
Cuplikan Chapter 176.
"Lebih tepatnya masa depan kota ini dan aku melihat dirimu yang tersiksa karena melindung kota ini !" Ucap Ria
"..[Tahu akan ucapan Ria sangat serius]..Bisakah kamu memberikan detailnya kepadaku ?" Tanya Yuuto
Ria duduk di kasur sedangkan Yuuto duduk di lantai dengan wajah yang sangat penasaran dengan ceritanya Ria.
"Sebelum itu ada yang ingin aku bicarakan denganmu !" Ucap Ria
"Apa yang ingin kamu bicarakan ?" Tanya Yuuto
"Kamu ini tahu siapa aku bukan ?..[Yuuto hanya diam]..Ketika aku memperkenalkan diri seketika raut wajahmu berubah ketika mendengar kata Asteria lalu kamu mempercayai semua ucapanku tentang yang bisa meramal masa depan, siapa kamu ?" Tanya Ria
"Gadis menyebalkan yang tadi hanya bisa menyusahkan orang lain tiba-tiba berubah sikap karena dirinya saat ini sudah berada di telapak tangan orang ini bukankah begitu putri !" Ucap Yuuto
"..[Menahan rasa paniknya]..Apa yang kamu inginkan dariku ?" Tanya Ria
"..[Mendekati Ria]..[Ria ketakutan]..Kamu tidak bisa memanggil pertolongan..[Ria hanya bisa terdiam]..Tidak memiliki kekuatan untuk melawan yang bisa kamu lakukan saat ini adalah membalas budi yang sudah aku lakukan kepadamu..Hmm..Seperti balas budi dengan tiga orang bejat tadi. membiayai makanan dan tempat istirahat jadi..." Ucap Yuuto
"Yang dia katakan benar, aku terlalu ceroboh dengan festival selama ini aku sudah lama tidak merasakan banyak hal seperti makanan dari kota lain, suasana dan berbagai orang tapi sialnya aku bertemu dengan orang yang akan memanfaatkan keadaan seperti ini karena aku seorang putri..[Kesal]..Sebenarnya aku ingin merasakan kebebasan tapi semua itu akan berhenti di sini..[Yuuto menyentuh pinggangnya]..[Menutup matanya]..Diriku berakhir di sini !" Gumam Ria
"..[Mengangkat Ria lalu meletakkannya di kursi]..[Ria bingung]..Kenapa denganmu..[Melihat kasurnya]..Tch, kasurnya sampai berantakan seperti ini sudah kamar dibayar oleh orang lain bukankah tidak enak kalau tidak menikmatinya..[Yuuto orang yang menghargai pemberian orang lain]..Kamu duduk di sana dulu !" Ucap Yuuto
"Ehh, kamu yakin ?" Tanya Ria
"Tentang apa ?" Tanya Yuuto sambil membereskan tempat tidurnya
"Itu..[Membuka setengah pakaiannya]..Seperti ini !" Ucap Ria
"Ha ?..[Sadar apa yang ingin Ria bicarakan]..[Menghela napas]..Kamu ini menganggapku busuk seperti orang yang di gang sempit tadi ?" Tanya Yuuto
"Tidak..[Bingung]..Habisnya, aku..aku.." Ucap Ria yang kebingungan
"..[Duduk di kasur]..Dengarkan, aku ini bukan orang yang akan melakukan hal busuk seperti itu !..[Ria menatap Yuuto dengan penuh kekaguman]..Jujur ketika pertama kali melihatmu, aku terpana akan sosokmu yang menyerupai boneka pajangan sungguh waktu itu kamu sangat cantik dan imut..[Wajah Ria memerah]..[Yuuto tersenyum lalu mengubah sikapnya menjadi biasa saja]..Sampai aku tahu sikapnya tidak sesuai dengan karakteristiknya !" Ucap Yuuto dengan tatapan biasa
"Jahat sekali..[Yuuto memakaikan pakaiannya kembali]..Terima kasih !" Ucap Ria
"Memang itu kenyataannya kamu ini Tuan Putri yang sangat merepotkan !..[Ria tertawa]..Jadi sudahkah kamu bersikap pura-pura seperti itu jangan menarik perhatian dengan cara itu !" Ucap Yuuto
"Hmm, jadi kamu sudah mengetahuinya !" Ucap Ria
"Aku sudah mengetahuinya saat di jalan tadi kamu ini sedang kabur dari siapa ?" Tanya Yuuto
"Dari penjaga..[Menghela napas]..Kamu ini benar-benar cowok yang aneh dari semua yang aku lihat ketika bertemu dengan seorang putri akan memanfaatkan semua keadaan bahkan keluargaku melakukannya..[Yuuto hanya diam].." Ucap Ria
"Hmm, tadi kamu merasa itu akan pertama kalinya untukmu dan kamu akan hancur karena aku sudah merebut semuanya darimu..[Wajah Ria memanas]..Jadi intinya kamu ini seperti alat yang terus dimanfaatkan orang lain bahkan keluargamu..[Ria ingin bicara tapi Yuuto terus mengungkapkan semuanya]..Alat yang terkurung dan hanya bisa di lepas ketika ada butuhnya saja, tidak tahu dunia luar, tidak bisa memilih mana yang baik dan mana yang jahat, cenderung mencari perhatian dari orang lain dan ujung-ujungnya hanya bisa membahayakan dirinya saja !..[Ria menahan diri]..Selama kamu bersamaku, kamu bebas melakukan apapun yang kamu inginkan !" Ucap Yuuto
"Benarkah..[Semangatnya kembali]..Apapun !" Ucap Ria
__ADS_1
"..[Tersenyum]..Selama kamu menjawab semua pertanyaanku !" Ucap Yuuto
"Baiklah akan aku jawab semuanya !" Ucap Ria dengan senyuman
"Untuk memastikannya apa benar kamu putri dari Kota Asteria yang mana bisa meramalkan masa depan dan ramalanmu itu pasti akan terjadi ?" Tanya Yuuto
"Aku Putri Ria Asteria dari Kota Asteria yang bisa aku lakukan adalah meramalkan masa depan ini sudah terbukti !" Ucap Ria dengan serius
"Kenapa kamu berpura-pura ceroboh ?" Tanya Yuuto
"Penampilanku ini sudah pasti membuat semua orang akan memandangku sebagai seseorang yang tinggi jadi dengan membuat diriku ceroboh pasti orang akan melihatku sebagai orang yang setara !" Ucap Ria
"Dan pura-pura itu menuju ke bahaya !" Ucap Yuuto
"Benar sekali kalau anda tidak menolong saya waktu itu pasti saya sudah tidak berada di Kota Asteria lagi bahkan keluarga saya akan membuang saya layaknya sampah !" Ucap Ria
"Apa kamu melihat dengan kedua matamu sendiri kalau keluargamu itu membencimu ?" Tanya Yuuto
"..[Menundukkan kepalanya]..Belum pernah selama ini saya hanya melihat dari perilakunya kepada saya seperti mengabaikan diriku !" Ucap Ria
"Mengabaikan dirimu ?..[Yuuto menunjukkan jarinya ke arah Ria]..Pakaian, rambut, kesehatanmu, kebersihan, umurmu, ukuranmu, keamananmu !" Ucap Yuuto
"Apa maksudmu ?" Tanya Ria
"Kasih sayang orang tuamu itu lewat dari seorang pelayan !" Ucap Yuuto
"Ha ?..[Mengingat kedua pelayan perempuan di sekitar ruangannya saat meramal]..Mery dan Chery !" Ucap Ria
"Apakah Mery dan Chery yang memberitahunya ?" Tanya Ria
"Apakah dua pelayan itu perempuan ?" Tanya Yuuto
"Benar bahkan mereka adalah teman masa kecilku..[Sadar]..Selama ini akulah yang tidak menyadarinya !" Ucap Ria
"Lalu coba paksa dirimu untuk mengingat apa yang selama ini kedua teman masa kecilmu katakan ketika di ruanganmu !" Ucap Yuuto
[Flash Back]
"Putri ini adalah pakaian dari Ratu katanya ini bagus untukmu saat di perjamuan nanti !" Ucap Mery
"Putri ini adalah makanan yang Ratu dan Raja rekomendasikan untuk kesehatanmu !" Ucap Chery
...
"Ini cocok sekali Putri bahkan warnanya adalah kesukaan Putri memang Raja dan Ratu tidak salah pilih kalau kesukaan Putri !" Ucap Mery
"Putri jangan terlalu lama di taman saat ini Ratu dan Raja tidak bisa terus mengawasimu !" Ucap Chery
...
__ADS_1
"Putri selalu jaga kebersihan ruanganmu nanti Raja dan Ratu bisa marah loh !" Ucap Mery
"Selamat ulang tahun Putri walaupun ayah dan ibumu tidak di sini tapi mereka menitipkan pesan untukmu yaitu..."Selamat ulang tahun Putriku !"..." Ucap Mery dan Chery
[Kembali ke Ria dan Yuuto]
"Selama ini..[Menangis]..Mereka peduli, selama ini akulah yang menjauhkan diri dari mereka !" Ucap Ria
"Kasih sayang orang tua itu terkadang aneh tapi penuh makna !" Ucap Yuuto
"..[Mengangguk]..Kamu benar..[Mengelap air matanya]..Orang tuaku sungguh aneh !" Ucap Ria sambil tulus tersenyum
"..[Tersenyum kecil]..Ria untuk pertanyaan terakhir bisakah katakan kepadaku apa yang kamu lihat dari masa depanku !" Ucap Yuuto
"Ahh, benar..[Menarik kursinya mendekati Yuuto]..Maaf..[Menatap Yuuto]..Aku akan sekali lagi melihat masa depanmu !..[Yuuto membiarkan Ria menatap matanya]..[Mengembungkan pipinya]..Asal kamu tahu walaupun aku kecil tapi umurku sudah 15 tahun !" Ucap Ria
Ria menggunakan kemampuannya lalu dia melihat sebuah masa depan yang mana hanya ada bayangan api hitam serta suara. Dua bayangan api hitam yang mana satunya suara Yuuto dan yang satunya suara yang Ria tidak tahu siapa dia.
Ria melihat sekeliling kalau Kota White House hancur lembur di bagian tengahnya lalu dia melihat bayangan hitam yang mana itu adalah suara Yuuto seketika dia mengamuk mengeluarkan sayap hitam dengan kobaran api hitam lalu menatap Ria dengan mata hitam kosong.
"..[Matanya berkedip cepat lalu ketakutan]..Ha..Ha..Ha..Ha..Ha..[Menutup mulutnya]..Apa itu kenapa aku merasakan hawa yang sangat mencekam dan penuh penderitaan..[Berpikir]..Yuuto apa dia mengalami siksaan atau apa..[Lelah]..Selama ini aku tidak pernah mengalami hal ini ketika meramal sesuatu..[Menatap Yuuto]..[Yuuto diam tanpa kedip]..Yuuto !" Ucap Ria dengan pelan
[Di dalam pikirannya Yuuto]
"..[Semuanya gelap]..Dimana aku !" Teriak Yuuto
"Bagaimana kamu bisa sampai di sini ?" Ucap suara misterius
"Siapa kamu ?" Teriak Yuuto
"Kembalilah ke dirimu..[Yuuto merasa dirinya terhisap oleh sesuatu]..Merepotkan sekali, kenapa kemampuan spesial selalu muncul !" Ucap suara misterius
[Kembali Ke Yuuto dan Ria]
"..[SFX: Plakk]..[Ria menampar Yuuto dengan keras di kasur]..Apa yang terjadi ?" Tanya Yuuto dengan Ria di atas tubuhnya
"..[Panik]..Syukurlah kamu sadar !..[Malu akan posisinya]..Ahhh, maaf !" Ucap Ria
"Tidak apa-apa !..[Melihat tangannya yang gemetar]..Sebenarnya itu apa ?" Gumam Yuuto
"Yuuto akan aku jelaskan apa yang aku lihat di masa depan walaupun samar-samar tapi ini sangat penting !" Ucap Ria
"..[Berdiri]..Tidak perlu, aku tidak perlu mendengarnya lagi..[Menuju ke pintu]..[Ria bingung dengan perubahan sikapnya Yuuto]..Masa depan biar saja terjadi menurutku seperti itu, aku tidak mau mengubah takdir !" Ucap Yuuto
Ketika Yuuto membuka pintu kamarnya tiba-tiba Yuna, Tina, Eina dan Lisa berada di hadapannya lalu mereka melihat Ria di tempat tidur Yuuto dan pakaian Yuuto yang kancingnya sedikit terbuka.
"Ahhh, ini salah paham..[SFX: Pak].." Ucap Yuuto
Yuuto kena pukulan dari mereka berempat dan akhirnya malam itu Ria menjelaskan semuanya dan Yuuto selamat dari hukuman matinya.
__ADS_1
Bersambung...