World Quiz Online

World Quiz Online
Chapter 205.5: Story Buku Infinite Timeline Part 3


__ADS_3

Pukul 23.40


Tengah malam hanya tinggal beberapa menit lagi walaupun di rumah Rika tidak ada jam dinding, Laura menentukan waktu dengan menggunakan fase bulan saat semuanya sudah tidur lelap.


Sebelum pukul 23.40


Ketika semuanya sudah tertidur lelap, Laura keluar dari rumah dengan mata yang tidak bisa melihat apapun karena gelap tapi Laura sudah mengingat seluruh tata letak rumahnya Rika karena itulah Laura dengan mudahnya keluar dari rumah Rika tanpa adanya gangguan.


Lampu bakar di luar rumah masih menyala namun bahan bakarnya tinggal setengah karena itu Laura memanfaatkan penerangan dengan semaksimal mungkin untuk membuat sebuah jebakan supaya mengurangi jumlah gerombolan serigala yang akan menyerang nanti.


"..[mengelap keringat]..Dalam hal ini semua, aku dan Voice Head sedang bertaruh 50:50 jadi aku memilih jalan yang akan membuatku tidak menyesal ketika sudah tahu kebenarannya..[memantau langit dan fase bulan]..aku masih ada waktu untuk menyiapkan beberapa jebakan lagi..[berlari]..[berlari]..[lelah].."


Laura terus berpikir sambil bekerja terlihat betapa hebatnya Laura mengatur keadaan, kondisi dan waktu dalam satu pikiran di dalam kepalanya, siapapun akan terkejut melihat Laura yang sudah sangat ahli dalam membuat jebakannya.


Walaupun Laura sangat cerdas tapi tubuhnya merupakan kelemahannya yaitu dia mudah sekali merasakan lelah yang akan membuat tubuhnya berhenti bergerak dengan perlahan Laura mengatur semuanya hingga dia berhasil membuat 10 jebakan untuk serigala.


"Ah..ah..ah..ah..ah..[mengelap keringatnya]..akhirnya selesai..[duduk di bangku]..sekarang jam berapa?..[melihat fase bulan]..untung cuaca sedang bagus, sekarang adalah jam 23.40..[mengatur napasnya]..20 menit lagi akan tengah malam!"


Ucap Laura dengan napas yang terengah-engah dengan perlahan stamina miliknya kembali pulih lalu Laura mengambil lampu bakarnya lagi dengan sebuah korek menunggu waktu dengan penuh ketegangan.


"..[memantau sekitar semak-semak hutan dari kejauhan]..Jumlah mereka, aku tidak mengetahuinya bahkan dengan suasana gelap seperti ini akan sulit melihat pergerakan mereka yang lincah karena itu aku mengandalkanmu jebakan buatanku!"


Ucap Laura dengan penuh semangat dan tegang lalu dari telinga Laura terasa ada sebuah angin lembut namun ada suaranya seketika Laura terkejut dan mengeluarkan suara aneh.


"Laura, apa yang membuatmu sampai begadang?"


Ulma sangat penasaran dengan sikap Laura yang aneh sejak selesai makan malam lalu muncul dua sosok perempuan lagi yang ternyata mereka bertiga berpura-pura tidur lelap untuk mengelabui Laura.


"Laura berbohong saat mau bilang keluar untuk mencari udara segar!"


Olivia menyampaikannya secara terang-terangan membuat Laura merasa malu karena ketahuan.


"Laura, kamu tidak sendirian..[mengulurkan tangannya]..ada kami di sini yang akan membantumu!"


Ucap Rika dari hatinya yang mana membuat Laura merasakan ketenangan.


Laura menyuruh semuanya untuk duduk di bangku lalu dengan sisa waktu yang tersisa, Laura menceritakan semuanya seketika membuat temannya tidak terkejut yang mana Laura sedikit bingung dengan sifat sahabatnya.


"Apa kalian tidak menganggap diriku aneh?..[bingung]..aku bicara dengan suara yang ada di kepalaku yang mana dia bicara soal masa depan yang akan terjadi dan inilah sebabnya aku melakukan ini semua untuk berjaga-jaga!"

__ADS_1


Ucap Laura yang bingung dengan wajah biasa dari tiga sahabatnya itu.


"Kita berempat aneh!"


Jawab Ulma yang membuat Laura sadar akan keanehan saat-saat mereka bermain bersama yaitu Ulma mampu mengetahui lokasi mereka bertiga ketika bermain petak umpet, Rika mengetahui kepingan masa depan yang akan terjadi sehingga dia mampu memenangkan permainan batu-gunting-kertas secara berturut-turut dan Olivia yang ahli bermain jawab jujur sehingga dia terus-menerus memenangkan pertandingan.


"Keanehanmu akhirnya terlihat juga!"


Ucap Olivia yang dari dulu sangat penasaran dengan Laura karena sering sendirian di tempat sepi.


Pukul 23.56


Ulma merasakan adanya pergerakan yang sangat lincah dan cepat menuju rumahnya Rika seketika Ulma menutup bukuny.


"Semuanya bersiap..[Olivia, Rika dan Laura langsung mode siaga]..mereka datang!"


Dari kegelapan terlihat sebuah mata berwarna kuning dengan tatapan tajam mengarah ke empat gadis yang sedang berdiri di depan rumah, perlahan mata berwarna kuning mulai berjumlah banyak dengan di sertai burung-burung terbangun dari sarangnya dan mulai terbang menyelamatkan diri dari kawanan serigala.


Sosok terakhir berada di depan menunjukkan taring ganasnya serta menunjukkan kalau dirinya adalah pemimpin dari kawanan serigala yang berjumlah 20 serigala hutan.



Leader dari kawanan serigala itu melolong keras dengan bertepatan tengah malam seakan-akan menyuruh seluruh pasukannya untuk menyerang musuh di depan mereka. Seluruh kawanan serigala maju ke depan dengan menggeram dan menampilkan taring mereka lalu berlari sekuat tenaga mengejar mangsa.


Teriak Olivia yang takut akan serangan serigala tersebut namun Laura menyuruh tiga sahabatnya itu untuk tetap tenang dan berdiri tegak di hadapan kawanan serigala. Pada awalnya Olivia dan Ulma tidak mau melakukannya namun Rika memaksa mereka untuk melakukan yang Laura suruh.


Leader serigala itu menggonggong untuk memperingati seluruh pasukannya supaya segera berhenti maju ke depan dengan kecepatan penuh namun ada 3 serigala yang tidak mendengarkan leadernya sehingga jebakan Laura akhirnya aktif sehingga tanah yang serigala pijak mulai runtuh ke bawah lalu 3 serigala itu mati di dalam lubang yang isinya adalah kayu-kayu runcing yang sudah ditancapkan ke tanah.


"Tinggal tujuh jebakan lagi..[para serigala mulai waspada]..ini kesempatan kita, Olivia kamu yang memiliki fisik yang kuat dari kita bertiga mulailah bawa Kyota menjauh dari rumah, lewat pintu belakang dan kabur sekuat tenaga apapun yang terjadi kami akan mengejar kalian!"


Teriak Laura yang membuat Olivia langsung melakukan perintah yang diberikan kepadanya dengan cepat dia berlari ke dalam rumah lalu menggendong Kyota di punggungnya lalu kabur dalam keadaan itu Kyota kebingungan dan takut dengan larinya Olivia yang sangat kencang.


"Rika bisakah kamu melihat sedikit masa depan tentang apa yang akan terjadi!"


Minta Laura dengan perasaan tegang yang kembali dan mulai bersiap lari tapi Laura tidak meninggalkan lampu bakar dengan korek kayu.


Rika melakukan apa yang Laura minta lalu dalam beberapa detik saja, Rika melihat sebuah kobaran api yang akan menutupi jalan.


"Sebuah kobaran api!"

__ADS_1


Ucap Rika yang mana membuat Laura tersenyum.


"Rika, maafkan aku tapi hanya ini jalan satu-satunya untuk memberikan kita waktu lebih untuk melarikan diri jadi..[melempar lampu bakar ke gubuk]..Ulma bawa duluan Rika ke belakang!"


Teriak Laura memerintah Ulma untuk membawa Rika pergi mengejar Olivia dalam beberapa menit kawanan serigala yang tidak bisa menahan diri mulai bergerak maju lagi dan beberapa dari mereka terkena jebakan namun ada beberapa yang selamat dan mulai mendekati Laura.


"..[melihat beberapa serigala mendekatinya]..[melihat jebakan yang tersisa]..Sisa satu jebakan..[memutar tubuhnya ke belakang]..masih ada 11 serigala yang masih hidup..[berlari ke dalam gubuk lalu membuka pintu belakang]..[SFX: Syeett]..aaggghhh!"


Suara kesakitan keluar dan darah keluar dari tiga cakaran yang dibuat oleh serigala hutan itu yang sudah mendekati Laura dengan perasaan perih akan lukanya, Laura melempar korek kayu yang sudah dia nyalakan kemudian dengan cepat gubuk langsung terbakar dengan sebuah kobaran api yang menghanguskan serigala tadi yang melukai punggung Laura.


Kobaran api terbuat dan para serigala mulai ketakutan namun leader serigala itu memberanikan diri menerobos kobaran api itu, Laura yang terluka berusaha menutupi lukanya namun tidak ada waktu karena muncul leader serigala dari kobaran api yang membakar sebagian bulunya kini mereka berdua sama-sama terluka.


Laura berusaha lari sekuat tenaga menjauhi para serigala yang mulai berkumpul dan mengejar dirinya, Laura terus berlari dengan menutupi jejaknya melewati pohon dan semak lalu berusaha memberikannya tubuhnya dengan bau yang berbeda sehingga para serigala tidak dapat mengendus untuk mengetahui lokasinya.


Namun apa daya, Laura sangat lemah kalau soal fisik jadi saat sudah berharap akan berhasil tiba-tiba tubuhnya menjadi lemas kemudian terjatuh ke tanah..[SFX: Braakkk]..Laura merasakan kelelahan yang luar biasa karena dirinya sudah banyak bergerak di awal bahkan begadang membuat kondisinya tidak fit.


"..[matanya kabur]..Astaga..[berusaha mengontrol napas]..apa aku akan mati di sini?"


Gumam Laura yang mana kawanan serigala sudah mengepung dirinya yang sudah tidak berdaya lalu satu serigala menyerang Laura dengan taring tajamnya..[SFX: Paakkk]..serigala itu merengek kesakitan akibat tendangan dari Olivia lalu serigala itu menyerang lagi..[SFX: Syuutt]..tombak panjang dari kayu yang ujungnya dibuat tajam menembus mulut serigala dan itu membuat kawanan serigala sedikit takut namun tidak untuk leadernya.


Menggeram dan memamerkan taringnya kepada lawannya. Perlahan matanya Laura kembali pulih lalu melihat tiga sahabatnya membantu dirinya yang sedang terpojok.


"Kalian!"


Teriak Laura dengan perasaan senang sekaligus gembira karena hidupnya masih selamat. Serigala yang tersisa adalah tujuh serigala hutan karena beberapa dari lainnya kabur lalu Olivia, Ulma dan Rika menyodorkan sebuah tombak ke depan membuat para kawanan serigala tidak berani maju ke depan karena insting mereka mengatakan itu adalah bahaya.


"Tujuh lawan empat siapa yang akan menang?"


Tanya Olivia dengan wajah tenang namun dia gemetar.


"Laura cepat bangun terus kita lari, Olivia gendong Laura supaya lebih cepat!"


Teriak Ulma kepada Olivia dan Laura supaya lebih menganggap ini semua adalah hal yang serius.


"Ulma, aku akan membantumu menahan mereka!"


Ucap Rika sambil maju ke depan menyodorkan tombak runcing dan itu membuat para serigala terkena mental untuk tetap bertahan.


Namun sekali lagi leadernya melolong dengan keras dan penuh amarah menyuruh serigala yang tersisa untuk lebih ganas dan berani. Taring ganas terus diperlihatkannya hingga Olivia sudah berhasil menggendong Laura kemudian mereka akan melakukan lari sambil bertahan.

__ADS_1


Terjadilah kejar-kejaran antara kawanan serigala yang tersisa dengan empat gadis yang berlari sekuat tenaga dan berusaha melindungi diri dari serangan para serigala namun mereka tidak sadar kalau ada sebuah luka di punggung Laura karena terlalu fokus dengan medan pertarungan sekaligus medan penyelamatan.


Bersambung...


__ADS_2