
Cuplikan Chapter 84.
Terbentuklah tim untuk pengembangan Project Transfer Memory. Nisuta langsung pergi ke kamarnya untuk menuliskan setiap rincian Projectnya, Hiru menelepon seseorang untuk menyiapkan dana, Yamada ikut membantu Nisuta dalam menuliskan rincian Projectnya sedangkan Agurame masih bingung dengan apa yang harus dia lakukan namun satu hal yang dia tahu yaitu jangan menjadi penghambat karena itu, dia pergi ke Laboratorium Professor Randolf untuk mengambil beberapa file penting.
Agurame bolak-balik sebanyak 4x untuk membawa setiap file penting dari Laboratorium Professor Randolf.
"Ah..Ah..Ah..Ah..Ah..[Keringat bercucuran]..[Mengelap keringatnya]..Akhirnya selesai dengan file ini pasti dapat membantu mereka !" Ucap Agurame
"..[Telepon di samping telinganya]..Apakah dana sudah siap..["Sudah siap Tuan Hiru" Ucap Pelayannya]..Bagus akan aku hubungi lagi ketika memerlukan sesuatu !..[Mematikan teleponnya lalu melihat Agurame yang mandi keringat]..Ahhh..Agurame apakah kamu baik-baik saja ?..[Melihat begitu banyak file].." Tanya Hiru
"Ah..Ah..Ah..Ah..Tenang Senior Hiru, aku baik-baik saja lagipula file ini sangat penting untuk pengembangan Project kalian !" Ucap Agurame dengan napas lelah
"..[Memeriksa file]..[Terkejut]..Agurame bukannya ini file dari Laboratorium Professor Randolf kalau kamu mengambilnya nanti Professor Randolf akan marah !" Ucap Hiru
"Sebenarnya ini hanyalah file yang tidak lagi dibutuhkan karena file aslinya sudah ada di tangan Professor Randolf !" Balas Agurame
"Tidak lagi dibutuhkan..[Membaca file]..[Terkejut]..Tunggu sebentar, ini sangat bagus..[Senang]..Agurame ini sangat bagus..[Memeriksa file sekali lagi]..Bukannya ini termasuk hal yang kita butuhkan untuk Project ini berarti Project Professor Randolf memiliki kemiripan dengan Project yang kita buat !" Ucap Hiru
"Apakah benar kalau begitu tidak sia-sia aku mengumpulkan file ini..[Duduk di sofa]..Syukurlah aku bisa berhasil membantu Project kalian !" Ucap Agurame
"..[Menutup file]..Apa yang kamu bicarakan, apakah kamu tidak dengar ucapan yang baru aku katakan !" Ucap Hiru dengan senyuman
"Aku dengar, kalau tidak salah "...Project yang kita buat !"..Itulah yang Senior Hiru katakan !" Ucap Agurame
"Benar berarti kata 'kita' termasuk dirimu Agurame Asura !" Ucap Hiru
"..[Senang]..[Tersenyum]..Terima kasih Senior Hiru !" Ucap Agurame
Waktu terus berjalan mereka semua fokus dengan tugas mereka masing-masing sedangkan Nisuta dan Yamada bekerja keras dalam memikirkan Project, setiap rencana maupun detail Project tersebut sudah mereka catat semua namun masih banyak hal yang harus di ubah.
Jam terus berbunyi, berjalan terus hingga titik darah penghabisan (Maksudnya sampai baterainya habis). Dua orang tertidur di sofa sedang menunggu sedangkan dua orangnya lagi masih membuka matanya dan tetap menulis rencana pengembangan Project Transfer Memory ketika jarum pendek ke arah angka 3, satu orang yang membantu kini mulai lelah dan mengantuk namun berusaha sekuat tenaga untuk melawan rasa kantuk tersebut ketika matanya sudah tidak dapat di buka.
"..[Mengangkat tubuh Yamada]..Hufttt..[Meletakkannya di kasur lalu memberikannya selimut]..[Mencium kening pacarnya]..[Mengambil dua selimut lainnya lalu pergi keluar dari kamar]..[Melihat dua orang yang tidur di sofa tanpa selimut]..[Memberikan mereka berdua selimut lalu tampak di wajah mereka berdua yang merasa hangat]..[Kembali ke kamarnya]..Woahhhh, masih banyak yang harus aku lakukan jadi aku harus tetap terjaga !" Gumam Nisuta
Nisuta kembali mengerjakan tugasnya dengan wajah yang sangat mengantuk namun dia tetap berusaha melawan rasa kantuk tersebut. Waktu terus berlalu hingga matahari memunculkan dirinya, satu pria yang melawan rasa kantuknya telah berhasil menyelesaikan tugas yang amat berat, terlihat wajah yang penuh kegembiraan lalu menjadi wajah yang ingin tidur.
..[SFX: Brukk]..Tubuhnya terjatuh di lantai lalu dia tertidur lelap bagaikan bayi..[SFX: Zzzzz]..
"..[Membuka matanya]..[Terbangun]..Kenapa aku bisa tertidur..[Bingung]..Nisuta !..[Melihat Nisuta yang terbaring di lantai]..Nisuta..[Berusaha mengangkat tubuh Nisuta]..Mnnehnn, Nisuta jangan tidur di lantai nanti kamu masuk angin..[Sekuat tenaga mengangkat tubuh Nisuta dan akhirnya dapat dibaringkan di kasu]..Ah..Ah..Ah..Ah..Ini olahraga yang sangat keras !" Ucap Yamada
Setelah menyelimuti Nisuta, dia memeriksa keadaan yang lainnya. Melihat dua orang yang tertidur lelap menggunakan selimuti tampak wajah lega ketika melihat mereka berdua.
"Yoshh, lebih baik aku gunakan dapur untuk memberikan mereka semua sarapan..[Baru sadar]..Apa Laboratorium ini punya dapur..[Memeriksa setiap pintu dan akhirnya di pintu terakhir terlihat sebuah dapur dengan peralatan lengkap]..Wahh, pasti ini perbuatan Okama !" Gumam Yamada
__ADS_1
Yamada memeriksa kulkas terdapat banyak bahan masakan lalu tanpa pikir panjang dia menunjukkan skill memasaknya. Setelah beberapa jam akhirnya Yamada sudah selesai memasak dengan jumlah yang luar biasa banyak namun sehat.
"Yoshh, kalau begitu aku akan membangunkan mereka bertiga..[Membuka pintu]..[Terkejut]..Kalian !" Ucap Yamada
"Ahhhh..[Mencium aroma makanan]..Inilah alasan aku membuat dapur khusus di Laboratorium !" Ucap Hiru
"Senior sangat hebat bahkan dalam hal memasak anda juga hebat !" Ucap Agurame
"Bukannya sudah jelas kalau perempuan itu harus pintar masak !" Ucap Yamada dengan nada bangga
"Hooo..Begitu, berarti kalau sudah menjadi istri Nisuta..[Memegang pundak kiri Yamada]..Kamu akan menjadi istri yang sempurna !" Ucap Hiru
Yamada seketika membeku memikirkan kalau dia sudah menjadi istri Nisuta sedangkan Hiru dan Agurame langsung menyantap makanan.
"..[Sadar]..[Balik badan]..Mohh, kalian jangan terlalu rakus !..[Duduk di kursi lalu makan].." Ucap Yamada
Bukan hanya pacar yang dapat melupakan seseorang baik teman maupun sahabat namun makanan dapat juga membuat seseorang melupakan kawan, sahabat maupun pacar itulah yang terjadi kepada Nisuta, di dalam kamar, Nisuta masih berada di mimpi indahnya.
Setelah mereka bertiga kenyang lalu muncul kesadaran yang dimana mereka bertiga baru sadar kalau tidak ada Nisuta di meja makan.
"..[Menangis]..Aku istri yang buruk !" Ucap Yamada
"Yamada tenang ini hanyalah masalah kecil..[Masih mengunyah makanan]..Aku akan menyelesaikan masalah ini !" Ucap Hiru
"Agurame kenapa kamu berdoa seperti itu ?..[Mendapatkan ide]..Yamada, bahan makanan sudah habis berarti tidak ada waktu untukmu membeli bahan makanan namun air masih ada lalu Agurame gunakan penyesalanmu itu untuk mencuci piring jangan sisakan satupun !" Ucap Hiru
"Okama apa yang akan kita lakukan ?" Tanya Yamada yang sudah putus asa
"Siap, Senior Hiru saya akan mengerjakannya !" Ucap Agurame yang langsung mencuci piring
"Yamada ini adalah tugasmu..[Memegang kedua pundak Yamada]..Rebus air hingga mendidih !" Ucap Hiru dengan wajah serius
"..[SFX: Glup]..[Menelan ludah]..Lalu apa yang akan kamu lakukan Okama ?" Tanya Yamada
"..[Balik badan]..[Memeriksa dompetnya]..Aku akan..." Ucap Okama
Beberapa jam kemudian karena tidak ada kendaraan di pagi hari, Hiru terpaksa berlari menuju minimarket yang sangat jauh untuk membeli sesuatu.
"..[Membuka matanya]..Ahhh..[Meregangkan tubuhnya]..[Bangkit dari kasur]..Walaupun aku tidur hanya sebentar tapi ini sudah cukup lagipula aku mempunyai janji dengan Professor Randolf karena aku tidak ingin menunda waktu jadi lebih cepat maka lebih baik !" Gumam Nisuta
Nisuta ke bawah untuk melihat teman-temannya ketika di bawah, Nisuta melihat Hiru yang terbaring lemas di sofa, Agurame membaca koran yang entah darimana koran itu berasal lalu Yamada tersenyum ke arah Nisuta.
"Sel..sel..selamat pagi Nisuta !" Ucap Yamada dengan nada gugup
__ADS_1
"Ahhh, selamat pagi Yamada !" Balas Nisuta
"Bukannya kamu begadang sampai pagi lalu kenapa kamu tidur sebentar ?" Tanya Yamada
"Ahhh, tenang saja Yamada ini sudah jadi kebiasaanku, apa kamu tidak di kasih tahu sama Hiru soal diriku yang terbiasa seperti ini ?" Tanya Nisuta
"..[Mengingat ucapan Hiru]..Ahhh, aku diberitahu !..[Bergumam]..Nisuta kamu luar biasa seperti robot saja !" Ucap Yamada
"Begitu..[Melihat Cup Ramen]..Ahhh, kalian sudah makan ?" Tanya Nisuta
"Silahkan Nisuta kamu saja yang makan, aku tidak ingin kamu sakit !" Ucap Yamada sambil tersenyum
"Agurame bagaimana denganmu ?" Tanya Nisuta
"..[Masih membaca koran yang tidak jelas asal usulnya]..Senior Nisuta silahkan dimakan saya tahu kalau Senior sangat bekerja keras jadi Senior butuh asupan energi !" Ucap Agurame
"Ahhh..[Melihat ke arah Hiru]..Baiklah, aku akan memakannya..[Membuka Cup Ramen lalu menyeduhnya dengan air panas]..[SFX: Slurrrppp]..[Mengunyah]..Terima kasih semuanya !" Ucap Nisuta dengan senyuman
"Maaf Nisuta !" Gumam Hiru yang pura-pura tidur
"Maaf Nisuta !" Gumam Yamada yang terus tersenyum sedangkan dalam hatinya sedih
"Maaf Senior Nisuta !" Gumam Agurame yang sangat menyesal
Selanjutnya Chapter 86: Project Program Imajination Part 1
Ending Scene.
"Bukannya kita punya dapur khusus di Laboratorium ini !" Ucap Nisuta yang setelah makan
"Benarkah, aku baru tahu !" Ucap Yamada dan Agurame
"Dapur berada di pintu ujung, Hiru yang buat..[Berdiri]..Mari aku antar, siapa tahu ada makanan disana !" Ucap Nisuta
"..[Terbangun]..[Memegang tangan Nisuta]..Nisuta jangan dapur khususnya masih dalam perbaikan jadi jangan kesana..[Wajah panik]..Bahaya !" Ucap Hiru
"Hiru makasih kalau kamu tidak beritahu aku pasti aku dalam bahaya..[Merasa senang]..Terima kasih sahabatku !" Ucap Nisuta
"Ahhhh, iya sama-sama !" Ucap Hiru
Di lain sisi, Yamada dan Agurame memberikan tatapan benci ke arah Hiru.
"Oi, aku yang salah nih ?" Gumam Hiru
__ADS_1
The End