
Cuplikan Chapter 126.
Mereka berdua langsung pergi ke rumah sakit yang ada di dekat rumahnya sedangkan Hiru masih berada di TKP bersama dengan beberapa polisi.
"..[SFX: Sirine Polisi]..Pemisi, saya mendapatkan kabar kalau terjadi kecelakaan di sini !" Ucap Polisi
"..[Mematikan teleponnya]..Mereka berdua akan segera berada di rumah sakit..[Melihat polisi mendekati dirinya]..Itu adalah orang yang harus kamu tangkap karena dia adalah pelakunya !" Ucap Hiru
"..[Memanggil anggotanya]..Cepat tangkap dia lalu dimana korban berada sekarang ?" Tanya Polisi
"Korban saya bawa ke rumah sakit untuk memeriksa kondisi dan masih belum terlambat untuk menyelamatkannya !" Ucap Hiru
"Baiklah kalau begitu saya akan membawa pelaku ke dalam penjara dan saya ingin meminta keterangan sanksi dan tuan untuk pemeriksaan lebih lanjut !" Ucap Polisi
"Baik setelah urusan saya di rumah sakit selesai !" Ucap Hiru
Polisi membawa pelaku ke kantor polisi untuk di penjara..[SFX: Sirine Polisi]..Hiru meminta bantuan dengan seseorang yang melihat proses kecelakaan ini ketika sudah meminta bantuan dengan seseorang itu supaya menjadi sanksi dengan cepat Hiru langsung berlari mencari taksi untuk pergi ke rumah sakit.
Di lain sisi, Ruiki dan Nanase tiba di rumah sakit dengan perasaan panik dan takut karena Ruiki masih panik, dia tidak bisa berpikir jernih sehingga ibunya yaitu Nanase terus memegang tangan Ruiki sampai tidak mau melepaskannya.
"..[Lelah berlari]..Permisi suster, apakah ada kecelakaan yang baru-baru saja terjadi ?" Tanya Nanase
"Tunggu sebentar saya akan memeriksanya..[Dua Menit]..Benar saat ini ada pasien yang terluka parah karena kecelakaan dan saat ini pasien berada di Jalur B..Ruang Nomor tiga dan nama pasien adalah Ryu Kazuto !" Ucap Suster
Mendengar nama ayahnya seketika membuat Ruiki menangis di pundak ibunya sedangkan Nanase masih menahan tangisannya dan berusaha tetap tegar.
"Ruiki..[Menarik tangan Ruiki]..Ayo temui ayahmu !" Ucap Nanase
Nanase terus menarik tangan Ruiki hingga sampai di depan pintu ruang nomor tiga. Mereka berdua diam di tempat untuk beberapa saat lalu datang seorang pria yang terkejut melihat sosok Ruiki yang mana seperti dia pernah bertemu dengannya.
__ADS_1
"Permisi..[Ruiki dan Nanase langsung merespon]..Apa kalian ingin di sini terus atau masuk ke dalam..Ahhhhh..Maaf kalau membuat kalian tidak nyaman tapi jika kalian berdua terus berdiri di depan pintu nanti seseorang akan susah masuk ke dalam.
"Agurame Asura !..[Agurame diam sejenak]..[Menarik kerah baju Agurame]..Bagaimana keadaan ayahku lalu siapa pelaku yang melakukan hal ini kepada ayahku, cepat katakan kepadaku !" Teriak Ruiki
Teriakan Ruiki membuat semua orang yang ada di rumah sakit seketika melihat mereka bertiga dan itu sangat tidak sopan kalau berteriak di rumah sakit. Agurame yang melihat Ruiki yang mana mengenal dirinya tapi Agurame sama sekali tidak tahu siapa dia karena itu Agurame langsung berpura-pura mengenal Ruiki.
"Saat ini kondisinya sangat parah..[Membuka pintu]..Kamu bisa melihatnya sendiri..[Tanda UGD berwarna merah di depan mereka]..Para dokter lagi berusaha menyelamatkan !" Ucap Agurame
"Begitukah..[Duduk di bangku]..[Melipatkan kedua tangannya lalu berdoa]..[Menangis]..Jangan tinggalkan aku sayang !" Ucap Nanase yang akhirnya air matanya pecah di pelukan Ruiki
"..[Memeluk ibunya]..[Menangis]..Seperti perkataan ibu pasti ayah akan selamat !" Ucap Ruiki dengan mata merah akibat terus-menerus menangis
"..[Mengambil telepon di saku celananya]..[Menelepon Hiru]..Tuan Hiru dimana anda berada ?" Tanya Agurame
Tiba-tiba pintu terbuka lebar terlihat Hiru yang sangat kelelahan karena habis berlari lalu Ruiki berdiri dari bangku, menangis tersedu-sedu sambil menghampiri Hiru lalu menangis di pelukannya Hiru.
"..[Ruiki Menangis]..Tidak apa-apa pasti ayahmu akan baik-baik saja !" Ucap Hiru sambil mengelus kepala Ruiki
Hiru yang mendengar hal itu lagi seketika kehabisan ide, tidak mungkin Hiru memberikan alasan kalau kakaknya sedang sibuk akan pekerjaan bahkan saat ini orang tuanya sedang berada di rumah sakit sangat tidak mungkin Hiru memberikan alasan seperti itu.
Wajah Agurame ikut bingung seperti Hiru, kini mereka berdua sudah tidak bisa memberikan kebohongan tetapi Hiru mencoba berpikir keras namun tiba-tiba pintu terbuka lagi yang mana sosok perempuan datang dan itu membuat Hiru berpikir bahwa hidupnya telah hancur.
"Ruiki tenanglah jangan terlalu berisik, kamu bisa mengganggu proses jalannya operasi !" Ucap Yamada
"Yamada..[Bingung]..[Panik]..Kenapa dia ada di sini..[Panik]..Matilah aku jika Yamada membongkar semua yang aku lakukan pasti Ruiki tidak akan mau bersamaku lagi dan yang lebih parah lagi..Aku..Aku akan di penjara..[Panik]..Tidak, aku tidak mau karena semua tujuanku masih belum tercapai jadi satu-satunya hal yang harus aku lakukan adalah membunuh mereka semua yang berada di sini !..[Sorot mata membunuh].." Gumam Hiru
"..[Melihat sorot mata membunuh Hiru]..Gawat kalau Tuan Hiru melakukannya kita akan dalam bahaya segera aku harus hentikan ini !" Gumam Agurame
Hiru mencoba mengambil pisau di saku celananya tapi tiba-tiba waktu berhenti seperti membeku..[SFX: Freeze]..Hiru dan Agurame bingung dengan apa yang terjadi, semua yang mereka lihat bahkan jam dinding watkunya tidak bergerak sama sekali.
__ADS_1
"Hiru, Agurame kalian harus tenang saat ini aku telah memberhentikan waktu dengan kekuatanku..[Tersenyum]..Jangan terlalu panik dasar bodoh bahkan kamu ingin membunuh mereka semua..[Menghela napas]..Kamu bisa merusak apa yang selama ini aku buat !" Ucap Yamada dengan suara Voice Head
"Voice Head kenapa kamu bisa berada di dalam tubuh Yamada ?" Tanya Hiru
"Tuan apa yang sebenarnya terjadi di sini dan dia siapa ?" Tanya Agurame
"Agurame kamu sebaiknya tidak mendengar ini..[SFX: Freeze]..[Agurame membeku seperti mereka semua]..Cukup aku dengan dirimu !..[Hiru kebingungan]..Sebenarnya aku sedikit marah memakai tubuh ini tapi..[Marah]..Karena dirimu yang pikirannya sempit terus-menerus mencari ide yang hampir mengacau segalanya jadi apa kamu ingin aku merusak dirimu Hiru !" Ucap Voice Head dengan nada marah
"Hanya itu satu-satunya yang aku pikiran jadi jangan salahkan aku..[Tiba-tiba perut Hiru terluka]..[SFX: Muntah Darah]..Apa yang kamu lakukan ?" Tanya Hiru
Darah mengalir keluar dari perutnya Hiru entah bagaimana perutnya terluka tapi satu-satunya orang yang bergerak selain dirinya adalah Voice Head.
"..[Tangannya menggenggam erat]..Kekuatan ini adalah kekuatan yang sangat luar biasa dan aku menggunakannya kepada dirimu !" Ucap Voice Head
"Kekuatan..[SFX: Muntah Darah]..Jadi, apa kamu akan membunuhku ?" Tanya Hiru sambil tersenyum
"..[Menatap benci]..Kamu tidak akan mati seperti ini Hiru..[Mendekati Hiru]..Ikuti saja alur yang aku buat dan kamu akan aman !" Ucap Voice Head
"Benarkah..[Darah yang terus keluar membuatnya tersungkur di lantai]..Jadi ini semua selesai di sini !..[Hiru menutup matanya].." Ucap Hiru
"Hiru..Hiru..Ada apa denganmu !" Ucap Ruiki
"..[Matanya terbuka]..Apa ini..[Melihat Yamada, Ruiki dan Agurame]..[Memeriksa perutnya]..Bagaimana mungkin..["Ikuti saja alur yang aku buat dan kamu akan aman !" Ucap Voice Head]..Tidak apa-apa aku hanya sedikit pusing, bersabarlah Yamada tetap tenang dan jangan panik ini semua akan selesai dan pasti ayahmu akan selamat !" Ucap Hiru
"..[Memeluk Ruiki]..Ruiki saat ini ayah pasti akan selamat jadi tidak perlu khawatir !" Ucap Voice Head di dalam tubuh Yamada
"..[Memeluk erat Yamada]..Benar kakak, aku pasti percaya akan hal itu !" Ucap Ruiki
Sesuai ucapan Voice Head, Hiru mengikut alur yang dia katakan tetapi perasaan saat perutnya terluka itu sangat nyata. Kekuatan yang Voice Head miliki jauh melebihi manusia rata-rata seakan-akan dia adalah dewa yang mempunyai segalanya di dalam tangannya saat ini Hiru hanya bisa mengikuti apa yang Voice Head minta.
__ADS_1
Menghentikan waktu, Mengetahui masa depan, Berbicara lewat pikiran seperti telepati dan kekuatan untuk membunuh seperti apa yang Hiru alami. Itu semua hanya sebagian kecil dari kekuatannya, siapa Voice Head sebenarnya dan mengapa dia membantu Hiru ?...Itu semua akan terbongkar namun akan sangat lama.
Bersambung...