
Cuplikan Chapter 44.
Malam berganti pagi yang dimana Yuuto terbangun dengan senyuman.
"Aku merasa bahwa rencana milikku akan sukses ketika aku melakukan perbuatan baik dan mulia. Mari kita lihat apakah aku sudah berhasil membuat janji temu dengan Empat Pemerintah ?" Gumam Yuuto
Yuuto bangkit dari tempat tidurnya lalu dia mengambil handphone yang ada di dalam lemari kecil kemudian Yuuto menekan tombol nomor..[SFX: Suara Tombol HP]..Tiit..Tiit..Tiit..[SFX: Tersambung].
"Halo Professor, bagaimana dengan janji temunya ?" Tanya Yuuto
"..[SFX: Menguap]..[Melihat jam yang menunjukkan pukul 07.15]..Janji temu sudah disepakati kita akan pergi menuju Gedung Four Countries !" Balas Professor Randolf
"..[Tersenyum]..Apakah kita pergi ke gedung itu dengan menggunakan mobil lagi ?" Tanya Yuuto
"..[Berdiri lalu berjalan menuju pintu kamar]..Untuk pergi ke sana kita harus menaiki pesawat karena letaknya lumayan jauh !" Balas Professor Randolf
"Lalu butuh berapa lama untuk sampai disana ?" Tanya Yuuto
"Untuk sampai disana mungkin butuh satu hari !" Balas Professor Randolf
"Baiklah Professor, aku akan ke rumah anda secepat mungkin lalu untuk anda aku mengucapkan terima kasih karena sudah mengabulkan permintaan dariku !" Ucap Yuuto
"..[Tersenyum]..Sama-sama Yuuto. Ada yang ingin aku tanyakan kepadamu !" Ucap Professor Randolf
"Silahkan Professor, aku akan menjawabnya jika memungkinkan." Ucap Yuuto
"Apakah kamu sudah memprediksi janji temu ini ?" Tanya Professor Randolf
"Menurut Professor ?" Tanya Yuuto
"Kalau menurutku, semua ini sudah kamu prediksi sehingga janji temu dengan Empat Pemerintah yang sangat mustahil di dapatkan dengan mudahnya kamu mendapatkan janji temu tersebut !" Balas Professor Randolf
"Professor masih ingat dengan kata-kata yang aku ucapkan ketika mereka menolak ?" Tanya Yuuto
"Tentu saja aku masih ingat dengan kata-kata itu !" Balas Professor Randolf
"Kata yang aku ucapkan itu adalah kunci untuk membuat janji temu ini !" Ucap Yuuto
"Anak ini sudah merencanakan semuanya sungguh mengagumkan..[Gumam Professor Randolf]..Yuuto segera ke rumah saya karena waktu penerbangan kita adalah pukul 08.20 !" Ucap Professor Randolf
"Baiklah aku segera kesana Professor !..[Menutup telepon]..[Yuuto keluar dari kamarnya]..Hmm, aku tidak ingin membangunkan mereka berdua..[Mengambil selembar kertas]..[Menulis di kertas tersebut]..Bibi Ruiki dan Alicia ini dari Yuuto. Aku ingin memberitahukan kepada kalian berdua kalau aku akan pergi ke suatu tempat untuk melakukan pertemuan selama tiga hari jadi jangan khawatir, aku akan membawakan kalian buah tangan ketika pulang nanti..[Selesai menulis]..Yossh, tinggal mandi lalu berpakaian rapi !" Ucap Yuuto
Yuuto pergi menuju dapur lalu meletakkan kertas yang baru dia tulis kemudian Yuuto pergi mandi..[SFX: Suara Air]..Selesai mandi Yuuto pergi ke kamarnya lalu memilih pakaian.
"..[Yuuto selesai berpakaian]..Baiklah, persiapan sudah selesai..[Yuuto memakai jam tangan]..[Melihat jam]..Pukul 07.45 masih ada waktu..[Yuuto menuju pintu rumah]..Bibi dan Alicia jaga diri kalian !" Ucap Yuuto
Yuuto membuka pintu rumah lalu dia memakai kemampuan Akseleration Air Step..[SFX: Menghilang dari tempatnya]..Yuuto langsung pergi menuju rumah Porfessor Randolf dengan berlari di udara.
[Di Depan Gerbang Rumah Walikota]
"Security jangan sampai Yuna bangun atau dia akan ikut dengan aku dan Yuuto..[Cemas]..Yuuto cepatlah jangan sampai Yuna bangun !" Ucap Professor Randolf
"..[Melihat CCTV]..Pak Walikota keadaan masih aman tidak ada tanda-tanda Yuna di sekitar halaman rumah atau di dalam rumah !" Ucap Security
__ADS_1
"..[Membawa beberapa koper]..Tuan, barang anda sudah siap !" Ucap Pelayan
"..[SFX: Mobil]..Tuan, mobil sudah siap..[Pelayan Professor Randolf membuka bagasi mobil untuk meletakkan koper]..Semuanya sudah siap !" Ucap Sopir
"Bagus tinggal Yuuto lalu kita segera berangkat..[Tiba-tiba Yuuto langsung berada di samping Professor Randolf]..[SFX: Kaget]..Yuuto !!" Teriak Professor Randolf
"Maaf membuat anda menunggu Professor Randolf..[Melihat jam tangan]..Masih ada 22 menit !.[Tangan Yuuto langsung di tarik oleh Professor Randolf]..Wushhh !" Ucap Yuuto
Professor Randolf menarik Yuuto dengan kencang menuju mobil lalu..[SFX: Mobil berjalan]..Mobil berjalan dengan cepat menuju bandara penerbangan.
"..[Kepala Yuuto pusing]..Professor kenapa tadi anda menarik saya seperti itu ?" Tanya Yuuto
"Yuuto ada satu hal yang belum kamu ketahui tentang keluarga kami yaitu jangan sekali-kali membawa Yuna jalan ke luar negeri atau luar kota atau juga sebuah tempat yang Yuna belum ketahui karena Yuna sebenarnya suka menghilang jika berada disuatu tempat yang dia tidak ketahui !" Balas Professor Randolf
"Pfftt..[Berusaha menahan tawanya]..Professor Randolf apakah ini sebuah sifat keturunan dari keluarga anda ?" Tanya Yuuto dengan wajah menahan tawa
"..[Menahan malu]..Benar sifatnya sama seperti ibunya !" Balas Professor Randolf
"Tenang saja Professor sekarang adalah jaman modern jadi letakkan saja sebuah GPS di dalam tas atau sesuatu yang sering dia pakai !" Ucap Yuuto
"..[Memalingkan wajah]..Itu semua sudah saya lakukan tapi takdir berkata lain !" Ucap Professor Randolf
Yuuto terus menahan tawanya karena mengetahui sifat asli Yuna yang masih seperti anak kecil yang selalu menghilang jika tidak diawasi..[SFX: Mobil Berjalan]..Jam menunjukkan pukul 08.14 saat jam menuju pukul 08.15..[SFX: Mobil Berhenti Berjalan]..Mobil berhenti didepan pintu masuk bandara penerbangan.
Karena waktu sangat sedikit yaitu tersisa 5 menit, secepat mungkin Yuuto, Professor Randolf dan pelayan langsung segera menuju pesawat. Waktu tersisa 1 menit dan mereka bertiga sampai di pesawat tepat waktu.
"..[SFX: Lelah]..Maaf Professor aku tidak pernah menaiki pesawat jadi aku tidak tahu kalau waktu sangat penting !" Ucap Yuuto yang terus bernapas tidak teratur
"..[SFX: Lelah]..Tidak apa-apa yang penting kita sudah sampai !" Ucap Professor Randolf
"..[Menghela napas]..Sungguh hari yang sial, pertama kami hampir terlambat menuju bandara dan kedua tempat duduk terpisah..[Panik]..Aku belum pernah menaiki pesawat !" Gumam Yuuto
Seorang perempuan dengan memakai kacamata hitam duduk di samping Yuuto lalu dia mengibaskan rambutnya. Yuuto terkena rambut perempuan tersebut, aroma wangi terpancar dari rambut perempuan berkacamata hitam itu.
"Maaf aku tidak sengaja !" Ucap Perempuan kacamata
"Tidak apa-apa !..[Yuuto melihat jendela pesawat tepat di sebelah kanannya]..Woaah, pemandangannya luar biasa !" Ucap Yuuto
"..[Melepaskan kacamatanya]..Apa kamu baru pertama kali menaiki pesawat ?" Tanya Perempuan kacamata
"Benar ini pertama kalinya saya menaiki pesawat..[Mata Yuuto bersinar]..Langitnya sangat indah !" Ucap Yuuto
"..[Mengulurkan tangan]..Perkenalkan nama saya Melinda, panggil saja Linda !" Ucap Linda
"..[Menjabat tangan Linda]..Salam kenal nama saya Yuu Kazuto, panggil saja Yuuto !" Ucap Yuuto
"Baiklah, Yuuto kamu menaiki pesawat ini sendirian atau bersama dengan orang lain ?" Tanya Linda
"Saya bersama dua orang..[Professor Randolf dan pelayannya]..Lalu apakah Nona Linda menaiki pesawat ini sendirian ?" Tanya Yuuto
"Ternyata kamu sangat sopan. Saya sendirian karena ingin bertemu dengan keluarga !" Balas Linda
"..[Mendengar Gelombang bunyi di detak jantung Linda]..Dia berbohong mungkin ada sesuatu yang tidak ingin dia katakan !" Gumam Yuuto
__ADS_1
Saat Yuuto mendengar Linda berbohong dengan mengataskan nama keluarga, hati Yuuto langsung marah lalu Yuuto melakukan sesuatu untuk mengubah pikiran Linda yaitu bermain kata-kata.
"Melinda nama yang bagus !" Ucap Yuuto
"Anda terlalu memuji saya ?" Tanya Linda
"Tidak itu benar bahwa Melinda adalah nama yang bagus karena artinya sangat cocok dengan penampilan anda !" Ucap Yuuto
"Hmm, jadi kamu ingin menggodaku ?" Tanya Linda
"Bukan menggoda melainkan memuji !" Balas Yuuto
"Ohh, baiklah kenapa namaku sangat cocok dengan penampilanku ?" Tanya Linda
"Karena, nama Melinda dalam bahasa Yunani artinya Madu yang dimana penampilan Nona Linda sangat manis seperti madu !" Ucap Yuuto
"Bukannya itu seperti menggoda ?" Linda bertanya lagi
"Terserah anda menganggapnya seperti apa tapi saya akan mengatakannya sekali lagi..[Menatap mata Linda]..Ini bukan menggoda anda melainkan memuji !" Ucap Yuuto dengan tegas
"Baiklah aku akan menganggap kata-kata itu adalah memuji diriku dan aku akan mengucapkan terima kasih kepadamu !" Ucap Linda
"Aku tidak akan menerima permintaan terima kasih darimu karena seharusnya kamu harus berterima kasih dengan orang yang memberikan nama itu kepadamu !" Ucap Yuuto
"..[Tersenyum]..Baiklah terima kasih atas informasinya !" Ucap Linda
Hati Melinda yang tadi tidak ingin bertemu dengan keluarganya tiba-tiba langsung berubah ketika mendengar ucapan dari Yuuto lalu muncul perasaan rindu di dalam hati Linda akan keluarganya. Rencana Yuuto berhasil yaitu membuat Melinda berubah pikiran untuk segera bertemu dengan keluarganya.
Pesawat terus terbang hingga langit menjadi gelap lalu karena mengantuk dan lelah, Yuuto langsung tertidur lelap di tempat duduknya.
[Kembali di Rumahnya Alicia dan Ibunya sesudah Yuuto pergi]
"..[Terbangun dari tidurnya]..[Melihat jam yang menunjukkan pukul 09.00..[Menguap]..Karena Yuuto kemarin pulang larut , aku jadi tidak ..[Berdiri dari tempat tidurnya]..Aku akan memintanya untuk membelikan makanan yang manis-manis !" Ucap Alicia
Alicia segera menuju kamar Yuuto lalu mengetuknya..[SFX: Ketukan]..Alicia terus mengetuk pintu kamar Yuuto sebanyak 10 kali dan tidak terjadi apa-apa..[SFX: Tangisan]..Alicia mendengar suara tangisan yang lumayan keras di dapurnya.
"..[Berlari]..Ibu aku akan menolongmu !" Teriak Alicia
Setelah sampai di dapur. Alicia melihat ibunya yang meletakkan wajahnya di meja makan sambil mengenggam selembar kertas.
"..[Mengambil kertas tersebut]..Ibu ini hanya selembar kertas jadi jangan terlalu histeris !..[Membaca selembar kertas tersebut]..[Selesai membaca, Alicia langsung merobek kertasnya]..Yuuto hanya pergi selama tiga hari jadi jangan menangis ibu !" Minta Alicia
"..[Memegang pundak Alicia]..Alicia tiga hari adalah neraka bagiku jika Yuuto tidak ada disini !" Ucap Ibunya Alicia
Bulu kuduk Alicia langsung merinding ketika mendengar perkataan dari ibunya.
[Kembali ke Pesawat]
Semua penumpang pesawat tertidur lelap. Waktu terus berlanjut hingga langit mejadi sedikit terang karena langit tersebut menunjukkan kalau pagi hari telah tiba.
Bersambung...
Catatan Penting:
__ADS_1
1. GFC adalah Gedung Four Countries.