World Quiz Online

World Quiz Online
Chapter 203: Deklarasi Perang Besar


__ADS_3

Cuplikan Chapter 202.


Semua orang tahu kalau Yuuto tidak bisa menahan mentalnya jika melihat mereka namun sebenarnya Yuuto bisa menahan mentalnya dengan menggunakan topeng itu tapi Yuuto sadar kalau caranya itu tidak sopan saat pemakaman dilakukan jadi yang Yuuto lakukan hanyalah diam menatapi langit di bawah pohon yang mampu menutupi cahaya matahari sehingga Yuuto tidak kepanasan saat berteduh dari terik matahari.


"..[memukul pundak Yuuto lalu bersandar di pohon]..Apa kamu akan terus merenung seperti itu?" Tanya Baron


"Baron, maaf saat itu aku melakukan hal buruk kepadamu!" Ucap Yuuto


"..[menunduk]..Aku sadar kalau diriku ini masih lemah bahkan setelah latihan ternyata aku masih lemah tapi aku tidak akan menyerah, hari ini akan aku jadikan pelajaran untukku dan aku pastikan akan menyelamatkan siapapun yang berada di jangkauan mataku!" Ucap Baron dengan tekad yang kuat


"Aku percaya padamu dan kali ini..[Yuuto mulai menatap langit dengan serius]..aku tidak akan menahan diri kepada musuh..[matanya menajam]..akan aku hancurkan mereka!" Ucap Yuuto dengan nada berat


Baron menarik tangan Yuuto menuju ke pemakaman karena mentalnya sudah tenang, Yuuto dapat menahan kesedihan ini semua lalu mereka semua mendoakan Silvi, Anastasia, Restia, Rumina, Rina dan Xuan dalam keadaan ini suasana menjadi sunyi karena doa serta hembusan angin sejuk ketika mereka berdoa membuat nyaman di sekitar pemakaman.


"Aku tidak akan melupakan kalian..[wajah sedih]..akan aku ingat kalian untuk selamanya!" Ucap Baron


Seketika Reiza mengelus kepala Baron dengan halus hingga hatinya merasa tenang kemudian tanpa sadar mereka berdua berpegangan tangan.


Dua Komandan yaitu Komandan Haris dan Komandan Wang yang tidak hadir dalam kejadian itu dikarenakan dia menjaga siswa dan yang lainnya (maksudnya yang tidak hadir dalam Festival Duel). Selama pertarungan terjadi Komandan Haris dan Komandan Wang menjaga mereka semua serta membantu evakuasi warga ketika mendengar pertarungan sedang terjadi dan karena itulah korban menjadi sedikit.


"Jenderal, bagaimana keadaan Komandan...bukan sekarang dia adalah Dong dan Fuji Yusuke?" Tanya Komandan Haris


"Aku sangat tidak percaya selama ini mereka berdua berkhianat..[marah]..apa yang membuat mereka sampai melakukan ini!" Ucap Komandan Wang


"Dengarkan!..[Komandan Haris dan Wang bersikap prajurit]..Dong masih hidup dan sekarang dia menjadi ladang informasi kita untuk menyerang balik musuh untuk saat ini dia mau membuka mulut tapi tidak tahu sampai kapan dia melakukan ini semua lalu Fuji Yusuke telah mati itu saja!" Ucap Jenderal Kouka


"Baik Jenderal!" Ucap Komandan Haris dan Komandan Wang dengan nada keras


Setelah pemakaman selesai dan semuanya masih menginap di Kota White House, Yuuto di kamarnya sedang memikirkan perkataan pamannya yaitu saat berbicara berdua saja di Dunia Artificial World.


"Pertama sudah aku selesaikan yang kedua adalah membunuh Graundila dan Helix tapi saat ini mereka masih hidup dan ketiga menghancurkan alat AI-hard milik paman dan terakhir membunuh One yang mana dalang dari ini semua!" Ucap Yuuto


Mata Yuuto sudah tidak memiliki belas kasihan lagi kepada musuh, tatapannya selalu menekan orang saat melihatnya ketika dia mengingat apa yang telah terjadi. Saat ini kemarahan Yuuto masihlah air tenang suatu saat saat perang besar terjadi pasti kemarahannya akan menjadi ombak besar yang akan menghancurkan segalanya yang dihadapannya.


"..[memakai topeng]..Aku harus menyelesaikan game buatan Hollow,,[tidur di kasurnya].." Ucap Yuuto


Dunia Hollow yang mana ini adalah dunia death game buatannya dan Yuuto harus mulai lagi dari awal sampai percobaan ke 86. Terlihat Hollow begitu senang saat Yuuto datang ke dunianya dengan sambutan yang manis dan lembut dengan mudahnya Yuuto lalui hingga berhasil dengan cepat di percobaan ke 86.


"Luar biasa jadi apa kamu bisa menyelesaikannya hari ini juga?" Tanya Hollow


"Entahlah tapi lihat saja pasti akan aku selesaikan!" Ucap Yuuto


Yuuto berhasil menuju ke percobaan ke 88 namun dirinya sekali lagi mati terbunuh karena kurangnya keberuntungan...berkali-kali dia coba pada akhirnya hanya bisa berada di percobaan ke 88 lalu Yuuto berpikir terus bagaimana cara untuk melewati percobaan 88 menuju ke percobaan 89.


...


Pada akhirnya Yuuto tidak mampu untuk menyelesaikan permainan tersebut namun Hollow sedikit senang dengan usaha Yuuto lalu tiba-tiba tubuh Yuuto langsung terbangun dari tidurnya tanpa harus mati dalam game itu.


Sore hari, Kevin dan Baron membangunkan Yuuto karena mendapatkan berita yang mendadak dari Empat Pemerintah.


"Kalian kenapa membangunkanku dengan keadaan panik seperti ini?" Tanya Yuuto


"Yuuto ada hal penting yang harus kamu lihat!" Ucap Baron

__ADS_1


"Ini berkaitan dengan perang besar!" Ucap Kevin


Mendengar hal itu seketika mereka bertiga menuju ke Gedung Four Countries dengan cepat untuk mendengarkan sesuatu yang penting itu. Terlihat semuanya berkumpul di ruangan rapat sambil duduk lalu Tuan Zhafi memasang sebuah video layar lebar yang telah di siapkan sebelumnya,


"Dengarkan ini semuanya..[memegang remote]..tahanan bernama Dong sudah memberitahu lokasi markas musuh yang terletak jauh di pulau tidak terpenghuni dan letaknya arah selatan dari Kota White House setelah mendapatkan informasi ini dengan cepat aku memerintahkan regu pengintai untuk memeriksa markas musuh lalu rekaman inilah yang terkirim!" Ucap Tuan Zhafi


"Kami tidak menontonnya karena kami ingin melihatnya secara bersama-sama!" Ucap Tuan Kyojuro


"Lagipula semuanya yang berada di sini adalah orang yang penting!" Ucap Tuan Chen


"Kalau begitu Tuan Zhafi saat ini sudah terhubung silahkan anda tekan tombol on di remote itu!" Ucap Tuan Kim


"Baiklah!" Ucap Tuan Zhafi sambil menekan tombol on


Rekaman di mulai dengan pasukan pengintai dengan menggunakan pesawat tempur yang mana sangat cepat menuju ke pulau tidak terpenghuni itu, jumlah pasukan pengintai ada sepuluh lalu salah satu orang merekam saat-saat mendekati pulau tidak berpenghuni itu lalu sebuah Aura yang sangat luas dan tajam mengelilingi satu pulau itu, Aura itu hanya bisa di lihat oleh pengguna kemampuan Akseleration.


"Aura yang sangat mengerikan!" Ucap Hermes


"Keinginan dan tujuannya itulah yang membuat Aura ini menjadi ganas seperti kucing yang melindungi anaknya!" Ucap Michel


Rekaman berlanjut dengan menampilkan satu orang yang sedang melayang di udara lalu menghilang dengan cepat..[SFX: Booom]..tanpa sadar hanya satu pesawat pengintai yang masih terbang lalu orang itu menjatuhkan pesawat terakhir ke daratan. Rekaman menjadi buram namun masih bisa di lihat lalu pilot yang tersisa itu masih selamat dan keluar dari pesawat kemudian muncul orang tadi yang menghancurkan semua pesawat.


"Hmm..[mengangkat tubuh pilot dengan menekan lehernya]..kamera pengintai ini waktu yang tepat..[tersenyum]..kalau begitu langsung saja ke intinya saja saat ini tuanku mendeklarasikan perang besar kepada Lima Kota Besar!" Ucap A01


Rekaman masih menyala lalu sang pilot mati dengan leher patah kemudian kamera pengintai menampilkan nomor seri di lehernya yaitu A01. Kamera masih menyala dengan tampilan A01 mengumpulkan mayat para pilot kemudian membakarnya dengan api yang sangat besar.


"Kejamnya!" Ucap Uliyana


"Dengan jumlah pasukan kita..[ragu-ragu]..apakah bisa melawan 500 ribu pasukan musuh?" Tanya Zen kepada dirinya sendiri


"Kita sudah pernah menghadapi hal seperti ini di Dunia Artificial World jadi tidak perlu panik!" Ucap Machi


"Machi, benar kita harus tenang!" Ucap Vino


"Lalu bagaimana dengan yang belum pernah menghadapi hal seperti ini?" Tanya Ran-Ran


"Ran-Ran jangan terlalu keras nanti semuanya mendengar ucapanmu!" Ucap Ruina


Ucapan Ran-Ran seketika membuat mental Marga Ery down bersamaan dengan Lima Walikota yang mana baru kali ini terjadi perang besar.


Rekaman berlanjut dengan A01 mengambil kamera pengintai.


"Bersiaplah dan hancurlah kalian semua di tangan tuanku!" Ucap A01 sambil tertawa lalu rekaman terkirim


Rekaman selesai dan itu membuat suasana rapat menjadi sunyi lalu Yuuto angkat bicara.


"Kita akan menyerang mereka di satu titik saja!" Teriak Yuuto


Sebagian heran mendengar teriakan Yuuto yang mana sangat panik.


"Tch...apa kalian tidak mengerti dari ucapannya itu?" Tanya Yuuto


"Aku mengerti Yuuto, secara terang-terang mereka akan menyerang Lima Kota Besar secara bersamaan!" Ucap Tuan Zhafi

__ADS_1


"Perkiraanku 100 ribu Pasukan TSN akan dikerahkan pada setiap kota dengan satu pemimpin dari 100 ribu pasukan itu!" Ucap Tuan Kim


"Itu benar lalu kamu ingin menyerang di satu titik saja, caranya?" Tanya Tuan Kyojuro


Semuanya mulai paham dan mendengarkan pembicaraan tersebut.


"Aku memiliki keluarga dan kalian juga memiliki keluarga jadi kita akan memilih lokasi pertempuran yang mana sangat luas dan hanya satu sisi saja tanpa adanya gangguan dari penduduk kota!" Ucap Yuuto


"Maksudmu dengan menggunakan Teleport?" Tanya Baron


"Itulah maksudku...Baron, Yuna, Tina, Kevin dan Eina akan berada di Lima Kota Besar dan bersiap ketika musuh keluar dari persembunyian mereka!" Ucap Yuuto


"Tapi itu membutuhkan gelombang bunyi yang sangat banyak untuk mengaktifkannya!" Ucap Kevin


"Akan aku sebarkan gelombang bunyiku ke kalian berlima saat itulah gunakan Akseleration Teleport!" Ucap Yuuto


Mayuri dan Ryzen mendekati Yuuto.


"Yuuto jadilah pemimpin perang besar ini!" Ucap Mayuri dan Ryzen


"Syukurlah Kak Mayuri sudah berubah!" Ucap Ryzen


"Aku tahu hanya kamu yang bisa memimpin perang besar ini bersama dengan Empat Pemerintah jadi perintahlah kami Marga Ery!" Ucap Mayuri sambil menunduk


"Kak Mayuri!" Ucap Hermes dan Michel sambil menunduk seperti Mayuri


"Aku tidak keberatan dengan usulan itu!" Ucap Tuan Zhafi


"Kami membutuhkan dirimu, Yuuto!" Ucap Tuan Kyojuro


Yuuto langsung menunduk dengan hormat.


"Akan aku lakukan kali ini kitalah yang akan memimpin medan perang!" Ucap Yuuto dengan tatapan serius


Semua yang tadi hatinya merasa tegang langsung tenang lalu Yuuto menjelaskan rencananya ke seluruh orang yang ada di rapat.


Rencana Yuuto yaitu:


1. Baron akan berada di Kota Hometown\, Yuna di Kota Asteria\, Tina di Kota Zokya\, Kevin di Kota White House dan Eina di Kota Empority akan membuat lingkaran besar teleport menuju ke lokasi pertempuran yang sudah ditentukan.


2. Seluruh pasukan harus sudah bersedia di lokasi pertempuran yang sudah ditentukan.


3. Yuuto yang akan menyebarkan gelombang bunyi yang sangat banyak ke seluruh teman-temannya yang akan menggunakan Akseleration Teleport.


"Itu saja ketika pertempuran sudah berada di lokasi yang ditentukan aku ingin kalian semua mengamuk seperti di pertarungan puncak!...tidak perlu khawatir lagi dengan penduduk yang harus kalian lakukan adalah mengamuk untuk mengurangi jumlah pasukan musuh jadi apa kalian sudah siap?" Tanya Yuuto


10 Pemimpin Besar menunduk.


"Kami tidak akan meremehkan kekuatan musuh lagi akan kami keluarkan seluruh kekuatan yang kami punya hingga musuh hancur!" Ucap Baron, Yuna, Tina, Kevin, Eina, Lisa, Machi, Vino, Ruina, Ran-Ran dan Professor Jack


"Aku juga akan mengamuk seperti kalian!" Ucap Yuuto dengan mata penuh kemarahan


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2