
Cuplikan Chapter 97.
Mereka berdua pergi mengurus urusan yang berbeda tampak di wajah Ruiki yang sangat senang karena dia mendapatkan teman yang sangat luar biasa.
Hari ke-1 di Bandara Internasional Ibukota Beijing.
Huang Chan, dia bekerja sangat keras hingga membuat Ruiki kagum terhadap sikapnya tidak lupa Ruiki menyuruhnya untuk istirahat namun Huang Chan menolaknya karena dia selalu berkata "Masih ada urusan yang harus aku kerjakan lagi !"
Dalam hati Ruiki, dia sangat ingin Huang Chan beristirahat walaupun sebentar karena itu Ruiki membuat rencana untuk Huang Chan supaya dapat istirahat. Rencana Ruiki adalah memberikan minuman teh hangat lalu memakai kemampuannya untuk membuat Huang Chan mengantuk.
Ruiki berdiri dari kasur lalu memakai pakaiannya, berjalan dengan pelan namun cepat, keluar dari hotel lalu masuk ke lift. Ruiki mencari-cari keberadaan Huang Chan yang entah berada dimana dia sekarang, Huang Chan sangat bertanggung jawab atas perkataannya seperti pepatah berkata..'Ucapanmu adalah tanggung jawabmu'..Menurut Ruiki itu adalah hal yang Huang Chan pegang teguh.
Ruiki terus mencari keberadaannya..[SFX: Berhenti]..Terlihat Huang Chan yang terus berbicara dengan seluruh pegawai di bandara seakan-akan mencari informasi, hal tersebut membuat Ruiki sedikit penasaran dengan apa yang Huang Chan bicarakan karena itu Ruiki akan menggunakan kemampuannya supaya Huang Chan dapat memberitahunya.
"..[Mendekati Huang Chan]..Huang apakah kamu sudah selesai dengan kerjaanmu ?" Tanya Ruiki
"..[Melirik ke belakang]..Tunggu sebentar..[Mendekati Ruiki]..Seperti yang kamu lihat saat ini aku sedang sibuk jadi bisakah dokter..[Menggelengkan kepalanya]..Bisakah Ruiki menunggu di hotel, aku akan beristirahat ketika ini selesai !" Ucap Huang Chan
"..[Menghela napas]..Huang jangan memaksakan dirimu, aku bisa melihat wajah lelahmu !" Ucap Ruiki
"..[Terkejut]..Tenang saja Ruiki, ini hanya sebentar !" Ucap Huang Chan
"Huang Chan selesaikan pembicaraanmu dengan orang itu lalu ikut aku ke hotel, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu !" Ucap Ruiki dengan wajah serius
"..[Kaget]..Baiklah akan aku lakukan !..[Huang mendekati lawan bicaranya]..Maaf, aku harus segera pergi..[Membungkuk]..Terima kasih informasinya !" Ucap Huang Chan
Lawan bicara melambaikan tangannya ke arah Huang seakan-akan ingin mengucapkan "Sampai berjumpa lagi !" Ruiki melirik wajah pemuda tersebut.
"..[Mengandeng tangan Huang]..Huang, pria tadi..[Huang melihat ke wajah Ruiki]..Dia menyukaimu !" Ucap Ruiki
"..[Terkejut]..Ehhhhh, tidak mungkin..[Melihat-lihat]..Apakah benar ?..[Menghela napas]..Kalaupun benar dia pasti akan berhenti menyukaiku ketika aku memberitahunya kalau aku sudah punya anak dan merupakan janda dengan anak satu !" Ucap Huang Chan
"Benar sekali kamu memang benar..[Huang Chan merasa kesal]..Karena itu carilah yang menerima dirimu apa adanya !" Ucap Ruiki
"Baiklah akan aku ingat perkataanmu itu !" Ucap Huang Chan dengan nada kesal
__ADS_1
"Huang, sesuatu yang ingin aku bicarakan kepadamu adalah soal yang tadi kamu bicarakan dengan pria itu..[Berjalan menuju hotel]..Kamu lagi mencari informasi ?" Tanya Ruiki
Huang Chan hanya bisa diam dengan wajah memerah.
"..[Masuk Lift]..Huang aku telah menyiapkan kamu teh hangat sebelum istirahat lebih baik kamu meminumnya dulu karena ini dapat menghilangkan rasa letihmu !" Ucap Ruiki
"Terima kasih akan aku minum setelah sampai di kamar !" Ucap Huang Chan
Akhirnya mereka berdua sampai di kamar hotel tanpa pikir panjang Huang Chan langsung meminum teh hangat tersebut.
"..[Mendekati Huang Chan]..[Ruiki meniup keningnya]..[Seketika Huang merasa mengantuk].." Aksi Ruiki
"Apa yang terjadi denganku ?" Tanya Huang dengan mata buka tutup
"..[Ruiki meletakkan kepala Huang di pangkuannya]..[Mengelus rambut Huang]..Tenang jangan melawan rasa kantuk itu..[Huang menutup matanya]..Bagus..[Mengelus kepala Huang]..Dengarkan aku Huang, kamu saat ini harus menjawab setiap pertanyaan yang aku berikan kepadamu !" Ucap Ruiki
"..[Mata tertidur lelap]..Sesuai perintah Nona Ruiki !" Ucap Huang Chan
"..[Ruiki sudah memegang kuasa ruang pikir Huang Chan]..Apa yang kamu bicarakan dengan pria tadi ?" Tanya Ruiki
"Aku mencari informasi tentang cuaca karena aku tadi sedikit mendengar pembicaraan orang lain dan katanya akan ada badai besar namun ketika aku bertanya kepada pria itu, sama sekali tidak akan terjadi badai besar..[Ruiki tidak percaya kalau Huang suka menguping pembicaraan orang lain]..Aku melakukan ini karena khawatir dengan Ruiki dan orang tuanya yang akan berangkat ke Jepang..[Tersenyum]..Aku melakukan itu karena aku adalah sahabatnya !" Ucap Huang Chan
Huang tidur dengan lelap layaknya bayi sedangkan Ruiki menelepon kondisi rumah Huang karena dia meninggalkan anaknya bersama dengan pengasuh anak.
"..[Tersambung]..Halo !" Ucap Ruiki
"Haris bisakah kamu menjaga kompor..["Siap kapten !" Ucap Anak Huang]..Ya, halo dengan siapa ini ?" Tanya Pengasuh anak
"Saya adalah teman..[Menggelengkan kepalanya]..Saya adalah sahabatnya Huang Chan, saya hanya ingin mengetahui kabar tentang Haris..[Pengasuh anak sedikit bingung kenapa dia mengubah ucapannya tadi]..Apakah Haris baik-baik saja ?" Tanya Ruiki
"Haris baik-baik saja saat ini kamu sedang masak bersama lalu aku menjadi kapten masakan sedangkan dia adalah anak buahku..[Haris tertawa]..Dia sangat senang ketika bermain ini..[Melihat Haris yang mendekati api kompor]..Haris jangan mendekati kompor itu..["Baik kapten !" Ucap Haris]..Apakah kamu dengar ?" Tanya Pengasuh anak
"Ya, saya mendengarnya mohon untuk menjaganya sampai ibunya pulang !" Ucap Ruiki
"Itu adalah tugasku sebagai pengasuh anak !" Ucap Pengasuh anak
__ADS_1
"Senang mendengarnya..[Ruiki menutup telepon]..[Melihat Huang tidur dengan tubuh melingkar]..Kamu seperti kaki seribu saja !" Gumam Ruiki
[Orang tua Ruiki]
"Haaaaaa..[Kesal]..Aku tidak tahu kalau duduk lama-lama di mobil bakal akan sebosan ini !" Ucap Nanase
"Sayang kamu sudah tidak muda lagi !" Ucap Ryu
"Berisik kamu Ryu..[Menghela napas]..Apakah ada kegiatan yang bisa kita lakukan saat ini ?" Tanya Nanase
"Kalau begitu ada sesuatu yang ingin aku tanyakan kepadamu !" Ucap Ryu
"Apa itu cepat katakan !" Ucap Nanase
"Suami Yamada apakah ada yang ingin kamu inginkan dari suaminya seperti sifatnya atau itulah yang lain !" Ucap Ryu
"..[Menghela napas]..Dasar tua bangka, Yamada itu sangat pintar dalam memilih laki-laki jadi pasti suami yang dia pilih adalah orang yang sangat luar biasa !" Ucap Nanase
"Kamu ini terlalu percaya dengan anak, kita seharusnya melihat suaminya dulu kalau dia baik atau tidak !" Ucap Ryu dengan nada kesal
"Apa kamu tidak setuju ?" Tanya Nanase
"Benar aku tidak setuju dengan pernikahan Nanase !" Ucap Ryu
"Hmmm, kalau begitu mari kita bertaruh !" Ucap Nanase
"Baik mari kita lakukan jadi jelaskan apa yang kamu taruhkan ?" Tanya Ryu
"Au bertaruh kalau suami yang Yamada pilih adalah orang yang sangat luar biasa kalau aku salah, aku akan melakukan apapun yang kamu inginkan !" Ucap Nanase
"..[Tersenyum]..Nanase, kamu serius dengan perkataanmu..[Nanase tersenyum]..Kalau begitu aku sebaliknya dan aku ingin derajat sebagai suami naik sehingga kamu tidak boleh membantah setiap perintahku !" Ucap Ryu dengan nada serius
"..[Memegang setir mobil]..Jadi selama ini derajatmu sebagai suami ada di bawah istrimu..[Meneguk ludah]..Istriku sama seperti istri anda !" Gumam Sang Sopir sambil mata berkaca-kaca
"Baik akan aku terima..[Mobil melewati jembatan]..Mari kita lihat siapakah yang benar !" Ucap Nanase dengan wajah percaya diri
__ADS_1
Mobil melaju melewati jembatan dan akan sampai pada hari kedua sesuai dengan perkataan Ryu.
Bersambung...