World Quiz Online

World Quiz Online
Chapter 227: Portal Dunia Artificial World


__ADS_3

Hiru Okama masuk ke dalam laboratorium miliknya kemudian dia mengambil sebuah kotak besar lalu dia bawa kemudian diletakkan di atas meja.


"..[membuka kotak besar tersebut]..Alat AI-hard milik Agurame Asura, ini adalah alat yang menjadi pemisah antara dunia buatan dan dunia asli..[tersenyum]..kamu sudah melakukan tugas dengan baik, Agurame!”


Hiru meletakkan AI-hard tersebut ke sebuah tempat yang terlihat begitu banyak kabel yang mana dari


kabel-kabel tersebut langsung bergerak dengan sendirinya masuk ke dalam lubang-lubang dari AI-hard yang mana lubang tersebut seharusnya untuk mengaktifkan kembali AI-hard tersebut.


Hiru mulai menyalakan mesin tersebut lalu mulai muncul sebuah titik-titik berwarna biru di seluruh bagian


peta dunia kini senyuman puas terlihat di wajahnya Hiru Okama. AI-hard mulai aktif kembali dengan disertai gelombang bunyi yang alat tersebut pancarkan sangatlah tinggi hingga membuat seluruh ruangan mulai bergetar tapi Hiru sudah tahu kalau ini akan terjadi karena itu seluruh ruangan sudah sangat kuat untuk menahan gelombang bunyi tersebut.


Hiru mengeluarkan gelombang bunyi lalu alat AI-hard menyerap gelombang bunyi tersebut kemudian getaran


mulai terjadi lagi kini sebuah portal kecil mulai muncul dari belakang alat AI-hard yang mana keluarlah tiga makhluk suci yang mana dari Dunia Artificial World yaitu Kuro Sang Pemilik Secret Dungeon, Nekora Sang Pemilik Special Guide dan Four Human-AI.


Kuro, Nekora dan Four Human-AI merasa terkejut karena mereka kini berada di dunia nyata bahkan kewaspadaan mereka kini tertuju kepada sosok di depan mereka yang memiliki Aura sangat mengerikan.


“Salam dan selamat datang di Real World jadi apa kalian senang?”


Tanya Hiru yang membuat tiga makhluk suci tersebut merasa bingung lalu Four Human-AI yang terdiri dari Erichi, Aini, Yusan dan Kashin mulai merasakan Aura Agurame Asura dari sebuah alat yang pernah dia pakai yaitu AI-hard.


"Kalau tidak salah dunia kami sudah hancur karena kematian pencipta kami jadi bagaimana bisa kami kembali hidup seperti ini?"


Tanya Erichi sambil memegang pedangnya karena dia tidak mau kewaspadaannya turun dari hadapan musuh yang sangat kuat di depannya


"AI-hard milik Agurame Asura menyimpan setiap data dari monster atau ciptaannya yang berarti kalian hanya menghilang bukan musnah..[wajah bahagia]..kalian terlihat begitu nyata dan Kuro, Nekora wujud kalian masih seperti itu?"


Ucap Hiru yang kaget melihat wujud dari Kuro dan Nekora yang berwujud kucing terbang dengan bulu silver dan naga kecil berwarna biru.


"Aku merasakan bau darah yang sangat pekat darimu monster..[menunjukkan taringnya lalu wujudnya berubah menjadi ukuran harimau pada umumnya namun dengan warna bulu silver]..katakan kepadaku apa yang terjadi di luar sana?"


Tanya Nekora yang wujudnya masih belum sempurna namun Aura yang Nekora keluarkan sangatlah tinggi namun ruangan tersebut sudah Hiru amankan dengan Aura miliknya jadi tidak ada siapapun dari luar sana yang bisa merasakan Aura mau sebesar apapun itu.


"Nekora tidak biasanya kamu menjadi agresif seperti itu!..[menatap Hiru sambil bergumam]..memang benar bau darah dari orang ini bisa aku rasakan bahkan dengan jarak seperti ini seakan-akan aku berendam di kolam yang penuh akan darah!"


Gumam Kuro yang masih tenang dengan keadaan yang terjadi namun Nekora masih menunjukkan taringnya yang tajam itu kepada Hiru yang bahkan jauh lebih kuat darinya.


"..[matanya melas menatap Nekora]..Apa kalian tidak memiliki rasa haus akan darah manusia?"


Tanya Hiru yang masih membuat mereka semua yang ada di sana kebingungan dengan pertanyaan yang Hiru berikan.


"Apa maksudmu?"

__ADS_1


Erichi balik menjawab pertanyaan dari Hiru yang mana membuat satu orang yang berbahaya ini mulai menunjukkan wajah marahnya yang terlihat begitu tenang namun sangat marah.


"Ahhh..[tekanan yang sangat tinggi membuat 3 makhluk suci merasakan tekanan tersebut]..Agurame sialan kenapa kamu membuat mereka seperti ini..[merasakan haus darah dari berbagai negara, kota maupun desa]..terserah, kalian tidak berguna sama sekali untukku lagipula masih banyak monster yang aku panggil ke dunia ini dan mereka lebih baik daripada kalian!"


Ucap Hiru sambil merantai mereka semua dengan rantai yang sangat kuat dari gelombang bunyi bahkan tubuh mereka sama sekali tidak bisa melepaskan rantai tersebut dengan seluruh kekuatan yang mereka keluarkan.


"Tch...Kuro apa kamu merasakan Aura ini?"


Nekora melakukan telepati dengan Kuro yang mana dia merasakan Aura yang sangat dia kenali dan sangat akrab dengan Aura tersebut.


"Aku merasakannya memang benar saat ini kita berada di Real World sebagai buktinya kita bisa merasakan Aura Yuuto..[mengingat penampilan Yuuto]..namun saat ini dia sedang melawan musuh bukan lawan yang sembarangan sepertinya saat ini sedang terjadi perang besar!"


Ucap Kuro melalui telepati kepada Nekora kemudian telepati tersebut diikuti oleh Erichi, Aini, Yusan dan Kashin.


"Ini sangat bahaya..[melihat Hiru memperhatikan peta dunia]..sepertinya monster-monster dari dunia kita yang akan haus darah mulai bermunculan di dunia ini!"


Ucap Erichi melalui telepati lalu Aini mulai ikut bicara juga.


"Yang berarti saat ini Real World sedang dalam bahaya!"


Ucap Aini melalui telepati lalu dia melihat Kashin yang berusaha membekukan rantai tersebut namun tidak berhasil begitupun dengan Yusan yang berusaha menghancurkan rantai itu dengan kekuatannya lagi namun sama sekali tidak menunjukkan kerusakan.


Nekora memberontak dengan mengeluarkan auman singanya dengan sangat keras membuat ruangan bergetar lalu Hiru yang merasa terganggu dengan hal itu mulai mendorong Nekora dari jarak jauh dengan menggunakan tangan kanannya yang seakan-akan mendorong ke dinding hingga dinding tersebut hancur karena hantaman tubuhnya Nekora.


"Apa kamu serius Nekora kalau kita lakukan bisa saja seluruh pasukan yang sedang bertarung akan pingsan!"


"Tapi kita belum tahu apakah jumlah yang sangat banyak itu adalah musuh atau kawan jadi mari kita lakukan saja kalau bisa tekan Aura milikmu!"


Kuro dan Nekora berdebat namun akhirnya Kuro setuju dengan usulan dari Nekora tetapi Hiru hanya tertawa melihat perilaku mereka berdua.


"Hahha..[mendekati Nekora kemudian menginjak kepalanya Nekora ke lantai]..asal kalian tahu walaupun kalian berubah ke wujud asli kalian..[SFX: Aura]..[Aura yang sangat mengerikan dan berbahaya mulai Hiru keluarkan sontak hal itu membuat Nekora, Kuro dan Four Human-AI menahan diri untuk tidak melawan]..diam dan jangan mengganggu kesenanganku!"


Ucap Hiru yang langsung membuat Nekora berhenti memperlihatkan taringnya namun tekad dari Nekora masih ada hanya saja dia tidak bisa melawan sosok di depannya yang sangat kuat itu.


"Bagus..[mengelus kepala Nekora]..kamu menjadi lebih menurut kalau sudah aku lakukan seperti ini jadi kalian diam saja di sini..[SFX: Gelombang Bunyi]..Akseleration Manipulation: Portal Artificial World!"


...


Pertarungan Yuuto melawan A01 masih berlanjut dengan masing-masing dari mereka yang mana sedikit terluka lalu pertarungan berhenti dengan munculnya sebuah portal dari atas mereka yang berjumlah banyak begitupun di bagian bawah.


"..[mencekik leher Ryzen]..Apa yang sedang terjadi?"


Graundila mencekik leher Ryzen yang wajahnya sudah berlumuran dengan darah yang mana ini adalah kekalahan Ryzen melawan manusia terkuat begitupun dengan Hermes yang terluka parah akibat dari serangan Helix.

__ADS_1


"Buang mayat mereka ke lautan lalu mari kita kembali ke markas untuk melihat keadaan One!"


Ucap Helix dengan wajah yang penuh dengan darah dari Hermes kemudian tubuh Ryzen dan tubuhnya Hermes di jatuhkan ke lautan hingga tubuh mereka tenggelam ke dalam lalu Graundila dan Helix langsung menghilang.


Dari lautan yang sudah sangat ganas tiba-tiba dari permukaan air langsung muncul wajah Ryzen dengan Michel yang menopang tubuhnya Ryzen supaya tidak tenggelam begitupun dengan tubuhnya Hermes yang Mayuri lakukan hal serupa seperti Michel namun dengan satu tangan membuatnya susah untuk berenang.


"Mayuri-chi apa Hermes masih hidup?"


Teriak Michel yang khawatir dengan keadaan dari Hermes lalu dengan keadaan tubuh yang sedikit baik dengan lantang, Mayuri menjawab.


"Tenang saja, Hermes masih bernapas mari kita segera menjauh dari sini..[bernapas terengah-engah]..Michel aku akan menggunakan Akseleration untuk membantuku berenang, kita menuju Pulau Timur!"


Teriak Mayuri kemudian dia menyelam dan langsung mendorong diri menuju ke Pulau Timur dengan bantuan Akseleration begitupun dengan Michel. Mereka berempat menuju ke Pulau Timur untuk meminta bantuan sedangkan hanya Yuuto yang masih berada di pulau markas musuh sambil menyaksikan portal-portal yang keluar monster.


"..[bingung]..Apa yang terjadi?..[bingung]..bagaimana mungkin?..[menatap A01]..jawab pertanyaanku, apa yang sebenarnya terjadi?"


Yuuto mulai panik karena dia melihat monster-monster yang sangat dia kenali dari Dunia Artificial World lalu A01 menjawab dengan senyuman puas dan kagum.


"Tuanku kamu adalah makhluk yang sangat hebat, aku sebagai hambamu merasa bahagia karena dapat melayani dirimu!"


A01 memuja Hiru Okama dengan seluruh hatinya dan itu membuat Yuuto mulai sadar dengan apa yang terjadi karena dia bisa begitu banyak portal yang muncul yang mana kemungkinan portal ini juga muncul di seluruh kota.


"Markas..[mencari dan melihat di sekeliling hutan]..di mana markas mereka..[melihat Graundila dan Helix bergerak menuju ke suatu tempat]..mereka..[matanya menajam]..[Yuuto tidak mempedulikan A01 yang sudah tidak memiliki niat untuk bertarung lagi karena itu Yuuto mengejar secara diam-diam dari belakang Graundila dan Helix]..mereka..[kesal]..sialan!"


Yuuto khawatir dengan keadaan Marga Ery namun keadaan tidak bisa membuatnya untuk memeriksa keadaan mereka kini Yuuto menuju ke markas musuh dengan membuntuti Graundila dan Helix. Mereka berdua berhenti di sebuah tempat lalu menghilang secara tiba-tiba membuat Yuuto langsung tahu kalau itu adalah markas mereka dengan kekuatan penuh di arahkan ke pedangnya, Yuuto menebas markas itu sambil menghantamkan dirinya ke markas tersebut hingga hancur.


"..[SFX: Duaaarrr]..Hiru Okama!..[SFX: Api Hitam]..jawab pertanyaanku, apa yang sedang kamu lakukan kepada dunia ini?"


Tanya Yuuto dengan mengeluarkan seluruh Aura miliknya begitupun dengan api hitamnya yang membuat seluruh hutan terbakar.


Graundila dan Helix menunduk kepada Hiru yang sedang menatap peta dunia digital yang menampilkan titik-titik biru di setiap negara. Tiga makhluk suci terkejut melihat Yuuto yang mana berwujud serba hitam dengan memiliki Aura yang sama seperti Hiru Okama namun berbeda level.


"..[melihat ke arah Yuuto]..Kamu bukanlah dia, kamu masih belum bangun padahal ini lagi seru-serunya!"


"Apa yang seru dengan hal ini Hiru Okama!"


Yuuto menyelimuti pedang miliknya dengan api hitam kemudian Graundila dan Helix menghalangi dirinya begitupun dengan A01 yang langsung muncul di atas dengan ribuan tombak di atasnya. Yuuto akan melawan tiga orang yang sangat kuat dengan satu orang yang masih belum berniat melakukan pertarungan.


"Jangan menghalangiku dasar kalian para bajin*an!"


Teriak Yuuto yang langsung mengeluarkan seluruh kekuatannya untuk melawan tiga orang ini, kini bentrokan akan terjadi lagi dan Yuuto semakin terkejut lagi ketika melihat tiga makhluk suci berada di depannya. Yuuto mulai bentrokan dengan Graundila, Helix dan A01 yang mana pertarungan menjadi lebih sengit lagi.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2