
Cuplikan Chapter 105.
[Televisi masih menyala]
"Kabar terkini terdapat seorang pemuda yang memiliki jiwa psikopat tinggi, dikabarkan bahwa dia sudah banyak sekali membunuh tanpa belas kasihan dan ketika polisi berbicara dengannya dia mengatakan alasannya dia membunuh sesamanya yaitu karena dia marah akan dunia yang lemah dan memilih kedamaian sepertinya alasan yang dia berikan memang alasan yang sangat aneh dari semua orang tidak ada yang lebih bagus daripada kedamaian sekarang dia saat ini berada di Penjara Internasional, di kekang seumur hidupnya tanpa cahaya maupun orang di sekelilingnya hanya makan, minum dan aktivitas lainnya yang bisa dia lakukan di dalam penjaranya sekian kabar hari ini dan semoga kalian semua diberikan kesehatan !" Ucap Pembawa Acara
Tahun 2026, Graundila menjalani masa hukumannya di dalam penjara di kekang seumur hidup tanpa cahaya maupun orang di sekelilingnya hanya makan, minum dan aktivitas lainnya yang bisa dia lakukan di dalam penjara namun itu tidak sesuai kenyataannya karena Graundila sudah kabur dari penjara setelah berita tersebut disiarkan.
[Di suatu kota masih di Jepang]
"..[Melihat bocah menangis karena di bully]..Hey, kenapa kamu tidak melawan ?" Tanya Graundila
"..[Menangis]..Aku tidak berani !" Ucap Bocah itu
"Kalau begitu apa aku boleh membalasnya untukmu ?" Tanya Graundila
"..[Berhenti menangis]..Apa paman akan memukul mereka ?" Tanya Bocah itu
"..[Melihat pembully sedang menunggu di balik dinding]..Tidak..[Melirik ke arah bocah dengan tatapan membunuh]..Aku akan membunuh mereka dan kamu tidak akan lagi di bully !" Ucap Graundila
"Paman !" Ucap Bocah itu
Graundila mendekati para pembully tapi para pembully itu tidak kabur tetapi melawan Graundila dengan memakai tongkat bisbol seakan-akan mereka lebih kuat dan berani.
"Paman jangan salahkan kami jika kamu masuk rumah sakit !" Ucap Bully 1
"Hahaha..[Lihat paman diam saja].." Ucap Bully 2
"..[Bersiap memukul dengan tongkat bisbol]..Biar aku buat kepalanya homerun !" Ucap Bully 3
"Lakukan..cepat lakukan !" Ucap Bully 2
"Buat homerun sejauh mungkin !" Ucap Bully 1
"Baiklah satu..dua..ti..[Bersiap mengayun dengan keras]..ga.. !" Teriak Bully 3
..[SFX: Pukulan]..[SFX: Darah]..Tubuh bully 3 terjatuh ke tanah tanpa kepala lalu teman-temannya melihat ke arah belakang dan terlihat kepala bully 3 menghantam tembok lalu jatuh ke tanah, terlihat wajahnya yang hancur lembur karena menyentuh kerasnya dinding.
"..[Tersenyum jahat]..[Gembira]..Sayang sekali tembok itu mencegahku homerun..[Menatap tajam]..Baiklah selanjutnya siapa ?" Tanya Graundila
"Ibu !!!" Teriak Bully 2
__ADS_1
Sedangkan Bully 1 lari meninggalkan temannya sendirian dengan raut wajah yang penuh ketakutan.
"..[Menarik rambut bully 2 lalu mengangkatnya]..[Kepalan tangan mengarah tepat di wajahnya]..Satu..Dua..[Melihat tukang bully menangis histeris]..Ehhh, kenapa menangis ?..[Tersenyum jahat]..Kamu membuatku bergairah..[SFX: Pukulan Keras]..[Kepala menghantam lantai meninggalkan darah yang sangat banyak]..Mana yang terakhir ?" Tanya Graundila
[Di lain sisi]
"..[Memukul meja]..Kenapa dia bisa lolos kalau dunia tahu..[Kesal]..Cepat cari dia dan tangkap sebelum ada berita tentang dirinya !" Teriak Pemilik Penjara
Semua petugas kepolisian mencari Graundila dengan perlengkapan lengkap.
[Kembali ke Graundila]
Bully 1 pulang ke rumahnya lalu berbicara kepada ayahnya tentang apa yang terjadi kepadanya dan juga temannya.
"Ayah..[Panik dan lelah]..Tadi ada orang yang membunuh temanku dan dia sekarang mau membunuhku..[Panik]..Ayah cepat lakukan sesuatu !" Teriak Bully 1
"Berisik sekali..[Mengambil senapan]..[SFX: Reload]..[Tatapan melas]..Mana dia !" Ucap Ayahnya
Tiba-tiba ayahnya keluar sendirian sedangkan Bully 1 masuk ke kamarnya lalu mengunci kamarnya dan dia bersembunyi di lemari dengan perasaan takut akan kejadiaan tadi, dia selalu mengingat apa yang terjadi terhadap temannya sungguh dia sangat trauma dengan apa yang terjadi.
"Permisi..[Tersenyum jahat]..Apa kamu melihat anak kecil yang lari ke sini ?" Tanya Graundila
Suara yang tidak asing lagi seketika membuat Bully 1 langsung menutup mulutnya dan berbaring dengan penuh ketakutan di lemarinya. Tubuhnya gemetar, keringat dingin, panik dan panas karena dia bersembunyi di lemari yang sangat tertutup.
..[SFX: Doorrrr]..Mendengar suara tembakan dari ayahnya, Bully 1 sedikit tenang dan gemetarnya ingin menghilang tapi tiba-tiba suara menjadi sunyi dan terdengar suara yang sangat tidak ingin Bully 1 dengar ketika mendengar suara itu, dia langsung kembali gemetar dan ketakutan.
"Permisi saya ijin masuk..[Tersenyum jahat]..[Membawa kepala ayahnya Bully 1]..Aku memiliki hadiah untukmu jadi keluarlah sebelum aku menemukanmu !" Ucap Graundila dengan nada haus darah
Suara langkah kaki terus mendekat sehingga Bully 1 bernapas tidak teratur sehingga dia memaksa mulutnya untuk diam dan menutup hidungnya.
Tiba-tiba menjadi sunyi seperti tadi namun Bully 1 tidak percaya kalau pembunuh ini sudah keluar dari rumahnya lalu dia berusaha mengintip dengan perlahan-lahan membuka pintu lemari. Bully 1 terus mengintip dengan matanya bergerak melihat sekeliling dan tiba-tiba mata dari orang yang dia anggap ayah berada di bawah lantai lalu dia mencoba melihat ke atas dan terlihat orang dengan badan besar dengan otot yang kekar dan itulah Graundila.
"..[Tersenyum jahat]..Akhirnya ketemu..[Menjilat bibirnya]..[Bully 1 tidak bisa bergerak sama sekali karena mulutnya di pegang erat oleh Graundila ]..Rasa takut ini sungguh membuatku bergairah..[Tertawa]..Sungguh lemah bahkan ayahmu tidak bisa melindungi dirimu..[Tersenyum jahat]..Biar aku mengantarmu ke neraka !" Ucap Graundila
Graundila menekan rahang Bully 1 hingga retak dan hancur..[SFX: Darah]..[SFX: Retak]..Tubuh Bully 1 tidak bergerak lagi lalu Graundila membawa mayatnya untuk diberikan kepada bocah yang tadi menangis karena dibully.
Anak yang tadi dibully pulang ke rumahnya lalu orang tuanya melihat wajahnya yang babak belur segera sang ibu langsung mengobati anaknya sedangkan sang ayah menelepon kepala sekolah untuk meminta pertanggung jawaban dari murid yang membully anaknya sebenarnya ayahnya sudah tahu kalau anaknya sering dibully baik di sekolah maupun di lingkungan rumah dengan pembully yang sama yaitu teman sekolahnya.
"Ibu tadi ada paman yang membantuku katanya dia akan membunuh mereka !" Ucap Bocah itu
"Sayang..[Mengelus pipinya]..Kamu tahu bukan arti dari membunuh jadi jangan berbicara aneh-aneh !" Ucap Ibunya
__ADS_1
"Kalau memang paman yang kamu bicarakan tadi benar-benar membunuh anak-anak itu, aku sungguh senang dan bukankah kita tidak rugi sama sekali masalahnya bukan kita yang bunuh tapi paman itu..[Duduk di kursi sembari menjernihkan pikiran]..Lain kali kamu harus melawan !" Ucap Ayahnya
"Jangan berbicara konyol seperti itu !" Ucap Ibunya
"..[Menghela napas]..Bisakah kamu beritahu ayah seperti apa ciri-ciri orang itu ?" Tanya Ayahnya
"Dia besar, berotot, mukanya seram, dan dia suka tersenyum tapi senyumannya sangat aneh !" Ucap Bocah itu
"Lalu apa lagi ?" Tanya Ayahnya
"Ahhh, dia punya tato dengan tulisan Death di lehernya !" Ucap Bocah itu
"..[Berdiri]..Apa tulisan Death terbalik ?" Tanya Ayahnya
"Iya tulisan Death terbalik !" Ucap Bocah itu
"..[Panik]..Dengarkan dan ikutin aku, apa dia membantumu ?" Tanya Ayahnya
"Iya dia membantuku !" Ucap Bocah itu
"Sayang bawa anak kita pergi dan beritahu kepada temanku kalau dia sudah ketemu lalu aku ingin kamu ke kantor polisi lalu berikan ini..[Lencana kepolisiannya]..[Tangan gemetar]..Bawa anak kita selamat !" Ucap suaminya
"Sayang apa maksudmu daritadi kamu bersikap aneh..[Memegang tangan suaminya]..Apa yang sebenarnya terjadi ?" Tanya istrinya
"Dengarkan orang ini adalah buronan yang sangat kejam dan sadis, baik itu anak kecil atau siapapun dia akan membunuh tanpa belas kasihan dan sekarang dia lepas dari penjara dan dia sangat berbahaya jadi kalian pergi, tinggalkan aku sendirian pastikan kalian pergi jauh, dia memiliki penciuman yang sangat tajam seperti anjin* !" Ucap Suaminya
Tiba-tiba istirnya terjatuh ke lantai sambil memeluk anaknya denga erat sedangkan sang suami tahu maksud dari istrinya itu.
"..[Gemetar]..[Menangis]..[Tersenyum]..Maaf menjadi kepala keluarga yang tidak bisa melindungi kalian berdua !" Ucap Suaminya
..[SFX: Pukulan Keras]..Sekali lagi kepala terlempar membentur dinding rumah hingga kepalanya hancur lalu seorang pria tersenyum bagaikan joker, senang dengan sambutan yang diberikan dan dia melempar mayat anak yang dia bunuh.
"..[Melempar mayat]..Dia adalah orang yang membully dirimu..[Tersenyum lebar]..Sekarang kalian harus menjadi orang yang kuat sehingga mampu melawan orang seperti ini..[Menangis].Sayang sekali ayahmu yang memiliki tugas penting untuk melindungimu sangat lemah jadi..[Tertawa]..Aku membunuhnya !" Ucap Graundila
Ibu beserta anaknya pergi keluar dari rumah dengan perasaan ketakutan namun Graundila mengabaikan mereka karena Graundila melihat perempuan di samping bocah itu, dia tidak takut namun dia sangat marah dan ingin membalas dendam.
Berlari dengan sekuat tenaga menuju kantor polisi untuk melaporkan apa yang terjadi namun Graundila bergerak lagi, mencari mangsa untuk dirinya dan menciptakan kehancuran dan membunuh terus-menerus.
Polisi tidak bisa mencarinya, tidak bisa menangkapnya bahkan selama 4 tahun lamanya..Polisi mengerahkan seluruh pasukan khusus untuk menangkap Graundila.
Selama 4 tahun Graundila keluar dari penjara melakukan pembunuhan massal di berbagai rumah dengan kepalan tangannya sungguh mengerikan dan untuk menangkapnya polisi mengerahkan seluruh pasukan khusus sehingga Graundila mampu tertangkap namun tidak bisa membunuhnya karena segala peluru tidak bisa melukai tubuh baja dari Graundila.
__ADS_1
Tahun 2030, Graundila dibawa ke pulau terpencil dan tidak terpenghuni dengan penjagaan yang super ketat dan khusus yang menunggu Graundila diluar penjara adalah lautan ganas. Berita tentang kasus kaburnya Graundila tidak disebarkan oleh media karena Penjara Nasional tidak mau reputasi penjaranya menjadi buruk dan akhirnya melakukan penyuapan sehingga menutup seluruh mulut media dan hanya pemerintah yang tahu kalau Graundila Si Destroyer sudah berada di tempat yang seharusnya dia berada.
Bersambung...