World Quiz Online

World Quiz Online
Chapter 95: Rencana Pergi Ke Jepang


__ADS_3

Seorang wanita datang ke klinik lalu dia mencari ruangan Dokter Ruiki..[SFX: Tap-Tap]..Membuka pintu dengan perlahan, mencoba menarik napas lalu menghembuskannya ada perasaan lega yang muncul di dalam hatinya.


"..[Membuka pintu sampai terbuka lebar]..Dokter..Dokter..[Menangis]..[Duduk di lantai sambil mengusap air matanya namun air matanya terus mengalir tanpa henti]..Maaf, Dokter Ruiki karena memperlihatkan hal seperti ini di depan anda !" Ucap Pasien


"..[Membalikkan kursinya]..Kenapa kamu meminta maaf ?..[Berdiri lalu mendekati pasiennya]..[Menunduk]..Seharusnya kamu mengucapkan terima kasih dan aku akan membalas sama-sama itulah yang harus kamu ucapkan bukan meminta maaf !" Ucap Ruiki sambil mengelus kepala pasiennya


"..[SFX: Hiks]..Terima kasih Dokter Ruiki..[SFX: Hiks]..Terima kasih !" Ucap Pasiennya


"..[Membantu pasiennya untuk berdiri]..Sama-sama !" Ucap Ruiki


Beberapa menit kemudian, suasana menjadi sedikit tenang. Mereka berdua duduk berhadapan sambil mengingat masa-masa saat Ruiki memperingatkan pasiennya untuk segera menghentikan pikiran seperti itu.


"Sekarang kondisimu sudah lebih baik dan aku peringatkan untukmu jangan seperti itu lagi kepada anakmu !" Ucap Ruiki


"..[Tersenyum]..Aku tidak akan pernah melakukan itu lagi seumur hidupku !" Ucap Pasiennya


"..[Tersenyum lega]..Jadi bagaimana dengan anakmu sekarang, apakah dia memaafkanmu ?" Tanya Ruiki


"Selama ini aku terus menyakiti anakku bahkan setiap kegiatannya aku melarangnya sehingga dia lupa akan dunia luar tapi setelah anda memperingatkan diriku langsung aku melakukannya karena ini demi anakku..[Menatap Ruiki]..Pertamanya aku sangat ketakutan ketika menyadari kesalahanku..[Memegang dadanya]..Takut akan permintaan maafku yang tidak akan di terima oleh anakku namun aku membulatkan tekad untuk tetap meminta maaf atas perilaku selama ini walaupun dia tidak memaafkan diriku, aku akan tetap berubah..[Tersenyum senang]..Tapi itu semua langsung hilang karena..[Merasa lega]..Dia sepenuhnya memaafkan setiap perbuatanku, aku langsung memeluknya, menangis dan meminta maaf terus-menerus hingga air mata kami berdua kering..[Melihat tangannya]..Aku akan menjadi orang tua yang terbaik untuk anakku !" Ucap Pasiennya


"..[Tersenyum lega]..[Menghela napas]..Suami yang meninggalkan anda pasti akan menerima balasan yang setimpal, dia sudah meninggalkan anda yang terpuruk akan ekonomi dan harus mengurus anak usia 7 tahun sendirian demi seorang wanita lain..[Menghela napas]..Anda sekarang sudah sangat kuat akan hati jadi pertahankan itu dan pasti jalan keluarnya akan ada kalau soal menghidupi anak sudah pasti adalah tugas orang tua selama anda berusaha pasti anda akan bisa menghidupi anak anda hingga dia menjadi orang sukses !" Ucap Ruiki


"Semua perkataan anda benar, saat aku sudah meminta maaf dan berbaikan dengan anakku tiba-tiba saat aku melakukan lamaran pekerjaan langsung di terima oleh perusahaan tersebut, entah kenapa ketika semua kegiatan yang aku lakukan menjadi sangat ringan bagaikan kapas sekali lagi terima kasih sudah menyadarkan diriku !" Ucap Pasiennya


"..[Tersenyum lebar]..Kalau begitu anda sudah sembuh total ?" Tanya Ruiki


"Ya saya sudah sembuh total !" Balas Pasiennya


"..[Berdiri ]..Akhirnya..Akhirnya..Akhirnya aku bisa menemui kakak !" Ucap Ruiki dengan penuh semangat


"Kakak..[Mengingat saat Ruiki marah karena tidak bisa menemui kakaknya karena pekerjaan]..Hmm, kata anda aku adalah pasien terakhir lalu kalau aku sudah sembuh total, anda akan mendapatkan libur lalu liburan itu anda akan menemui saudara anda !" Ucap Pasiennya


"Benar sekali dan aku akan menghancurkan laki-laki yang melamar kakakku !" Teriak Ruiki

__ADS_1


..[Berpikir]..Tunggu sebentar Dokter Ruiki bukannya ada tiga pasien yang anda berikan kepada salah satu dokter teman anda ?" Tanya Pasiennya


"..[Terdiam]..[Memeriksa tanggal]..Ini tahun 2025 ?" Tanya Ruiki dengan wajah bingung


"Benar sekali ini tahun 2025 dan sebentar lagi akan berganti tahun..[Menghitung bulan dengan jarinya]..Kalau tidak salah tinggal tiga bulan lagi !" Ucap Pasiennya


"Haaaah..[Ruiki berteriak keras]..[Menangis di mejanya]..Sabar, aku harus sabar !" Ucap Ruiki


"..[Bingung melihat sikapnya]..Tiga bulan hanya sebentar Dokter Ruiki anda bisa menghubungi orang tua anda dulu dan mempersiapkan rencana perjalanan untuk menemui kakak anda !" Ucap Pasiennya


"..[Berdiri]..Kamu benar sekali kalau begitu aku harus cepat mempersiapkannya !" Ucap Ruiki


"..[Baru ingat]..Benar sekali Dokter Ruiki bagaimana kalau aku yang akan menyiapkan rencana pemberangkatan anda pada tahun 2026, apakah tepat pada januari ?" Tanya Pasiennya


"Hmm..Tunggu sebentar, apakah ini adalah pekerjaan yang baru kamu dapat itu ?" Tanya Ruiki


"Benar sekali saya menjadi agen travel di perusahaan tersebut !" Balas Pasiennya


"Baik akan aku serahkan kepadamu lalu kalau bisa aku pergi ke Jepang setelah pergantian tahun tepatnya pada tanggal di bulan Januari !" Ucap Ruiki


"Aku, Ibuku dan juga Ayahku hanya kami bertiga !" Balas Ruiki


"Baik berarti ada tiga orang yang akan pergi ke Jepang..[Mencatat di bukunya]..Baik, terima kasih segera akan aku beritahu kepada ketuaku !" Ucap Pasiennya


"Apa yang kamu tunggu..[Bahagia]..Cepat beritahu kepada kaptenmu itu !" Ucap Ruiki


"Baik, terima kasih sudah memilih layanan kami dan juga terima kasih sudah menjadi dokterku selama ini !" Ucap Pasiennya sambil pergi meninggalkan ruangan Ruiki


Suasana di ruangan Ruiki kini menjadi lebih tenang karena hanya ada dia sendirian di ruangan tersebut.


"..[Menghela napas]..Dia sudah ada banyak perubahan, baiklah kalau begitu aku harus mengurus urusanku saat ini yaitu menghubungi ayah dan ibuku untuk pergi bersama-sama !" Ucap Ruiki


Ayah dan Ibunya Ruiki sebenarnya tinggal di negara yang sama yaitu China tapi lokasinya berbeda, Ruiki ada di Beijing sedangkan ayah dan ibunya ada di Shandong, untuk mengabari ayah dan ibunya dia mengirim surat karena ayah dan ibunya tidak bisa menggunakan teknologi jaman sekarang seperti Handphone.

__ADS_1


Ruiki membuat surat untuk ibu dan ayahnya supaya dapat bertemu di Bandara Internasional Ibukota Beijing.


Setelah selesai menulis surat, Ruiki lekas mengirimnya ke kantor surat lalu dia dengan sabar menunggu sampai mendapatkan balasan dari ayah dan ibunya dan juga dia bersabar menunggu sampai Jean menyelesaikan tugasnya.


"..[Menghela napas]..[Membaca surat peringatan dari Ruiki]..Tiga bulan seharusnya ini cukup untuk pasienku yang sekarang..[Menghela napas]..Semoga aku bisa cepat-cepat menyelesaikannya !" Gumam Jean


Di sisi lain yaitu Kota Shandong tempat ayah dan ibunya Ruiki tinggal mendapatkan surat dari Ruiki.


"Sayang ada surat lagi, cepat bacakan aku ini tidak bisa membaca tulisan kecil seperti ini..Cepatlah !" Ucap Nanase (Ibu Yamada dan Ruiki)


"Ya, akan aku bacakan jangan menyuruhku untuk bergerak cepat..[Kesal]..Apakah kamu lupa kalau tubuhku ini sudah tidak muda lagi seperti dulu dan bukannya aku sudah seperti orang tua hanya saja tidak muda lagi !" Ucap Ryu


"..[Berdandan]..Sayang nanti belikan aku kacamata !" Ucap Nanase


"Iya..Iya..[Membuka surat dari Ruiki]..Surat ini dari Ruiki..[Membaca suratnya sampai habis]..Sayang kata Ruiki, dia sudah memesan pemberangkatan ke Jepang dan kita disuruh untuk datang ke Ibukota tepatnya di Bandara Internasional Ibukota Beijing !" Ucap Ryu


"Apa jadi kita akan segera berangkat kalau begitu tunggu apa lagi ayo ke bandara !" Ucap Nanase


"Tunggu, bagaimana kalau kita belajar menggunakan Handphone dengan itu kita bisa lebih mudah untuk berkomunikasi dengan Ruiki !" Ucap Ryu


"Kamu benar juga..[Berdiri]..Beli Handphone sana dan jangan lupa kacamata !" Ucap Nanase


"Iya..Iya..[Pergi keluar].." Balas Ryu


Ryu kembali lagi ke rumah.


"Bukan sekarang kita berangkat..[Nanase dahinya mengerut]..Katanya tanggal 8 Januari 2026, aku pergi dulu !" Ucap Ryu lalu dia pergi lagi


"Hmm, tiga bulan lagi..[Melihat kalender]..Aku sudah tidak sabar melihat menantuku !" Gumam Nanase


Setelah itu Nanase dan Ryu belajar dengan serius untuk dapat menggunakan Handphone karena Ruiki selalu mencantumkan nomornya di surat supaya ayah dan ibunya segera belajar menggunakan Handphone. Dua bulan kemudian, Nanase dan Ryu dapat berkomunikasi dengan Ruiki hingga mereka berdua menyombongkan dirinya karena Handphone mudah sekali untuk di pelajari namun Ruiki hanya bisa tertawa karena menelepon saja membutuhkan waktu dua bulan lamanya.


Ruiki dan orang tuanya sudah sepakat untuk berangkat ke Jepang pada tanggal 8 Januari 2026, sebenarnya kenapa Ruiki mengirim surat ke Yamada dan bukan menggunakan Handphone, sebenarnya Yamada selalu lupa kalau sudah menulis surat sehingga dia lupa menuliskan nomor Handphonenya sehingga Ruiki tidak bisa menghubunginya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2