World Quiz Online

World Quiz Online
Chapter 96: Pasien Terakhir


__ADS_3

Surat peringatan dari Ruiki membuat Jean bekerja dengan sangat keras hingga dia tertidur di ruangan ketika dia bekerja. Jean memaksimalkan usahanya supaya dapat menyembuhkan pasien terakhirnya karena tinggal satu bulan lagi sedangkan pasiennya masih belum sembuh total. Bingung dengan usaha apa lagi yang harus dia lakukan, Jean membaca buku supaya mendapatkan informasi tentang menghilangkan mimpi buruk.


Pasiennya sering mimpi buruk ketika tidur di malam hari, di dalam mimpinya dia mengatakan ada seseorang


menyuruhnya bunuh diri ketika mendengar hal tersebut dari pasiennya, Jean merasa sudah tidak mungkin menyembuhkannya dengan cepat karena mimpi yang dialami pasien tidak dapat Jean hilangkan kalau pasien tetap takut akan mimpinya.


Satu-satunya cara adalah meminta bantuan dari Ruiki karena hanya dia yang dapat menghilangkan mimpi buruk seseorang tapi Jean sudah berjanji akan menyelesaikannya namun jauh di lubuk hati, Jean sangat ingin pasiennya sembuh walaupun harus meminta bantuan dari seseorang. Dengan tekad tersebut, Jean dengan perlahan membuka pintu ruangan Ruiki..[SFX: Pintu Terbuka]..Jean dengan perasaan gugup menarik napasnya lalu menghembuskannya.


"Hufftt..[Melihat punggung Ruiki dan rambut belakangnya yang indah]..[SFX: Glek]..Ruiki bisakah kamu memberikan aku waktu untuk bicara ?" Tanya Jean


"..[Membalikkan kursinya]..Apa yang ingin kamu bicarakan, Jean ?" Tanya Ruiki


"..[Menarik napasnya lalu menghembuskannya]..Sebenarnya ada masalah yang sangat serius dengan pasien terakhirku dan aku tidak bisa menyembuhkannya tepat waktu jadi aku membutuhkan bantuanmu untuk menyembuhkan pasienku !" Ucap Jean


"Masalah yang sangat serius, apa kamu yakin itu adalah masalah serius ?" Tanya Ruiki


"Benar aku sudah memeriksanya kalau kamu tidak percaya, aku bisa memperlihatkannya !" Ucap Jean


Jean langsung pergi ke ruangannya dan memanggil pasiennya untuk bertemu dengan Ruiki.


"Permisi, apakah anda Dokter Ruiki ?" Tanya Pasien


"Benar, saya Dokter Ruiki jadi kamu pasien terakhir dari teman saya..[Berdiri]..Bisakah kamu memberitahu aku semua apa yang membuatmu menderita sampai sekarang ?" Tanya Ruiki


Jean kembali datang di ruangan Ruiki sambil melihat proses bagaimana Ruiki menyembuhkan pasiennya dengan menggunakan kemampuannya.


"..[Menghela napas]..Bagaimana ini kalian berdua apakah benar bisa menyembuhkan saya ?..[Kesal]..Dari tadi anda hanya bisa mendengarkan ucapan saya dan tidak melakukan apapun..[Melihat ke arah Jean]..Apakah benar anda ini seorang ahli psikologi ?" Tanya Pasien dengan nada menghina


Jean yang mendengar ucapan dari pria tersebut hanya bisa terdiam dan bergantung kepada Ruiki untuk dapat menyembuhkan pasien tersebut.


"..[Marah]..Pak, teman saya datang ke tempat saya untuk meminta bantuan dan itu sudah menghancurkan reputasinya sebagai ahli psikologi supaya anda cepat sembuh dan anda bilang seperti itu kepada Dokter yang telah membantu anda selama ini..[Kesal]..Dokter Jean datang ke sini bukan karena dia tidak mampu hanya dia sedang mendekati masa kerjanya, ini sudah dua bulan dan satu bulan lagi kalau Dokter Jean tidak dapat menyembuhkan dirimu, dia akan gagal dan juga diriku akan gagal untuk mendapatkan liburan !" Ucap Ruiki


"..[Kesal]..Ohhh, jadi aku ini sebagai alat supaya kalian mendapatkan liburan..[Berdiri]..Sungguh Dokter yang tidak kompeten dalam kerjanya, aku pergi dari sini !" Ucap Pasiennya


"Kalau begitu silahkan dan kamu akan mimpi buruk untuk selamanya karena mimpi itu adalah perbuatanmu sendiri !" Ucap Ruiki dengan nada menghina


"..[Berhenti di depan pintu]..Apa maksudmu ?" Tanya Pasien yang pura-pura tidak tahu


"Sepertinya Dokter Ruiki sudah mengetahui penyebab kenapa kamu sering mimpi buruk !" Ucap Jean


"Haa ?..[Tertawa]..Hahaha, yang benar saja bahkan aku belum menceritakan semuanya, bagaimana bisa dia mengetahui penyebab aku mimpi buruk !" Ucap Pasien dengan nada menghina


"Anda bilang saya tidak kompeten dalam bidang saya kalau begitu..[Jari telunjuk Ruiki menyentuh kepala di bagian sampingnya]..Hmm, anda sudah berbuat yang sangat kejam terhadap hewan peliharaan anda !" Ucap Ruiki


"Haaa..[Panik]..Kamu..Kamu..Bagaimana bisa kamu mengetahui kalau aku punya peliharaan ?" Tanya Pasiennya


"Hewan peliharaan tersebut adalah seekor anjing karena tuannya sering tidak ada di rumah..[Menatap pasiennya]..Peliharaannya mati kelaparan karena tidak diberi makan oleh sang majikan dan itu membuatnya marah !" Ucap Ruiki dengan nada pelan


"Apakah itu benar pak kalau anda tidak memberikan peliharaan anda makanan ?" Tanya Jean


Pasiennya hanya bisa terdiam lalu dia terduduk di lantai sambil memegang kepalanya.


"Ruiki katanya ada seseorang yang menyuruhnya untuk bunuh diri apakah itu salah ?" Tanya Jean


"Ya, dia salah memberikan informasi kepadamu karena itulah proses penyembuhan menjadi semakin lama karena peliharaannya ingin majikannya sadar akan kesalahannya namun dia menutupi kesalahan tersebut dengan mengatakan ada seseorang yang menyuruhnya untuk bunuh diri..[Menunduk sambil menatap mata pasiennya]..Apakah aku benar pak ?" Tanya Ruiki


Pasien tersebut langsung mendadak histeris.


"Gawat, dia sudah dalam tingkat ini..[Mencari suntikan penenang]..Ruiki kita harus menyuntik dia supaya lebih tenang !" Ucap Jean yang bingung tidak melihat suntikan di manapun


"Tidak perlu..[Menyentil kepala pasiennya lalu pasiennya tertidur di lantai]..Jean kamu mau lihat kemampuan yang aku punya ini ?" Tanya Ruiki


Jean terkejut melihat Ruiki yang langsung dapat menenangkan pasien yang sudah dalam tingkat histeris.


"Kemampuanmu, apakah kamu serius ?" Tanya Jean

__ADS_1


"Aku sangat serius karena itu..[Menatap Jean lalu tiba-tiba Jean merasa sangat mengantuk lalu terjatuh di lantai]..Tenang Jean jangan melawan efeknya karena itu hanya menyakiti dirimu saja !" Ucap Ruiki


"Ruiki apa yang terjadi denganku..[Matanya buka tutup]..Aku sangat mengantuk !" Ucap Jean lalu dia menutup matanya


"..[Menghela napas]..Pasien ini sangat merepotkan..[Menutup matanya]..[Menarik napas lalu menghembuskannya]..Huffttt..[Ruiki fokus dengan dirinya].." Ucap Ruiki


Jean tiba-tiba membuka matanya lalu melihat keadaan sekitar yang sangat gelap gulita karena ketakutan, Jean sampai berteriak memanggil Ruiki.


"Ruiki dimana kamu ?" Teriak Jean


"..[Memegang pundak Jean]..Jean tenang jangan teriak-teriak !" Ucap Ruiki


"..[Merasa tenang]..Akhirnya aku bisa bertemu denganmu lagi Ruiki..[Melihat ke belakang namun Ruiki tidak ada di belakang]..Apa !..[Terjatuh karena ketakutan dan panik]..Ruiki..[Terus memeriksa namun tidak melihat Ruiki]..[Jean mulai panik tingkat tinggi]..Ini dimana aku sebenarnya !" Ucap Jean


Lalu terdengar suara Ruiki di kepala Jean.


"Jean tutup matamu dan tenangkan dirimu..[Jean berusaha tenang dan mempercayai perkataan Ruiki yang entah apakah benar ini Ruiki atau bukan]..Tarik napas lalu hembuskan kemudia fokuskan dirimu untuk keluar dari dunia hampa pikiran lalu pikirkan pasienmu dari wajah sampai kakinya !" Ucap Ruiki


Jean berusaha sekuat tenaga untuk tetap tenang saat Jean sudah sangat tenang, dia mulai mengingat penampilan pasiennya kemudian Jean fokus dengan sungguh-sungguh hingga Ruiki menyuruhnya untuk buka matanya.


"..[Membuka matanya]..Ini sedikit terang dan kenapa di depanku banyak sekali pintu ?" Tanya Jean


"..[Dari belakang]..Kamu sudah berada di zona ruang pikir !" Ucap Ruiki


"..[Kaget]..Ruiki, kenapa kamu terus-terusan menakutiku ?" Tanya Jean yang panik


"..[Tersenyum]..Kenapa bukannya kamu ini laki-laki ?" Tanya Ruiki


"Benar aku laki-laki tapi kalau masalah ini pasti siapapun akan ketakutan !" Ucap Jean


"Benarkah kalau begitu aku sedikit aneh !" Ucap Ruiki


"Benar kamu itu sangat aneh !" Ucap Jean


"..[Tertawa]..Hahaha, kalau begitu langsung saja kita lihat mimpi buruk pasien itu..[Ruiki berdiri di depan Jean]..Pintu buka ruang pikir pasien ini !" Ucap Ruiki


"Ruiki apakah itu tadi ?" Tanya Jean


"Hmm, itu..[Memasuki pintu ruang pikir pasiennya]..Teranglah !..[Ruang pikir pasiennya langsung terang]..Semua ucapanku di dunia ruang pikir adalah ucapan tiada batas yang artinya apapun yang aku minta pasti akan terwujud di dunia ini !" Ucap Ruiki


"Benarkah luar biasa kemampuanmu ini sungguh luar biasa !" Ucap Jean


"Benarkah, menurutku kemampuan ini tidak ada luar biasanya karena setiap kamu memasuki dunia ini kamu akan dapat melihat makhluk semacam itu !" Ucap Ruiki yang menatap anjing dengan perawakan seperti monster dengan tubuh yang besar


"Ruiki apa itu..[Terjatuh di lantai]..Monster..[Panik]..Kenapa pasien duduk dengan santai di sana ?" Tanya Jean


"Anjing itu adalah mimpi buruknya..[Ruiki menampilkan Nightmare Box]..Bisakah kita bicara ?" Tanya Ruiki


Jean melihat Nightmare Box yang ukurannya tidak begitu besar namun tergolong hanya kotak yang lumayan kecil.


"Kotak kecil itu apakah tempat untuk menyimpan makhluk seperti mereka ?" Tanya Jean


"Benar sekali kalau mereka sangat berbahaya, aku akan menyimpannya di Box ini dan kalau tidak berbahaya..[Sedikit tersenyum]..Aku akan memusnahkannya di tempat !" Ucap Ruiki


"..[Melihat ke arah anjing yang super besar]..Apakah dia jahat ?" Tanya Jean


Anjing tersebut berjalan mendekati Ruiki dan Jean sontak hal tersebut membuat Jean langsung diam membeku.


"Ru..Ru..Ru..Ru..Ru..Ruiki !" Gagap Jean


"Tenang menurutku dia tidak bahaya !..[Mengelus kepala anjing besar tersebut]..Bicaralah !" Ucap Ruiki


"Nyonya terima kasih sudah membuat saya dapat berbicara !" Ucap Mimpi Buruk


"Lihat dia baik bukan ?" Tanya Ruiki

__ADS_1


"Ruiki cepat selesaikan dan bawa aku kembali !" Ucap Jean


"..[Menghela napas]..Baiklah, kamu kenapa melakukan ini ?" Tanya Ruiki


"Saya hanya ingin majikan saya sadar akan kesalahannya dan mampu jujur kepada orang dan juga saya ingin dia mengubur mayat saya !" Ucap Mimpi Buruk


"Hmm, apakah kamu menyuruhnya untuk bunuh diri ?" Tanya Ruiki


"Saya sebenarnya tidak ingin menyuruhnya untuk bunuh diri tapi setelah dia tidak menguburkan mayatku saat itulah saya marah dan menyuruhnya untuk bunuh diri supaya terlihat sepertiku !" Ucap Mimpi Buruk


"Ternyata seperti itu kalau bgeitu aku akan memusnahkanmu, apakah kamu keberatan ?" Tanya Ruiki


"Sama sekali tidak Nyonya tapi sampaikan pesanku kepada majikanku bahwa aku sangat menyayanginya !" Ucap Mimpi Buruk


"..[Terkejut]..Kamu benar-benar hewan yang baik hati !..[Ruiki memegang hidungnya]..Lenyaplah !" Ucap Ruiki


Anjing besar tersebut perlahan-lahan mulai lenyap dan wajah pasien yang tadi mengerut langsung berubah menjadi wajah lega.


"Sudah selesai dan saatnya kita bangun !" Ucap Ruiki


"Akhirnya ini semua selesai dan kamu bisa liburan !" Ucap Jean


"Jean maaf sudah memberikanmu pekerjaan yang berat ini !" Ucap Ruiki


"..[Kaget]..[Merasa senang]..Tidak apa-apa Ruiki, aku senang dapat membantumu karena kita ini adalah teman !" Ucap Jean


"Terima kasih !" Ucap Ruiki


Tiba-tiba Jean merasa sangat pusing lalu dia pingsan, jiwanya kembali ke tubuhnya lalu dia perlahan membuka kedua matanya dan melihat Ruiki duduk di kursinya.


"Apa yang terjadi..[Memegang kepalanya]..[Melihat pasien yang sujud di depan Ruiki]..Apa yang terjadi di sini ?" Tanya Jean


"Maaf atas semua yang saya ucapkan barusan sungguh saya sangat minta maaf !" Teriak Pasiennya


"Seharusnya kamu minta maaf kepada Jean dengan ini kamu sudah sembuh total dan itu semua karena Jean meminta bantuanku !" Ucap Ruiki


"Dokter Jean maaf atas semua perkataanku tadi sungguh saya minta maaf !" Ucap Pasiennya


"Iya tidak apa-apa karena kamu sudah sembuh total sebaiknya jangan mengulangi hal tersebut !" Ucap Jean


"Benar saya sungguh menyesal karena melakukan itu dan pesan terakhir dari anjing saya pasti akan saya ingat selalu !" Ucap Pasiennya


Pasien membungkuk lalu pergi meninggalkan klinik sementara itu Ruiki berbahagia karena sudah menyelesaikan tugasnya.


"Inilah saat yang aku tunggu..[Berdiri lalu membuka lemari yang di dalamnya ada kardus]..Jean sesuai janjiku terimalah !" Ucap Ruiki


"..[Terduduk di lantai]..Ruiki..[Menangis]..[Membuka kardus tersebut yang isinya daging premium]..My Honey Come To Papa !" Ucap Jean


"Ihhhh..[Ruiki pergi dari ruangannya lalu pergi ke ruangan bosnya].." Ruiki Jijik


Di ruangan bosnya.


"..[Membuka pintu dengan keras]..[SFX: Brakk]..Bos tugasku sudah selesai dan sesuai janjimu !" Ucap Ruiki


"Ehhh..[Kaget]..Benarkah sudah selesai kalau begitu mari aku lihat..[Ruiki memberikan dokumen hasil dari pasiennya]..[Terkejut dan kagum]..Ini sudah di luar dugaanku, Ruiki kamu sungguh hebat !" Ucap Fung Yan


"Selamat tinggal dan sampai jumpa lagi !" Ucap Ruiki yang membawa barangnya


"Ahhhh..[Mendekati Ruiki]..Ruiki terima kasih atas kerja kerasnya dan aku pastikan setelah liburan, aku akan memberikanmu keringanan dalam pekerjaan !" Ucap Fung Yan


"Benarkah, terima kasih Bos Fung Yan !" Ucap Ruiki lalu dia pergi dari klinik


"..[Menghela napas]..Sungguh luar biasa kalau aku terus mempekerjakannya dengan pasien yang banyak lagi kemungkinan dia akan keluar dari klinik ini dan aku akan sangat rugi kehilangan dirinya karena itu aku harus melakukan ini !" Gumam Fung Yan


Bersambung...

__ADS_1


Catatan Author: Tugas Ruiki sudah selesai dan itu bahkan masih ada satu bulan karena itu Ruiki memanfaatkan satu bulan tersebut untuk bertemu dengan orang tuanya di Bandara Internasional Ibukota Beijing.


__ADS_2