
Cuplikan Chapter 119.
"Selamat menikmati videonya..[Tersenyum]..Aku ada sesuatu yang harus aku lakukan jadi nikmati video itu sampai aku kembali..[Pergi dari ruangan Yuuto]..Jaga rumah !" Ucap Hiru
Hiru meninggalkan Rumah Lab/Gedung Lab dengan senyuman bahagia karena dia akan bertemu sosok yang mengisi hatinya saat ini walaupun sebenarnya niat Hiru yaitu ingin mempertahankan mentalnya supaya tidak kacau. Hiru pergi ke rumah keluarga Yamada menggunakan mobil yang sopirnya bawa, berharap ketika bertemu dengan Ruiki dapat menguatkan dirinya.
Mobil dibawa dengan kecepatan standar yang mana tidak perlu waktu lama untuk sampai di rumah keluarga Yamada ketika sampai di rumah kedua orang tua Yamada. Hiru menyiapkan dirinya untuk bertemu sosok yang dia cintai.
"..[Hiru mendekati pintu rumah]..[SFX: Tok Tok]..Permisi !" Ucap Hiru
Tidak perlu waktu lama, ada seseorang yang turun dari tangga dan langsung membuka pintu..[Hiru Kaget]..Ternyata yang membuka pintu adalah Ruiki, sosok yang dia cintai..[Gugup]..Perasaan tersebut membuat Hiru yang seorang psikopat mampu merasakannya dengan yakinnya dia menganggap bahwa hanya Ruiki yang dapat mempertahankan mentalnya.
"Ruiki...!" Ucap Hiru dengan gugup
"..[Tersenyum]..Hiru ada apa kamu datang ke sini..[Tidak melihat kakaknya maupun yang lain]..Kamu datang sendirian ?" Tanya Ruiki
"..[Balas senyumannya]..Iya aku datang sendiri saat ini mereka sedang mengerjakan Project dan itu tidak boleh di ganggu oleh siapapun..[Menggaruk kepalanya sambil menundukkan kepalanya]..Aku datang ke sini hanya ingin mengucapkan itu !" Ucap Hiru
"Dan kamu orang penting yang seharusnya selalu berada di Project kenapa harus datang ke sini bukannya bisa menyuruh Agurame ?" Tanya Ruiki
Ruiki menggunakan baju santainya yang mana membuat Hiru menyukai penampilannya walaupun begitu dia tidak berani terus-menerus menatap pakaian yang Ruiki kenakan karena Hiru tidak mau di anggap sebagai orang mesum.
"Menurutmu aku orang yang penting ?" Tanya Hiru dengan senyum sekaligus gugup
"..[Bingung]..Hiru kamu tidak seperti biasanya..[Hiru kaget]..Dirimu yang dulu lebih tegas ketika menjawab daripada terus menampilkan senyuman palsu yang saat ini kamu lakukan !" Ucap Ruiki
"..[Memalingkan wajahnya]..Bukannya sikapku yang seperti itu membuatmu kesal ?" Tanya Hiru
"..[Bersandar di samping pintu]..Itu dulu sekarang aku menyukainya !" Ucap Ruiki sambil tersenyum
"..[Menghela napas]..Kalau begitu aku tidak perlu merubah sikapku ini !" Ucap Hiru dengan senyuman kecilnya
Ruiki yang melihat sikap Hiru yang tiba-tiba berubah membuatnya salah tingkah sekaligus dia malu.
"Kalau begitu aku pulang dulu !" Ucap Hiru
"Pulang..[Bingung]..Jangan dulu ada sesuatu yang ingin aku tanyakan kepadamu..[Malu-malu]..Ini soal kita berdua bukannya kita harus saling kenal satu sama lain ?..[Super malu]..Aku sudah lama tidak bertemu denganmu jadi saat ini aku ada waktu luang maukah kamu..." Ucap Ruiki yang tiba-tiba terpotong
__ADS_1
"..[Mendengarkan Ruiki berbicara]..Sikapnya, sifatnya, perilakunya..[Ingin menangis]..Aku bahagia karena ada seseorang yang mencintai diriku tapi apa aku pantas untuknya..[Ruiki terus berbicara]..[Mendekati Ruiki lalu menciumnya].." Gumam Hiru yang langsung memotong ucapan Ruiki
Dua bibir saling menyentuh dengan lembut, Ruiki hanya bisa terdiam ketika Hiru menciumnya. Ciuman antar mereka berdua terjadi hanya sekian detik saja.
"..[Melepaskan ciumannya]..Maaf aku melakukannya secara tiba-tiba kalau kamu tidak suka aku tidak akan melakukannya lagi !" Ucap Hiru sambil malu-malu
"..[Memegang bibirnya]..Tidak adil..[Hiru bingung]..[Menarik kerah baju Hiru]..[Ruiki mencium balik Hiru dan itu hanya terjadi beberapa detik saja]..[Melepaskan ciumannya]..[Malu]..Seharusnya kamu lakukan ini ketika aku siap jadi aku membalasmu seperti yang kamu lakukan..[Menatap kedua mata Hiru yang mana pipinya memerah seperti tomat]..Maaf sebenarnya aku tidak ada waktu luang jadi lain kali saja..[Menutup pintunya]..[Membuka pintu]..Bye-Bye Hiru !..[Kembali menutup pintunya lagi].." Ucap Ruiki
"..[Jongkok seperti anak kecil]..Panas..Ahhh..Kepalaku panas !" Ucap Hiru sambil menutup matanya
"Tuan kita sudah tidak punya waktu lagi..[Melihat jam]..Mari kembali !" Ucap Sopirnya
"..[Berdiri]..Kamu benar saat ini hatiku sudah lebih baik !" Ucap Hiru
Hiru kembali ke mobilnya lalu meninggalkan rumah tersebut. Di lain sisi tepatnya di jendela rumah, Ruiki melihat Hiru pergi.
"..[Duduk sambil menutup wajahnya]..Haaaa, itu tadi sangat memalukan !..[Menatap langit-langit rumah]..Tapi aku benar-benar mencintainya !" Gumam Ruiki
Hiru pulang ke Rumah Lab dengan perasaan gembira ketika melihat kondisi Yuuto di ruangan khusus tiba-tiba raut wajahnya berubah. Terlihat penampilan Yuuto yang mengerikan ketika lampu dinyalakan telinga kanan-kiri berdarah begitupun dengan kedua matanya.
"Cih, kamu terus menutup mata dan akhirnya kamu menerima setruman listrik secara terus-menerus dasar bodoh..[Menarik rambut Yuuto]..Kau kira hanya dengan berdarah seperti itu dapat membuatmu mati jangan berpikir seperti itu..[Hiru membuka matanya Yuuto]..Dengarkan aku, selama masih ada aku di sini jangan harap kamu bisa mati !" Ucap Hiru
"..[Kaget]..bagaimana kamu bisa sembuh ?..[Bingung]..Dan..Dan..[Tertawa]..Kamu, bukan sifatmu sudah hampir sama seperti diriku !" Ucap Hiru
"Menyiksa ayahku sampai seperti itu apakah kamu tidak takut akan kematian ?" Tanya Yuuto
"..[Menatap Yuuto]..Apa yang kamu bicarakan, aku sama sekalit tidak takut akan kematian..[Kesal]..Cih, ketika mulutmu bisa berbicara rasanya aku sangat kesal !" Ucap Hiru
"Benarkah kalau begitu aku senang dapat membuatmu kesal !" Ucap Yuuto sambil tersenyum darah
"..[Mengambil rekaman]..Saat ini ayahmu masih hidup dan kamu ingin dia di siksa seperti apa ?" Tanya Hiru
"Pergi kau ke neraka dasar bajin*an !" Ucap Yuuto
Yuuto meludahkan darah kewajahnya Hiru.
"..[Tersenyum]..Saat ini kamu beruntung karena hatiku masih dalam keadaan baik dan aku tidak ingin merusaknya untuk saat ini jadi besok aku akan menyiksa habis-habisan ayahmu !" Ucap Hiru dengan mata jahat
__ADS_1
"Ayah bertahanlah, AKU PASTI AKAN MEMBUNUH HIRU OKAMA !" Teriak Yuuto
"Cih..[Memukul kepala Yuuto sampai pingsan]..Dasar bocah bagaimana kamu bisa membunuhku kalau keadaanmu masih seperti ini..[Kesal]..Haaa, saat ini aku tidak mood lebih baik aku makan kemudian tidur !" Ucap Hiru
Di lain sisi, suara teriakan Yuuto membuat seisi ruangan terdengar.
"Yuu dia masih hidup..[Merasa lega]..Syukurlah..[Lelah]..Hiru memberi kami makan hanya setiap malam saja lalu bagaimana dengan yang lain !" Ucap Agurame
"..[Memukul-mukul pintu]..Keluarkan aku Okama, apa yang kamu lakukan kepada Yuu jangan kamu paksa dia menjadi seorang pembunuh dasar bajin*an..[Urat muncul di lehernya]..Okama !!!" Teriak Yamada
Hiru yang mendengar teriakan Yamada seketika dia ke ruangannya lalu menyalakan mic.
"Yamada jangan membuatku tambah kesal saat ini aku memberikanmu makan dan minum secara teratur bahkan lampu di ruanganmu selalu aku nyalakan tapi kamu tidak berterima kasih kepadaku sama sekali..[Matanya memerah]..Aku akan membunuh suami dan anakmu jika kamu teriak lagi !" Ucap Hiru
"Kalau begitu..[Menatap CCTV dengan tatapan tajam]..Bunuhlah mereka dan aku akan bunuh diri, Hiru lebih cepat lebih baik daripada membiarkan kedua keluargaku tersiksa karena dirimu itu dan membuat Yuu mengucapkan kata-kata seperti itu..[Marah]..Hiru kamu benar-benar sudah menjadi seorang bajin*an !" Teriak Yamada
"Diam kau Yamada !..[Teriak Hiru dengan sangat keras]..Baiklah jika kamu menginginkan kematian lebih cepat, aku akan membunuh mereka !" Teriak Hiru
Teriakan Hiru di Mic sampai membuat seluruh ruangan terdengar.
"Hiru hentikan jangan lakukan itu !" Teriak Agurame
"..[Berusaha mengeluarkan suara]..Hiru kamu bajin*an !" Ucap pelan Nisuta yang masih terluka parah
Tiba-tiba suara mic seperti di sadap oleh seseorang yang mana Yamada dan Agurame tidak tahu suara siapa itu tapi Hiru dan Nisuta tahu siapa suara tersebut.
"Hiru diamlah dan ikuti semua apa yang aku katakan kepadamu !" Ucap Voice Head
Tiba-tiba kepala Hiru berdengung lalu tubuhnya terjatuh ke lantai sambil memegang kepalanya yang merasakan rasa nyeri dan pusing yang luar biasa.
"Voice Head apa yang kamu lakukan kepadaku !" Teriak Hiru
"Siapa kamu !" Teriak Yamada
"Aku...[Hiru terbaring lemas dan tiba-tiba pingsan di lantai]...Aku sangat ingin memberitahumu Yamada tapi itu akan merusak waktu tapi yang pasti aku adalah seseorang yang sangat dekat dengan kalian semua jadi tidurlah kalian..[Tiba-tiba mereka semua merasa pusing lalu tertidur lelap]..Esok adalah waktu penyiksaan lagi untuk Nisuta lalu seterusnya sampai Yuu tidak punya siapapun lagiĀ !" Ucap Voice Head
Keadaan Rumah Lab langsung sunyi karena Voice Head membuat mereka semua tertidur tapi Hiru dibuat pingsan oleh Voice Head dan sepertinya penyiksaan akan lebih sadis lagi.
__ADS_1
Bersambung...