
8 Agustus 2046.
Duel Festival masih belum dimulai namun perayaan Festival masih sangat ramai sedangkan itu Three dan David sedang berbicara tentang rencana mereka.
Angin malam berhembusan sangat dingin apa lagi saat ini mereka berdua di atas gedung namun mereka berdua menggunakan Akseleration untuk melapisi diri dari angin malam yang dingin.
"Fiuhh..Ramai sekali di sana !..[Melihat ke arah Three]..Three sebenarnya apa rencanamu ?..[Tersenyum]..Rencanamu tidak sebatas mengintai bukan ?" Tanya David berkali-kali
"Dari pimpinan, aku diberikan tugas untuk mengintai Empat Pemerintah dan Marga Ery !" Ucap Three
"Marga Ery..[Baru ingat]..Ohh, bukankah mereka sekutu kita ?" Tanya David
"Sekutu..[Tertawa]..Jangan bercanda, mereka itu adalah lawan kami !" Ucap Three
"Hmm..Three apa kamu masih mempunyai dendam dengan Marga Ery ?" Tanya David
"Bocah..[Menatap tajam ke arah David].." Ucap Three
"..[Tersenyum]..Aku tahu apa yang sebenarnya terjadi saat penangkapanmu itu..[Three masih diam]..Untuk pertama kalinya Graundila Sang Destroyer kalah oleh pengguna katana merah yang mana orang ini disebutkan adalah Ketua Marga Ery..[Bergumam]..Two memberitahuku kalau ini dapat membuat Three marah besar tapi kenapa Two memberitahu diriku tentang ini..Tch..Tidak perlu dipikirkan yang lebih penting lagi saat ini..[Graundila diam]..Dia marah besar !" Gumam David
"..[Berdiri]..[David memasang kuda-kuda]..Hahahhaha !..[David bingung]..Bocah, itu pasti informasi dari Two bukan ?..[David hanya diam]..Bukan hanya aku yang kalah dalam pertarungan tapi Two juga kalah bahkan mata yang sangat spesial untuknya pernah itu sudah di ambil untuk eksperimen dan dia marah lalu mengambilnya saat itu aku yang membantunya !" Ucap Three
"Begitukah !" Ucap David yang bingung dengan sikap Graundila
"..[Marah]..Two, kenapa kamu membocorkan masa lalu kita ?" Tanya Three
"Two..[Panik mencari Two]..Dimana dia ?..[Tidak berani melihat ke belakang]..Tidak mungkin seharusnya aku bisa merasakan keberadaannya !" Gumam David
Terlihat Two sedang berdiri tepat di belakangnya David dengan raut wajah membunuh namun langsung dia tutup dengan topeng purge miliknya.
"One bilang kepadaku untuk mengawasimu !" Ucap Two
"..[Mendekati Two]..Lalu setelah itu !" Ucap Three
"Hancurkan Marga Ery sebelum membocorkan kelemahan One !" Ucap Two
"Ahh, aku sudah tahu itu saat ini One belum mendapatkan topeng yang selama ini dia inginkan karena itulah dia tidak mau melakukan ini dengan tangannya sendiri lagipula dia itu terlalu emosional !" Ucap Three
"Jadi itu rencana kalian berdua datang ke sini ?..[Tersenyum panik]..Lalu dimana TSN ?" Tanya David
"TSN saat ini hanyalah kamu jadi tunjukkan kegunaanmu untuk lebih di lihat oleh One !" Ucap Two
"Lagipula One ingin melihat kebencianmu seberapa besar !" Ucap Three
"Jadi kalian akan mengacaukan Duel Festival nanti ?..[Three tersenyum]..Aku bisa melihatmu tersenyum dibalik topeng itu Two !..[Two membalikkan badannya]..Baiklah kalau begitu, aku akan bergerak sesuai kemauanku !" Ucap David
David terjun dari gedung lalu menghilang secara cepat.
__ADS_1
"Three kamu menggunakan itu kepadanya ?" Tanya Two
"Dia adalah percobaan yang berhasil namun tidak lama lagi dia akan mati !" Ucap Three
"..[Menghela napas]..Otak kosongmu itu hanya berisi kematian saja padahal dia itu berpotensi menjadi bidak yang kuat untuk kita !" Ucap Two
"Terserah dirimu !..[Meregangkan ototnya]..Sudah lama aku tidak bersenang-senang !" Ucap Three
"Apa yang ingin kamu lakukan ?" Tanya Two
"Tentu saja membasmi mereka semua !" Ucap Three
"Three kita tidak bertindak untuk saat ini tunggu saja aba-aba dariku !" Ucap Two
"Tch..[Berdiri di tebing]..Aku ingin makan !" Ucap Three
"Jangan cari keributan dan tetap tenang, anak itu di sini !" Ucap Two
"..[Tersenyum]..Hmm, kalau dia mencari kita bagaimana ?" Tanya Three
"Three..[Graundila menghilang]..Tch, otak otot itu susah sekali diberitahu !" Ucap Two
Two menghilang dengan cepat sepertinya Duel Festival nanti akan menjadi pertumpahan darah.
[Dua pria mata-mata dari The Number]
Dua pria ini menggunakan Festival untuk bisa saling berkomunikasi.
"Lokasi aman dan David bisa memantau dari sana !" Ucap Pria mata-mata 2
"Untuk saat ini bilang kepada David kalau dia tidak akan menang melawan Yuuto !" Ucap Pria mata-mata 1
"Anak itu susah untuk diberitahu jadi aku ingin kamu yang memberitahunya !" Ucap Pria mata-mata 2
"Tch..Kamu merepotkan sekali..[Menghela napas]..Baiklah tapi sebaiknya kamu sedikit mencurigakan untuk dipantau oleh Yuuto, kamu tahu bukan saat ini dia sedang berkeliaran !" Ucap Pria mata-mata 1
"Siap laksanakan !" Ucap Pria mata-mata 2
Festival terus lanjut hingga jam 22.50 lalu saat itulah Pria mata-mata 1 bertemu dengan David di sebuah bar mewah.
"..[SFX: Es di Gelas]..Jadi, kamu..[Terlihat wajahnya Komandan Fuji]..Fuji bagaimana, apa kamu sudah menemukan tempat aman untukku memantau Yuuto ?" Tanya David sambil minum
"Dong sudah memastikan kalau tempat memantaumu aman tapi kami ingin kamu tidak melawan Yuuto !" Ucap Fuji
"..[Membanting gelasnya di meja]..Jangan bercanda denganku, apa kamu meremehkan diriku !" Teriak David
"David saat ini Yuuto terlalu kuat bahkan dirimu yang sudah bertambah kuat ini bisa hancur karena Ultimate miliknya !" Ucap Fuji
__ADS_1
"Ultimate ?" Tanya David
"Jenis serangan pamungkas miliknya dan kami belum mengetahui seperti apa tipe serangannya !" Ucap Fuji
"Tch..Tidak berguna..[Tersenyum dan mabuk]..Membuatnya marah dan bertarung dengan serius..[Tertawa]..Bukankah menyiksa Alicia lebih bagus !" Ucap David sambil minum
"Kalau begitu ?" Tanya Fuji
"Pertemukan aku dengan Alicia !" Ucap David dengan tatapan dendam
"Baik..[Meletakkan uang di meja]..Akan saya lakukan !" Ucap Fuji
Fuji kembali sedangkan David mabuk-mabukan di Bar Mewah itu lalu Dong yang sedang pura-pura mencurigakan langsung bertemu dengan Yuuto.
[Dong bertemu dengan Yuuto di gang sempit]
"..[Panik]..Yuuto apa yang kamu lakukan di sini ?" Tanya Dong
"Aku hanya jalan-jalan lagipula..[Menatap Dong]..Apa yang kamu lakukan ?..[Dong tetap tenang]..Kenapa meninggalkan mereka ?" Tanya Yuuto
"Yuuto mampu membaca kebohongan lewat detak jantung untuk saat ini..[Membuat detak jantung normal]..Aku tidak akan membiarkan diriku ketahuan !..[Gumamnya lalu...]..Aku mencari Komandan Fuji tapi akhirnya aku tersesat !" Ucap Komandan Dong
"Ahh, benar Komandan Fuji juga meninggalkan kelompoknya..[Kesal]..Kalian ini, mereka tidak mungkin aman tanpa pemandu..[Menghela napas]..Bisakah kamu telepon Komandan Fuji ?" Tanya Yuuto
Tiba-Tiba Komandan Fuji dari belakang Yuuto langsung angkat bicara.
"Ada apa denganku Jenderal Yuuto ?" Tanya Fuji
"..[Melihat ke belakang]..Komandan Fuji akhirnya, dari mana saja anda ?" Tanya Yuuto
"Maaf Jenderal, aku tergoda untuk melihat wanita cantik di bar mewah sebelah sana !" Ucap Fuji
"Aduh, Komandan Fuji apa kamu kebelet nikah ?" Tanya Dong
"Berisik !" Ucap Fuji
"..[Terdiam sebentar]..Hhaha, lebih baik kalian kembali ke kelompok, aku tidak mau ada sesuatu yang terjadi kepada kandidat sebelum Duel Festival di lakukan !" Ucap Yuuto
"Baik Jenderal !" Ucap Dong dan Fuji
Dong dan Fuji kembali ke kelompok sedangkan Yuuto masih berpikir ulang.
"Hmm, mereka..[Menelepon Jenderal Kouka]..[Tersambung]..Jenderal, aku sudah menemukan mata-mata di gerombolan kita !" Ucap Yuuto
"Kalau begitu biccaranya jangan di telepon temui aku di hotel penginapan nanti !" Ucap Jenderal Kouka
"..[Mematikan teleponnya]..Baiklah kalau begitu..[Balik badan tapi menabrak seorang gadis]..[SFX: Brakk]..Aduh !..[Berdiri]..[Mengulurkan tangannya]..Apa kamu tidak apa-apa ?" Tanya Yuuto
__ADS_1
Mata Yuuto terpana akan kecantikan dan keimutan gadis yang dia tabrak seakan-akan seperti boneka dengan rambut pirangnya yang panjang di ikat menjadi dua poni, matanya berwarna biru laut serta ikat rambutnya berwarna hitam bahkan pakaiannya yang indah membuat dirinya seperti sebuah boneka pajangan.
Bersambung...