
Cuplikan Chapter 219.
"Walaupun ini tidak sesuai rencanaku tapi ini tidak melanggar kontrak...melihat putriku yang seperti ini juga merupakan keinginanku!"
Gumam Ruiki di dalam hatinya
"Tidak mungkin, api dari kakakku sudah dia hilangkan sepenuhnya!..[panik]..aku tidak bisa mengalahkannya..[melihat Aura yang begitu besar terpancar dari Ruiki]..dia terlalu kuat, siapa dia?"
A03 ketakutan melihat Ruiki namun dia tetap berusaha tenang berhadapan dengan Ruiki yang masih menatap dirinya.
"Terima kasih sudah menyelamatkanku, Bibi Ruiki!"
Tina membungkuk sambil berterima kasih setulus-tulusnya kepada ibunya Alicia lalu sesuatu yang Tina ingin tanyakan kepada ibunya Alicia yaitu tentang Buku Infinite Timeline.
"Apakah benar Bibi Ruiki adalah pengguna Kemampuan Spesial Pikiran?"
Tanya Tina sambil memegang Buku Infinite Timeline lalu Ruiki melepaskan tatapannya dari A03 namun dirinya masih menekan tubuh A03 supaya tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya.
"Buku Infinite Timeline itu adalah buku yang berisi tentang Empat Kemampuan Special dan Marga Ery serta buku ini memberikan pertolongan kepada umat manusia ke depannya sekaligus masalah untuk ke depannya...benar aku adalah pemegang Kemampuan Spesial Pikiran!"
"Kenapa ibu baru memberitahuku soal itu?"
Alicia tidak mengerti jalan pikiran ibunya.
"Karena aku tidak punya waktu untuk memberitahukanmu..[Alicia terus bertanya namun keadaan di sekitar tidak mendukung]..cukup bertanya, sekarang kita sedang dikepung oleh musuh!"
Musuh mengepung mereka namun karena Tina sudah sembuh seketika musuh yang mengepung mereka langsung terhempas jauh hingga tubuhnya menghantam ke pohon lalu tidak bernyawa lagi.
"Bibi Ruiki mulai saat ini anda adalah pemimpin dari Empat Kemampuan Spesial..[memberikan Buku Infinite]..mohon kerja samanya!"
__ADS_1
Tina menyerahkan buku tersebut lalu Ruiki terima dengan wajah datar.
"Alicia apa kamu masih akan bertarung dan mempertaruhkan nyawamu di medan pertempuran ini?"
Ruiki khawatir dengan keadaan putrinya tersebut yang akan bertarung lagi.
"Ibu tidak perlu khawatir denganku lagi karena ibu sudah menyelamatkan sahabatku jadi aku tidak akan lepas kendali lagi jadi aku mohon kepada ibu, tolong jangan menyuruhku untuk berhenti bertarung!"
Minta Alicia yang mana ingin menembus kesalahannya serta dia ingin terus bertarung bersama dengan sahabatnya.
"Pertarungan di Pulau Timur ini hanyalah pertarungan biasa yang asli akan lebih menakutkan dan kamu pasti tidak akan tahan dengan pertarungan tersebut!..[mendekati Alicia]..ibu tidak ingin kamu menghilang dari hidup ibu karena kamu adalah anak satu-satunya yang berharga bagi ibu!"
"Jadi aku berharga bagi ibu yang pertama sedangkan Yuu adalah yang kedua?"
Alicia memeluk ibunya dengan erat begitupun dengan Ruiki yang memeluk sambil mengelus kepalanya Alicia.
"..[tersenyum]..Baiklah lagipula kamu sudah besar...Shinigami..[Tina, Eina dan Professor Jack langsung merespon nama tersebut]..lindungi anakku!..[kepala Alicia langsung seperti kesetrum]..Kalian berdua tidak asing lagi dengan nama itu?..[mengarah ke Tina dan Professor Jack]..tenang saja, aku sudah mengendalikannya!"
"Aku tidak bisa membantu lebih dari ini karena aku takut jika ini terus berlanjut akan melanggar kontrak yang aku buat dengannya..[Tina, Eina dan Professor Jack bingung]..ternyata kalian masih melupakannya, tidak apa itu sudah bagus..[melihat ke arah Alicia]..jangan gegabah dan ceroboh!"
"Baik bu..[Ruiki masuk ke dalam celah dimensi kemudian menghilang]..A03 bisakah kamu mengantar kita ke kakakmu?"
Alicia tidak lupa dengan ucapannya A03 yang mana ini tentang kakaknya yang memiliki kemampuan yang cukup berbahaya.
"..[melihat ke arah Tina]..Kak Tina itu adalah namamu?..[Tina mengangguk pelan]..sangat aneh menolong musuh yang sudah berniat untuk membunuhmu, aku ingin bertanya dan ini selalu aku rasakan ketika bersama dengan A04..[melihat tangannya]..seakan-akan aku sudah sangat mengenal A04 namun diriku tidak mengingatnya kemudian aku sedikit tahu kalau saat ini ingatanku sedang dimanipulasi oleh One!"
"Akhirnya kamu sadar, perasaanku tidak salah ketika merasakan kegelisahan di hatimu itu!"
A03 mulai mengerti maksud dari Tina yang mana menjelaskan kalau ingatan yang A03 sebenarnya sudah dimanipulasi oleh Hiru Okama hingga di titik dia hanya mengingat A02 sebagai kakaknya saja.
__ADS_1
"Aku akan menolong kalian sampai, aku mendapatkan ingatan ini kalau begitu mari kita pergi..[SFX: Boom]..ledakan apa itu?"
Tanya A03 yang merasakan ledakan yang gelombang yang begitu besar dari arah dalamnya hutan lalu Alicia ikut dalam pembicaraan.
"Ledakan itu berasal dari temanku..[melihat Tina, Eina]..serahkan di sini kepada kita!"
Alicia sudah kembali bisa menggunakan kemampuan Akseleration kemudian Tina dan Eina melayang di udara bersama dengan A03.
"Dokter Nigisima dan Melinda terima kasih sudah merawatku sebelumnya!"
Ucapannya Tina membuat Dokter Nigisima dan Melinda lega dan sedikit kesal karena tidak dapat menolong sepenuhnya.
"Kami pergi dulu!"
Tina, Eina dan A03 pergi menuju ke lokasi A02 yang sedang bertarung dengan Yuna sedangkan saat ini pasukan musuh sudah mulai banyak masuk ke dalam pelindung.
"Dokter Nigisima dan Melinda mari kita kembali ke markas utama biarkan mereka yang mengurus ini!"
Minta Professor Jack kemudian Dokter NIgisima dan Melinda mengikuti perintahnya lalu mereka bertiga kembali ke markas utama tiba-tiba sebuah informasi terdengar dari alat komunikasi mereka.
"Semuanya jumlah musuh masih sekitar setengah dari jumlah aslinya kita hampir berhasil mengurangi jumlah musuh jika kita terus-menerus melakukan ini pasti kita akan menang jadi aku ingin kalian berjuang lebih keras lagi, aku mohon kepada kalian!"
Teriak Walikota Hometown yaitu Professor Randolf membuat seluruh pasukan mulai bersemangat lagi lalu Alicia, Ria, Jenderal Asteria kembali ke pasukan mereka lalu melihat Jong Yu yang sudah membasmi begitu banyak musuh.
Begitupun dengan yang lainnya bahkan rasa lelah dan badan yang sudah mati rasa masih terus berusaha mengurangi jumlah musuh yang sangat banyak ini.
"Ha..ha..ha..ha...lihatlah ini kekuatan kita bahkan jumlah musuh yang banyak tidak bisa menentukan siapa pemenangnya!"
Teriak Jong Yu yang mana sangat kelelahan namun masih semangat untuk mengalahkan musuhnya kini pertempuran masih berlanjut dengan pasukan musuh yang sudah mulai ketakutan akan lawan mereka sedangkan lawan mereka masih penuh semangat untuk bertarung tidak seperti pasukan musuh yang terkena mental ketika melihat Baron di pantai mulai mengamuk dan membantai 10 ribu pasukan sendirian.
__ADS_1
Baron bertarung seperti anjing gila bahkan dengan tubuhnya yang sudah terluka dan sakit tidak menurunkan semangat bertarungnya bahkan hal itu membuat dirinya bertarung secara brutal dan lebih brutal lagi ketika dia mengetahui kalau Tina selamat dari kematian.
Bersambung...