World Quiz Online

World Quiz Online
Chapter 176: Gadis Kecil Yang Sangat Bawel


__ADS_3

Cuplikan Chapter 175.


"..[Mematikan teleponnya]..Baiklah kalau begitu..[Balik badan tapi menabrak seorang gadis]..[SFX: Brakk]..Aduh !..[Berdiri]..[Mengulurkan tangannya]..Apa kamu tidak apa-apa ?" Tanya Yuuto


Mata Yuuto terpana akan kecantikan dan keimutan gadis yang dia tabrak seakan-akan seperti boneka dengan rambut pirangnya yang panjang di ikat menjadi dua poni, matanya berwarna biru laut serta ikat rambutnya berwarna hitam bahkan pakaiannya yang indah membuat dirinya seperti sebuah boneka pajangan.


"..[Menampar tangan Yuuto]..[SFX: Plakk]..[Menatap Yuuto]..Minta maaf, cepat minta maaf !" Ucap Gadis itu


"Aku minta maaf !" Ucap Yuuto


"..[Berdiri]..Apa kamu melihatku seperti anak kecil yang mana aku sebenarnya sudah besar !" Teriak Gadis itu


"Ehh..[Melihat ukurannya yang lumayan kecil]..Bukankah kamu memang kecil !" Ucap Yuuto


"Mmhm..[Memukul perut Yuuto]..[Yuuto yang lengah langsung terkapar di lantai dengan kesakitan]..Rasakan itu !" Ucap Gadis itu


"..[Berusaha berdiri]..Oi, kenapa kamu memukulku ?" Tanya Yuuto dengan nada marah


"Ehh..[Panik lalu berlari menjauhi Yuuto]..Aku harus cepat !" Ucap Gadis itu


"..[Berdiri]..Memukul orang yang mana sudah minta maaf secara tulus tidak bisa di maafkan..[Kesal]..Walaupun kamu masih anak kecil jangan harap aku akan bersikap lembut..[Melihat gadis itu pergi menjauh]..Tunggu !" Ucap Yuuto yang langsung mengejar Gadis itu


"..[Melihat ke belakang]..Ehhh..[Panik]..Gawat dia mengejarku !..[Melihat gang sempit lalu masuk ke sana melalui keramaian]..[Yuuto tidak melewati gang sempit itu]..[Bernapas lega]..Dia tidak menemukanku..[Berbalik melihat ke belakang gang sempit]..Syukurlaa..[Melihat para berandalan dan preman]..Gawat !..[SFX: Krekk]..Ahh !" Ucap Gadis itu


"..[Melihat gadis itu]..Hmm, oi ada mainan !" Ucap Preman sambil tersenyum bejat


"UwU..Dia sangat cantik dan imut itu tipeku banget !" Ucap Om-Om Bejat


"..[Menutup jalan keluar]..Malam ini kita bisa bersenang-senang !" Ucap Berandalan sambil menjilat bibirnya


"..[Mundur ke belakang]..Berhenti jika kalian mendekat aku akan..[SFX: Tersandung]..Aduh..[Melihat tiga orang bejat sudah di dekatnya dan mengepung dirinya]..Siapapun tolong aku !" Ucap Gadis itu sambil menangis


"Oi..[Tiga orang bejat melihat ke luar gang]..Apa yang sedang kalian lakukan ?" Tanya Yuuto


"Tch..Apa urusanmu bocah jangan mengganggu waktu kami !" Ucap Om-Om Bejat


"Padahal ini waktu yang terbaik untuk kita, cepat urus dia !" Ucap Berandalan


"..[Membunyikan jarinya]..Serahkan kepadaku !" Ucap Preman


"..[Melihat gadis itu]..Kamu..[Gadis itu melihat ke arah Yuuto]..[Melihat ke arah tiga orang bejat]..Oi, kalian dia ada urusan denganku cepat enyalah !" Ucap Yuuto


"Jangan meremehkanku bocah !" Teriak Preman


Yuuto menghindari pukulan arah depan lalu membalasnya dengan pukulan depan yang sangat kuat hingga hidung patah dan bibir pecah sekaligus dirinya terlempar ke arah tong sampah.

__ADS_1


"Gawat dia kemungkinan salah satu peserta !" Ucap Berandalan sambil ketakutan


"Apa kamu bilang kalau begitu ayo kita cepat lari !" Ucap Om-Om Bejat


"Lari..[Mendekati Berandalan dan Om-Om Bejat itu]..[Mata Yuuto menghitam]..Jangan harap kalian bisa lari !" Ucap Yuuto


Beberapa menit kemudian pertarungan selesai dan Yuuto sudah membuat masa depan mereka berdua hilang untuk sementara waktu.


"Kutukan itu akan hilang saat kalian lebih menghargai perempuan !" Ucap Yuuto


"..[Berdiri]..[Ketakutan]..[Menangis]..Aku seharusnya tidak berada di sini !" Ucap Gadis itu


"..[Mengangkat Gadis itu]..Kalau begitu mari kita bicara soal tadi benarkan tuan putri !" Ucap Yuuto


Mereka berdua kini berada di sebuah rumah makan yang tidak terlalu jauh dari hotel penginapan sedangkan Gadis itu memesan begitu banyak makanan kemudian memakannya dengan sangat lahap hingga melupakan keberadaan Yuuto.


"..[Bingung melihat begitu banyak piring yang sudah dia habiskan]..Kamu ini tidak tahu malu atau apa ?" Tanya Yuuto


"Tuan ini semua tagihannya !" Ucap Pelayan


"..[Melihat tagihan semua makanan]..Ughh..[Merobek kertas tagihan]..Oi, cepat katakan kepadaku siapa kamu ini ?" Tanya Yuuto dengan nada marah


"Ahh..[Membersihkan mulutnya]..Aku sangat kenyang..Puhh..Asal kamu tahu, aku sudah tidak makan selama sehari penuh karena selalu di ruangan itu bahkan pelayanku tidak peduli mereka selalu mengucapkan diet..[Menghela napas]..Aku malas melakukannya lagipula aku tidak gendut !" Ucap Gadis itu


"Aku tidak peduli !" Ucap Yuuto sambil menahan amarahnya


"Berisik dasar bodoh siapa yang mengajarimu kata-kata itu ?" Teriak Yuuto


"Namaku Ria Asteria !..[Yuuto mengingat kata Asteria]..Akulah Sang Peramal masa depan yang sangat hebat, imut dan cantik jadi perhatikan diriku ini !" Ucap Ria Asteria


"Hooo, walaupun tersesat di jalan sendirian, bertemu dengan tiga orang bejat dan tidak membawa uang di saat dirinya kelaparan..[Tersenyum licik]..Sungguh kekuatan yang hebat !" Ucap Yuuto dengan nada mengejek


Semua ucapan Yuuto menusuk hatinya Ria Asteria.


"Semua itu sudah masuk ke dalam ramalanku..[Berusaha berbohong]..Aku tahu kamu akan menolongku dan lihatlah kamu benar-benar menolongku..[Yuuto pergi meninggalkannya]..Ehhh !" Ucap Ria Asteria


"..[Menghela napas]..Berurusan dengannya hanya akan membuat kepalaku sakit..[Melambaikan tangannya]..Sampai jumpa lagi nona peramal yang agung !" Ucap Yuuto


"..[Menarik napas]..Orang itu belum membayar tagihan makanan bahkan membiarkan gadis imut ini yang membayarnya !" Teriak Ria Asteria


"..[Menarik tangan Yuuto]..Tuan tolong bayar dan jangan memperlakukan gadis anda dengan cara seperti ini !" Ucap Pelayan


"Ha ?..[Kesal]..Aku bukan pacarnya lagipula aku sama sekali tidak ada hubungan apapun dengaa..[Semua orang melihatnya dengan tatapan jijik]..Bocah kamu benar-benar menyebalkan !" Ucap Yuuto


Yuuto membayar tagihan makanan yang Ria sudah makan lalu Yuuto pergi keluar dengan wajah marah dan kesal tapi Ria mengikutinya.

__ADS_1


"..[Menarik napas]..[SFX: Puk]..[Sebuah batu mengenai kepalanya]..Apa mau mu dan jangan mengikutiku bocah menyebalkan !" Teriak Yuuto


"Apa kamu mampu untuk..[Menampilkan wajah imut dan cantiknya]..Meninggalkan Gadis imut dan cantik ini sendirian di tempat umum seperti ini ?" Tanya Ria Asteria


"..[Tatapan tidak peduli].." Aksi Yuuto


"..[Panik]..Seriusan !..[Menarik baju Yuuto]..Aku tidak mau, aku tidak mau sendirian di sini..[Menarik baju Yuuto]..Cepat bawa aku !" Ucap Ria Asteria


Ria terus menarik baju Yuuto, Menempel kemanapun Yuuto pergi bahkan mencubitnya dengan kuat hingga Yuuto hilang kesabarannya.


"..[Menarik napas]..Ku bunuh anak ini !..[Gumam niat Yuuto yang ragu-ragu]..Aku ingin mengucapkan itu tapi..[Melihat Ria menangis]..Meninggalkannya sendirian bahkan dengan kejadian yang barusan pasti membuatnya takut !" Gumam Yuuto


"Kumohon jangan tinggalkan aku sendirian !" Ucap Ria dengan serius dan menangis


"..[Menghela napas]..[Mengulurkan tangannya sekali lagi]..Namaku Yuuto salam kenal Ria !" Ucap Yuuto


"..[Menatap Yuuto]..[SFX: Deg-Deg]..[Merasa mual dan pusing]..Yuuto !" Ucap Ria yang melihat sesuatu di kepalanya


"Hei ada apa denganmu..[Ria perlahan pingsan]..Oi..Oi..Bertahanlah !" Teriak Yuuto


Ria pingsan di tempat karena kekuatan merapalnya muncul ketika saling tatap mata dengan Yuuto dan tampaknya dia melihat sesuatu yang mengerikan untuk dirinya. Yuuto menggendong Ria ke hotel tempat menginapnya untuk sementara Yuuto membuat Ria istirahat di kamar milik Yuuto.


Beberapa menit kemudian, Ria perlahan bangun dari pingsanya lalu bingung melihat dia sedang terbaring di kasur seketika dirinya takut.


"Tenanglah Ria jangan berisik !" Teriak Yuuto


"..[Menutup mulutnya]..Dimana aku ?" Tanya Ria


"Untuk saat ini kamu berada di kamarku karena tadi kamu tiba-tiba pings..[SFX: Pakk]..[Sebuah bantal mengenai wajahnya Yuuto]..Apa yang kamu lakukan..." Teriak Yuuto yang marah


"Apa yang kamu lakukan kepadaku hentai !" Teriak Ria


"Ha ?..[Lemparan kedua tepat mengenai wajahnya Yuuto sekali lagi]..Tunggu dulu, aku sama sekali tidak melakukan apapun kepadamu !" Ucap Yuuto


"..[Berdiri]..Aku tidak mau mendengar apapun darimu..[Menarik napas]..Tidak mungkin seorang perjaka dengan gadis secantik diriku tidak melakukan sesuatu..Apalagi..Apalagi kita saat ini hanya berdua saja !" Ucap Ria yang malu


"..[Tatapan tidak peduli]..Aku tidak tertarik dengan gadis sepertimu dasar bodoh !" Teriak Yuuto


"..[Melihat tatapan Yuuto]..Seriusan..[Menghela napas]..Aku tidak percaya kamu ini cowok seperti apa tapi masa depan yang aku lihat cukup mengerikan untukmu !" Ucap Ria


"Masa depan ?" Tanya Yuuto


"Lebih tepatnya masa depan kota ini dan aku melihat dirimu yang tersiksa karena melindung kota ini !" Ucap Ria


"..[Tahu akan ucapan Ria sangat serius]..Bisakah kamu memberikan detailnya kepadaku ?" Tanya Yuuto

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2