
Cuplikan Chapter 69.
Yuuto membuka bajunya lalu langsung menuju ke kamar mandi..[SFX: Shower]..Sebuah paket khusus berada di kamar Yuuto, paket khusus itu berisi baju sekolah untuk Yuuto dari Professor Randolf .
Tidak lupa Yuuto mengisi bak mandi dengan air hangat sampai penuh..[SFX: Berendam]..Ketika berendam seluruh rasa lelah dan pegal langsung hilang. Yuuto menutup matanya sambil menghayal tentang keadaan para The Number ketika Yuuto menghancurkan rencanannya yaitu pemusnahan militer.
"..[Menghayal The Number yang sangat kesal karena rencanannya gagal]..Satu rencana sudah aku gagalkan kamu pasti marah dan kesal..[Tersenyum].." Gumam Yuuto
Lalu terdengar suara dari kepala Yuuto yang langsung membuat Yuuto merasa sedang di ajak untuk terus memainkan permainan tersebut yaitu permainan quiz.
"Itulah yang kamu pikirkan saat ini tapi apakah itu benar ?" Tanya Hollow (Berbicara lewat kepala Yuuto)
"Ahh..[Berdiri]..[Mengambil handuk]..Ada sesuatu yang membuatku merasa sedikit berbeda dengan diriku yang dulu sejak dua tahun aku berada di dunia yang mengharuskan diriku untuk bertahan hidup..[Berjalan menuju kamarnya]..Bertarung, berpikir, menjawab, mencari, berusaha, mencoba dan yang paling aku suka adalah..[Melihat sebuah kotak lalu membukanya]..Dari Professor..[Merasa senang]..[Berdiri di depan cermin besar sambil memakai pakaian sekolah]..[SFX: Jendela Terbuka Sendiri]..[Karena penasaran Yuuto melihat di luar jendela].." Gumam Yuuto
Mata Yuuto langsung bersinar terang saat melihat suasana yang di tampilkan oleh dunia begitu mengagumkan dan menakjubkan.
"..[Tersenyum]..Hal yang paling aku sukai adalah ketika sebuah quiz muncul di hadapanku..[SFX: Hembusan Angin]..[Hembusan angin membuat rambut Yuuto bergerak]..Pertanyaan apapun akan aku cari, akan aku jawab karena itu sudah menjadi hobiku dan bukannya bagus jika aku mengetahui kalau The Number sedang kesal !" Gumam Yuuto kepada Hollow
"Hmm, mungkin kamu !" Ucap Hollow
Terdengar suara handphone..[SFX: Dering Handphone]..Yuuto mengambil handphone lalu melihat nomor yang dimana nomor itu dari Professor Randolf.
"..[Mengangkat telepon]..Halo Professor !" Ucap Yuuto
"Kamu sudah boleh datang ke sekolah..[SFX: Ramai]..Semuanya sudah ada di sekolah jadi kami tunggu kedatanganmu Yuuto !" Ucap Professor Randolf
"..[Berjalan menuju pintu keluar]..[SFX: Membuka Pintu]..[SFX: Menutup Pintu]..Baiklah aku akan segera datang Professor Randolf..[SFX: Gelombang Bunyi]..Akseleration Air Step !..[SFX: Menghilang Dari Tempat].." Ucap Yuuto
[Di sekolah Hometown yang sudah selesai perbaikan]
"..[Menyimpan handphone di dalam saku celana]..Baiklah, kalian semua Yuuto akan datang dan karena kalian memakai pakaian santai..[Memanggil pelayannya]..Bawa mereka ke tempat ganti pakaian !" Ucap Professor Randolf
"Baik, Tuan Randolf..[Melihat Yuna]..Nona Yuna dan lainnya tolong ikuti saya !" Ucap Pelayan Professor Randolf
Mereka semua mengikuti pelayan Professor Randolf sedangkan ibunya Yuuto di temani oleh ayahnya Yuna supaya tidak bosan menunggu kedatangan Yuuto dan yang lainnya.
"Yuuto bukan Yuu Kazuto..[Melihat seluruh para staff sekolah memilih para siswa untuk masuk ke dalam pelatihan militer]..Wajahnya dan suaranya sangat mirip dengan mereka berdua !" Ucap Professor Randolf
"Ahh, kalau tidak salah anda dulunya berteman dengan suami dari kakakku !" Ucap Bibi Ruiki dengan nada pelan
"Hmm, lebih tepatnya aku berteman dengan keduanya !" Ucap Professor Randolf
__ADS_1
"..[Sedikit melirik kearah Professor Randolf]..Anda sudah tahu apa yang terjadi dengan mereka berdua ?" Tanya Bibi Ruiki
"Kalau tidak salah karena ledakan yang sangat besar sampai membuat tubuh mereka berdua tidak tersisa sama sekali dan akhirnya polisi menemukan Yuuto tapi mereka tidak memberikan keadaan yang terjadi disana karena beberapa polisi elit mati dalam menjalankan tugasnya..[Bibi Ruiki merasa kesal ketika mendengar ucapan Professor tapi]..Itu menurut dokumen kepolisian..[Menatap Bibi Ruiki]..Menurutmu bagaimana Nona Ruiki ?" Tanya Professor Randolf
"..[Rasa kesal langsung menghilang]..Semua yang di ucapkan oleh polisi elit dan dokumen seluruhnya adalah informasi palsu yang mereka buat sendiri itulah menurut pendapatku !" Ucap Bibi Ruiki
"Aku sepertinya sependapat denganmu tapi untuk membuka mulut mereka setidaknya kita harus memakai cara lain !" Ucap Professor Randolf
"Ha ?..[Bingung]..Apa maksudmu Professor Randolf ?" Tanya Bibi Ruiki
"Maksudku adalah maukah kamu bekerja sama denganku untuk membongkar seluruh kejadian itu ?" Tanya Professor Randolf
"..[Terkejut]..Kenapa kamu peduli dengan kejadian itu ?" Tanya Bibi Ruiki
"Karena, aku ingin menangkap orang di balik dari kejadian tersebut menurutku kejadian yang menimpa orang tua Yuuto bukanlah musibah melainkan kasus pembunuhan !" Ucap Professor Randolf dengan mata marah
"..[Tersenyum]..Dari dulu kenapa kamu tidak melakukannya bukannya kamu masih punya banyak waktu saat itu untuk mencari tahu sendiri ?" Tanya Bibi Ruiki
"Saat itu aku tidak bisa karena aku harus membesarkan putriku..[Menatap Bibi Ruiki sekali lagi]..Bukannya kamu juga begitu Nona Ruiki..[Bibi Ruiki terdiam]..Merawatnya, menjaganya bahkan mengubahnya !" Ucap Professor Randolf dengan nada sedih
"..[Mengingat apa yang sudah dia lakukan kepada Yuuto]..Sayang sekali tapi aku sudah tahu apa yang terjadi pada saat itu !" Ucap Bibi Ruiki
"Apa !..[Terkejut]..Kalau begitu apa yang terjadi dengan 5 polisi elit ?" Tanya Professor Randolf
"..[Terkejut bukan main]..Kamu pasti berbohong bukan itu kejadiannya tidak mungkin Yuuto melakukan itu !" Ucap Professor Randolf
"Mengubahnya tadi kamu mengatakan itu..[Kembali murung]..Benar aku mengubah Yuuto tapi itu semua demi kebaikan Yuuto !" Ucap Bibi Ruiki
"Kamu sangat aneh bukannya dia adalah keponakanmu !" Ucap Professor Randolf dengan nada kesal
"Professor kamu tidak tahu apa-apa tentang Yuuto, kamu tidak tahu jalan apa yang dia lalui, kamu tidak tahu apa yang berada di dalam dirinya, kamu tidak tahu apa yang dia alami selama ini dan masih banyak lagi yang bisa aku beritahu kepadamu tapi satu hal..[Menampilkan wajah menyesal dan sedih]..Yuuto yang kamu lihat adalah hasil dari usahaku selama ini selanjutnya aku menunggu usahamu Professor Randolf !" Ucap Bibi Ruiki
"..[Bibi Ruiki meninggalkan Professor Randolf dan kembali ke rumahnya]..Benar aku tidak mengetahui apapun tentang kehidupan Yuuto kecuali namanya, asalnya, tanggal lahirnya, dan nama keluarganya tapi setidaknya aku ingin kamu memberitahu semuanya !" Gumam Professor Randolf
Professor Randolf sadar bahwa semua tentang Yuuto hanya Bibi Ruiki yang mengetahuinya namun ketika mendengar ucapan dari Bibi Ruiki yang berusaha mati-matian untuk menyelamatkan Yuuto dan usahanya terbalaskan tapi hanya sifat Yuuto yang berubah bukan kehidupannya membuat perasaan campur aduk dalam dirinya Professor Randolf.
Professor Randolf sangat takjub dengan usahanya selama ini tapi usahanya belum selesai dan usaha tersebut telah di berikan kepada Professor Randolf karena itu Professor memikirkan dengan matang apa yang harus dia lakukan. Ketika melihat Yuuto dia langsung sadar akan usaha yang harus dia lakukan yaitu membantu Yuuto untuk mengalahkan The Number.
"Inilah usaha yang akan aku lakukan !" Gumam Professor Randolf
[Kembali ke Ruiki Kazuto yang sedang perjalanan menuju rumahnya]
__ADS_1
"Hahaha, kamu dasar wanita licik kenapa kamu tidak bilang bahwa usaha yang lakukan adalah usaha yang penuh penyesalan karena menerima kontrak tersebut !" Ucap Shinigami di dalam kepala Bibi Ruiki
"Benar kamu benar sekali tapi jauh di dalam lubuk hatiku..[Meneteskan air matanya]..Aku sangat ingin Yuu bahagia !" Gumam Bibi Ruiki
"Namun sayang Bibi Ruiki kamu salah memilih keputusan karena saat itu kamu menerima kontrak ini dengan niatan untuk membalas dendam kepada Hiru Okama sama seperti yang Asli lakukan saat ini. Rencana sudah berjalan kamu tidak bisa menghentikannya !" Ucap Shinigami di dalam kepala Bibi Ruiki
"Aku tahu itu..[Melihat ke luar jendela mobil]..Rasa dendam yang aku miliki kini mulai padam ketika aku melihat apa yang terjadi dengan orang lain ketika aku terus menyimpan rasa dendam ini..[Menyesal]..Aku sungguh menyesal memilih jalan yang cepat tapi memiliki resiko ketimbang jalan yang panjang tapi begitu banyak manfaatnya !" Gumam Bibi Ruiki
[Kembali ke teman-temannya Yuuto]
Karena sudah berganti pakaian dengan memakai seragam sekolah, mereka semua segera keluar dari ruang ganti lalu ada seseorang yang memberikan sebuah lencana yang dimana lencana tersebut adalah kandidat untuk dapat memasuki pelatihan militer.
"Ini bukannya lencana untuk ikut serta pelatihan militer !" Ucap Kevin yang terkejut melihat lambang lencana
"Lambang lencana ini bukannya ini termasuk pelatihan militer khusus !" Ucap Baron
"Sepertinya yang Yuuto bilang dia akan melatih kita !" Ucap Yuna
"Berarti kita bisa mendapatkan lencana ini karena Yuuto ?" Tanya Lisa
"Benar, Lisa dengan memasuki pelatihan militer kita dapat berkembang menjadi kuat !" Ucap Eina
"Lalu saat kita menjadi kuat..[Tersenyum kearah teman-temannya]..Kita pasti akan menghentikan Yuuto !" Ucap Tina
"..[Mengepal tangannya dengan kuat]..Aku pasti akan menjadi sangat kuat !" Ucap Vino
"Tunggu saja kamu Yuuto !" Gumam Ran-Ran dengan semangat yang membara
"Aku tidak meragukanmu sama sekali tapi aku juga akan ikut menghentikanmu sebelum terlambat !" Gumam Ruina
"Sama seperti mereka yang ingin menghentikanmu Yuuto. Aku juga akan menghentikanmu melakukan itu !" Gumam Machi
Tekad yang sangat kuat memberikan mereka tujuan untuk menjadi lebih kuat. Orang yang mendapatkan Lencana Pelatihan Militer Khusus adalah para 10 Pemimpin Besar termasuk Professor Jack tapi karena dia seorang Professor oleh sebab itu dia bebas masuk dalam sesi pelatihan.
Sedangkan Alicia, Xuan dan Rina masuk ke dalam kandidat seleksi pelatihan militer lalu saat akan di mulai semua orang menatap kearah langit.
"..[SFX: Hembusan Angin]..[Yuuto menggunakan pijakan yang pecah ketika menyentuhnya dan ini memiliki fungsi untuk menurunkan gravitasi beratnya sehingga bisa jatuh secara pelan-pelan]..Professor maaf membuat anda menunggu !" Ucap Yuuto
"Tidak apa-apa jadi mari kita mulai saja pemilihannya !" Ucap Professor Randolf
Semua orang terkejut melihat sosok orang yang dulunya masuk ke dalam sekolah dengan keadaan lumpuh langsung dapat berdiri tegak seperti orang sehat pada umumnya dan kini dia adalah orang yang akan memilih kandidat pelatihan militer untuk mengembangkan atau melatih kemampuan Akseleration.
__ADS_1
Bersambung...