World Quiz Online

World Quiz Online
Chapter 40: Restoran Tanagi Part 2


__ADS_3

Cuplikan Chapter 39.


"Semuanya dengar, orang yang telah memimpin 50 juta umat manusia, orang yang mendirikan sebuah Aliansi besar yaitu Aliansi Winterland yang terdiri dari negara Indonesia, Jepang, Cina dan Korea, orang yang kami cari-cari selama 2 bulan dan dia adalah Yuu Kazuto atau Yuuto dengan julukan The Emperor dia adalah pahlawan besar WQO !" Teriak Baron, Yuna, Kevin, Tina, Eina, Lisa, Machi, Ruina, Ran-Ran, Vino, Professor Jack


Teriakan tersebut membuat semua orang menepuk tangan bahkan Alicia, Rina, Xuan dan ibunya Alicia sangat terkejut ketika mendengar kalau Yuu Kazuto adalah Yuuto yang merupakan Ketua dari 10 Pemimpin Besar dalam peristiwa WQO.


..[SFX: Mobil Berhenti]..Pintu mobil terbuka lebar lalu terdapat dua bodyguard yang berada di samping kanan dan kiri pintu mobil. Orang kaya yang menghina bibinya Yuuto langsung menciut seperti tikus yang melarikan diri saat melihat seekor kucing bahkan dia meminta maaf kepada Yuuto dengan mencium sepatu putih milik Yuuto berkali-kali sambil meminta maaf.


"..[SFX: Mencium]..[SFX: Menangis]..Tolong maafkan aku !..[Menarik-narik celana Yuuto]..Akan aku pastikan kejadian ini tidak akan terulang lagi !" Minta orang kaya


"..[Yuuto jongkok di depan orang kaya yang tidak berdaya]..Aku mendengarnya kalau tidak salah kamu dulu pernah melakukan hal seperti ini..[Melirik ke arah Lisa]..Lisa, apakah benar dia melakukan hal yang sama kepadamu ?" Tanya Yuuto


Orang kaya melirik ke arah Lisa dengan wajah penuh ketakutan, memohon belas kasih bahkan dia terus meneteskan air mata yang dimana dia sangat ingin mendapatkan  kesempatan ketiga.


"..[Menutup mata]..Kesempatan tidak akan selalu ada..Maaf kesempatan tidak akan ada lagi buatmu !" Ucap Lisa sambil membuka matanya


Wajah penuh keputusasaan terlukis di wajah orang kaya tersebut. Sekarang tidak ada orang yang mau membantunya bahkan harta yang begitu banyak ia miliki tidak dapat membantu dirinya. Yuna berjalan menuju pintu masuk mobil lalu setelah beberapa menit dia membawa keluar seorang pria yang sedikit tua (Umur 54) memakai pakaian jas hitam.


"Tangkap orang itu lalu bawa dia ke kantor polisi..[Para Bodyguard menahan orang kaya yang melecehkan bibinya Yuuto]..Daripada kita terus berdiri di sini bagaimana kalau kita makan malam di kelas 3 !" Ucap Professor Randolf


"..[Memegang tangan Alicia]..Alicia dia pemilik Kota Hometown yang secara langsung di beri tanggung jawab oleh Empat Pemerintah untuk memajukan kota ini !" Bisik Xuan ke telinga Alicia


"..[Menghela napas]..Aku tidak tahu kalau sepupuku adalah pahlawan dari peristiwa WQO !" Ucap Alicia


"..[Yuuto melirik ke belakang]..Alicia, Rina, Xuan dan Bibi Ruiki kalian bisa pergi duluan ke lantai kelas 3..[Yuuto kembali menghadap ke depan]..Maaf atas keributan yang telah saya lakukan !" Ucap Yuuto sambil menunduk


"Tidak perlu tuan Yuuto ini semua merupakan salah saya karena membiarkan orang seperti tadi melecehkan orang yang penting bagi anda !" Ucap Professor Randolf


"Apa yang ayah saya ucapkan ada benarnya Yuuto jadi maafkan kami karena membiarkan orang kaya tadi melecehkan bibi-mu !" Ucap Yuna


"Yuna dia ayahmu ?" Tanya Yuuto dengan wajah terkejut


"Iya..[Tersenyum]..Ayah jangan terlalu formal saat memanggil Yuuto !" Minta Yuna


"Baiklah kalau begitu..[Menjulurkan tangan kanan]..Salam kenal saya adalah Professor Karagiri Randolf sekaligus ayah dari Yuna !" Ucap Professor Randolf


"..[Menjabat tangan Professor Randolf]..Salam kenal Professor Randolf, saya Yuu Kazuto jika di singkat panggil saya Yuuto saja !" Ucap Yuuto


"Hmm, ternyata nama Yuuto adalah nama singkatan dari nama aslimu..[Mengingat sesuatu tentang Marga Kazuto]..[Professor Randolf bergumam]..Yuu Kazuto, Marga yang dia pakai sepertinya aku kenal mungkin selesai makan malam ini aku akan mencarinya !" Gumam Professor Randolf


"..[Merangkul Yuuto]..Maaf atas semuanya Yuuto, orang seperti tadi melecehkan bibi-mu !" Ucap Baron yang sekali lagi meminta maaf


"..[Menghela napas]..Lain kali jangan membiarkan orang seperti tadi masuk ke restoranmu. Rasanya kenyamanan di restoran ini sungguh tidak menjanjikan !" Ucap Yuuto


Baron hanya bisa terdiam dengan kata-kata dari Yuuto lalu Kevin mendekati mereka berdua.


"Yuuto kamu benar kejadian ini sudah terjadi sebanyak 2 kali mungkin kita harus mencari restoran lain !..[Niat buruk Kevin memancar].." Ucap Kevin


"Kalian berdua jika kalian terus berbicara seperti itu nanti semua pelanggan mendengarnya jadi tolong kecilkan suara kalian !" Minta Baron


Yuuto dan Kevin tertawa melihat Baron yang mudah sekali untuk di bohongi. Di sisi lain Yuna, Eina, Tina, Lisa, Machi, Vino, Ruina, Ran-Ran dan Professor Jack tersenyum melihat mereka bertiga yang kembali bersama lagi.


"Aku sudah mulai lapar !..[Berjalan menuju lantai kelas 3]..Semuanya ayo !" Teriak Lisa


Suasana yang mengerikan tadi langsung menghilang saat semua orang saling berbicara satu sama lain, saling berkenalan bahkan Yuna, Eina, Tina dan Lisa berusaha mendekati Yuuto. Jam menunjukkan pukul 19.45 waktu terasa sangat cepat berlalu oleh sebab itu Keluarga Yuuto duluan pulang ke rumah bersama dengan Rina dan Xuan dengan menaiki mobil milik Rina.


"Kalian semua ada sesuatu yang ingin aku bicarakan bersama kalian dan tentu saja jika Professor Randolf bersedia mendengarkannya ?" Tanya Yuuto


"Silahkan, sekarang saya mempunyai banyak waktu dan tidak mungkin saya meninggalkan anak saya sendirian di sini..[Mengelus kepala Yuna]..Yuna, apakah kamu senang ?..Ayah akan pulang bersamamu !" Ucap Professor Randolf


"Ayah aku bukan anak kecil lagi !" Ucap Yuna


"Hahaha, Jadi apa yang ingin kamu bicarakan Yuuto ?" Tanya Professor Randolf


"Baron, Yuna, Kevin, Tina, Eina, Lisa, Machi, Vino, Ran-Ran, Ruina dan Professor Jack jika boleh tahu kemampuan Akseleration yang kalian miliki apakah sudah banyak berkembang ?" Tanya Yuuto


"Aku masuk ke dalam Class Shape Controller lalu sejak aku bertarung dengan Jahan di Sekolah Hometown..[Yuna menunjukkan Akseleration Coating]..Lihat aku dapat melapisi tanganku dengan Gelombang bunyi lalu kekuatan pukulanku akan bertambah bahkan melebihi manusia normal !" Ucap Yuna

__ADS_1


"Aku bisa membuat dinding yang sangat keras dan susah di hancurkan dengan Akseleration Wall !" Ucap Baron


"Hmm, Yuna bagaimana kalau kamu menghancurkan dinding yang Baron buat dengan pukulanmu yang sudah di lapisi Gelombang bunyi ?" Tanya Yuuto


"..[Berdiri dari kursi]..Baron mari kita lakukan !..[Tersenyum].." Ucap Yuna


"..[Baron berdiri dari kursi]..Baiklah, tapi kamu harus mengeluarkan seluruh kekuatanmu Yuna !" Ucap Baron


"Baiklah aku tidak akan menahan diri !..[Yuna bersiap-siap].." Balas Yuna


"Tunggu dulu, Yuna kamu yakin itu terlalu bahaya !" Ucap Professor Randolf


"..[Yuuto berdiri lalu mendekati Professor Randolf]..[Menyentuh pundak Professor Randolf]..Tenang saja Professor Randolf jika terjadi sesuatu pada Yuna aku akan melakukan sesuatu untuknya !..[Kata-kata Yuuto membuat hati Professor Randolf yang tadi khawatir menjadi tenang]..Baiklah kalian berdua mari kita lakukan !" Ucap Yuuto


"Tunggu apakah kita akan melakukannya di sini..[Menghela napas]..Mari ikut aku kita akan melakukannya di taman !" Ucap Baron


Semua orang menuju taman yang hanya berada di lantai kelas 3. Lantai kelas 3 adalah lantai paling berkelas karena para pelanggan bisa makan berada di dalam ruangan maupun berada di luar ruangan seperti di taman.


"..[Baron bersiap-siap]..Yosshh, Akseleration !!..[Gelombang bunyi mengelilingi Baron]..[Tangan kanan Baron menunjuk ke arah Yuna]..Wall !!..[SFX: Gelombang bunyi]..[Muncul sebuah dinding memisahkan antara Baron dan Yuna]..Yuna sekarang giliranmu !" Ucap Baron


"Okee..[Yuna mulai bersiap menyerang]..[Tangan kanan Yuna mengepal kuat]..Akseleration !..[Gelombang bunyi melapisi tangan kanan Yuna]..Coating !..[Yuna memukul kuat dinding buatan Baron]..Duuarrr..[SFX: Retak]..Dinding ini akan hancur..[SFX: Retak..[SFX: Hancur]..Berhasil !" Ucap Yuna


"..[Baron terkejut]..Yuna bagaimana bisa kamu sekuat itu !" Ucap Baron


"Baron coba sekali lagi kamu pikirkan bentuk dinding yang paling kuat di dalam pikiranmu seperti dinding yang terbuat dari bahan terkeras di dunia yaitu dinding berlian !" Ucap Yuuto


"Baiklah Yuuto..[Baron menutup matanya lalu dia memikirkan bentuk dinding berlian]..Akseleration !..[SFX: Gelombang bunyi]..[Sebuah dinding muncul di depan Baron]..Baiklah, Yuna coba kamu hancurkan !" Teriak Baron


"Baiklah, Akseleration Coating !!..[SFX: Gelombang bunyi]..[Gelombang bunyi melapisi tangan kanan Yuna]..[Yuna memukul dengan kuat ke dinding buatan Baron]..Duarrr..[SFX: Terlempar]..Aduhh..[Yuna terlempar cukup jauh]..Bagaimana bisa dinding ini sangat keras bukannya tadi tidak sekeras ini !" Ucap Yuna


"Hhaha, Yuna bagaimana kamu tidak dapat menghancurkan dinding ini bukan !..[Baron langsung merasa pusing lalu dia terjatuh]..Kenapa aku merasa sangat pusing !" Ucap Baron


"Yuna apa yang kamu pikirkan saat melapisi tanganmu dengan Akseleration ?" Tanya Yuuto


"Hmm, aku memikirkan suatu lapisan yang cukup kuat kalau tidak salah aku memikirkan sebuah besi tebal !" Balas Yuna


"Cukup mudah !" Ucap Kevin


"Letak permasalahannya adalah cara kalian memikirkan bentuk dari Akseleration !" Ucap Tina


"Hmm, Jadi kita harus memikirkan bahan lalu membentuknya !" Ucap Eina


"Lalu kenapa Baron merasa pusing saat membentuk dinding berlian ?" Tanya Lisa


"Mungkin memikirkan bahan yang akan di bentuk membutuhkan konsentrasi penuh !" Ucap Machi


"Kemungkinan besar memang seperti itu Machi !" Ucap Ruina


"Tapi bagaimana kalau kita tidak mengetahui gambaran bahan yang akan kita pikirkan seperti aku yang tidak tahu batu ruby berwarna merah atau biru !" Ucap Ran-Ran


"Kemungkinan akan terjadi kegagalan dalam membentuk Akseleration !" Ucap Vino


"Tidak ada kemungkinan pasti 100% gagal membentuk Akseleration !" Ucap Professor Jack


Professor Randolf takjub dengan pola pikiran 10 Pemimpin Besar bahkan dia membutuhkan percobaan untuk mengetahui lebih jelas tentang kemampuan Akseleration tetapi mereka hanya melihat lalu dapat mengetahui apa yang terjadi.


"Tepat sekali kalian semua hebat tapi ada pengecualian..[Yuuto berjalan menuju dinding buatan Baron]..Akseleration Black Hole !!..[SFX: Gelombang bunyi]..[Gelombang bunyi terus berputar di sebuah udara lalu tercipta sebuah lubang hitam]..[Yuuto memasukkan tangannya lalu mengambil sebuah Pedang Sound Container]..Lihat, perhatikan lalu kalian semua harus dapat menjelaskannya kepadaku..[Yuuto memusatkan Gelombang bunyi ke pedang Sound Container]..[Sound terus bertambah]..[350 Sound]..[Yuuto berdiri tepat di depan dinding buatan Baron]..[SFX: Menebas]..[SFX: Hancur]..Coba jelaskan kenapa dinding buatan Baron bisa hancur dengan mudah ?" Tanya Yuuto


Semua orang terus diam saat melihat Yuuto. Bahkan saat pertama kali Yuuto membuat lubang hitam membuat mereka bingung bagaimana dia dengan mudah membuat lubang hitam di bumi.


"Yuuto, tadi lubang hitam bukannya itu cukup berbahaya ?" Tanya Yuna


"Terus dia memasukkan tangannya ke dalam lubang tersebut lalu tidak terjadi apa-apa !" Ucap Kevin dengan wajah bingung


"Lubang hitam tercipta dari ledakan supernova kenapa kamu dapat menciptakan sebuah lubang hitam dari Gelombang bunyi ?" Tanya Professor Jack


"Kenapa kalian semua beranggapan bahwa itu adalah lubang hitam !" Ucap Kevin

__ADS_1


"Hmm, Kevin coba jelaskan kepadaku !" Minta Yuuto


"Kenapa kamu seperti guru saja meminta jawaban dari anak murid..[Menghela napas]..Cukup sederhana itu bukan lubang hitam melainkan sebuah dimensi !" Ucap Kevin


"Ping Pong seratus poin untuk Kevin..["Tidak perlu !" Ucap Kevin]..Kevin kamu membosankan !" Ucap Yuuto


"Lalu kenapa kamu menyebut Black Hole ?" Tanya Vino


"Jangan bilang kamu hanya ingin terlihat keren !" Ucap Ran-Ran


"..[Yuuto mengubah topik pembicaraan]..Baiklah, kalian harus dapat menjelaskan bagaimana aku dapat dengan mudah menghancurkan dinding buatan Baron !" Ucap Yuuto


"Hoi, kenapa kamu mengubah topik pembicaraan !" Ucap Ran-Ran


Yuna, Tina, Lisa, Machi dan Ruina berbalik badan lalu mencoba menahan tawa mereka masing-masing.


"..[Yuuto Memukul kepala Kevin]..Aduhh, kenapa denganmu Yuuto ?" Tanya Kevin


"Tidak ada lain kali kamu cukup tutup mulut dan jangan bicara kalau aku tidak menyuruhmu !" Ucap Yuuto


"Hah ?..[Mengelus kepalanya]..Apa salahku ?" Tanya Kevin


"Jadi apa ada yang dapat menjelaskan kenapa aku dapat menghancurkan dinding buatan Baron dengan mudah ?" Tanya Yuuto


"Hmhmhm, Yuuto biar aku saja yang menjelaskannya karena aku yang menciptakan pedang Sound Container !..["Silahkan Professor Jack !" Ucap Yuuto]..Pedang Sound Container adalah sebuah pedang yang dapat menghancurkan Gelombang bunyi dengan memakai Gelombang bunyi sebagai energinya walapun pedang tersebut tumpul tadi sangat efektif untuk menghancurkan bahkan dapat menebas Gelombang bunyi !" Ucap Professor Jack


"Professor Jack aku cukup kagum dengan ciptaanmu karena jika tidak ada pedang ini melawan kemampuan Akseleration akan sangat sulit !" Ucap Yuuto


"Terima kasih Yuuto, aku menciptakan senjata tersebut supaya ada kelemahan untuk kemampuan Akseleration !" Ucap Professor Jack


"Kalian semua sungguh hebat bagaimana kalau kita melanjutkan pembicaraan ini lain waktu karena kita tidak boleh pulang terlalu lama bukan ?" Ucap Professor Randolf


"..[Jam menunjukkan pukul 22.10]..Professor Randolf apakah anda besok ada di Sekolah Hometown karena saya ingin berbicara dengan anda berdua saja ?" Tanya Yuuto


"Hmm, Yuuto karena kamu sangat ingin berbicara denganku. Baiklah, aku akan berada di ruangan kepala sekolah jadi kamu bisa kapan saja datang untuk menemuiku selama masih ada jam pelajaran di sekolah." Balas Professor Randolf


"Terima kasih Professor Randolf. Baiklah, kalian semua terima kasih juga sudah datang ke restoran ini !" Ucap Yuuto


"..[Memukul wajah Baron]..Baron bangun cepat bangun kami semua mau pulang !" Teriak Yuna


"Kakak mari kita pulang !" Ucap Kevin


"Baiklah Kevin, semuanya aku dan Kevin pulang duluan terima kasih atas semuanya !" Ucap Tina


Kevin dan Tina pulang menaiki mobil menuju rumah mereka lalu Eina dan Lisa pulang menuju rumahnya masing-masing sedangkan Machi, Ruina, Ran-Ran dan Vino pulang ke rumah Machi karena mereka berempat adalah sahabat sejak kecil jadi mereka berempat selalu bersama dan karena Machi adalah seorang anak dari pengusaha besar karena itu rumahnya sangat cukup untuk sahabatnya tidur.


Professor Randolf dan Yuna pulang ke rumah Walikota sedangkan Professor Jack pulang menaiki motornya.


Yuuto menggendong Baron menuju kamarnya Baron di restoran Tanagi lalu Yuuto berpamitan kepada pelayan di restoran Tanagi dengan menaiki taksi Yuuto sampai di rumah dengan selamat.


Yuuto melihat lampu rumah masih menyala.


"..[Membuka pintu dengan kunci cadangan]..Aku pulang !" Ucap Yuuto


Seseorang telah menunggu Yuuto pulang dan dia adalah Bibi Ruiki.


"Selamat datang Yuuto..[Bibi Ruiki melepaskan Jas yang Yuuto pakai]..Cuci muka lalu tidur !" Ucap Ibunya Alicia


"..[Yuuto memeluk Bibi Ruiki]..Bibi terima kasih, bibi juga harus segera tidur !..[Yuuto mencuci mukanya lalu menuju kamarnya]..[Yuuto melihat pintu Alicia yang tertutup rapat]..Mungkin dia sudah tidur !" Ucap Yuuto


"..[SFX: Pintu terbuka]..Yuu selamat datang dan terima kasih atas semuanya, makan malam di restoran Tanagi sangat menyenangkan." Ucap Alicia dengan suara kecil


"Alicia bisakah kamu lebih keras berbicara !..[Alicia menutup pintunya dengan keras]..Tapi aku dapat mendengar kata-kata selamat datang dan terima kasih itu sudah cukup..[Yuuto membuka kamarnya lalu dia langsung berbaring di kasurnya]..ZZzzzz" Gumam Yuuto


Catatan Penting.


1. Akseleration Class Shape Controller memiliki 3 proses yaitu Pengumpulan Gelombang bunyi\, Memikirkan bahan yang akan di jadikan sebuah Gelombang bunyi\, terakhir adalah pembentukkan.

__ADS_1


2. Ada sedikit perubahan nama yaitu Katana Sound Container menjadi Pedang Sound Container.


__ADS_2