
Cuplikan Chapter 121.
"Jam 21.00 aku akan memulai memotong tangan kiri saudaraku..[Tertawa]..Ini sangat mendebarkan bagi jantungku !" Ucap Hiru
Perlahan Hiru mulai kembali mengantuk yang mana rasa kantuknya bukan main seperti penyakit yang sudah tertanam di dalam dirinya.
"..[Matanya buka tutup]..Astaga bukannya aku sudah tidur lama sekali tapi kenapa aku masih mengantuk !" Ucap Hiru
"Tenang kamu tidur saja, aku akan memaksa otakmu untuk bangun sesuai jam yang kamu tentukan !" Ucap Voice Head
"Baiklah, aku serahkan..[Menutup matanya]..Kepadamu !" Ucap Hiru sambil tertidur
"Ini sungguh keajaiban karena kamu mempunyai rasa kantuk seperti itu karena dengan penyakitmu itu, kamu mempunyai kelemahan fatal yang mana di masa depan nanti aku bisa membunuhmu !" Ucap Voice Head
Beberapa jam terlewatkan.
Catatan Penting: Rasa kantuk yang Hiru alami merupakan penyakit yang ada di dalam dirinya dan penyakit ini akan muncul ketika Hiru mulai merasakan rasa senang dan mendebarkan dan salah satunya terjadi ketika Hiru ingin memotong tangan kiri saudaranya.
Hiru yang tertidur lelap kembali mengalami mimpi bertemu dengan pria mata gelap dengan rambut hitam sedikit putih yang mana pria tersebut sedang duduk di kursi bersama dengan dirinya. Sosok pria tersebut wajahnya samar-samar tidak di perlihatkan tapi matanya menunjukkan bahwa dia adalah seorang pembunuh bahkan Hiru hanya bisa ketakutan ketika melihat sorot matanya.
Pria tersebut terus menatapnya dengan pandangan tenang namun tajam, tubuh Hiru tidak bisa bergerak hanya bisa berbicara dan menatap namun berbicara saja Hiru sudah tidak mampu tapi entah bagaimana mulutnya bergerak sendiri dan mengucapkan satu kata "Maaf".
Pria tersebut menggerakkan tangannya ke arah Hiru dan saat itu juga Hiru langsung panas dingin dan bernapas tidak teratur.
"..[Merinding]..[Memberanikan diri]..HENTIKAN !..[Terbangun dari tidurnya]..Ha..Ha..Ha..Ha..Ha..Ha..[Tangannya gemetar]..Siapa dia..[Memegang tangan kanannya]..Siapa dia..[Kepalanya bingung]..Siapa dia Voice Head !" Teriak Hiru
"Siapa yang kamu maksud ?" Tanya Voice Head
"..[Menatap dirinya sendiri dari cermin]..[Menundukkan kepalanya]..Rasa takut ini sudah lama, aku tidak merasakannya sejak kejadian orang tuaku dan pada hari ini aku merasakan kembali rasa takut yang bahkan lebih mengerikan daripada saat orang itu membunuh kedua orang tuaku tepat di depanku !" Gumam Hiru
__ADS_1
"Hiru sebutkan ciri-ciri orang yang kamu maksud !" Ucap Voice Head
"Tidak..[Berdiri]..Lupakan apa yang aku ucapkan..[Mengambil alat pemotong dari lemarinya]..[Melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 21.00]..Aku membeli kamera video baru dan ini kualitasnya sangat bagus !" Ucap Hiru
"Bersenang-senanglah selagi kamu bisa, Hiru Okama !" Ucap Voice Head
Hiru pergi ke ruangan Nisuta sambil membawa alat pemotong, kamera video dan alat jahit. Hiru berjalan dengan perlahan sambil merenungkan ketakutannya namun dirinya sudah tidak kuat menerima ketakutan yang sangat mengerikan ini dan untuk melampiaskan amarahnya, Hiru tidak akan segan-segan memotong tangan Nisuta.
"..[Membuka pintu ruangan kemudian lampu menyala]..[Tersenyum bengis]..Yo Nisuta ada benda yang ingin bertemu denganmu !" Ucap Hiru
"..[Nisuta melirik ke arah Hiru]..[Tertawa]..Jadi selanjutnya memotong bagian tubuhku..[Tersenyum]..Lakukanlah dasar psikopat tapi lakukan sesuai janjimu kalau aku yang akan membunuh Yamada !" Ucap Nisuta
"Cih, kamu sudah tidak seru tidak ada rasa takut di dalam dirimu sekarang tapi aku masih bisa mendengar suara jeritanmu jadi pastikan kamu tidak pingsan !" Ucap Hiru
Hiru meletakkan Kamera Video yang mana rekamannya sudah berjalan dan merekam setiap apa yang Hiru lakukan. Alat pemotong yang Hiru gunakan adalah Gergaji mesin !!!
Nisuta sudah tidak bisa melawan balik Hiru karena dirinya sangat lelah dan penuh luka di tubuhnya, Hiru melepaskan ikatan di kedua tangan Nisuta lalu mengikat satu persatu seperti tangan kiri di ikat, tangan kanan di ikat, kaki kanan di ikat dan kaki kiri di ikat kemudian ditarik sampai meregangkan tubuhnya di udara.
..[SFX: Gergaji Mesin]..Hiru tidak langsung memotong lengan kiri Nisuta tapi dia melakukannya dengan perlahan demi perlahan sampai putus..[SFX: Tulang retak]..[SFX: Jeritan]..Jeritan yang sangat keras terdengar sampai ke seluruh ruangan.
Yuuto hanya bisa menangis mendengar jeritan tersebut, Yamada tambah histeris dan mentalnya sudah semakin parah walaupun dia tidak di siksa tapi mendengar suara suaminya yang menjerit kesakitan membuat hatinya menderita sedangkan Agurame juga menangis seperti Yuuto dan dia sangat malu akan dirinya yang tidak bisa berbuat apapun untuk sahabatnya.
Agghhhhh...
..[SFX: Darah]..Darah banyak sekali keluar sampai membasahi pakaian Hiru dengan cepat Hiru langsung menjahit lengan kiri Nisuta untuk memberhentikan pendarahannya. Rasa sakit yang Nisuta rasakan sangat luar biasa sampai ingin membuatnya pingsan tapi Nisuta mampu menahan rasa sakit tersebut bahkan dia sampai tersenyum.
"..[Menjahit lengan kiri Nisuta]..Kenapa kamu tersenyum ?" Tanya Hiru
"Ruiki apa dia tahu kalau kamu seperti ini ?" Tanya Nisuta
__ADS_1
"..[Berhenti sejenak dari menjahitnya]..Aku berharap dia tidak mengetahuinya sampai aku menyelesaikan ini semua..[Kembali menjahit].." Ucap Hiru
"Kamu tahu saat aku mendengar kalian sudah menjadi kekasih..[Senyum dengan tulus]..Aku sungguh senang dan bahagia kalau kamu akhirnya mendapatkan pasangan yang akan mengerti dirimu..[Matanya berwarna putih]..Hiru selanjutnya apa yang akan kamu lakukan ?" Tanya Nisuta
"Aku akan membuat salah satu matamu buta !" Balas Hiru dengan santai
"Begitu, baiklah..[Matanya tertidur]..Aku tidak akan mati sampai tujuanku selesai !" Ucap Nisuta lalu dia pingsan
"Jadi membunuh istrimu sendiri adalah tujuan barumu..[Tertawa]..Nisuta, tujuanmu sungguh mulia !" Ucap Hiru
Hiru menjahit lengan kiri Nisuta dengan erat sampai darah tidak keluar dari bekas potongan tersebut. Hiru mengambil kamera videonya lalu melihat durasi video yang mana ternyata durasinya lebih panjang ketimbang rekaman saat itu.
"..[Menjilat darah Nisuta]..Ahhh, ternyata darah rasanya manis dan lembut !" Ucap Hiru sambil tersenyum tulus
Hiru menutup ruangan Nisuta lalu dia pergi ke ruangan khusus yaitu ruangan Yuuto dengan perasaan senang dia membawakan sebuah rekaman video saat dia memotong lengan kiri Nisuta .
"..[Membuka pintu ruangan Yuuto]..Halo Yuuto bagaimana kabarmu ?" Tanya Hiru
"Cepat putar rekamannya..[Marah sekaligus sedih]..Hiru..Hiru..Hiru..Hiru..HIRU !" Teriak Yuuto yang sudah terkena mental
"Ahhh, baiklah-baiklah jangan menjadi gila karena hal ini saja..[Memutarkan rekaman tepat di wajah Yuuto]..Silahkan kamu tonton sampai puas dan jangan sampai kamu menjadi gila, sekadar mengingatkan empat bulan aku tidak akan menyiksa Nisuta tapi aku akan menyiksamu selama empat bulan aku akan membiarkan luka Nisuta sampai sembuh ketika sudah sembuh aku akan melanjutkan siksaannya !" Ucap Hiru
"Terserah dirimu, aku sudah mempunyai tujuan yaitu membunuhmu Hiru Okama !" Ucap Yuuto
"..[Menghela napas]..Kata-kata itu terus keluar dari mulutmu sungguh apa kamu benar-benar membenciku dari lubuk hati terdalamku, aku masih menganggapmu sebagai keponakanku !" Ucap Hiru
"Pergilah !" Ucap Yuuto sambil menonton rekaman siksaan
"Sebaiknya aku mandi dan istirahat..[Berpikir untuk bertemu dengan Ruiki]..Tidak salah kalau aku bertemu dengan Ruiki !" Gumam Hiru
__ADS_1
Bersambung...