
Cuplikan Chapter 166.
"Aku Hiru Okama bagaimana kalau kita berbicara..[Tersenyum]..Tenang aku tidak ada niat buruk yang aku inginkan adalah maukah kalian menjadi rekanku ?" Tanya Hiru
Graundila dan Helix yang biasanya kalau sedang beraksi selalu melakukannya secara terburu-buru kini mereka sangat berhati-hati dihadapannya Hiru Okama.
"..[Suasana tegang]..Sebelum itu bolehkah kami mengisi bahan bakar ?" Tanya Helix
"Bahan bakar ?..[Bingung]..Ahh, maksud kalian makanan dan minuman kalau begitu ikutin aku !..[Berbalik badan masuk ke dalam hutan].." Ucap Hiru
Graundila dan Helix mengikuti Hiru, masuk ke dalam hutan. Mereka bertiga masuk ke dalam hutan yang mana hutannya sangat lebat dan banyak hewan liar yang selalu mengawasi namun tidak berani mendekati karena Aura Membunuh dari Hiru yang dia pancarkan.
"Kata Lucas kalau tidak salah..[Lompat ke atas]..[Berdiri di puncak pohon]..[SFX: Hembusan Angin]..[Melihat rumah]..Itu dia !..[Turun ke bawah]..Terus ke depan dan kita akan sampai !" Ucap Hiru
"Lompatannya sangat tinggi !" Bisik Helix
"Aku juga bisa melakukannya tapi dahan pohon yang selalu aku pijak pasti akan rusak atau patah !" Ucap Graundila
"Ahhh, tentu saja dengan tenaga dan badanmu itu mana mungkin dahan pohon sedang itu bisa menahanmu !" Ucap Helix
Graundila tertawa sedangkan Helix masih waspada terhadap Hiru.
"..[Merasakan perasaan waspada dari Helix]....[Berhenti]..Helix kamu tidak perlu waspada seperti itu yang aku inginkan cuma rekan kalau kalian tidak mau tidak apa-apa, aku sama sekali tidak memaksa !" Ucap Hiru
"Hey, bukankah aneh dari sikapmu dengan Aura-mu itu sangat berbeda !" Ucap Helix
"Yang dikatakan Helix itu benar, Aura itu mencerminkan penggunanya semakin buruk Aura semakin mengerikan si penggunanya !" Ucap Graundila
"Hmm, mengagumkan sekali ternyata Aura Membunuh bisa berada di dalam diri kalian..[Bergumam]..Tapi Aura Membunuh mereka berbeda dengan Aura Membunuhku mungkin Aura ini didapatkan dari prinsip dalam membunuh seperti Helix yang membunuh untuk kesenangannya dalam memainkan sulapnya sedangkan Graundila yang membunuh demi tujuannya untuk merusak kedamaian !" Gumam Hiru
"Ini pertanyaan terakhir kami !" Ucap Helix
"Silahkan !" Ucap Hiru
"Siapa kamu ?" Tanya Helix
Helix dan Hiru sedang melakukan kontak mata yang mana membuat suasana menjadi sunyi dan suram sedangan Graundila melihat sekeliling yang mana sedang mencari buah-buahan.
"..[Melihat Graundila yang memakan pisang]..Bisakah saya menjawabnya di rumah ?" Tanya Hiru
__ADS_1
"Rumah ?..[Hiru membuka pintu rahasia yang mana warna pintu sesuai dengan warna hutan]..Aku tidak tahu kalau itu pintu !" Ucap Helix
Helix dan Graundila masuk ke dalam setelah masuk betapa terkejutnya mereka melihat kaca yang tembus pandang dengan bagian luar serta beberapa perabotan rumah di dalam ruangan tersebut.
"Graundila kalau kamu lapar silahkan pergi ke bawah untuk mengambil beberapa makanan yang ada di sini cuma makanan kaleng !" Ucap Hiru
"Tidak masalah !" Ucap Graundila kemudian langsung ke bawah
"..[Duduk di sofa]..Lanjut ke topik yang sebelumnya, aku Hiru Okama seperti yang kalian lihat..Aku ini seorang ilmuwan..[Menatap Helix]..[Tersenyum]..Itu dulu sekarang aku hanyalah orang yang sudah menghancurkan Distrik Shibuya dan dianggap mati oleh pemerintah karena ledakan besar yang terjadi di Rumah Lab !" Ucap Hiru
"Menghancurkan Distrik Shibuya bisakah aku melihat rekaman yang terjadi ?" Tanya Helix
Helix sangat terkejut melihat Distrik Shibuya hancur lembur karena ledakan besar itu lalu muncul Graundila yang sudah selesai makan, dia langsung ikut melihat apa yang terjadi di Shibuya !
"Bagaimana kamu melakukannya ?" Tanya Helix
Graundila masih tidak percaya melihat hal tersebut bahkan dia menyesal tidak pernah melakukan kerusakan sebesar itu.
"Graundila..[Melihat ke arah Hiru]..Buronan yang sangat sadis dan brutal tidak memandang usia dalam kasus pembunuhannya dan kabar mengenai dirinya adalah tidak ada satupun peluru yang bisa menembus kulitnya yang sangat keras itu tapi saat dia ditangkap, tubuhnya terluka oleh sebuah katana berwarna merah jadi apakah aku benar ?" Tanya Hiru
Graundila berdiri dihadapannya Hiru.
"..[Mengabaikan]..Helix..[Melihat ke arah Helix]..Buronan yang sangat sadis akan sulapnya bahkan kecepatannya dalam mencuri bagian tubuh manusia sangat luar biasa kabar mengenainya kalau semua itu adalah dari mata spesialnya yang mampu membuat sasarannya tidak merasakan rasa sakit. indra musuh melumpuh dan memperlambat tempo lalu dia juga ahli dalam melarikan diri dari penjara namun sekian banyaknya kabur kini dia berhadapan dengan si pengguna katana merah yang mengakibatkan matanya dijadikan eksperimen dan luka membekas lurus dari mata kiri ke kanan bukankah begitu ?" Tanya Hiru
Graundila semakin marah karena amarahnya dia sampai tidak berpikir jernih dan Helix yang melihat berulang kali untuk menyuruh Graundila untuk tetap tenang.
"Graundila tenanglah !" Teriak Helix
"Mau kamu siapa bahkan lebih hebat dariku tapi jangan sombong dihadapan orang ini !" Ucap Graundila
"..[Tersenyum jahat]..[Menatap Graundila]..[SFX: Gelombang Bunyi]..Tunduklah !" Ucap Hiru
..[SFX: Tekanan]..Hiru menekan tubuh Graundila dengan menggunakan Gelombang Bunyi seketika membuat Graundila menyentuh lantai.
"Hey hentikan itu !" Teriak Helix
"Diamlah..[Mata mengerut marah]..Dari tadi kamu terus bertanya-tanya dan mengabaikan ucapanku tadi bukannya aku sudah menjawabnya lalu kenapa kalian selalu memberikan pertanyaan..Tch..!" Ucap Hiru
"..[Mencoba berdiri]..Aggghh, Helix lakukan sesuatu !" Ucap Graundila
__ADS_1
"..[Melihat Graundila terluka]..Tch, baiklah kami akan menjadi rekanmu !..[Hiru melepaskan tekanan]..Tapi ada syaratnya !" Ucap Helix
"Baiklah akan aku terima syaratmu itu !" Ucap Hiru
"Helix..[Tangannya menyuruh diam]..Tidak perlu memakai syarat apapun..[Memberikan rasa hormat]..Apa yang kamu inginkan One !" Ucap Graundila
Helix yang melihat Graundila bertindak semaunya terpaksa mengikuti alur yang dibuatnya.
"One ?..[Bingung]..Hmm, sebutan itu cocok untuk menutupi identitasku dari pemerintah kalau begitu sekarang kalian berdua adalah Two untuk Helix dan Three untuk Graundila jadi bagaimana ?" Tanya Hiru
"Saya akan menerima panggilan itu mulai sekarang saya adalah Three !" Ucap Graundila
"Mulai sekarang saya akan dipanggil Two !" Ucap Helix
"Baiklah..[Tersenyum]..Tunggu sebentar aku ingin menelepon Lucas !" Ucap Hiru
"One siapakah Lucas ?" Tanya Two
"Lucas itu adalah pelayan setiaku dan tempat ini diberitahu olehnya jadi aku ingin dia di sini untuk menyiapkan makanan daripada kita makan-makanan kaleng !" Ucap Hiru
"One anda sangat mengagumkan !" Ucap Three
"Bisakah kamu menghentikan itu !..[Menghela napas]..Apa benar orang ini bisa diandalkan ?" Gumam Two
"Tenang saja Two..[Melirik ke arah Two]..Aku bisa kalian andalkan !" Ucap One
"Tch, membaca pikiranku itu diluar akal manusia !" Ucap Two yang kaget namun takut
"..[Menutup telepon]..Lucas akan segera datang kalau begitu mulai sekarang adalah terbentuknya organisasi penjahat yang bernama The Number asal kalian tahu tujuan utamanya adalah menguasai dunia dengan kekuatan dan balas dendam !" Ucap One
"Tujuannya tidak melenceng dengan tujuanku !" Ucap Three
"Oh iya anggota keempat bernama Agurame Asura saat ini dia sedang mengembangkan alat yang aku minta jadi dia tidak bisa berkumpul !" Ucap One
"Baiklah kami akan mengikuti apapun yang kamu inginkan One !" Ucap Two
Terbentuklah Organisasi The Number yang mana akan menjadi ancaman bagi seluruh negara terutama Hiru Okama yang sudah membuat Negara Jepang kewalahan dalam menangkapnya.
Bersambung....
__ADS_1
Pembaca, chapter selanjutnya akan membahas Ruiki dengan Yuuto yang mana akan terus berlanjut sampai Ruiki mensugesti Yuuto.