
Chapter kali ini akan menceritakan teman-teman dan keluarga Yuuto.
Ketika Yuuto pergi meninggalkan Kota Hometown menuju Kota White House untuk melakukan janji temu dengan Empat Pemerintah.
[Kediaman Rumah Walikota]
Yuna terbangun dari tidurnya..[Melihat jam]..Perlahan-lahan Yuna memfokuskan matanya ke arah jarum jamnya..[Pukul 09.10]..Yuna berdiri dari tempat tidurnya lalu menuju pintu keluar, dua penjaga sedang bersiaga tepat disebelah samping kanan dan kiri pintu. Yuna yang melihat keberadaan penjaga mulai berpikir tentang perkataan ayahnya.
[Flashback]
"Yuna kemari sebentar !..[Memanggil para penjaga]..Yuna ini adalah penjaga untukmu saat ayah tidak ada di rumah jadi kamu akan baik-baik saja !" Ucap Professor Randolf dengan senyuman
[Flashback Selesai]
"..[SFX: Menguap]..Bibi !..[Pelayan di rumah langsung mendatangi Yuna]..Maaf, mengganggu bibi !" Ucap Yuna
"Tidak apa-apa Nona Yuna !" Balas Pelayan Wanita
"..[Melihat sekeliling]..[Yuna melihat ada 5 penjaga yang telah ayahnya siapkan]..Bibi, apakah ayah sedang ada rapat ?" Tanya Yuna
"Ahh, tentang itu..[Menoleh ke arah pelayan pria yang sedang menyapu]..[Menggerakkan bibirnya]..H..E..L..P..!" Ucap Pelayan Wanita
Pelayan pria yang melihat gerak bibir dari pelayan wanita langsung membuang wajahnya seakan-akan tidak ingin mengetahuinya atau tidak ingin terlibat lalu pelayan pria lari menuju pintu belakang. Sekali lagi pelayan wanita meminta bantuan kepada pelayan yang ada di rumah tetapi tidak ada satupun yang mau membantu.
Mereka takut jika Yuna akan pergi mengikuti ayahnya yang sedang pergi bersama Yuuto menuju Kota White House. Semua pelayan di rumah harus menutup mulut supaya tidak terjadi sesuatu tetapi saat ini pelayan wanita sedang berhadapan dengan Yuna.
"Bibi ?..[Melihat-lihat sikap pelayannya yang sedikit aneh]..Aku pernah merasakan keadaan semacam ini !" Gumam Yuna
"Ahh, benar Nona Yuna saat ini ayah anda sedang berada di sekolah..[Bekeringat]..Anda belum tahu kalau sekolah sudah selesai diperbaiki !" Ucap Pelayan Wanita
"..[Mendengar suara detak jantung nada kebohongan]..Hoho, dari suara detak jantungmu bukannya itu semacam melodi kebohongan !" Ucap Yuna
"..[Terkejut]..[Menghela napas]..Nona Yuna sekarang sudah menjadi sosok yang hebat..[Memberi hormat]..Maaf atas sikap saya nona saat ini Tuan Randolf sedang pergi ke Kota White House bersama Yuuto untuk melakukan janji temu dengan Empat Pemerintah !" Ucap Pelayan Wanita
"Hmm, tunggu bersama Yuuto..[Dahi berkerut]..Ayah kamu membuatku marah !" Ucap Yuna
"Nona Yuna mohon untuk tidak mengikuti ayahmu karena dia sangat khawatir dengan kebiasaan burukmu !" Ucap Pelayan Wanita
"..[Merasakan sindiran]..Hmm, apakah itu sindiran wanita tua !" Ucap Yuna
"Tidak lebih tepatnya kebenaran !" Ucap Pelayan Wanita
Yuna yang mendengar ucapan dari pelayan wanita tidak bisa membalas apapun bahkan kerutan di dahi Yuna masih ada karena kesal dengan pelayan wanita atau sering dia panggil bibi dan pelayan wanita ini sudah bersama Yuna sejak ibunya Yuna masih hidup.
"Aku akan pergi menemui ayah !" Ucap Yuna dengan wajah kesal
"Tidak boleh Nona Yuna !" Balas Pelayan Wanita
"Kamu tidak berhak memerintahku !" Ucap Yuna
__ADS_1
"Hmm, aku diberi tugas oleh ayahmu supaya dapat menjaga nona yang tidak tahu arah, suka hilang padahal sudah memakai GPS tapi mengapa GPS selalu rusak ketika bersamamu, apakah itu semacam takdir ?" Balas Pelayan Wanita
"..[Tersenyum marah]..Hohooo, kelihatannya kamu sudah membuka pertandingan, wanita tua !" Ucap Yuna
"..[Mata menjadi tajam]..Apa kita akan melakukan itu lagi Nona Hilang ?" Tanya Pelayan Wanita
"Jangan memanggilku dengan sebutan Nona Hilang !" Teriak Yuna
"Hmm, bukannya itu sudah menjadi kebiasaanmu !" Ucap Pelayan Wanita dengan wajah polos
[Flashback]
Yuna mengingat masa lalunya bersama pelayan wanita. Yuna selalu menghilang jika di ajak jalan-jalan ke tempat yang Yuna belum mengetahuinya karena itu ibunya menyuruh pelayannya untuk menjaga Yuna supaya tidak menghilang lagi tetapi pelayan tersebut membuat Yuna ketakutan.
Matanya selalu fokus dengan gerak-gerik Yuna ketika jalan, ketika Yuna menghilang secara tiba-tiba pelayan tersebut langsung muncul di depannya lalu menariknya, terkadang supaya tidak hilang, tangan kiri Yuna diikat dengan tali tetapi rencana tersebut gagal dan masih banyak lagi yang pelayan tersebut gunakan kepada Yuna bagaikan eksperimen atau percobaan.
[Flashback Selesai]
"..[Yuna mengingat masa-masa suramnya bersama pelayan wanita]..Dasar wanita gila !" Ucap Yuna
Sebuah aliran listrik terlintas di dahi mereka berdua lalu datanglah suami dari pelayan wanita yang bernama Werik al Vandez.
"Mare jangan menggoda Nona Yuna terus, siapkan air hangat untuk nona mandi !" Ucap Werik
"..[Menghela napas]..Anak ini sungguh keras kepala, baiklah akan aku siapkan dan kamu Nona Hilang cepat ke kamar mandi !" Ucap Mare
"..[Tersenyum]..[Menghela napas]..Sudah menjadi kebiasaan ketika bertemu dengannya !" Ucap Yuna
"Haha, terima kasih Nona Yuna !" Ucap Werik
"Werik kapan ayah pulang ?" Tanya Yuna
"Hmm, kalau tidak salah Tuan Randolf pulang setelah 3 hari !" Balas Werik
"..[Menghela napas]..Kota White House untuk pergi ke sana dibutuhkan waktu satu hari lalu ketika sampai di Kota, ayah dan Yuuto akan melakukan janji temu dan berada di Kota White House selama satu hari lalu pulang dan itu membutuhkan satu hari..[Tersenyum]..Jadwal mereka padat, rasakan itu ayah kamu tidak akan bersenang-senang..[Yuna tertawa jahat].." Ucap Yuna
"Ehm Ehm..[Mode Pelayan]..Nona Yuna saat ini air hangat sudah siap !" Ucap Mare
"Cih, buang sikapmu itu dasar wanita tua !" Ucap Yuna
"..[Dahi Mare mengerut]..Mare tahan-tahan !" Ucap Werik
Yuna tertawa melihat sikap Mare yang menahan amarahnya. Yuna memasuki kamar mandi lalu membuka baju tidurnya, tubuh Yuna masuk ke dalam bak air hangat..[SFX: Uap Air]..[SFX: Air Penuh]..[SFX: Hangat]..
"Ahhh, tadi malam sungguh menyenangkan..[Memasukkan wajahnya ke dalam air hangat]..Kalau tidak salah saat itu aku tidur di bahu Yuuto..[Kehabisan napas]..Uwahh..[SFX: Air Keluar]..Ah..Ah..Ah..Ah..[Menarik napas]..[Menghembuskannya]..Kenapa aku harus mempunyai kebiasaan seperti ini ?" Tanya Yuna yang sedang bicara sendiri
Pintu kamar mandi terbuka dan Yuna yang mendengar pintu kamar mandi terbuka langsung terkejut melihat Mare yang sedang memakai handuk.
"Apa yang kamu lakukan disini wanita tua ?" Teriak Yuna
__ADS_1
"Diam kamu..[Menghela napas]..Mandi hanya mandi !" Balas Mare
"..[Menghela napas]..Baiklah !" Ucap Yuna
Mereka berdua berendam bersama dan kalian harus tahu bahwa bak mandi yang Yuna miliki sangat besar sehingga cukup untuk banyak orang.
"..[SFX: Berendam]..Ahhh, lelahnya !" Ucap Mare
"Mare ada yang ingin aku tanyakan kepadamu !" Ucap Yuna
"Apa itu Nona Yuna ?" Tanya Mare
"Kenapa aku mempunyai kebiasaan buruk seperti ini ?" Tanya Yuna
"..[Termenung]..Kebiasaan itu apakah kamu ingin menghilangankannya ?" Tanya Mare
"..[Yuna termenung]..Di satu sisi aku ingin menghilangkannya tetapi di satu sisi yang lain aku ingin terus menyimpannya !" Balas Yuna
"Ibumu pernah mengatakan kepadaku bahwa kebiasaanmu itu mirip dengannya..[Yuna sudah mengetahuinya tetapi tetap diam]..Dan juga ibumu bilang bahwa kebiasaan buruk itu membuat dirinya bertemu dengan Tuan Randolf..[Yuna tersenyum membayangkan Yuuto]..Sekaligus ibunya pernah bilang bahwa kebiasaan buruknya pernah membawanya ke hal yang mengerikan..[Yuna mengingat kejadian di masa lalunya]..Ibumu pernah mengatakan kepadaku cara untuk menghilangkan kebiasaan buruk itu yaitu dengan cara melakukan sugesti dan cara yang kedua itu adalah memegang tangan cinta sejatinya walaupun hanya sementara tetapi ibumu memilih cara yang kedua !" Ucap Mare
"..[Tersenyumm]..Ahhh, jalan cinta ibu sangat romantis. Bagaimana denganmu Ma..re ?" Tanya Yuna
"Dasar bocah kamu masih belum pantas untuk mengetahuinya !" Balas Mare
"Hohoo, dasar mesum !" Ucap Yuna
"Yuna, apakah kamu menyukai anak itu ?" Tanya Mare
"Menurutmu saat kamu pertama kali melihatnya, dia seperti apa ?" Tanya Yuna
"Hmm, Sombong, Melas, Kurus tapi cara dia berbicara dengan Tuan Randolf..[Mengingat saat dia mendengar pembicaraan Yuuto dengan Professor Randolf]..Caranya sungguh licik seperti dia memanfaatkan Tuan Randolf untuk mencapai tujuannya !" Balas Mare
"Apakah dia sekurus itu. Hmm, ya tidak salah sih soalnya Yuuto baru sembuh dari lumpuhnya !" Ucap Yuna
"Apakah benar dia langsung sembuh dari lumpuhnya ?" Tanya Mare
"Benar, kalau tidak salah saat ada sebuah pertarungan di Sekolah Hometown lalu ada gadis yang ingin dilukai oleh pria lalu saat itu juga Yuuto bangun dari kursi rodanya dan akhirnya menyelamatkan gadis itu dan gadis itu namanya Alicia..[Senang]..Aku sungguh senang dapat melihat keluarga Yuuto. Apa lagi bertemu dengan bibinya Yuuto !" Ucap Yuna
"Yuna kamu sungguh menyukainya !" Ucap Mare
"Aku sangat menyukainya..[Tersenyum].." Ucap Yuna
"..[Berdiri]..Aku sudah selesai mandi..[Berjalan menuju pintu keluar dengan memakai handuk]..Yuna jangan terlalu lama berendam !" Ucap Mare
"Baiklah, habis ini bertemu dengan teman-teman saja lalu mengajak Alicia..[Tersenyum]..Aku harus mencari info tentang Yuuto sebelum dia pulang nanti !" Gumam Yuna
Selesai mandi Yuna memilih pakaian yang akan dia pakai untuk bertemu dengan teman-temannya di Restoran Tanagi. Sekarang Restoran Tanagi adalah sebuah markas bagi teman-teman Yuuto untuk saling bertemu.
Selanjutnya Chapter 55: Day 1: Tanagi Baron
__ADS_1