World Quiz Online

World Quiz Online
Chapter 216: Pertarungan Sengit Yuna VS A04


__ADS_3

Cuplikan Chapter 214.


"..[SFX: Pecah]..Ice ini mengganggu sekali dan sangat kuat tapi selama aku menahanmu, perlahan dirimu akan kelelahan dan rekan-rekanmu akan mati!"


"Mereka tidak akan mati!"


Yuna mulai bertarung jarak dekat melawan A04 hingga terjadi sebuah pertarungan duel pedang yang sangat sengit antara mereka berdua seperti tarian pedang yang mempertaruhkan nyawa.


"..[menyerang dan menangkis serangannya Yuna]..Hey, ada apa mungkinkah kamu sudah mulai kelelahan?"


A04 terus memberikan perlawanan kepada Yuna hingga pertarungan duel pedang menjadi unggul di posisi A04, beberapa luka sudah Yuna dapatkan dari serangan A04.


A04 memakai teknik menggunakan katana sehingga serangan yang dia daratkan ke arah Yuna memberikan dampak besar sehingga Yuna hanya bisa meminimalkan serangan dari A04 dan berusaha menahan serangan yang terus dilancarkan.


A04 mampu menggunakan banyak teknik dan dengan gerakannya yang lincah dan cepat membuat dirinya mampu menyesuaikan beberapa teknik yang sulit untuk di lakukan. Pada akhirnya Yuna harus menerima beberapa luka lagi yang cukup serius akibat teknik yang A04 gunakan kepadanya namun A04 tidak memberikannya waktu istirahat.


"Hahaha..[bergerak cepat ke arah belakangnya Yuna lalu mengarahkan ujung gagang katana miliknya di punggung Yuna]..Teknik Dua Puluh Lima!..[gelombang bunyi langsung berpusat ke ujung gagang katana]..Bullet Wave!..[SFX: Duarr]..!"


Serangan A04 teknik dua puluh lima langsung membuat Yuna merasakan rasa sakit yang luar biasa di dalam tubuhnya kemudian A04 mengarahkan tendangannya ke kepala Yuna namun di tahan dengan satu tangan kanannya hingga Yuna terlempar jauh namun tidak tenggelam.


"Ugghh..[muntah darah]..serangan tadi menembus ke seluruh organ dalam tubuhku..[tubuhnya gemetar]..Akseleration Manipulation..[menyentuh permukaan laut]..Frezee!..[permukaan laut membeku lagi]..Ice Control..[tentakel tajam menyerang A04 lagi].."


A04 kesal dengan serangan Yuna yang biasa-biasa saja hingga dia memperlihatkan seluruh tebasannya yang langsung memotong tentakel tajam yang Yuna buat.


"Membosankan..[SFX: Wusshh]..Yuna kamu membosankan!..[langsung berada di depannya Yuna kemudian dia mencekik leher Yuna lalu mengangkatnya ke atas]..ini adalah akhir bagimu!"


A04 perlahan menusukkan perutnya Yuna dengan ujung katana yang sangat tajam hingga katana tembus sampai bagian terdalam.


"Aggghhh..[muntah darah]..[matanya memutih]..selama pertarungan ada yang sangat aneh di dalam dirimu..[mulai kehilangan kesadaran]..kekuatan, kecepatan dan akurasi terus bertambah di dalam dirimu walaupun aku sudah menyerangmu tapi ketiga hal itu terus meningkat!"


Yuna mengetahui rahasia yang A04 miliki lalu dia dengan bangga menyebutkan kemampuannya.


"Hmm...selama ini dalam pertarungan kita, aku menggunakan Ultimate Akseleration: The Fight Is One My Side!..[sebuah bentuk Akseleration yang namanya lumayan panjang]..bentuk ini mampu membuatku kuat, cepat dan tepat selama pertarungan yang mana gelombang bunyi terus-menerus mengubah seluruh bagian otot, saraf dan tulang di dalam tubuhku hingga mencapai level yang sama dengan musuh yang aku lawan dan inilah level yang setara denganmu..[mencekik leher Yuna dengan kuat]..kamu kalah dengan kekuatanmu sendiri!"

__ADS_1


Yuna tidak bisa bernapas lalu dia kembali mengingat dirinya di Artificial World saat bertarung melawan salah satu Four Human-Al.


"..[melihat pertarungannya melawan Kashin]..Itu adalah pertarungan yang aku lakukan di dunia Artificial World..[tiba-tiba dari kejauhan ada sosok Kashin yang memegang Pedang Gletser lalu mulai berbicara kepadanya].."


"Apa kamu akan kalah semudah itu Yuna..[tertawa]..saat kamu melawanku sesuatu yang mengerikan yaitu kematian bisa kamu lewati dengan mudah bahkan aku sudah menusuk jantungmu dan aku sudah meledakkan jantungmu dengan teknik pedangku namun dirimu mampu melewati itu semua dan memenangkan pertarungan"


"Aku menang karena mereka semua memperhatikanku..[Yuna tersenyum]..[Kashin memberikan Pedang Gletser].."


"..[tersenyum]..Yuuto membutuhkanmu dan mereka membutuhkanmu saat ini kamu harus menang jadi Yuna menangkanlah pertarungan ini!"


Kashin memberikan Pedang Gletser kemudian Yuna mengingat teknik pedang yang dia gunakan selama di dunia Artificial World.


...


Aura Yuna membesar dan berunsur Ice membuat A04 merasakan kehadiran yang sangat bahaya lalu dia menjauhi Yuna yang sudah terluka parah dengan katana menembus perutnya.


"Terima kasih Kashin..[Aura miliknya sangat dingin]..[dari permukaan air laut yang membeku tiba-tiba muncul sebuah pedang yang mana itu adalah Pedang Gletser]..A04 akan aku tunjukkan kepadamu teknik pedang yang selama ini aku gunakan dalam pertarungan dan persiapkan dirimu dan tetaplah bertambah kuat..[tersenyum]..Glacier Breathing Technique Sword Skill 5: Ice Queen !"


Ledakan ice terjadi, katana milik A04 hancur dan Yuna mulai memperlihatkan sosoknya kepada A04 yang mana memiliki penampilan rambut panjang warna putih, mata berwarna biru laut dan tangan kanan berselimut Ice.


Yuna menggerakkan tangan kanannya kemudian deretan tombak Ice tercipta dan permukaan laut yang membeku langsung memunculkan duri kemudian menyerang A04 namun mampu dia potong dan hancurkan semuanya tapi A04 merasakan ada yang aneh.


"Ugghhh...[A04 berhenti menyerang]..jantungku terasa sakit..[tubuhnya membeku]..apa yang terjadi denganku?"


A04 di landa kebingungan dan ketakutan akan kematian lalu Yuna mendekatinya dengan jongkok kemudian menyentuh dagunya A04 lalu menjelaskan apa yang terjadi dengannya.


"Glacier Breathing Technique Sword Skill 6: Forzen Heart!...ini adalah sebuah teknik yang dulu musuh yang aku lawan gunakan kepadaku jadi intinya teknik ini membuat jantungmu perlahan membeku dan selama 6 menit, jantungmu akan membeku secara total dan itulah akhir dari hidupmu A04!"


A04 ketakutan dengan wujud Yuna yang mana membuat A04 menghayal yaitu seorang ratu cantik namun dengan kekuatan yang dahsyat berdiri di depannya seakan-akan mau membunuh bawahannya yang sudah tidak berguna lagi.


"..[menangis]..Yuna apakah itu namamu?"


"Benar itu namaku!"

__ADS_1


"Walaupun kami sudah bukan manusia lagi karena dia yang melatih kami tapi aku minta satu hal kepadamu yaitu jangan bunuh A02 maupun A03 karena dia masih memiliki jiwa anak-anak di dalam diri mereka, aku menyadari hal ini saat aku berlatih bersama mereka!"


"Lalu kenapa aku harus melakukan itu kepada musuhku?"


"Hahaha...kamu benar..[menangis]..mereka sebenarnya adalah saudaraku..[Yuna terkejut]..ingatan kami sudah dia manipulasi sehingga rasa takut akan kematian tidak dapat kami rasakan!"


"Lalu kenapa kamu menangis?..[Yuna mengerti]..kamu masih memiliki hal yang manusia miliki!"


"Hanya ini yang aku punya..[menutup kedua matanya]..hal yang membuatku masih menjadi seorang manusia..[air mata keluar]..tangisan ini...air mata ini menandakan kalau diriku masihlah manusia!"


5 menit sudah berlalu.


"Yuna lawanmu sangatlah kuat jadi apa kamu masih akan terus melawan?"


"Tentu saja karena Yuuto pasti akan tetap dan terus maju untuk melawan mereka!"


"..[tersenyum]..Yuna kamu wanita yang sangat kuat!"


Cuplikan Chapter 214.


Tina dan A02 melempar tombak mereka hingga benturan antara dua tombak membuat satu pulau bergetar dengan air laut, angin dan tanah berguncang hebat..[SFX: Booomm]..ledakan yang sangat dahsyat membuat langit bergetar hingga terjadi ledakan susulan yaitu ledakan tekanan gelombang bunyi hingga membuat air laut membentuk pusaran air dan badai besar.


...


Potongan atau cuplikannya aku berikan segitu saja karena semuanya sudah tertulis di Chapter 215.


Cuplikan Chapter 215.


"Sisa kita berdua...semoga Tina dan Eina selamat dari ledakan itu..[mengeluarkan tekanan gelombang]..[rambut Yuna berwarna putih dengan memegang Pedang Gletser]..lawanmu ini adalah kelemahanmu!"


"Aku tidak peduli..[Burung Phoenix membesar hingga menjadi sebuah burung legenda yang sebenarnya bahkan membuat lautan memanas]..[tatapan marah]..mari kita mulai!"


 

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2