
Cuplikan Chapter 138.
Semuanya tertuju ke dua orang ini yaitu Hiru dan Yamada yang sepertinya Voice Head menggunakan tubuhnya Yamada lagi untuk memenangkan sidang ini.
"Astaga aku tidak percaya ini, Agurame Asura maaf atas sikapku selama ini..[Tersenyum]..Kamu memperlihatkan sesuatu yang bercahaya di depan mataku !" Ucap Robert
Suasana yang tadi di pegang oleh pemerintah kini berubah ketika Hiru dan Yamada datang ke sidang, ketegangan, kegelisahan, ketakutan dan kepanikan mulai di alami oleh para pemerintah.
"Cih, dasar cucu tidak tahu diri..[Memeriksa dokumen]..Kamu sebagai wakil pemerintah harus menang dalam sidang ini jadi..[Memberikan dokumen]..Dokumen itu berisi sesuatu yang tidak ingin aku keluarkan tapi karena mereka berdua ada di sini..[Kesal]..Namun kita masih bisa menang karena anak itu tidak bersama mereka !" Ucap Kakeknya Robert sekaligus Pemimpin Pemerintahan Jepang
"..[Membaca dokumen]..Tuan dokumen ini tidak bisa kita gunakan sembarangan kalau mereka sampai tahu kebenarannya maka kita yang akan kalah telak !" Ucap Wakil Pemerintahan Jepang
"Apa kamu ingin aku kalah dengan cucu sombongku itu jangan bercanda di depanku dan lakukan saja apa yang perintahkan !" Ucap Kakeknya Robert
Hiru dan Yamada duduk di sebelahnya Agurame untuk memberitahu alasan keberatan atas pengecekan lokasi kejadian kepada Dewan Juri.
"..[Berdiri]..Kalau Dewan Juri tadi memberikan mereka ijin untuk pengecekan lokasi kejadian bisa saja mereka melakukan pemalsuan barang bukti !" Ucap Hiru
"..[Berdiri]..Tunggu dulu, Dewan Juri anda tahu sendiri kalau lokasi kejadian sudah berada di tangan polisi jadi kita tidak bisa melakukan apapun sampai ada persetujuan dari anda atau pemimpin kepolisian dan dia bilang kita pemerintah akan melakukan pemalsuan barang bukti..[Menghela napas]..Itu tidak bisa di toleransikan sampai saat ini Pemerintahanlah yang memajukan negara ini dan kami melakukan hal seperti itu..Sekali lagi Dewan Juri, kami bukan orang rendah seperti melakukan pemalsuan barang bukti !" Ucap Wakil Pemerintahan Jepang
"Hahah..[Tertawa]..Dewan Juri bisa dengar sendiri apa yang Wakil Pemerintah ucapkan, mereka mengatakan Pemerintahanlah yang memajukan negara ini bukankah kata-kata itu seperti hanya merekalah yang berjuang dan bukan seluruh penduduk negara ini !" Ucap Hiru
"Tunggu..[SFX: Hantaman Palu]..Cih, aku salah bicara !" Ucap Wakil Pemerintahan Jepang
"Dasar bodoh, kenapa kamu bicara seperti itu !" Ucap Kakeknya Robert
"Aku tidak salah dengar apa yang kamu katakan Wakil saat ini dirimu sedang di tonton oleh semua penduduk di negara ini. Professor Hiru alasan tadi tidak cukup untuk membuatku menolak memberikan ijin kepada mereka karena melakukan pengecekan akan lebih jelas lagi tentang kebenarannya !" Ucap Dewan Juri
__ADS_1
"Dewan Juri sangat hebat dan adil walaupun aku sudah membongkar kemunafikan mereka tapi anda masih tetap adil karena itu aku akan memutar apa yang Dewan Juri katakan..Tentang Kebenarannya seperti itu bukan ?..Kalau begitu bukankah kebenaran akan lebih pasti jika orangnya langsung yang memberitahu apa yang dia alami !" Ucap Hiru
"Tapi, Professor Randolf masih berada di rumah sakit dan belum bangun dari koma-nya !" Ucap Dewan Juri
"..[Berbisik]..Voice Head sekarang giliranmu !" Ucap Hiru
"..[Berdiri]..Salam Dewan Juri kalau boleh tahu saat Professor Randolf sudah bangun dari koma-nya, apakah anda akan menerima usulan ini ?" Tanya Voice Head yang memakai tubuhnya Yamada
"Tentu saja saya akan terima usulan itu karena Professor Randolf adalah saksi !" Ucap Dewan Juri
"Waktu yang sangat tepat sekali Dewan Juri karena Professor Randolf sudah bangun dari koma-nya !" Ucap Voice Head yang memakai tubuhnya Yamada
Pintu sidang terbuka lebar lagi dan kali ini yang masuk ke dalam sidang adalah Professor Randolf.
"..[Berbisik]..Agurame bukannya ini akan bahaya karena sekarang Professor Randolf berada di sini dan akan gawat kalau dia mengucapkan namamu !" Ucap Robert
Para pemerintah sedikit gelisah karena takut akan ucapan dari Professor Randolf sedangkan Dewan Juri langsung lega karena tidak perlu menunggu waktu lama penyelesaian sidang ini.
"Silahkan duduk Professor Randolf..[Professor Randolf langsung angkat bicara].." Ucap Dewan Juri
"Aku pingsan karena terjatuh benda tumpul yang tepat mengenai kepalaku yang mana bagian terkenanya sangat fatal sehingga membuatku mengalami cedera di bagian kepala jadi ini tidak ada keterlibatan akan kasus penyerangan !" Ucap Professor Randolf
"Tunggu dulu..[Panik]..Dewan Juri saya sudah mendapatkan barang bukti seperti linggis untuk memukul Professor Randolf dan juga mini map ini jadi ini sudah cukup untuk membuktikan bahwa ini adalah kasus penyerangan dan bisa saja Professor Randolf di ancam atau di suap oleh mereka !" Ucap Wakil Pemerintahan Jepang
"Anda sungguh bodoh bahkan meluapkan emosi ke dalam kata-kata jadinya anda bicara terus terang kepada kami !" Ucap Hiru
"Apa maksudmu..[Borgol merajam kedua tangannya]..Dewan Juri !" Teriak Wakil Pemerintahan Jepang
__ADS_1
"Barang bukti tidak seharusnya berada di tangan kalian karena jika barang bukti di tangan kalian itu sudah tidak bersih lagi atau lebih tepat ternoda oleh campur tangan kalian dan kami tidak tahu apakah benar atau salah karena kami hanyalah manusia biasa tapi aku akan mengambil keputusan yang menurutku benar yaitu barang bukti sudah di manipulasi oleh kalian para pemerintah !" Ucap Dewan Juri
"..[Borgol merajam tangannya]..Cucu sampah beraninya kamu melakukan hal ini kepadaku !" Ucap Kakeknya Robert
Semua perilaku dan kemunafikan Pemerintahan Jepang terbongkar di depan publik dan itu membuat nama baik pemerintah ternoda karena mereka berdua kini akan di lakukan pemilihan atas nama suara rakyat supaya para rakyat lebih percaya akan pemimpin baru.
"..[SFX: Hantaman Palu 3x]..Dengan ini kalian memenangkan Sidang perebutan Hak Cipta Project !" Ucap Dewan Juri
Robert senang bukan main namun di sini Hiru masih bingung kenapa bisa Professor Randolf berada di dalam sidang padahal dia baru saja sembuh dan juga tidak ada yang mempertanyakan keadaannya sepertinya alur ini sudah Voice Head rencanakan karena itu Hiru langsung bertanya di tempat sepi.
[Tempat Parkir]
"Katakan kepadaku bagaimana kamu bisa melakukan ini semua ?" Tanya Hiru
"Mudah sekali hanya dengan strategi dan kekuatanku !" Ucap Voice Head yang memakai tubuhnya Yamada
"Jelaskan secara rinci !" Ucap Hiru
"..[Menghela napas]..Saat kita datang ke rumah sakit yang aku lakukan di sana adalah menyembuhkan Professor Randolf..Menyembuhkannya membutuhkan kekuatan yang lumayan besar dan aku menyimpan seluruh bagian yang ada di tubuhnya atau bisa di bilang aku melalukan copy tubuh..[Hiru bingung akan ucapan Voice Head]..Yang tadi bukanlah Professor Randolf melainkan copy tubuh yang aku buat sama persis dari Professor Randolf bukan hanya itu, aku menipu seluruh mata di negara ini dengan kekuatanku !" Ucap Voice Head yang memakai tubuhnya Yamada
Voice Head menunjukkan Professor Randolf palsu buatannya lalu menggunakan kekuatannya untuk dapat menipu mata atau lebih tepatnya membuat semuanya lupa akan sesuatu seperti yang Voice Head lakukan yaitu menipu mata seluruh di negara untuk menanyakan keadaan Professor Randolf yang tiba-tiba datang seharusnya mereka bingung dengan keadaan yang baru sembuh bukannya harus ada sedikit bantuan dari rumah sakit tapi dengan mudahnya Professor Randolf versi palsu ini datang dengan sehat.
"Dengan ini kamu akan semakin dekat dengan tujuanmu Hiru Okama kalau begitu aku akan kembali !..[Berhenti sejenak]..Tinggal satu bulan lagi dan kamu harus menepati janji untuk membuat Nisuta membunuh Yamada !" Ucap Voice Head kemudian pergi ke Rumah Lab
"..[Mata melotot]..Kekuatan itu sangat hebat kalau aku mempunyainya..[Menutup mukanya]..Aku akan menghancurkan seluruhnya dan yang pasti apa yang Voice Head katakan aku akan kalah dengannya tapi saat itu tiba, aku akan menang mau bagaimanapun aku akan menang !" Gumam Hiru
Bersambung...
__ADS_1