World Quiz Online

World Quiz Online
Chapter 114: Awal Mula Tragedi


__ADS_3

Cuplikan Chapter 113.


"Nisuta, Yamada kalian pergi menemui Ruiki saat ini aku baik-baik saja !" Ucap Hiru


"Apa kamu yakin ?" Tanya Nisuta


"Aku sangat yakin jadi panggil Ruiki ini demi kesembuhan anakmu !" Ucap Hiru


"..[Menghela napas]..Baiklah jangan memaksakan dirimu saat ini Agurame tidak bisa di hubungi karena ada suatu hal penting yang harus dia lakukan !" Ucap Nisuta


"..[Nisuta menarik tanganyna]..Okama jaga anakku !" Ucap Yamada


Nisuta dan Yamada menaiki mobil dan langsung tancap gas menuju rumah kedua orang tua Yamada karena Ruiki masih tinggal bersama kedua orang tuanya.


"..[SFX: Mobil]..Semoga saja Ruiki dapat menyembuhkan Yuu !" Ucap Nisuta


"..[Memegang erat tangan suaminya di setir mobil]..Pasti..Pasti akan berhasil !" Ucap Yamada


Mobil melaju dengan cepat dan beberapa menit kemudian, Nisuta dan Yamada telah sampai di rumah kedua orang tua Yamada.


"..[Turun dari mobil]..Ayo Yamada !" Ucap Nisuta


"..[Memegang tangan Nisuta]..[SFX: Tok-Tok]..Ibu, ayah, Ruiki apa kalian ada di rumah ?" Tanya Yamada


Ruiki membuka pintu.


"Kakak dan Kak Nisuta ada apa..[Menyuruh masuk]..Sshhttt..Jangan terlalu berisik saat ini ayah dan ibu sedang istirahat jadi jangan sampai membangunkan mereka berdua lalu kakak bagaimana kondisi Yuu ?" Tanya Ruiki


"Kabar buruk dan ada kabar baiknya..[Ruiki menundukkan kepalanya]..Kabar buruknya tidak ada satupun dokter Jepang yang mengetahui penyakit yang Yuu derita dan kabar baiknya Yuu tidak menderita kesakitan !" Ucap Nisuta


"Ada sesuatu yang harus aku beritahu kepada kalian..[Nisuta dan Yamada terdiam]..Satu hal yang pasti yaitu Yuu sudah tidak tertolong dan Yuu akan tetap seperti itu..[Nisuta mengangkat tubuh Ruiki]..Agghhh, turunkan aku !" Ucap Ruiki


"Apa yang kamu lakukan Nisuta..[Menampar pipi Nisuta dengan keras]..Lepaskan dia !" Teriak Yamada


"..[Menurunkan Ruiki]..[Terjatuh ke lantai]..[Memukul lantai]..Maaf, Ruiki aku terbawa emosi..[Memalingkan wajahnya]..Yamada mari kita pulang !" Ucap Nisuta dengan nada tenang


Nisuta dan Yamada pulang ke Rumah Lab/Gedung Lab sementara itu Ruiki menampilkan wajah yang tidak berdaya untuk menyembuhkan keluarganya.


"..[Membawa mobil dengan cepat]..Yuu tidak apa-apa, aku pasti percaya dengan perkataan Hiru !" Ucap Nisuta


"Sayang pelankan mobilnya !" Teriak Yamada


"..[Tidak mendengar suara Yamada]..Yuu pasti baik-baik saja !" Ucap Nisuta


"Sayang !" Teriak Yamada


"Ada apa Yamada, aku lagi fokus menyetir jangan teriak-teriak tidak jelas kepadaku !" Ucap Nisuta


"Berhenti..[Nisuta bingung dengan ucapan Yamada]..Aku bilang hentikan mobil ini !..[Nisuta mengabaikan]..Cepat hentikan mobil ini !" Teriak Yamada sambil menatap Nisuta

__ADS_1


"..[Mendadak berhenti]..Yamada berhenti teriak seperti itu..[SFX: Pakk].." Teriak Nisuta


"Sekali lagi kamu tidak berpikir jernih dan kamu hampir membahayakan nyawa kita berdua dengan melajukan mobil tanpa melihat jalan raya, apa kamu sadar akan perilakumu saat ini !" Ucap Yamada


"..[Membenturkan kepalanya di setir]..Yamada saat ini aku bingung bagaimana supaya aku bisa menolong Yuu ?" Tanya Nisuta yang putus asa


"Apa yang kamu bicarakan saat ini Yuu baik-baik saja..[Menahan tangisnya]..Yuu akan baik-baik saja, aku percaya perkataan Okama jadi tenanglah !" Ucap Yamada


Tetesan air turun dari atas langit membanjiri permukaan bumi, tetesan air membuat suara, hujan turun dengan sangat deras hingga membuat suara mereka berdua tidak terdengar dan harus bicara dengan sangat keras untuk dapat mendengar.


"..[Keluar dari mobil]..[SFX: Hujan]..[Menatap langit]..[Menarik napas]..Sekarang aku baik-baik saja..[Masuk ke dalam mobil]..Yamada terima kasih sudah selalu bersamaku !" Ucap Nisuta


"Bukan hanya aku tapi mereka semua masih bersama kita !" Ucap Yamada


"Kamu benar..[Menyalakan mobilnya lalu jalan menuju Rumah Lab].." Ucap Nisuta


[Di sisi lain Hiru dan Yuuto]


"..[Mematikan teleponnya]..[Melirik ke arah Yuuto]..[Meletakkan Yuuto di kursi roda]..Pikiranmu saat ini sudah tidak rapi atau lebih tepatnya berantakan bagaikan puzzle jadi kamu tidak akan sembuh untuk waktu lumayan lama..[Yuuto terduduk di kursi roda dengan kepala tertunduk dan mata yang tatapannya kosong]..Tetaplah seperti itu !" Ucap Hiru


"Jalankan rencanamu !" Ucap Suara di kepala Hiru


"..[Menatap dirinya di cermin]..Mungkin aku sudah gila !..[Keluar dari Rumah Lab]..[SFX: Hujan]..[Telapak tangannya mengarah ke atas langit]..Hujan seharusnya mereka berdua akan kembali !" Ucap Hiru


Terdengar langkah kaki yang menginjak genangan air semakin mendekati Rumah Lab dan membawa payung plastik.


"Senior Hiru sudah lama tidak bertemu, maaf sudah membuat kalian menunggu !" Ucap Agurame


"..[Masuk ke Rumah Lab]..[Meletakkan payung plastiknya di rak payung]..Aku sudah mendengar kabar tentang Yuu, apa dia baik-baik saja ?" Tanya Agurame


"Dia baik-baik saja saat ini Yuu ada di belakang !" Ucap Hiru


Agurame mencari Yuuto, saat mereka berdua bertemu tiba-tiba Yuuto merespon dengan tatapan matanya.


"Maaf paman lama tidak datang !" Ucap Agurame


"Pa..man..Agu..rame !" Ucap patah-patah Yuuto


"..[Terkejut]..Ternyata kamu baik-baik saja !" Ucap Agurame dengan nada tegar


"Pikirannya saat ini sedang kacau balau, dia tidak tahu siapa dirinya sudah ada tiga ingatan dari Nisuta, Yamada dan dariku di tambah dengan ingatannya seharusnya ini sangat membebani otaknya tapi tidak ada sama sekali penolakan ketika penerimaan Transfer Memory seperti dia sudah di takdirkan sebagai alat untukku !" Gumam Hiru


Tidak lama kemudian terdengar suara mobil membuat Agurame dan Hiru kembali ke depan pintu sambil membawa Yuuto.


"..[Melihat Yuuto basah kuyup]..[Tidak melihat Ruiki]..Sepertinya harapanmu sudah tidak ada !" Ucap Hiru


"..[Menatap Hiru dengan tajam]..Aku tidak akan menyerah camkan itu Hiru !" Ucap Nisuta


"..[Menghela napas]..Aku akan memberitahu kepada kalian tentang satu hal yang aku ketahui tentang kondisi Yuu saat ini !" Ucap Hiru

__ADS_1


"Senior Yamada pakailah handuk ini !" Ucap Agurame


"Terima kasih, kamu sudah kembali Agurame !" Ucap Yamada


"Apa itu ?" Tanya Nisuta


"Yuu sudah tidak seperti anak-anak pada umumnya sekarang dia memasuki Sindrom Hening !" Ucap Hiru


"Sindrom Hening maksudmu dia akan seperti itu sampai...[Hiru menutup matanya]..Beritahu aku perkiraannya ?" Minta Nisuta


"Sepertinya masalah utama Yuu adalah kepalanya entah itu apa tapi yang pasti dia memang memasuki Sindrom Hening untuk merapikan pikirannya yang berantakan seperti orang yang mau mengembalikan ingatannya ketika dia lupa ingatan !" Ucap Hiru


Sindrom Hening bukan sebuah penyakit atau apa itu yang pasti Sindrom Hening adalah Sindrom yang membuat orang terus berpikir tanpa mempedulikan kondisi tubuhnya biasanya Sindrom Hening digunakan untuk orang gila tapi juga bisa untuk orang yang memiliki banyak pikiran yang tidak jelas dan harus di rapikan..Catatan Sindrom Ini Hanya Ada Di Novel Saya..


"Yang aku tanya berapa lama !" Ucap Nisuta


"..[Menghela napas]..Tenanglah Nisuta saat ini Yuu cepat atau lambat akan sembuh perkiraanku adalah satu tahun kedepan !" Ucap Hiru


"Cukup lama lalu bagaimana kamu tahu Yuu mendapatkan Sindrom Hening ?" Tanya Nisuta yang curiga dengan Hiru


"Apa kamu mencurigaiku ?" Tanya Hiru


"Aku tidak mencurigaimu karena aku kurang bukti..[Melihat Hiru dengan tatapan curiga]..Maaf saudaraku bisakah kamu jujur kepadaku tentang malam itu ?" Tanya Nisuta dengan tatapan marah


"Dia bagaimana bisa tahu, apakah dia bangun atau..[Gumam Hiru]..[Kesal]..Cih, aku saudaramu sendiri dan kamu mencurigaiku !" Ucap Hiru yang mengikuti alur


"Menurutku Yuu saat malam itu, dia baik-baik saja tiba-tiba dia menjadi seperti ini karena ada seseorang yang menggunakan Project Transfer Memory kepada objek manusia itulah yang aku periksa di komputer, apa aku salah Hiru ?" Tanya Nisuta dengan nada tinggi


"Maksudmu aku sendirian yang mengoperasikan Transfer Memory dan membuat percobaan dengan menggunakan Yuu..[Marah]..Apa menurutmu aku seperti itu Nisuta ?" Tanya Hiru dengan nada tinggi


"Ada yang berubah darimu Hiru dan terkadang aku tidak merasa nyaman di dekatmu tapi yang pasti kamu tetap saudaraku..[Memegang kepalanya]..Maaf lupakan itu semua saat ini kepalaku pusing !" Ucap Nisuta


Nisuta pergi ke kamar bersama dengan Yuu.


"Aku harus melakukan sesuatu kalau tidak Nisuta yang seperti itu akan terus menjadi-jadi dan dia tidak akan melakukan percobaan Project Transfer Memory, kabar buruknya dia akan berhenti..[Gumam]..[Kesal]..Cih, aku akan melakukan sesuatu terhadap Yuu jangan cari aku !" Ucap Hiru yang langsung pergi dari Rumah Lab


"Keadaan sudah hancur !" Ucap Agurame


"Tidak, mereka akan baikan cepat atau lambat..[Pergi ke kamar]..Karena mereka berdua bersaudara !" Ucap Yamada


"Berjuanglah Senior Hiru !" Gumam Agurame


"Haaaaa !!!..[SFX: Hujan]..Seharusnya rencanaku akan mudah jika aku menerima Memory mereka berdua tapi kenapa kamu harus menyuruhku untuk memberikannya kepada Yuu dasar suara bodoh..[SFX: Hujan]..Benar aku memang bukan diriku lagi sekarang aku seperti boneka yang di mainkan oleh seseorang !" Ucap Hiru di tengah hujan deras


Sebuah mobil datang menghampiri Hiru.


"Tuan semuanya sudah saya siapkan dan maaf keterlambatan saya untuk menjemput tuan lalu ada dokter di rumah tuan untuk melakukan operasi !" Ucap Sopir Hiru


"Kalau begitu yang harus aku lakukan adalah..Ahhhh..Benar sekali pemicunya adalah Yuu dan kalau dia yang langsung berbicara dengan ayahnya bukankah Nisuta akan kembali normal dan akan melakukan percobaan..[Tertawa]..Tapi anak ini perlu semacam ancaman untuk dia melakukan semua ini !" Ucap Hiru

__ADS_1


Hiru pergi ke rumahnya untuk melakukan operasi yaitu menanamkan alat pemicu ledakan di ibu jarinya, Hiru masih belum menyerah dan akan berusaha untuk mencapai idealismenya.


Bersambung...


__ADS_2