World Quiz Online

World Quiz Online
Chapter 212: Pertarungan Di Pulau Sebelah Timur


__ADS_3

Cuplikan Chapter 210.


"Aku tahu itu..[kedua kakinya seperti berpijak di udara lalu A04 jongkok kemudian dia melompat sambil membawa A05]..[lompatannya sangat cepat dan kuat]..tapi..[merasakan Aura yang mengingatkannya dengan orang yang membuat mereka berpindah tempat]..mereka sudah mempermainkan kita..[tersenyum]..aku sangat tidak sabar!"


Ucap A04 sambil membawa A05 dengan lompatannya yang sangat cepat dan kuat membuat dia hampir sampai di pulau sebelah timur sedangkan A02 dan A03 terbang dengan kecepatan penuh menuju pulau sebelah timur.


...


[Di Pulau Timur]


Di sebuah markas yang sudah di dirikan secara dadakan yang mana menjadi markas komunikasi sekaligus markas utama kini mereka berempat sudah berkumpul setelah melakukan misi yang sangat sulit.


"Kita sudah berhasil memindahkan semua musuh ke markas mereka sendiri!"


Baron menjelaskan seluruh keberhasilan rencana mereka lalu Yuna mencelah ucapannya Baron.


"Baron ini belum berhasil..[Baron langsung diam]..musuh akan datang dari arah timur dengan jumlah mereka yang sangat banyak jadi persiapkan seluruh pasukan untuk menyerang ketika mereka sampai pasti pasukan kita bisa menahan musuh yang berada di laut!"


Teriak Yuna lalu seluruh pasukan menuju ke pinggir laut sedangkan Kevin dan Tina sudah merasakan hawa kehadiran musuh mereka yang terbang di langit.


"Mereka pasti baik-baik saja..[memikirkan temannya yang ikut berperang sedang mengawasi pinggir laut]..Akseleration Manipulation: Realm Sound Wave!..[membuat sebuah lingkaran yang mana menutupi seluruh pulau]..[menghembuskan napas karena lelah]..dengan ini kalian bisa mudah mengumpulkan gelombang bunyi sekaligus aku bisa mengetahui lokasi kalian dan musuh selama masih berada di realm milikku!"


Eina mengeluarkan bentuk Akseleration yang sangat susah untuk dilakukan namun Eina bisa melakukannya dengan mudah karena dia sudah berlatih keras untuk menciptakan bentuk ini.


"Baron pimpin komando di pinggir pantai supaya dapat mempertahankan pasukan depan dan hanya kamu yang bisa membantu pasukan di pinggir pantai lagipula kamu akan berguna di sana!"


Ucap Kevin yang akhirannya menyindir Baron namun dengan perasaan tenang, Baron menerima ucapannya Kevin karena perintah yang dia berikan merupakan hal yang benar. Musuh yang datang saat ini berjumlah sangat banyak sedangkan pasukan mereka sangat sedikit jadi untuk membuat perlawanan perlu satu orang yang mampu memimpin pasukan dengan baik.


"Baiklah berarti kalian berempat akan melawan komando musuh yang sebentar lagi akan datang!..[memegang pundak Kevin]..aku akan melakukan tugasku dengan baik begitupun denganmu, Kevin!"


Kata-kata terakhir Baron setelah itu dia pergi untuk memberikan komando pasukan di pinggir pantai lalu mereka berempat terbang ke langit untuk melihat keberadaan komando musuh.


"Akseleration!..[menyebarkan gelombang bunyi miliknya melalui udara]..dengan kecepatan seperti itu mereka akan datang sebentar lagi..[menghela napas]..kenapa aku harus melawan orang ini dan bukan Graundila atau Helix!"


Tina merasa tidak senang melawan empat komando ini karena Tina masih memiliki perasaan kesal dan marah dengan perbuatan Graundila dan Helix yang membuat teman-temannya gugur dalam pertarungan.


"Kakak bertarunglah bersama dengan Eina karena dia tidak bisa bertarung jarak dekat apa lagi jarak jauh!"


Minta Kevin karena tahu kalau Eina ahli dalam membantu daripada bertarung lalu Yuna mengeluarkan seluruh Aura miliknya kemudian turun ke lautan..[SFX: Freeze]..sebagian permukaan air laut langsung membeku.


"Mereka datang!"

__ADS_1


...


A02, A03, A04 dan A05 telah sampai di lokasi dengan di sambut oleh Yuna, Tina, Kevin dan Eina. Mereka semua saling waspada lalu A04 melepaskan A05 lalu dia turun ke permukaan air laut yang sudah membeku.


"Kamu adalah lawanku..[tersenyum]..jangan sampai menyerah sebelum aku mengeluarkan seluruh kekuatanku!"


A04 meremehkan kekuatannya Yuna walaupun begitu Yuna hanya bisa menatap A04 dengan tatapan membunuh namun A04 tidak menyadari hasrat Yuna yang sangat mengerikan itu.


"..[menghela napas]..Perempuan itu menyusahkan sekali kalau soal bertarung jadi bersikap lembut dengannya..[teriak ke arah Yuna]..baiklah, kamu adalah lawanku!"


Ucap A05 dengan nada kurang semangat saat melihat Kevin sebagai lawannya namun Kevin hanya tersenyum lega melihat lawannya.


"Aku tidak perlu menahan diri lagi..[SFX: Listrik]..Kakak, Eina walaupun dua orang itu masih terlihat seperti anak-anak tapi mereka kuat jangan meremehkan dua anak kecil itu!"


Ucap Kevin sambil mengaktifkan Ultimate Akseleration: Electric God Step membuat A05 tertawa karena tahu Elemen Akseleration Kevin adalah listrik sedangkan A05 adalah tanah.


"Apa kalian tahu Elemen Akseleration?"


Tanya A05 membuat Kevin bingung lalu A05 menjelaskannya.


"Elemen Akseleration adalah sebuah unsur yang pengguna itu pikirkan seperti aku ingin cepat bisa mendapatkan elemen listrik, aku ingin tenang bisa mendapatkan elemen air atau ice, aku ingin marah bisa mendapatkan elemen api, aku ingin bebas mendapatkan elemen angin dan terakhir adalah aku ingin kuat dan kokoh bisa mendapatkan elemen tanah...Akseleration Manipulation: Stone Spear!..[tanah di daratan membentuk sebuah tombak batu sesuai keinginannya A05]..contohnya seperti ini!"


"Jadi kamu tertawa karena listrik lemah di tanah begitukah?"


"Akhirnya kamu paham dasar otak udang jadi apakah kamu masih ingin melawanku?"


Ucapannya A05 memang terdengar menjengkelkan tapi Kevin melampiaskannya dengan tersenyum senang karena dia bisa mengamuk melawan musuhnya.


"Kalau begitu..[tersenyum]..bertahanlah sampai aku puas dengan seluruh seranganku!"


A05 dan Kevin langsung saling baku hantam dengan Kevin yang membuat A05 tidak bisa melihat pergerakan Kevin yang sangat cepat sehingga A05 hanya bisa bertahan dari seluruh serangan Kevin yang mana cukup kuat namun tidak berdampak buruk.


"Wahh, kakak lihatlah saat ini A05 sangat kewalahan melawan musuhnya jadi apa kita harus membantunya?"


Seorang anak kecil dengan nomor seri A03 di punggung tangan kanan khawatir dengan A05 yang akan kalah jika terus bertahan dari serangannya Kevin.


"Adikku tidak perlu khawatir dengan keadaan A05 yang perlu kita lakukan adalah percaya dengan mereka dan kita harus fokus dengan dua musuh di depan kita!"


Seorang anak kecil dengan nomor seri A02 di punggung tangan kiri tidak khawatir dengan A05 malah dia fokus dengan dua musuh di depan mereka. Tina dan Eina sedikit ragu melawan anak kecil yang masih umur 15 tahun karena itu Tina memikirkan kalau mereka sedang dalam keadaan terpaksa bertarung.


"Aku tidak ingin melawan kalian sebaiknya menyerah dan..[Aura besar keluar dari A02]..firasat adikku ternyata betul kalian tidak bisa diremehkan!"

__ADS_1


Tina terkejut melihat Aura A02 yang mana sangat menekan dan sudah terbiasa memakai Aura itu untuk menindas musuhnya.


"Kakak, apa perlu kita melawan mereka dengan serius bukankah mereka mudah untuk di kalahkan?"


Ucap A03 yang mana meremehkan Tina dan Eina namun A02 menjawabnya dengan nada sadis.


"Adik bertarunglah dengan serius melawan mereka pastikan tidak membuat mereka melihat esok hari yang mana artinya bunuh mereka!"


"..[mengeluarkan Aura miliknya]..Akseleration Manipulation: Blue Phoenix!..[tiba-tiba gelombang bunyi berubah unsur menjadi api biru yang mana terbentuk burung phoenix berwarna api biru]..baik kak, aku akan bertarung dengan serius melawan mereka!"


"..[mengeluarkan Aura miliknya]..Akseleration Manipulation: Red Phoenix!..[tiba-tiba gelombang bunyi berubah unsur menjadi api merah yang mana terbentuk burung phoenix legenda]..sebaiknya kalian memberikan perlawanan!"


Ucap A02 membuat Tina mulai menganggap mereka lawan yang berbahaya. Pertarungan menjadi memanas saat ini Tina dan Eina melawan A02 dan A03 yang mana belum terjadi pertarungan karena mereka masih saling menunjukkan kekuatan masing-masing sedangkan Kevin melawan A05 sudah saling baku hantam dengan keunggulan di pegang Kevin dalam pertarungan namun tidak ada tanda kalau A05 terluka parah.


"Para rekanku sudah mulai bertarung jadi apa kita harus bertarung juga?"


Tanya A04 namun Yuna tetap diam seakan-akan malas menjawab pertanyaannya A04 dengan perasaan tidak senang, Yuna mengatakan niat sesungguhnya di dalam hatinya.


"..[mengeluarkan pedang sound container]..[napas membeku]..[bergerak cepat dan langsung ada di hadapannya A04]..bertarunglah sampai salah satu di antara kita terbunuh!"


Ucap Yuna dengan melancarkan pedangnya tepat di lehernya A04 karena reflex yang sangat hebat membuat A04 selamat dari serangan dadakan Yuna.


"..[memegang lehernya]..Gerakannya sudah pasti aku awasi dari tadi tapi kenapa saat aku mengedipkan mata..[panik]..dia menghilang..[Yuna mempersiapkan diri lagi]..kali ini akan aku pastikan melihat gerakannya..[mengedipkan matanya]..[Yuna langsung mengincar lehernya lagi]..apa!"


Gumam A04 yang sangat panik melihat Yuna dengan gerakannya yang sangat cepat membuat A04 kewalahan melihat gerakannya namun dengan insting dan reflex yang dia miliki mampu menjaga dirinya tetap selamat.


"Dia lawan yang sangat kuat seharusnya A02 atau A03 yang melawannya tapi..[menjauhi Yuna]..tch, aku salah meremehkan kemampuan musuh!"


"Mari kita lanjutkan pertarungannya..[menarik napas lalu menghembuskannya]..Ultimate Akseleration: Manipulation Ice!"


Sebagian air laut membeku lalu bergerak layaknya makhluk hidup mengelilingi A04 dengan Yuna sebagai pusat utama dalam mengendalikan ice miliknya.


"..[keringat]..Gawat ini sangat gawat bagaimana bisa..[seluruh serangan Yuna mengarah kepadanya]..melawannya..[tertawa]..ini sungguh menarik..[tertawa]..Yuna kamu sangat luar biasa kalau begitu akan aku tunjukkan seluruh kekuatanku..[mengeluarkan sebuah katana]..Teknik Pertama..[memotong dengan gerakan yang sangat rapi dan cepat]..Yuna perlihatkan aku seluruh kekuatanmu!"


Yuna menyerang secara membabi buta namun A04 mampu memotong dan menahan serangannya Yuna kini pertarungan mereka menjadi semakin memanas namun A04 terlihat sedikit tidak waras atau gila akan pertarungan membuat Yuna sedikit bingung dengan gerakannya yang tidak teratur.


Bersambung...


 


 

__ADS_1


__ADS_2