
Tiga tahun berlalu yang artinya sekarang adalah tahun 2030.
Yuu Kazuto sudah berusia tiga tahun, dia tumbuh dengan baik dan sehat walaupun begitu dia jarang sekali bertemu dengan kedua orang tuanya karena pekerjaan yang mereka berdua miliki yaitu pengembangan Project Transfer Memory.
Yuu Kazuto bosan selalu bersama dengan kedua kakek dan neneknya tetapi dia tidak bosan dengan bibinya yaitu Ruiki ketika dia datang berkunjung karena Ruiki selalu memberikannya hadiah. Yuu bisa berbicara dengan lancar seperti orang dewasa tampaknya DNA dari Yamada dan Nisuta membuat Yuu menjadi sepintar mereka berdua.
"..[Berguling di kasur]..Ahhhh, bosan sekali..[Menatap langit rumah]..Bibi Ruiki tidak datang dan ayah, ibu masih bekerja..[Menghela napas]..Bosan !" Ucap Yuuto
Yuuto turun dari kasurnya lalu mencari nenek dan kakeknya.
"..[Mencari di dapur]..Tidak ada..[Mencari di kamarnya]..Tidak ada..[Mencari di kamar mandi]..Tidak ada..[Menarik napas]..Nenek, Kakek kalian dimana !" Teriak Yuuto
Dari arah luar rumah.
"Kami di sini !" Teriak Ryu
Yuuto langsung berlari menuju luar rumah ketika sampai terlihat kakek dan neneknya sedang menanam tanaman hias.
"Yuu sudah aku bilang jangan lari dan jangan teriak-teriak..[Menghela napas]..Dasar anak nakal !" Ucap Ryu
"Yuu apa yang kakekmu katakan ada benarnya jadi jangan melakukan itu lagi !" Ucap Nanase
"Baik-baik lagipula kakek dan nenek sangat membosankan untuk di ajak bermain !" Ucap Yuuto
"Apa maksudmu membosankan bukannya saat itu kakek mengajakmu mancing di sungai, apa itu kurang menyenangkan ?" Tanya Ryu
"Kakek bukannya kita tidak jadi mancing karena lupa membawa umpan dan tali pancing !" Ucap Yuuto
"..[Memukul kepalanya dengan pelan]..Hahaha, kakek lupa soal itu !" Ucap Ryu
"Hahaha, kamu sudah sangat tua jadi itu sudah biasa !" Ucap Nanase
"..[Kesal]..Yuu apa kamu ingat saat nenekmu mengajakmu ke taman bermain ?" Tanya Ryu
"..[Duduk di tangga]..Kakek jangan mengingatkan aku soal itu !" Ucap Yuuto
__ADS_1
"Hahahah, kamu dengar itu sayang bahkan itu lebih parah daripada aku !" Ucap Ryu
"..[Malu]..[Memukul punggung Ryu]..[SFX: Pakk]..Berhenti tertawa !" Ucap Nanase
"Kakek, aku ingin bertemu dengan ayah dan ibu bisakah antar aku ke sana !" Ucap Yuuto
"..[Meletakkan pot tanaman di tanah]..[Mendekati Yuuto]..Yuu saat ini ayah dan ibumu masih bekerja, apa kamu ingin mengganggu pekerjaannya ?" Tanya Ryu sambil mengelus kepala Yuuto
"..[Mendekati Yuuto lalu duduk di samping kiri Yuuto]..Apa kamu sangat ingin bertemu dengan ayah dan ibumu ?" Tanya Nanase
"..[Wajah murung]..Ayah berjanji denganku kalau dia akan membantuku dalam tugas praktek sekolah sedangkan ibu akan memasak makanan kesukaanku tapi janji itu sudah lewat dua bulan lamanya !" Ucap Yuuto
Ryu yang tidak tahan melihat wajah murung cucunya langsung menggendong Yuuto menuju telepon.
"Dengarkan aku Yuu..[Yuuto ketakutan saat di gendong]..Katakan seluruh yang kamu inginkan kepada ayah dan ibumu jangan menyimpannya karena itu hanya membuatmu semakin rindu jadi luapkan saja ketika kamu berbicara dengan mereka !" Ucap Ryu
"Tunggu kakek bukannya ini akan membuat pekerjaan ayah dan ibu terhambat..[Ryu menurunkan Yuuto di atas meja telepon]..Aku akan bersabar sampai ayah dan ibu selesai dalam pekerjaannya !" Ucap Yuuto
"Sabar..[Menghela napas]..Yuu kamu sudah bersabar sampai dua bulan lamanya dan mereka berdua masih belum memenuhi janjinya denganmu kalau begitu itu sama saja sudah melupakan janji yang kalian buat !" Ucap Ryu
Yuuto terdiam mendengar ucapan dari Ryu.
"Aku tidak apa-apa nenek lagipula ada yang ingin aku tanyakan kepada kalian berdua sebelum menelepon ayah dan ibu..[Ryu dan Nanase mendengarkan]..Pekerjaan seperti apa yang ayah dan ibuku kerjakan ?" Tanya Yuuto
"Aku sudah lupa namanya kalau tidak salah memori, sayang bantu aku !" Ucap Ryu
"Yang benar itu Project Transfer Memory..[Menghela napas]..Seharusnya dengan ini kamu paham akan umurmu !" Ucap Nanase
"Baiklah aku akan ingat umurku ini !" Ucap Ryu dengan wajah kesal
"Project Transfer Memory..[Kagum]..Dari namanya bukannya itu sangat keren !" Ucap Yuuto dengan mata berbintang
"Lalu apa kamu semakin ingin bertemu dengan ayah dan ibumu lalu bertanya apa yang mereka lakukan sebaiknya kamu banyak berbicara dengan mereka berdua ketika bisa bertemu !" Ucap Ryu
"Kakek benar..[Mengetik nomor ayahnya]..[Tersambung]..[Gugup]..Ayah apa ini kamu ?" Tanya Yuuto
__ADS_1
"Yuu sudah aku bilang kami sangat sibuk untuk saat ini jadi bermainnya nanti saja !" Ucap Nisuta
"..[Murung]..Baiklah kalau ayah sibuk lain kali aku akan menelepon lagi jadi sampai jumpa !" Ucap Yuuto
"Apa hanya itu yang ingin kamu bicarakan denganku ?" Tanya Nisuta
"..[Menangis]..Aku ingin bertemu dengan ayah dan ibu bukannya kalian sudah berjanji denganku..Hiks.." Ucap Yuuto
"..[Menghela napas]..Akhirnya kamu bersikap seperti anak pada umumnya !" Ucap Nisuta
"..[Bingung]..Maksud ayah ?" Tanya Yuuto
"Kakek dan nenekmu akan memberitahumu kalau kamu sudah sampai di sini, kami akan mengadakan makan bersama dan kamu boleh melihat Project yang sedang ayah dan ibumu kerjakan !" Ucap Nisuta
"Benarkah, aku akan pergi ke sana tunggu ayah aku akan ke sana !..[Menutup telepon]..Kakek, nenek aku boleh ke sana bisakah antar aku ke tempat ayah dan ibu !" Ucap Yuuto
"Syukurlah kamu bisa bertemu dengan ayah dan ibumu !" Ucap Nanase
"Kakek, nenek kata ayah aku akhirnya bersikap seperti anak pada umumnya lalu ketika aku bertanya maksudnya, ayah menjawab kakek dan nenek akan memberitahuku..[turun dari meja]..Bisakah kalian beritahu kepadaku kenapa ayah berbicara seperti itu ?" Tanya Yuuto
"..[Mengelus kepala Yuuto]..Jadi begini Yuu sebenarnya kami khawatir dengan sikapmu seharusnya anak pada usiamu ini lebih banyak manja dan mudah sekali menangis tapi kamu berbeda sikapmu seperti orang dewasa selalu berpikir jernih dan merasa sangat tenang tapi akhirnya kami salah, kamu tidak berbeda !" Ucap Nanase
"Kakek hampir khawatir denganmu sampai kakek berpikir kalau kamu bersikap seperti itu karena teman-teman sekolahmu yang menganggap dirimu anak jenius sehingga kamu bersikap seperti orang dewasa supaya nama ayahmu tidak menjadi jelek !" Ucap Ryu
"Jadi begitu..[Menghela napas]..Apakah sikap yang aku miliki ini seperti orang dewasa sungguh merepotkan !" Ucap Yuuto
Ryu dan Nanase tertawa melihat sikap cucunya.
"Hahaha, Yuu kamu berbicara seperti orang yang bekerja dari siang sampai malam !" Ucap Ryu
"Hhahah, benar sekali itu sangat tidak cocok dengan usaimu saat ini !" Ucap Nanase
"Kakek, nenek sikapku memang seperti ini tidak ada yang perlu kalian khawatir tentang diriku !" Ucap Yuuto
"Baiklah kami percaya denganmu !" Ucap Ryu
__ADS_1
Ryu dan Nanase memeluk erat Yuuto dengan penuh kasih sayang lalu mereka segera bersiap-siap untuk pergi ke rumah Yamada dan Nisuta untuk berkunjung sekaligus melihat Project Transfer Memory.
Bersambung...