
Cuplikan Chapter 195.
"Sampai jumpa lagi dan semoga kalian lebih berusaha untuk ke depannya..[tertawa].." Ucap Helix sambil membuka celah dimensi kemudian menghilang bersama dengan Graundila
Sebuah celah dimensi terbuka lalu Helix dengan Graundila keluar dari celah dimensi tersebut. Saat ini mereka berada di suatu tempat yang mana tidak diketahui oleh orang lain selain mereka berdua serta pasukannya.
"Lepaskan aku Helix!" Teriak Graundila yang mana sangat kesal akan kekalahannya
Darah terus keluar dari lengan kanannya Graundila yang mana terpotong akibat dari serangan Tina.
"Graundila tenanglah!..[menutupi luka terpotongnya dengan kartu]..kamu bisa mati kehabisan darah jika terus bergerak!" Ucap Helix
"Bajin*an mereka semua kalau saja aku tadi tidak lengah terhadap perempuan itu pasti aku bisa membunuh mereka semua!" Ucap Graundila
Graundila marah besar hingga memukul beberapa pohon hingga roboh dan jatuh menggunakan tangan kirinya namun tidak terlihat kalau Graundila merasa kelelahan ataupun kesakitan dari lukanya itu.
"Kali ini kita memang kalah tapi masih ada rencana utama bahkan One belum bergerak!" Ucap Helix
"Kamu benar..[dirinya kembali tenang]..pasti akan aku balas mereka semua!" Ucap Graundila
Berbeda dengan Graundila yang masih ada tenaga sedangkan Helix sudah sangat kelelahan karena dia sudah mencapai Batas Pikirannya.
"Helix terima kasih sudah menyelamatkanku dari serangan itu!" Ucap Graundila
Graundila menggendong Helix lalu bergerak menuju ke markas.
"Kamu adalah aset terpenting untuk kepentingan One mana mungkin aku membiarkanmu mati sebelum berguna untuk One!" Ucap Helix
"Begitupun denganmu!" Balas Graundila
Mereka berdua masuk ke dalam hutan yang sangat lebat lalu Graundila mengelus-elus tembok yang mana sangat mirip seperti warna hutan lalu pintu rahasia terbuka. Graundila dan Helix masuk ke dalam dengan penuh luka dan terlihat seseorang sedang duduk menatapi sebuah foto dengan senyuman tipis.
Seketika Graundila dan Helix hormat seperti kesatria ke arah orang yang sedang menatapi sebuah foto.
"Jadi bagaimana apa kalian sudah menyelesaikan tugas yang aku berikan?" Tanya Hiru
Hiru berdiri dari kursi sambil meletakkan foto itu di mejanya kemudian dia mengambil kacamatanya sambil mengelapnya kemudian memakainya.
"Saya sudah melaksanakan tugas yang anda berikan!" Ucap Helix
"Maaf kami terlihat seperti ini!" Ucap Graundila
"Helix..[menatap tajam]..kamu berbohong kepadaku!" Ucap Hiru
"..[takut]..Maafkan saya karena ada kendala saat saya melawan Marga Ery saat itu saya sudah melewati Batas Pikiran jadi untuk tetap selamat saya hanya memberikan mereka serangan yang tidak begitu menyakitkan untuk Marga Ery sehingga mereka masih selamat..[menunduk ke lantai]..saya pasti akan membunuh mereka jika anda memberikan kesempatan kedua!" Ucap Helix
__ADS_1
"Graundila bagaimana denganmu, kenapa bisa terluka parah seperti itu bahkan tangan kananmu!" Ucap Hiru
"Saya sungguh minta maaf karena mempermalukan anda, luka ini saya terima dari pertarungan melawan 10 Pemimpin Besar...saya pasti akan membalas perbuatan yang mereka lakukan kepada saya!" Ucap Graundila
"Hmm..[melihat pemandangan dari kaca tembus pandang]..intinya kalian gagal menjalankan perintahku bahkan terluka parah seperti itu yang mana hanya melawan mereka!" Ucap Hiru
"Maafkan kami!" Teriak Graundila dan Helix
"Tenang..[tersenyum]..aku sudah menduga hal ini akan terjadi!" Ucap Hiru dengan nada lembut
"Jadi, One tidak akan menghukum kami?" Tanya Helix
"Aku sudah mengawasi pertarungan kalian selama ini..[mereka berdua kaget]..anak yang bernama Yuna, dia sangat kuat jadi aku percaya dia bisa memojokkanmu lalu Helix kamu membuatku kagum karena selamat dari serangan Yuu bahkan membawa Graundila dengan selamat!" Ucap Hiru
"Terima kasih atas pujiannya!" Ucap Helix
"Maaf saya tidak menampilkan apapun saat anda melihat saya!" Ucap Graundila
"Saat itu kamu sangat ceroboh seharusnya kamu ikut membantu Helix melawan Marga Ery tapi karena hasratmu untuk melawan yang lebih kuat darimu jadi kamu mendapatnya namun yang kamu terima adalah kekalahan yang sangat menyedihkan!" Ucap Hiru
"Tolong maafkan saya!" Ucap Graundila
"Baiklah lagipula rencanaku masih berjalan dan aku sudah melihat penerus Marga Ery yang mana hanya satu orang yang sudah mirip seperti pendahulu mereka!" Ucap Hiru
"Kamu benar sekali jadi sekarang persiapkan diri kalian untuk perang besar!" Ucap Hiru
"Maksud anda?" Tanya Graundila dan Helix
"Dong masih hidup dan pasti dia akan membongkar tempat ini dan juga pasukan kita!" Ucap Hiru sambil mengambil foto
"Tch...dasar penghianat lalu bagaimana dengan keadaan Fuji?" Tanya Helix
"Fuji sudah mati!" Ucap Hiru
Graundila mulai merasa lelah kemudian dia tertidur karena pendarahan namun Hiru langsung menggunakan Akseleration untuk menyembuhkan luka Graundila serta dengan luka Helix seketika mereka berdua sembuh.
"Istirahatlah, aku ingin kalian pulih lalu melakukan perintahku lagi!" Ucap Hiru
Hiru mengambil foto di mejanya dan terlihat itu adalah foto dia dengan Ruiki serta Alicia saat masih kecil.
"Alicia kamu sudah besar..[tersenyum]..lihatlah ayahmu ini yang akan menghancurkan dunia!" Ucap Hiru
Saat Hiru tersenyum sendiri di ruangan tamu tiba-tiba ada lima orang datang dengan nomor seri di bagian tubuh mereka masing-masing seperti pipi, mata, punggung tangan kanan, punggung tangan kiri dan terakhir ada di leher.
Perempuan dengan nomor seri A04 di bagian pipinya.
__ADS_1
"Tuanku apa ada masalah?" Tanya A04
Laki-laki dengan nomor seri A05 di bagian matanya.
"A04 bisakah kamu lebih sopan kepada tuan kita!" Ucap A05
Dua anak kecil yang mana masih usia 15 tahun dengan nomor seri A03 dan A02 di bagian punggung tangan kanan dan kiri.
"Kakak tadi aku melihat Graundila dan master terluka..[khawatir]..apa perlu kita melihatnya?" Tanya A03
"Adik, aku juga melihat master terluka jadi aku sangat khawatir tapi saat ini tuan kita ada dihadapan kita jadi tunggu perintah!" Ucap A02
"Baiklah kakak akan aku lakukan!" Ucap A03
Hiru menyimpan foto itu di dalam sakunya lalu mendekati A03 dan A02.
"Jika kalian ingin melihatnya silahkan!" Ucap Hiru
A03 dan A02 langsung mencari masternya dan Graundila sedangkan itu terlihat pria dengan nomor seri di leher masih bersikap kesatria lalu Hiru mendekatinya.
"A01, apa ada yang ingin kamu bicarakan?" Tanya Hiru
"Graundila dan Helix tidak menjalankan perintah dengan baik sebaiknya tuanku menghukum mereka berdua supaya menjalankan tugas lebih baik lagi ke depannya!" Ucap A01
"Tidak perlu, lawan mereka memang kuat dan mereka berdua sedikit ceroboh saat melihat lawan jadi aku masih bisa memaafkan mereka lagipula mereka berdua sudah menjalankan rencanaku dengan baik!" Ucap Hiru
"Tuanku kapan kami akan pergi keluar dan melakukan perintah darimu?" Tanya A01
"Tunggulah...tunggu mereka datang ke sini dan saat itulah jalankan perintah yang aku berikan kepadamu serta yang lainnya yaitu lindungi semua pasukan saat itu terjadi!" Ucap Hiru
"Saat itu terjadi..[tersenyum]..tuanku seperti bisa membaca masa depan!" Ucap A01
"Membaca masa depan hal yang konyol, aku hanya menebak saja pikiran anak itu jadi apakah pasukan sudah siap tempur?" Tanya Hiru
"Tentu saja tuanku, 500 ribu pasukan siap untuk bertempur!" Ucap A01
"Sebarkan dan buat musuh bingung!..[tersenyum jahat]..aku sangat tidak sabar akan kerusuhan pada perang
yang akan terjadi!" Ucap Hiru
Bersambung...
__ADS_1