
Cuplikan Chapter 227.
*"Jangan menghalangiku dasar kalian para bajinan!"**
Teriak Yuuto yang langsung mengeluarkan seluruh kekuatannya untuk melawan tiga orang ini, kini bentrokan akan terjadi lagi dan Yuuto semakin terkejut lagi ketika melihat tiga makhluk suci berada di depannya. Yuuto mulai bentrokan dengan Graundila, Helix dan A01 yang mana pertarungan menjadi lebih sengit lagi.
Serangan mereka bertiga terus membuat Yuuto kewalahan, tidak ada kata untuk diam sementara ketika mereka bertiga melancarkan serangan yang sangat kuat dan penuh dengan hasrat membunuh.
"..[melihat Yuuto yang bertarung]..Yuuto tidak mungkin bisa mengalahkan mereka sendirian..[melihat ke Erichi]..Erichi mari kita bantu Yuuto!"
Minta Nekora melalui telepati kepada Erichi lalu dia membalasnya dengan jawaban yang mengharuskan mereka untuk tetap diam karena Hiru Okama terus memperhatikan mereka walaupun tidak melihat.
"Mereka bidak yang kuat hanya saja mereka tidak seperti yang lain..[menyaksikan pertarungan Yuuto dengan mereka bertiga]..sayang sekali jadi hanya segini balas dendam yang kamu inginkan Agurame..[tersenyum]..cukup lucu untuk disebut balas dendam!"
Hiru Okama duduk di batang pohon yang sudah roboh sambil menyaksikan pertarungan yang terjadi lalu Erichi merasakan pengawasan dari Hiru Okama sudah sepenuhnya menghilang karena itu dia langsung berusaha melepaskan rantai yang mengikat tubuhnya pada akhirnya Erichi mengeluarkan Pedang Excalibur miliknya lalu menebas rantai hingga berhasil terpotong.
"..[SFX: Slash]..[memotong rantai yang mengikat rekannya]..Mari kita bantu Yuuto!"
Erichi beserta yang lainnya bersiap untuk membantu Yuuto akan tetapi Hiru menyadari mereka yang sudah lepas dari rantai tersebut lalu Hiru menghadang mereka berenam.
"..[melihat pedang yang dipegang oleh Erichi]..Pedang yang sangat bagus..[SFX: Gelombang Bunyi]..tunjukkan kepadaku seluruh kekuatan kalian!"
Hiru memprovokasi mereka berenam dan yang sangat terkena provokasi tersebut adalah Nekora yang sudah tidak tahan dengan aroma darah dari Hiru Okama karena itu dengan ganasnya Nekora menerkam dan melancarkan serpihan tajam atau kepingan salju ke arah Hiru dalam jumlah yang sangat banyak.
"Hoo..[pelindung gelombang bunyi menahan semua kepingan salju]..walaupun serangan ini sangat sederhana namun kekuatannya lumayan tinggi bahkan..[mengarahkan tangannya ke arah Nekora]..kamu belum serius untuk melawanku..[menarik napas]..Akseleration!..[meniup angin]..Blade Strom!"
Hiru membuat badai pedang yang membuat Nekora terkurung dalam badai tersebut namun Nekora masih tidak menunjukkan kekuatan sesungguhnya karena Nekora masih terkurung dengan cepat Kuro berubah menjadi naga dewasa dengan ukuran yang lumayan besar kemudian dia menyeburkan api biru yang sangat panas ke arah Hiru.
"..[SFX: Semburan Api]..Kamu juga belum menunjukkan sosok aslimu..[sebuah busur dengan empat elemen mengarah ke Hiru]..Akseleration Shield Wave!..[SFX: Tinggg]..[melihat ke atas]..jadi ini tujuan kalian!..[melihat sebuah pohon matahari tumbuh dan kepalanya mengarah tepat ke arah Hiru]..[SFX: Cyiinngg]..[SFX: Duaaarr]..sayang sekali serangan kalian tidak mempan terhadapku!"
__ADS_1
Ucap Hiru yang masih baik-baik saja terhadap serangan Kuro dan Yusan tiba-tiba ice milik Kashin membekukan kakinya Hiru kemudian Aini menciptakan golem tanah yang ukurannya cukup besar lalu memukul Hiru dengan keras namun pelindung miliknya tidak menunjukkan adanya kerusakan.
"Orang ini sangat kuat lalu bagaimana dengan Erichi..[Erichi melompat ke atasnya Hiru kemudian melancarkan tebasan dimensional walaupun serangannya ada yang berhasil Hiru tahan tapi beberapa serangan berhasil menembus pelindungnya]..bagaimana dengan itu?"
Gumam Yusan yang melihat terlukanya Hiru Okama akibat serangan dari Erichi namun hal yang mengejutkan untuk mereka akhirnya tiba yaitu Hiru Okama dapat menyembuhkan lukanya hanya dalam hitungan detik kemudian Hiru melancarkan serangan beruntun dari tanah yang muncul sebuah duri tajam yang mangharuskan mereka untuk menghindari setiap duri yang muncul secara tiba-tiba.
"Hindari duri ini!..[SFX: Syeett]..agghh, periksa keadaan Nekora!..[menatap Hiru yang belum sepenuhnya bertarung dengan serius]..dia sama sekali tidak merasa lelah!"
Ucap Erichi kemudian mereka berlima menyerang secara bersamaan setelah duri-duri tersebut menghilang walaupun serangan yang begitu banyak dapat Hiru tahan tapi masih belum bisa merusak pelindung milik Hiru.
...
Yuuto bertarung sambil memastikan kondisi yang mana dia melihat mereka berenam sedang bertarung melawan Hiru Okama karena itu Yuuto merasa khawatir dengan keadaan mereka yang sedang bertarung dengan Hiru Okama.
"Bisakah kalian menyerah dasar bajing*an!..[SFX: Cuhh]..[membuang darah di mulutnya]..melawan kalian ini hanya akan membuat waktuku habis!"
Graundila memukul secara bertubi-tubi di perutnya Yuuto ketika tubuhnya terlempar jauh dan tidak bisa melakukan pertahanan..[SFX: Duaarr]..tubuh Yuuto dihantam dengan keras ke tanah hingga muntah darah sudah diperlihatkan namun Yuuto berusaha untuk berdiri akan tetapi dari atas sudah Helix tunggu lalu serangan kartunya menjadi sebuah serangan hujan yang sangat tajam.
Yuuto hanya bisa bertahan dari serangan tersebut dengan beberapa luka yang sudah membuat tubuhnya lelah kini Yuuto berdiri dengan tubuhnya sempoyongan.
"Gawat, aku sudah mencapai batasku..[matanya kabur].." Gumam Yuuto
A01 mendekati Yuuto kemudian menyerap seluruh energi di dalam tubuhnya hingga membuat Yuuto lemas dan tidak bisa bergerak kemudian mereka bertiga mendekati Yuuto lalu Graundila menangkat kerah jubahnya Yuuto kemudian melancarkan serangan yang sangat kuat ke arah perutnya Yuuto hingga muntah darah lalu Helix memotong tangan kanannya Yuuto supaya tidak bisa menggunakan pedang di tangan kanannya yang sangat kuat itu.
"Aggghhh..[tubuhnya di lempar ke tanah]..[matanya tidak bisa melihat walaupun sudah terbuka lebar]..ah..ah..ah..ah..ah..[hujan mulai turun]..[dengan suara terakhir dari Yuuto]..Kuro, Nekora, Erichi, Aini, Yusan, Kashin pergilah dari sini dan suruh semuanya untuk mundur!"
Teriak Yuuto yang membuat pertarungan mereka berhenti dengan Hiru Okama langsung dengan cepat berada di dekatnya Yuuto.
"..[tersenyum]..Graundila, Helix dan A01 kalian sudah mati!..[mereka bertiga bingung]..Ultimate Akseleration!..[gelombang bunyi yang sangat besar mulai menghisap mereka bertiga]..begitupun denganmu Hiru Okama!"
__ADS_1
Teriak Yuuto membuat mereka berempat terhisap ke pusat ledakan yang akan terjadi lalu mereka berenam mengerti dengan apa yang Yuuto lakukan.
"Yuuto jangan lakukan itu!" Teriak Erichi
"..[tersenyum]..Tenang ini hanya gertakan saja..[mereka berempat terkejut sebuah lambang teleport sudah berada di sekitarnya Nekora dan yang lainnya]..Teleport!"
Nekora, Kuro, Erichi, Aini, Yusan dan Kashin terpindah ke suatu tempat yang mana mereka tidak tahu atau lebih tepatnya mereka berada di tengah lautan. Pertarungan berakhir dengan Yuuto yang tergeletak di tanah dan tidak mampu untuk berdiri lalu mereka berempat berkumpul mengelilingi Yuuto.
"..[merasakan gelombang bunyi yang berniat untuk menyembuhkan diri]..Akseleration Cancel!..[SFX: Tasschh]..Akseleration Six Blade!..[enam pedang dengan bentuk berbeda mengarah kepada Yuuto]..ini adalah kematianmu!"
Cuplikan Chapter 228.
Enam pedang menusuk tubuh anak muda itu tepat di dada kiri dan kanan begitupun dengan bagian perut dan hati. Bagian tubuh yang rusak adalah paru-paru kanan dan kiri, jantung, hati dan dua ginjal kini darah terus membasahi tanah dan hujan mulai turun dengan derasnya. Tiga Makhluk Suci sudah tidak ada dalam pertarungan tersebut hanya ada empat orang yang berdiri tepat di hadapan mayat anak muda itu yaitu Graundila, Helix, A01 dan Hiru Okama sembari meratapi tubuh anak muda tersebut yang darah terus keluar dan mengalir.
Mata Yuuto berwarna putih dengan tubuhnya yang mulai memucat lalu Hiru Okama menyuruh mereka bertiga untuk meninggalkan mereka berdua dengan cepat mereka bertiga melakukan perintah tersebut lalu Hiru Okama menatap mayat Yuuto.
"Dirimu sudah selesai, tidak ada lagi yang akan mengganggu rencanaku..[berdiri meninggalkan mayatnya Yuuto di hujan deras]..ini kemenangkan kita, semuanya mari kita..[tersenyum lebar dengan mata berwarna merah]..bantai seluruh umat manusia yang tersisa di dunia ini!"
Ucap Hiru Okama menyatakan kemenangkan pada dirinya dan kemusnahan manusia yang akan terjadi dalam waktu tidak lama lagi.
...
Yuuto terbaring dalam derasnya hujan.
Bersambung...
__ADS_1