
Selamat Membaca World Quiz Online Part Three: The Number !
Cerita dimulai pada tahun 2023 yang mana pada saat itu Hiru Okama, Nisuta dan Yamada Kazuto sudah mempunyai Laboratorium sendiri.
"Hiru akhirnya impian kita terwujud..[Melihat ke arah Yamada]..[Memegang tangannya]..Yamada terima kasih sudah ikut menyumbangkan dana untuk Laboratorium ini !" Ucap Nisuta
"..[Melihat tangannya di pegang]..[Pipi memerah]..Nisuta kamu berlebihan bukannya aku hanya sedikit menyumbang lagipula bukannya Okama yang paling banyak menyumbang dana !" Ucap Yamadan sambil malu
"..[Melihat mereka berdua]..Hmm..[Tersenyum]..Nisuta, Yamada apakah kalian pacaran ?" Tanya Hiru
"..[Baru sadar memegang tangan Yamada]..Ahhh, Yamada maaf..[Membungkuk]..Maaf, Hiru kenapa kamu baru memberitahuku !" Ucap Nisuta
"..[Melihat pipi Yamada yang merah merona]..Kalau aku beritahu tadi mungkin kalian berdua tidak akan berpegangan tangan !" Ucap Hiru
"..[Mendekati Hiru]..[Berbisik]..Okama kenapa kamu memberitahunya ?" Bisik Yamada
"..[Berbisik]..Yamada seharusnya kamu beritahu saja perasaanmu tadi !" Ucap Hiru
"..[Memukul dada Hiru tapi pelan]..Aku..Aku..Aku tadi sangat malu bukannya ini pertama kalinya aku memegang tangannya Nisuta !" Bisik Yamada sedikit tsundere
"Ahh, bukannya ini memang pertama kalinya kamu memegang tangannya Nisuta, lebih baik aku diam saja !" Gumam Hiru
"Apa yang sedang kalian bicarakan ?" Tanya Nisuta
"..[Berbalik badan melihat Nisuta namun menundukkan kepalanya]..Bukan apa-apa Nisuta hanya obrolan kecil !" Ucap Yamada
"Hmm, kalian berdua ternyata cukup dekat ya..[Sedikit tersenyum]..Sayang sekali mungkin aku tidak punya kesempatan !" Ucap Nisuta
"Nisuta ikut aku sekarang !" Teriak Hiru
Nisuta dan Hiru pergi ke teras. Disana terasnya di tutup dengan dua jendela besar tapi bisa di buka dan ada pagar besi supaya lebih aman, mereka berdua memandangi langit malam.
"..[Melihat langit]..Saat aku umur 10 tahun aku cukup terkejut melihat kamu yang seumuran denganku tapi mampu melawan pikiran seorang Professor !" Ucap Hiru
"Ahhh, kalau tidak salah saat itu aku dibawa ke Jepang karena ayahku ingin mempertemukan aku pada gurunya dan gurunya ternyata adalah kakekmu !" Ucap Nisuta sambil memandangi langit
"Nisuta kamu ingat dengan apa yang terjadi kepada kedua orang tuaku ?" Tanya Hiru
"..[Bersandar di pagar besi]..Kedua orang tuamu meninggal karena rival kerja perusahaan ayahmu yang menginginkan jabatan ayahmu sehingga orang itu menyuruh empat orang asing untuk membunuh ayah dan ibumu tepat di depan kedua matamu !" Ucap Nisuta
"..[Memasang muka sedih]..Saat itu ibuku menyuruhku untuk sembunyi di dalam lemari..[Memegang pagar besi dengan kuat]..Nisuta aku lupa memberitahumu satu hal ketika ayah dan ibuku terkapar di lantai !" Ucap Hiru
"..[Rambut bergerak karena terkena angin malam]..[Menutup matanya]..Hiru aku adalah sahabatmu jadi apa yang kamu ucapan akan aku dengarkan !" Ucap Nisuta
"Pemimpin dari empat orang asing itu bilang kepada mayat kedua orang tuaku..[Ekspresi marah besar].."Kekuasaan sudah berada di tangan yang benar !"..[Menutup wajahnya dengan satu tangan]..Aku selalu berpikir maksud dia berkata seperti itu saat aku masih kecil, lalu aku akhirnya mengerti ucapan yang keluar dari orang asing itu bukan ucapannya melainkan orang yang telah membunuh kedua orang tuaku..[Telapak tangan membuka lebar menampilkan sorot mata yang sangat kuat]..Kekuasaan ayahku sudah dia rebut tepat di depan mataku !" Ucap Hiru
Suasana menjadi tegang.
"Maaf Nisuta seharusnya aku tidak membicarakan masa lalu lebih baik melupakannya !" Ucap Hiru
"..[Membuka matanya]..Apa yang kamu bicarakan, masa lalu adalah hal yang harus di ingat karena masa lalu yang sudah membuatmu terus maju sampai saat ini terkadang manusia memang melupakannya namun tidak ada masa lalu tidak ada masa depan itulah yang aku pikirkan !" Ucap Nisuta
__ADS_1
"Tidak ada masa lalu tidak ada masa depan..[Menarik napas lalu menghembuskannya]..Nisuta apa yang akan kamu lakukan sekarang ?" Tanya Hiru
"Hiru dari perkataamu..[Memegang kedua pundak Hiru]..Bagaimana kalau kita membuat suatu Project Program yang dapat mengirim ingatan..[Hiru terkejut]..Jika di pikirkan lagi, pikiran seseorang dituangkan dalam sebuah buku lalu kita yang sudah membacanya kini tahu isi pikiran orang yang telah menuangkan pikirannya di sebuah buku yang dia buat tapi membutuhkan waktu untuk memahaminya lalu bagaimana kalau isi pikiran seseorang langsung ada di otak kita ?" Ucap Nisuta dengan wajah bahagia
"..[Terkejut]..Nisuta bukannya itu Project besar !" Ucap Hiru
"Aku tahu tapi dengan kita bertiga..[Mengepalkan kedua tangannya]..Pasti kita bisa membuatnya..[Sorot mata serius].." Ucap Nisuta
"..[Tersenyum lalu tertawa]..Hahaha, baiklah kawan aku akan dukung Project yang akan kamu buat ini tapi sebelum itu ada yang ingin aku beritahu kepadamu !" Ucap Hiru
"Apa itu Hiru..[Hiru membisikkan sesuatu]..[Wajah memerah]..Hiru tunggu dulu apa itu benar ?..[Menutup wajahnya]..Jadi kalian berdua tidak ada hubungan sama sekali ?..[Mengingat ucapannya]..Ahhh, kenapa aku berkata seperti itu !" Ucap Nisuta
"..[Melihat pakaian Yamada yang sembunyi di balik pintu]..[Memukul punggung Nisuta]..Cepatlah temui dia dan katakan !" Ucap Hiru
"..[Mengusap wajahnya]..Nisuta terima kasih !" Ucap Nisuta
Yamada yang mendengar ucapan Hiru langsung cepat-cepat pergi menjauh dari Nisuta namun pintu terbuka karena gerakan tubuhnya Yamada karena itu Nisuta melihat Yamada tanpa pikir panjang mereka berdua lari yang satu mengejar dan yang satunya menjauh.
"Berjuanglah Nisuta !" Ucap Hiru
[Nisuta dan Yamada]
"..[Berlari]..Yamada tunggu..[Berlari]..Ah..Ah..Ah..Ah..Ah..Tunggu Yamada !" Teriak Nisuta
"Dasar Hiru bodoh kenapa dia memberitahunya..[Berlari]..Ah..Ah..Ah..Ah..Ah..Aku belum siap !" Gumam Yamada
Nisuta berhenti mengejar lalu berteriak dengan keras.
"Yamada aku menyukaimu !..[Yamada berhenti berlari]..Ah..Ah..Ah..Ah..Ah..Ah..Selama ini..Selama ini..Aku menyukaimu !" Teriak Nisuta
"Apa kamu juga menyukaiku ?..[Yamada hanya diam]..[Mengepalkan kedua tangannya dengan kuat]..Begitu ya hanya aku yang memiliki perasaan seperti ini !" Ucap Nisuta dengan wajah murung
"Bukan Nisuta karena mendengar ucapanmu aku tidak berani memperlihatkan wajahku kepadamu..[Menutup matanya]..Aku sebenarnya sangat pemalu !" Gumam Yamada
"..[Yamada masih diam]..Maaf Yamada kalau begitu lupakan ucapanku tadi !..[Membalikkan badannya lalu pergi meninggalkan Yamada].." Ucap Nisuta
"Bukan..Jangan pergi Nisuta..Kejarlah aku..Kejar !..Kejar aku Nisuta !!!" Gumam Yamada
"...Yamada seharusnya kamu beritahu saja perasaanmu tadi !" Ucap Hiru
..[SFX: Langkah Kaki]..[SFX: Berlari]..Pikiran Nisuta menjadi kosong sehingga tidak mendengar apapun ketika Nisuta sedikit jauh dari Yamada tiba-tiba tangan Nisuta menjadi hangat lalu pikiran Nisuta kembali normal.
"Ah..Ah..Ah..Ah..Ah..Ah..Aku..Aku..Juga sangat..Menyukaimu Nisuta !" Teriak Yamada
"..[Terkejut]..[Memegang tangan Yamada dengan erat]..[Langsung membalikkan badannya lalu memeluk Yamada dengan erat]..Ahhh, syukurlah..[Memegang kepala Yamada]..Syukurlah, Yamada aku sangat menyukaimu !" Ucap Nisuta
"..[Terkejut]..[Tangan di pegang erat, tubuh bersentuhan dengan tubuh Nisuta, mencium aroma Nisuta]..[Memegang balik dengan erat lalu memeluk dengan erat]..Nisuta aku juga menyukaimu !" Ucap Yamada dengan nada lega
Di sebuah lorong panjang mereka berdua berpelukkan dengan erat dan saling menyatakan cinta mereka di samping telinga mereka masing-masing.
Beberapa menit kemudian.
"..[Menutup jendela]..[SFX: Angin]..[Memeluk dirinya sendiri]..Ahhh, aku tidak kuat dengan angin malam..[Menghela napas]..Semoga mereka jadian dan aku bisa lepas dari percintaan mereka !" Ucap Hiru
__ADS_1
..[SFX: Braakkk]..Pintu terbuka lebar sambil memperlihatkan sosok pria dan wanita yang sedang berpegangan tangan.
"Hiru kami sudah resmi pacaran !" Teriak Nisuta
"Nisuta jangan teriak-teriak aku malu !" Ucap Yamada
"..[Menggigil]..Nisuta jangan teriak kepadaku kalau kalian sudah jadian..[Kesal]..Seharusnya kamu tahu perasaan saat ini yang aku rasakan !" Ucap Hiru
"Hmm, aku tahu apa yang kamu pikirkan Hiru..[Menjentikkan jarinya]..Jomblo !" Ucap Nisuta
"Diam kamu Nisuta !" Teriak Hiru
Yamada dan Nisuta tertawa sedangkan Hiru merasa kesal ketika tahu temannya tidak merasa kasihan dengannya.
"..[Menghela napas]..Nisuta karena kamu sudah aku tolong dan pembicaraan kita yang tadi apakah bisa kita mulai ?" Tanya Hiru dengan nada serius
"Ahhh, maaf Hiru besok kami ada kencan jadi kita akan mulai besoknya lagi !" Ucap Nisuta
"Maaf Okama !" Ucap Yamada sambil membungkuk
"..[Urat tampil di kulit dahinya]..[Menghela napas]..Ahhh..[Duduk di sofa]..Baiklah terserah kalian tapi Nisuta kita akan membuat Project yang tadi kita bicarakan !" Ucap Hiru
"Hiru pasti kita pasti akan membuat Project ini karena ini adalah Project pertama kita !" Ucap Nisuta dengan nada serius
"Baiklah tapi..[Mereka berdua menutup pintu dan pergi ke kamar masing-masing karena paginya akan kencan]..Cih, mereka berdua..[Menghela napas]..[Menghayal]..Aku juga ingin mendapatkan pacar !" Gumam Hiru
Besok harinya mereka berdua pergi kencan sedangkan Hiru sendirian di Laboratorium berpikir untuk Projectnya.
"..[Menghela napas]..Dasar Nisuta kalau tahu begini aku tidak akan menolongnya !" Ucap Hiru
Ting..Ting..Ting..Ting..[SFX: Lonceng]..Sebuah lonceng di pasang di depan pintu untuk mengetahui siapa yang datang. Hiru memasang lonceng di depan dan dia membuat kode lonceng yaitu bunyi satu kali adalah Hiru Okama yang datang, bunyi dua kali adalah Nisuta yang datang, bunyi tiga kali adalah Yamada Kazuto yang datang. Lonceng tersebut mempunyai efek khusus yaitu ketika di bunyikan, lonceng akan memeriksa sendiri siapa yang telah membunyikannya dan terkadang orang asing yang datang pasti akan membunyikan lonceng dengan jumlah yang banyak untuk memberitahu seseorang yang ada di dalam.
"Empat kali dan pendeteksinya failed jelas sekali ada orang asing yang datang, sebaiknya aku melihat siapa yang datang..[Pergi ke Monitor]..Hmm, ahhh..[Pergi ke pintu depan]..[Membuka pintu]..Professor Randolf selamat datang !" Ucap Hiru
"Hiru Okama ternyata benar kamu sudah mempunyai Laboratorium sendiri..[Melihat lonceng]..Lonceng ini apa dibuat secara khusus ?" Tanya Professor Randolf
"Ahh, Professor Randolf sangat cermat..[Melihat seorang pria di samping Professor Randolf]..Professor Randolf siapa dia ?" Tanya Hiru
"..[Terkejut]..Maaf belum memperkenalkan diri..[Membungkuk dan mengulurkan tangan]..Perkenalkan nama saya Professor Agurame Asura, saya adalah rekan kerja Professor Randolf salam kenal Professor Hiru Okama !" Ucap Agurame
"Ahh, jadi kamu rekan kerjanya Professor Randolf !..[Menjabat tangan Agurame]..Salam kenal juga Professor Agurame Asura !" Ucap Hiru
"Hiru, dia bisa di bilang adalah juniormu..[Melihat ke dalam]..Dimana Professor Nisuta dan Professor Yamada ?" Tanya Professor Randolf
"Ahh, mereka saat ini sedang kencan !" Ucap Hiru
"Ahh, begitu..[Baru sadar lalu terkejut]..Apaa..Mereka sudah pacaran !" Ucap Professor Randolf
"Benar mereka sudah jadian tadi malam !" Ucap Hiru
"Hiru kamu sebaiknya bersabar..[Menepuk punggung Hiru]..Hiru ada yang ingin aku bicarakan kepadamu tentang Project yang aku buat !" Ucap Professor Randolf
"..[Terkejut]..Silahkan masuk Professor Randolf dan anda juga Professor Agurame Asura mari kita bicarakan tentang Project yang anda buat ini !" Ucap Hiru sambil sedikit tersenyum
__ADS_1
Bersambung...