World Quiz Online

World Quiz Online
Chapter 113: Rencana Yang Gagal


__ADS_3

"Paman yang dulu aku sayang dan aku banggakan kini berubah..[Menatap dengan tatapan kosong]..Pikiranku masih berantakan tapi entah kenapa pikiran utamaku masih bisa namun memory-memory ayah dan ibu terus muncul di kepalaku membuat diriku seperti orang gila !" Gumam Yuuto


Yuuto masih terus berusaha untuk merapikan ingatannya namun di sisi lain Hiru yang sudah sadar kalau Yuuto sedang melakukan sesuatu dengan cepat Hiru langsung menyusun rencananya dan itu membuat Yuuto ketakutan akan rasa sakit yang dia alami ketika proses Transfer Memory.


Orang tuanya sama sekali tidak sadar akan perilaku Hiru selama ini bahkan Agurame masih belum kembali ke Rumah Lab/Gedung Lab. Hanya satu orang yang bisa membantu Yuuto yaitu Ruiki dengan menggunakan kemampuannya namun Yuuto harus bertemu secara langsung dan menyentuh sekali lagi kepala Ruiki untuk membantu Ruiki mencarikan pintu ruang pikirnya.


"Aku sama sekali tidak bisa berbicara, mataku terlihat kosong tapi pikiranku berisi banyak data saat ini aku tidak bisa melakukan apapun jadi apa yang harus aku lakukan ?" Tanya Yuuto pada dirinya sendiri


Ketika Nisuta dan Yamada mencari dokter sungguhan sedangkan Yuuto di tinggal bersama dengan Hiru tiba-tiba Hiru mendekati Yuuto yang badannya masih kaku.


"..[Jongkok]..Kamu pasti melihatku, tatapan matamu itu tidaklah kosong..[Tersenyum jahat]..Yuu walaupun kamu bocah pada umumnya tapi pikiranmu itu pikiran orang dewasa jadi aku akan membuat perhitungan denganmu !" Ucap Hiru


Yuuto hanya bisa menatap kedua mata Hiru dengan tatapan kosongnya seakan berbicara kepada Hiru.


"Akan aku anggap itu adalah iya jadi perhitunganku kepadamu seperti ini tepat pada tahun 2034 Project Transfer Memory resmi akan selesai dan itu tidak akan lama lagi karena aku akan mengganti kode objek supaya Yamada, Nisuta dan Agurame akan mencoba lagi kepada hewan lalu ketika berhasil aku akan melepaskanmu !" Ucap Hiru


"Melepaskan diriku..[Yuuto sangat marah namun tidak bisa apa-apa dengan kondisinya yang sekarang]..Paman matamu itu tidak menunjukkan bahwa kamu akan melepaskan diriku !" Gumam Yuuto


Suara Yuuto tiba-tiba terdengar di kepala Hiru.


"Tunggu..[Terkejut]..Suara ini aku pernah mendengarnya !" Ucap Hiru


Nisuta dan Yamada membuka pintu Rumah Lab/Gedung Lab dan itu membuat pembicaraan Yuuto dengan Hiru terpotong.


"..[Berdiri]..Mari kita lanjutkan topik ini saat kedua orang tuamu tidak ada !" Ucap Hiru


"..[Mencari Yuuto]..Yuu..[Melihat Hiru bersama Yuuto]..Hiru aku sangat bingung untuk saat ini..[Pusing]..[Duduk di kursi]..Tidak ada satupun dokter yang tahu penyakit seperti apa yang membuat Yuu menjadi seperti itu..[Memegang kepalanya]..Apa yang harus aku lakukan !" Ucap Nisuta


"..[Memeluk Nisuta]..Sayang berpikirlah jernih jangan penuhi kepalamu dengan emosi..[Mencium kening Nisuta]..Mari kita pikirkan bersama karena kita adalah keluarga !" Ucap Yamada


"..[Menghela napas]..[Memegang kedua tangan Yamada]..Kamu benar..[Berdiri]..Hiru, aku dan Yamada sudah mendatangi setiap dokter yang ada di Jepang namun tidak ada satupun yang tahu apa yang Yuu derita !" Ucap Nisuta


"Yuu tidak menderita penyakit !" Ucap Hiru


"Apa maksudmu ?" Tanya Yamada


"Mari kita berpikir logis, pertama yang sangat pasti untuk kita lihat saat ini adalah Yuu tidak merasa kesakitan..[Yamada dan Nisuta tidak berpikir kalau itu logis]..Kalau begitu ada yang ingin aku tanyakan kepada kalian berdua, apakah ketika kalian bertanya sesuatu ke Yuu ada respon ?" Tanya Hiru


"Matany, matanya sering merespon cepat !" Ucap Yamada

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu kita tanyakan langsung kepada Yuu..[Mendekati Yuu]..[Membisik di telinga]..Jangan membuat orang tuamu khawatir !..[Memegang tangan Yuuto]..Yuu apakah kamu merasa sakit kalau ya coba kamu tatap mataku kalau tidak jangan tatap aku !" Ucap Hiru


Yuuto tidak menatap mata Hiru namun di sini Nisuta dan Yamada masih meragukannya karena itu untuk menyakinkan mereka berdua, Hiru mencoba pertanyaan lain.


"Kalau mereka terus seperti ini tentang Project akan terus tertunda jadi aku akan menyakinkan mereka berdua kalau Yuu baik-baik saja..[Selesai Bergumam]..Baiklah, Yuu mari kita bermain yang pertama siapa nama ayahmu kalau kamu menatap mataku berarti Nisuta adalah ayahmu dan kalau kamu tidak menatap mataku berarti Agurame adalah ayahmu jadi apa jawabanmu Yuu !" Ucap Hiru


Yuuto menatap mata ayahnya seakan berbicara dan itu membuat Nisuta langsung memeluk Yuuto dengan perasaan lega.


"..[Melepaskan pelukkannya]..Yuu lakukan itu lagi kalau begitu ada yang ingin aku tanyakan kepadamu, Yuu apa kamu menderita atau kesakitan selama ini kalau menatap mataku berarti tidak kalau kamu tidak menatap mataku berarti ya !" Ucap Nisuta


Yuuto menatap mata ayahnya kemudian menatap kedua mata ibunya sehingga ibunya ikut memeluk Yuuto.


"..[Tersenyum]..Masalah sudah selesai jadi apa yang akan kamu pilih Nisuta, mengerjakan Project atau terus mencari dokter yang dapat menyembuhkan Yuu ?" Tanya Hiru


"Sepertinya ada satu yang masih berjuang untuk menyembuhkan Yuu, dia adalah adikku !" Ucap Yamada


"..[Terkejut]..Aku kira Ruiki menyerah tapi ternyata dia masih berjuang untuk menyembuhkan Yuu..[Kesal]..Bahaya kalau begitu aku harus melakukan sesuatu !" Ucap Hiru


Tiba-tiba kepala Hiru kembali pusing lalu terjatuh di lantai..[SFX: Brakk]..


"Hiru !!!..[Membangunkan tubuh Hiru]..[Memeriksa tubuhnya]..Dia hanya pingsan !" Ucap Nisuta


Beberapa menit kemudian Hiru terbangun dari pingsannya namun di sini dia tepatnya wajahnya penuh akan penyesalan sekaligus dia takut melihat wajah Yuuto.


"Apa kamu yakin ?" Tanya Nisuta


"Aku sangat yakin jadi panggil Ruiki ini demi kesembuhan anakmu !" Ucap Hiru


"..[Menghela napas]..Baiklah jangan memaksakan dirimu saat ini Agurame tidak bisa di hubungi karena ada suatu hal penting yang harus dia lakukan !" Ucap Nisuta


"..[Nisuta menarik tanganyna]..Okama jaga anakku !" Ucap Yamada


"Aku adalah pamannya sudah seharusnya aku menjaga keponakanku !" Ucap Hiru


Nisuta dan Yamada pergi menemui Ruiki sedangkan di Rumah Lab/Gedung Lab, Hiru yang kepalanya sudah kembali normal langsung memeluk Yuuto.


"Maafkan aku Yuu..[Menangis]..Entah kenapa ada suara yang terus memerintahkan diriku untuk melakukan ini semua..[Menangis]..Suara ini sudah muncul ketika aku ingin membalaskan dendamku..[Menangis]..Maafkan aku Yuu, aku sungguh minta maaf..[Hiru terdiam]..Hahahahaha..Luar biasa, luar biasa sungguh waktu yang tepat..[Menggendong Yuuto]..Mari kita lakukan Transfer Memory milikku !" Ucap Hiru


Mereka berdua pergi ke ruang pengoperasian Project Transfer Memory dan langsung saja Hiru meletakkan Yuuto di ruang utama yaitu sebagai objek utama sedangkan Hiru sebagai orang yang akan mengirim Memory namun di sini tidak ada yang mengoperasikannya namun kenyataannya Hiru sudah tahu ini akan terjadi jadi Hiru sudah membuat sebuah kode yang mampu mengoperasikan Project Transfer Memory namun akan sangat menyakitkan bagi orang yang akan mengirim Memory begitupun dengan objek utama yang akan menerima Memory.

__ADS_1


"..[Memasang Alat Transfer Memory di kepalanya]..Yuu bersiaplah kamu akan menjadi rekanku !" Ucap Hiru


"Apa yang sebenarnya terjadi dengan dirimu paman sungguh aneh dan membuatku tidak percaya karena dirimu saat ini sudah sungguh gila !" Gumam Yuuto


Proses Transfer Memory berjalan dan itu membuat suara teriakan dari mereka berdua yang sangat keras hingga membuat tenggorokan mereka kering dan darah keluar dari mata mereka berdua membuat sekujur tubuh ada noda darah. Proses terus berjalan hingga mereka berdua tidak merasakan rasa sakit lagi berarti di sini Hiru sudah menganggap kalau ini sudah mencapai 95%.


"Inilah saatnya..[100%]..Aggghhhhh !!!" Teriak Hiru


"Agghhhh !" Teriak Yuuto


Proses berjalan sempurna dan di sini sekali lagi kepala Yuuto sudah menjadi sangat berantakan karena begitu banyak ingatan di dalam kepalanya.


"..[Membersihkan dirinya dari darah]..[Melepaskan Alat Transfer Memory dari kepalanya]..[Memasuki ruangan Yuuto]..Yuu bagaimana ?" Tanya Hiru


"..[Yuuto membuka matanya yang berwarna merah karena bekas darah]..[Melihat ke arah Hiru]..[Di sini Yuuto sudah tidak berpikir jelas dan dia seperti orang kebingungan]..Siapa aku ?" Tanya Yuuto


"Ha ?..[Kaget]..Yuu kamu adalah diriku, kamu adalah rekanku !" Ucap Hiru


"Rekan, dirimu..[Menatap Hiru]..Kepalaku..[Mata Hiru tiba-tiba kembali normal]..Hiru, Yamada, Nisuta dan Yuu Kazuto itulah diriku saat ini bukanlah rekan maupun dirimu !" Ucap Yuuto dengan nada tegas


Yuuto sudah tidak tahu siapa jati dirinya namun di sini Yuuto masih seperti biasa yaitu kondisinya tetap sama namun di sini ada tambahan yaitu Yuuto tidak ingat apa yang harus dia capai untuk mengembalikannya seperti normal yaitu dengan bantuan dari Ruiki.


"Gagal ini gagal !" Teriak Hiru


"Bagaimana mungkin ini bisa gagal..[Membanting Alat Transfer Memory ke lantai]..Cih, tidak ada waktu lagi..[Menggendong Yuuto]..Saat ini memang gagal tapi aku harus mencobanya lagi yang berarti sudah waktunya aku melakukan itu !" Ucap Hiru


Hiru membersihkan tubuh Yuuto supaya tidak ketahui lalu Hiru menelepon pelayannya.


"Katakan kepadaku bulan berapa saat ini ?" Tanya Hiru


"Saat ini adalah bulan Desember tuanku !" Balas Pelayan Hiru


"Pasang peledak dan sensor di setiap sudut Gedung Lab dan carikan dokter ahli bedah dan pasangkan tombol alat pemicu ledakan di ibu jariku jangan banyak tanya lakukan apa yang aku suruh dan cepatlah !" Ucap Hiru


"Baik Tuan kami akan melaksanakan tugas dari anda !" Ucap Pelayan Hiru


"Rencanamu jalankan..Jalankan..Jalankan..jalankan..Jangan sampai kamu melupakan balas dendam..Bertarunglah..Berjuanglah..Serahkan dirimu kepadaku !" Ucap Suara di kepala Hiru


Bersambung...

__ADS_1


 


 


__ADS_2