yang aku ketahui !" Ucap Yuna
"..[Menghela napas]..Yuna kenapa kamu bisa tertidur disaat pembicaraan yang sangat penting itu." Ucap Baron
"..[Yuna mengangkat cangkir tehnya lalu meminumnya]..[Kembali meletakkanya]..Mungkin saat itu karena aku terlalu banyak makan kue jadinya aku ketiduran !" Ucap Yuna
"..[Melihat sepiring kue yang sudah habis dimakan]..Itu bukan lagi mungkin memang benar kamu tidur karena kenyang..[Menghela napas]..Sebaiknya kamu diet nanti Yuuto tidak melirikmu lagi !" Ucap Baron
"..[Terkejut]..Itu saran atau peringatan ?" Tanya Yuna
"Dua-duanya..[Sekali lagi menghela napas]..Kamu harus mengingat saran dan peringatan yang aku ucapkan tadi karena ini demi masa depanmu !" Ucap Baron
"..[Menunduk]..Maaf, akan aku usahakan lalu terima kasih untuk saran dan peringatannya..[Tersenyum]..Jadi kamu mendukungku daripada mendukung Tina ?" Tanya Yuna dengan senyuman
"..[Terdiam]..Aku tidak hanya mendukungmu tapi aku juga mendukung Tina !" Ucap Baron
"Cih..[Memalingkan wajah]..Aku tarik ucapan terima kasihku !" Ucap Yuna
"Kamu seperti anak kecil saja..[Tiba-tiba pelayan datang lalu memberitahu bahwa teman-temannya sudah datang]..[Berdiri]..Yuna aku akan menyambut mereka !" Ucap Baron
"..[Berdiri]..Aku juga..[Baron menyuruhnya duduk kembali].." Ucap Yuna
"Biar aku saja, kamu duduk disini !" Ucap Baron
"Baiklah, pelayan bisakah aku meminta kue lagi ?" Tanya Yuna sambil tersenyum
"Baiklah nona akan saya bawakan..[Senyumannya sangat manis]..Tunggu sebentar !" Ucap Fei
"..[Melihat pelayannya yang bergegas mengambil kue]..Yuna..[Yuna melihat kearah Baron]..Lain kali kamu harus membayarnya !" Ucap Baron sambil berjalan menuju lift
"Terima kasih Baron !..[Tersenyum senang].." Ucap Yuna
[Sebelum pelayan memberitahu kepada Baron]
..[SFX: Mobil berhenti]..Tina dan Kevin keluar dari mobil lalu saat ingin menyuruh sopirnya untuk menunggu datang Eina dan Lisa di susul dengan tibanya empat sahabat yaitu Machi, Ruina, Vino dan Ran-Ran.
"Sepertinya pembicaraan ini akan membutuhkan banyak waktu..[Melihat kearah sopir]..Silahkan pulang dulu nanti setelah selesai aku akan menelepon !" Ucap Kevin
__ADS_1
"Baik Tuan Kevin..[SFX: Mobil Bergerak]..[Mobil memutar balik lalu pergi meninggalkan mereka berdua].." Ucap Pelayan Kevin
"Ayah terima kasih sudah mengantar..[Mendengar ucapan Kevin]..Ayah pulang dulu nanti aku telepon saat sudah selesai !" Ucap Eina
"Baiklah, ayah akan datang secepat kilat saat kamu menelepon ayah !" Ucap Ayahnya Eina sambil tersenyum
"..[SFX: Mobil Bergerak]..Paman terima kasih tumpangannya !" Teriak Lisa sambil melambaikan tangannya kearah mobil ayahnya Eina yang sudah pergi menjauh
"Akhirnya kita sampai !" Ucap Ran-Ran
Ruina dan Vino langsung mendatangi Tina lalu memeluknya dan memegang rambutnya
"Terima kasih sudah mengantar nanti saya telepon saat sudah selesai !" Ucap Machi kepada Pelayannya
"Baik Nona Machi dan pastikan anda tidak pulang malam karena ibu anda akan khawatir jika anda tidak pulang cepat !" Ucap Pelayan Machi
"Baik..[Berlari menuju Tina lalu ikut memeluknya !" Ucap Machi
Mereka semua berkumpul lalu berjalan menuju pintu masuk restoran.
"..[Melihat banyak pelangan yang datang]..Yosh, aku akan berusaha lagi !" Gumam Hyung Nim
Tiba-tiba ada seseorang yang memegang pundak Hyung Nim dan yang memegang adalah para pelayan senior yang langsung berbaris rapi bagaikan menyambut kedatangan raja dan ratu.
"Apa yang kalian lakukan ?" Tanya Hyung Nim
"Hyung Nim lihat disana..[Hyung melihat kearah yang Chenji tunjuk]..Ada tujuh gadis cantik yang sedang mendekati restoran dan apakah kamu tahu siapakah mereka ?" Tanya Chenji
"..[Meneguk ludah]..Mereka adalah 10 Pemimpin Besar yang sudah menaklukan Peristiwa WQO !" Ucap Hyung Nim yang matanya tertuju kearah Kevin
"..[Melihat tujuh gadis]..[Memalingkan wajah]..Aku tetap memilih Nona Yuna !" Gumam Fei
"Ahh, laki-laki saat melihat gadis cantik baru bisa semangatnya bangkit..[Menghela napas]..Dasar bodoh !" Ucap Meilin
"..[Terpukau]..Tapi benar gadis yang rambutnya panjang dan berwarna pirang itu..[Mata terbuka lebar]..Dia sangat cantik dan sangat sempurna untuk para pria !" Ucap Mayuki
"Kevin dia sangat tampan mungkinkah aku bisa mendapatkan pria seperti dia !" Ucap Funan
"Baik, Sopan, Disiplin, Tampan dan Keren mustahil kamu bisa mendapatkannya !" Ucap Eiri yang terus terang kepada Funan
"Eiri kamu kejam..[Memukul punggung Eiri].." Ucap Funan
"..[Mendengar perasaan para pelayan wanita]..[Menyengol Kevin]..Kevin kamu harus mengucapkan 'Semoga kamu bisa mendapatkannya !' kepada wanita yang disana !..[Mata mengarah ke Funan].." Ucap Tina
"Ehh, pasti kakak mendengar perasaan mereka menurutku itu tidak sopan mendengar perasaan hati mereka tapi jika kakak memintaku melakukan itu..[Tersenyum]..Akan aku lakukan !" Ucap Kevin
Empat Sahabat, Eina, Lisa, dan Tina di sambut dengan sambutan hangat oleh para pelayan pria dan saat itulah Kevin dan Tina melakukan aksinya.
"..[Mendekati Funan]..[Funan langsung terkejut saat Kevin mendekatinya]..Semoga kamu bisa mendapatkannya..[Kevin tersenyum]..!" Ucap Kevin
Funan yang mendengar ucapan Kevin tiba-tiba kepalanya mengeluarkan asap dan wajahnya memerah lalu pingsan.
"Bertahanlah Funan kamu harus bertahan..[Melihat kearah Kevin]..Terima kasih atas dukungannya !" Ucap Eiri
"Hmm, sepertinya kamu mengetahui kemampuan kakakku..[Melihat Funan yang pingsan]..Maaf membuat temanmu pingsan !" Ucap Kevin
__ADS_1
"Ahh, tidak apa-apa ini merupakan langkah untuk dirinya mencari pasangan sejatinya !" Ucap Eiri
"Kamu sungguh teman yang baik !" Ucap Kevin
Tina mendekati Mayuki lalu memegang kedua tangan Mayuki.
"Terima kasih tapi aku tidak sempurna seperti yang kamu lihat karena setiap manusia pasti memiliki kekuarangan !..[Tina tersenyum].." Ucap Tina
"..[Wajah memerah]..[Memberanikan diri melihat wajah Tina]..Kamu sungguh wanita yang harus aku contoh..[Mayuki melihat Tina dengan mata bersinar].." Ucap Mayuki
Tina sedikit tertawa melihat tingkah lugu Mayuki saat mengatakan hal seperti itu sambil menatap Tina. Fei langsung melaporkan kepada Baron kalau teman-temannya sudah datang ke restoran.
[Pelayan yang sudah memberitahu kepada Baron]
"..[SFX: Lift Bergerak Turun]..Setengah harga untuk empat sahabat itu dan Yuna yang ingin makan kue gratis kalau aku tadi memarahinya mungkin akan terjadi sesuatu yang tidak aku inginkan, untung saja aku memikirkan kata-kata yang tepat untuk melawannya..[Menghela napas]..Tapi aku sungguh senang karena mereka semua seperti biasa mengingatkan aku tentang saat Dungeon..[SFX: Lift Berhenti]..[SFX: Lift Terbuka]..[Baron melihat teman-temannya yang sudah berkumpul]..Kalian sudah datang !" Ucap Baron
Kevin yang melihat Baron langsung mendekatinya.
"Katakan apa yang kamu ucapkan saat berbicara dengan kakakku !" Ucap Kevin dengan wajah kesal
"..[Menghela napas]..[Memukul pelan kepala Kevin]..Kamu seperti anak-anak saja !" Ucap Baron
"..[Kesal bertambah]..Baron lain kali aku akan membalasmu !" Ucap Kevin
"Lakukan jika kamu bisa !" Balas Baron
"Jaga sifatmu itu karena sedikit keren !" Ucap Kevin sambil masuk ke lift
"..[Tersenyum]..Kalian ayo masuk !" Ucap Baron
Empat Sahabat, Eina, Lisa berjalan menuju ke lift sedangkan Tina mengucapkan sampai bertemu nanti kepada pelayan wanita lalu berjalan menuju lift.
"..[SFX: Suara Perut]..Aku lapar !" Ucap Ran-Ran
"Ran kamu harus tahan..[SFX; Suara Perut]..Aku tidak kuat lagi !" Ucap Vino
"Kalian berdua bertahanlah sebentar lagi kita akan sampai !" Ucap Ruina
"Ruina tadi pagi sarapan buatan Isabel bagaimana ?..[Ruina langsung menjadi depresi]..[Tersenyum].." Ucap Machi
"Ruina apa yang terjadi saat kamu sarapan pagi sampai membuatmu depresi seperti itu ?" Tanya Lisa
"Lisa hentikan kamu bisa membuatnya tambah menjadi depresi !" Ucap Eina
"Hmm, rasanya pasti buruk bukan sangat buruk !" Ucap Tina dengan menampilkan wajah polos
"Tina kamu juga !" Ucap Eina
Tina dan Machi tertawa sedangkan Kevin menenangkan Ruina untuk melupakan kejadian tadi pagi..[SFX: Lift Berhenti]..[SFX: Lift Terbuka]..Pelayan Fei membawa banyak sekali makanan beserta kue sesuai perintah Baron.
Ran-Ran dan Vino langsung mencuri kursi lalu mereka semua duduk di kursi bagaikan sedang melakukan rapat. Yuna yang sudah menunggu momen yang sangat penting langsung melakukan aksi keren.
"..[Wajah Serius]..Aku akan menceritakan pembicaraan ayah dan Yuuto saat di rumahku jadi kalian dengarkan dengan saksama karena ini menceritakan sedikit latar belakang tentang Yuuto dan tujuan Yuuto jadi aku akan mulai menceritakannya dari awal !" Ucap Yuna
Bersambung...
__ADS_1