
Cuplikan Chapter 134.
"..[Takut]..Baik akan saya lakukan Tuan Hiru, semuanya bubar cari Lucas dan bawa dia kemari sekarang itu adalah tugas kita !" Teriak Alex
Hiru masuk ke dalam Rumah Lab dengan perasaan tidak senang membuat dirinya tidak terkendali sampai merusak beberapa barang di Rumah Lab.
"Kakek tua dasar bajin*an..[Melempar kursi sampai rusak]..Dia bukan saudaraku lagi..[Pikirannya kacau]..Dia bukan saudaraku lagi..[Matanya melotot]..[Menutup wajahnya dengan telapak tangan]..Haaaaa !" Teriak Hiru
"Bisakah kamu tidak berteriak seperti itu dasar bodoh !" Ucap Voice Head di dalam kepala Hiru
"..[Marah]..Aku harus melampiaskan amarah ini..[Tersenyum]..[Mengambil pisau dan alat jahit]..Ini sudah waktunya !" Ucap Hiru
Hiru pergi ke ruangan Nisuta ketika lampu di ruangan tersebut langsung menyala terlihatkan luka di tubuh Nisuta yang sudah mengering dan berbau busuk.
"Yoo Nisuta bagaimana kabarmu ?" Tanya Hiru
Ikatan tali terlepas dari tubuh Nisuta membuat Nisuta berdiri di depan Hiru seketika rasa takut dan kaget langsung terlihat di wajahnya Hiru.
"Nisuta...Kapan kamu melepas tali itu ?" Tanya Hiru
"..[Menundukkan kepalanya]..[Bau busuk mengelilingi ruangan]..Hiru, cepatlah selesaikan ini semua !" Ucap Nisuta
Nisuta langsung duduk di kursi sambil menatap lantai dan pasrah akan dirinya.
"..[Menghela napas]..Aku kira kamu mau melawanku ternyata kamu sudah menyerah tapi bagaimana kamu melepaskan ikatan tali itu ?" Tanya Hiru
"Cepatlah..[Aura membunuh]..[Aura ini membuat Hiru mengenang mimpi buruknya]..Lakukanlah Hiru Okama !" Ucap Nisuta
Hiru merinding bukan main karena dia merasakan Aura membunuh dari Nisuta yang sama seperti Aura membunuh sosok pria misterius yang dia lihat di mimpinya.
__ADS_1
"..[Terjatuh ke lantai]..[Tangan gemetar]..Apa ini kenapa kamu bisa melakukan itu kepadaku bahkan kamu belum pernah membunuh seseorang !" Ucap Hiru
Voice Head terkejut melihat amarah Nisuta sekaligus dia juga ikut merinding namun tidak separah seperti Hiru.
"Ini adalah usaha yang tidak sia-sia akhirnya Nisuta kamu memiliki Aura itu sebagai gantinya Aura itu akan terwariskan !" Ucap Voice Head di dalam kepala Hiru
"Terwariskan, apa yang kamu maksud Voice Head..[Berdiri]..Aura itu bisa di dapatkan ?" Tanya Hiru
"Tentu saja Aura membunuh yang sangat kuat itu bukan berasal dari membunuh ribuan bahkan jutaan manusia namun Aura membunuh itu keluar karena Tekad dan Keinginan yang kuat !" Ucap Voice Head
"Apakah aku bisa mendapatkan Aura itu ?" Tanya Hiru
"Tentu saja kamu bisa mendapatkan Aura itu dan untuk mendapatkannya cukup mudah namun caranya sulit !" Ucap Voice Head
"Bagaimana cara mendapatkannya ?" Tanya Hiru
"Sentuhlah tangannya lalu bayangkan kamu ingin mengambil Aura membunuh itu tapi kamu harus siap akan mentalmu !" Ucap Voice Head
Hiru mendekati Nisuta lalu menyentuh tangan kanan Nisuta kemudian dia membayangkan ingin mengambil Aura itu...Di dunia yang sangat gelap, Hiru hanya bisa melihat suasana gelap itu dengan kedua matanya lalu tiba-tiba dari kepala Hiru terdengar suara teriakan yang menjerit kesakitan membuat Hiru ikut kesakitan juga.
Semua siksaan yang Nisuta alami terlihat jelas rasa sakitnya di kepala Hiru dengan kuat Hiru menahan rasa sakit itu semua dan seketika.
"Mudah sekali..[Berjalan sempoyongan]..Nee, Voice Head apakah Aura membunuh itu seperti ini !" Ucap Hiru
"Hahaha, Aura ini aku sangat menyukainya membuat diriku seakan-akan bagian dari kematian..[Tertawa keras]..!" Ucap Hiru
"Aura membunuh yang kamu ambil tidak kuat seperti Aura membunuh yang diwariskan. Aura membunuh yang kamu ambil memiliki efek yaitu membuat orang-orang yang tunduk kepadamu merasakan ketakutan akan kematian namun efeknya lemah terhadap orang yang tidak tunduk kepadamu sedangkan Aura membunuh yang diwariskan memiliki efek yaitu membuat seluruh yang terlihat di matanya akan merasakan mimpi buruk bahkan lebih parah dari kematian namun penggunaannya memiliki dampak besar yaitu kebutaan !"
"Jadi seperti itu..[Tersenyum]..Kemana Nisuta akan mewarisi Aura membunuhnya itu ?" Tanya Hiru
__ADS_1
"Mungkin anaknya tapi tidak mungkin dia akan mewarisi Aura membunuh seperti itu !" Ucap Voice Head dengan nada bohong
"Hmm, Aura membunuh ini sudah aku dapatkan lalu apa lagi yang aku tunggu..[Membuka mata kanan Hiru dengan tangannya]..Tahanlah Nisuta ini tidak akan menyakitkan !" Ucap Hiru
Hiru memaksa mengeluarkan bola mata kanan Nisuta dengan tangannya dan hal itu membuat Nisuta merasakan rasa sakit yang amat sakit..[SFX: Teriakan]..Aggghhh..Bola mata Nisuta di tarik keluar sehingga terlihat saraf-saraf dari bola mata itu lalu Hiru mengambil pisau kemudian memotongnya.
"..[Mata kanannya berdarah]..Ha..Ha..Ha..Ha..[Menahan rasa sakit]..Aku masih bisa bertahan dari ini semua !" Ucap Nisuta kemudian pingsan
"Mari aku jahit mata kananmu supaya tidak keluar darah..[Menjahit mata kanan Nisuta]..Bola matamu terlihat bagus Nisuta !" Ucap Hiru sambil tersenyum
Bola mata kanan Nisuta diletakkan di atas meja dengan beberapa peralatan di sampingnya.
"Hey, kamu sudah merekam ini semua ?" Tanya Voice Head di kepala Hiru
"Baru sadar..[Lupa]..Aku belum merekamnya tapi tidak perlu khawatir kita akan menggunakan CCTV itu !" Ucap Hiru
"..[Menghela napas]..Kalau begitu cepat selesaikan lalu buat Yuu menonton rekamannya !" Ucap Voice Head
"Baiklah-baiklah jangan terlalu memerintah diriku..[Selesai menjahit]..Akhirnya selesai juga jadi Nisuta selamat istirahat..[Mengambil bola mata kanan Nisuta lalu melemparnya seperti bola mainan]..Aku punya bola baru !" Ucap Hiru dengan nada senang
Hiru pergi ke ruangannya untuk mengambil rekaman CCTV di ruangan Nisuta lalu pergi lagi ke ruangan khusus untuk Yuuto ketika sampai Hiru langsung membuka mata Yuuto lalu menontonkannya rekaman siksaan ketiga yang menyakitkan.
Yuuto menangis, marah dan kesal akan perbuatan Hiru namun dia tidak bisa berbuat apapun untuk menyelamatkan ayahnya. Hiru langsung keluar dari ruangan khusus Yuuto lalu pergi untuk menanyakan kabar tentang pelayannya Lucas kepada tim pencari pelayan terhormat yaitu Pelayan Alexander.
"Ayah maafkan aku..[Marah]..[Mengigit bibirnya sampai berdarah]..Aku pasti akan membunuhnya dengan kedua tanganku..[Mata Yuuto melotot]..[Aura membunuh terwariskan kepada Yuuto]..
Ayah terima kasih hadiah yang kamu berikan ini, aku tidak akan melupakan apa yang selama ini kamu alami !" Ucap Yuuto dengan niat membunuh yang sangat kuat
Note.
__ADS_1
Bagaimana Yuuto dapat mengetahui kalau Aura membunuh itu adalah warisan dari ayahnya jawabannya adalah saat Yuuto menonton rekaman itu secara tidak sengaja Nisuta memperlihatkan Aura membunuhnya kepada Hiru untuk merangsang Tekad dan Keinginan Yuuto supaya dapat mewariskan Aura membunuh ini. Kedua mata Yuuto dengan Nisuta saling menatap sehingga Yuuto mewarisi Aura membunuh itu..PERHATIAN !!!..Aura membunuh dapat diwariskan ketika penggunannya mau mewarisi Aura membunuh tersebut..
Bersambung...