World Quiz Online

World Quiz Online
Chapter 44:Membuat Janji Temu


__ADS_3

Cuplikan Chapter 43.


"Apakah anda tidak takut kalau saya akan mengambil anak anda ?..[Kening Professor Randolf berkerut]..Cuma bercanda tapi jika kemungkinan itu terjadi sebaiknya anda menyiapkan diri !" Ucap Yuuto


"Lupakan tentang ucapanku barusan..[Yuuto langsung menghilang dari tempatnya]..Anak yang menarik tapi tidak akan kubiarkan Yuna menjadi miliknya..[Berbalik badan lalu menutup gerbang rumah].." Ucap Professor Randolf


Professor Randolf berjalan menuju pintu rumahnya setelah sampai Professor Randolf melihat Yuna yang tertidur lalu dia mengangkat Yuna menuju kamarnya Yuna.


"..[Meletakkan tubuh Yuna di atas kasur]..[Mengelus rambut Yuna]..[Melihat bingkai foto Yuna bersama ibunya]..Jika saja kamu masih hidup sayang mungkin kamu dapat melihat anak kita yang sudah tumbuh besar dan menjadi wanita cantik seperti dirimu saat kita pertama kali bertemu." Ucap Professor Randolf dengan wajah sedih


Professor Randolf keluar dari kamarnya Yuna lalu dia menuju ruangan kerja miliknya. Di ruangan kerjanya Professor Randolf mencoba menghubungi Empat Pemerintah..[SFX: Dering Telepon]..[SFX: Panggilan di jawab]..


"Halo Pak Walikota !" Ucap Asisten Tuan Kyojuro


"Dengan siapa saya berbicara ?" Tanya Professor Randolf


"..[Tersadar]..Maafkan saya Pak Walikota belum memperkenalkan diri saya. Perkenalkan saya Asisten Pemerintah Jepang yaitu Tuan Kyojuro !" Balas Asisten Tuan Kyojuro


"Baiklah, apakah anda bisa memberitahu kepadanya bahwa ada sesuatu hal penting yang ingin aku bicarakan kepada Tuan Kyojuro ?" Tanya Professor Randolf


"Untuk saat ini kemungkinan akan sedikit sulit karena Empat Pemerintah sedang melakukan rapat jadi mohon tunggu sebentar Pak Wlikota !" Balas Asisten Tuan Kyojuro


"Baiklah, saya akan menunggunya sampai selesai !" Ucap Professor Randolf


[Ruangan Rapat Empat Pemmerintah]


"Tch..Kenapa kita masih belum mengetahui lokasi dan identitas mereka selama 2 bulan ini !" Teriak Tuan Kyojuro (Pemerintahan Jepang)


"Tuan Kyojuro harus tenang untuk menghadapi permasalahan ini !" Minta Tuan Chen (Pemerintahan China)


"..[Menghela napas]..Tuan Chen benar untuk saat ini kita harus memperkuat pasukan militer karena sekarang kemampuan Akseleration sangat memungkinkan militer menjadi semakin kuat." Ucap Tuan Kim (Pemerintahan Korea


"Untuk masalah itu saya setuju karena biaya untuk memperkuat pasukan militer telah tersedia dan kita harus berterima kasih dengan usaha para dokter spesialis Kemampuan Akselertaion karena dengan bantuan merke,. Semua biaya untuk menyembuhkan penyakit tertentu bisa diatasi dengan mudah." Ucap Tuan Zhafi (Pemerintahan Indonesia)


"Sangat mengejutkan sekarang kita tidak perlu dengan masalah tentang kesehatan di negara kita !" Ucap tuan Chen (Pemerintah China)


"Tapi bukannya kemampuan Akseleration Class Medical seperti pisau bermata dua jika tidak dapat mengendalikan sepenuhnya ?" Tanya Tuan Kim (Pemerintahan Korea)


"Tenang saja pelatihan untuk Class Medical telah ditangani oleh salah satu dokter spesialis kemampuan Akseleration terbaik di negara saya !" Ucap Tuan Kyojuro (Pemerintahan Jepang)


"Baiklah mari kita kembali ke topik pembicaraan !..[Berdiri dari kursi]..Lihat data ini !..[Memberikan sebuah dokumen tentang Biro Pertahanan dan Keamanan Negara].." Ucap Tuan Zhafi (Pemerintahan Indonesia)


"..[Melihat dokumen]..Apa keberadaan Biro Pertahanan dan Keamanan Negara telah hilang !" Teriak Tuan Chen (Pemerintahan China)


"Bagaimana mungkin ini bisa terjadi ?" Tanya Tuan Kim (Pemerintahan Korea)


"Tch..Pasti ada seorang penghianat yang melakukan ini semua !" Ucap Tuan Kyojuro (Pemerintahan Jepang)


"..[Kembali duduk di kursinya]..[Menghela napas]..Colerin telah ditangkap lalu di penjara jadi bisa dikatakan bukan dia pemimpin dari penghianatan ini." Ucap Tuan Zhafi (Pemerintahan Indonesia)


"Jangan bilang seorang penghianat ini adalah salah satu dari The Number ?" Tanya Tuan Kyojuro (Pemerintahan Jepang)

__ADS_1


"Menurut perkiraanku memang seperti itulah keadaannya !" Balas Tuan Zhafi (Pemerintahan Indonesia)


"Berarti The Number ingin melakukan perang kepada kita Empat Pemerintah !" Ucap Tuan Kim (Pemerintahan Korea)


"Jumlah pasukan Biro Pertahanan dan Keamanan Negara sangat banyak jadi memang inilah niat dari The Number untuk menunjukkan kepada dunia bahwa mereka ada dengan melalui perang !" Ucap Tuan Chen (Pemerintahan China)


"..[Memanggil asistennya]..Segera laporkan kepada pihak militer untuk memperkuat pasukan dengan melatih kemampuan Akseleration ..[Menyuruh asisten dari Tuan Zhafi, Tuan Chen dan Tuan Kim untuk ikut bersama asistennya]..Cepat laksanakan !" Ucap Tuan Kyojuro (Pemerintahan Jepang)


"Tuan Kyojuro sebelum saya pergi ada sesuatu yang ingin saya sampaikan kepada anda bahwa Pak Walikota menelepon anda beberapa waktu tadi..[Memberikan telepon]..Silahkan Tuan !" Ucap Asisten Tuan Kyojuro


"Professor Randolf menelepon saya..[Menelepon balik Professor Randolf]..[Tersambung]..Halo Professor Randolf ada perlu apa dengan saya ?" Tanya Tuan Kyojuro (Pemerintahan Jepang)


"Tuan Kyojuro, Tuan Zhafi, Tuan Chen dan Tuan Kim ada seorang anak muda yang ingin bertemu dengan kalian dan katanya ada sesuatu yang ingin dia bicarakan." Balas Professor Randolf


"Maaf Professor Randolf saat ini kami tidak ingin membuang waktu hanya demi bertemu dengan seorang anak muda yang kamu maksud itu !" Ucap Tuan Kyojuro (Pemerintahan Jepang)


"Ada seorang anak yang membenci number itulah yang dia katakan kepada saya jika Empat Pemimpin tidak ingin menemuinya..[Tuan Kyojuro langsung menangkap kata-kata itu].." Ucap Professor Randolf


"Bawa dia ke sini Professor Randolf..[Menulis di sebuah kertas lalu di lempar ke tengah-tengah meja rapat]..[Tulisan tersebut berisi 'Kita akan membuat janji temu dengan seorang anak muda lalu sontak ketiga pemimpin menunggu Tuan Kyojuro selesai menelepon]..Kami saat ini berada di Gedung Four Countries !..[Menutup telepon].." Ucap Tuan Kyojuro (Pemerintahan Jepang]


"Kenapa anda membuat janji temu dengan anak muda ?" Tanya Tuan Zhafi (Pemerintahan Indonesia)


"Dia baru saja mengatakan sesuatu yang baru kita bahas !" Ucap Tuan Kyojuro (Pemerintahan Jepang)


"Hmm, kelihatannya anak ini sangat mencurigakan !" Ucap Tuan Chen dengan sorot mata tajam


"Aku akan memanggil penjaga untuk melindungi kita dan jangan lengah saat bertemu dengan anak muda ini !" Ucap Tuan Kim (Pemerintahan Korea)


"..[SFX: Dering Handphone]..[Menjawab panggilan]..Halo suster ada apa menelepon malam-malam seperti ini ?" Tanya Tuan Chen (Pemimpin China)


"..[SFX: Batuk Berdarah]..Tuan cucu anda saat ini mengalami batuk berdarah bahkan wajahnya kembali pucat lagi !" Balas suster


"Apa..[Menyuruh sopir untuk segera mengambil mobil]..Baiklah saya akan ke sana secepatnya !..[SFX: Mobil]..[Memasuki mobil]..Kenapa ini bisa terjadi lagi kepadanya !" Gumam Tuan Chen (Pemerintahan China)


Mobil melaju dengan cepat dan beberapa menit Tuan Chen sampai di rumah anaknya. Tuan Chen membuka pintu dengan keras sambil menelepon dokter terbaik yang katanya Tuan Kyojuro bahwa ada dokter terbaik di negaranya.


"..[Tersambung]..Halo Tuan Kyojuro apakah anda bisa mempertemukan saya dengan dokter terbaik di negara anda ?" Tanya Tuan Chen (Pemerintahan China)


"Baiklah tentu saja lalu kenapa anda seperti tergesa-gesa ?" Tanya Tuan Kyojuro (Pemerintahan Jepang)


"Cucu saya mengalami kejadian batuk berdarah lagi bahkan wajahnya kembali memucat !" Ucap Tuan Chen (Pemerintahan China)


"Apa..[Menyuruh sopirnya menelepon Dokter Nigisima]..Segera saya akan menjemput Dokter Nigisima dan kebetulan sekali dia saat ini berada di pulau ini !" Ucap Tuan Kyojuro (Pemerintahan Jepang)


"Baiklah terima kasih Tuan Kyojuro sudah membantu saya !..[Menutup telepon].." Ucap Tuan Chen (Pemerintahan China)


Tuan Chen berlari menuju kamar cucunya setelah sampai wajah Tuan Chen menampilkan wajah ketika akan kehilangan sesuatu dalam hidupnya. Cucunya yang terbaring lemas di atas kasur dengan menggunakan selang infus sambil beberapa kali batuk berdarah.


"..[Memegang wajah cucunya]..Nuan kamu akan baik-baik saja jadi bertahanlah, kakek sudah memanggil dokter terbaik untukmu..[Mengelap darah dari mulut cucunya].." Ucap Tuan Chen (Pemerintahan China)


"Tuan Chen jangan mendekati cucu anda karena anda bisa saja tertular..[Tuan Chen terus di paksa untuk menjauh dari cucunya]..Tuan Chen tolong mengertilah dengan keadaan saat ini !" Ucap suster

__ADS_1


Tiba-tiba seorang anak laki-laki muncul lalu menarik Tuan Chen keluar dari kamar Nuan dan anak laki-laki tersebut adalah anak dari Tuan Chen yang bernama Ling.


"Ling jangan jauhkan aku dengan dengan Nuan !" Ucap Tuan Chen (Pemerintahan China) dengan wajah ketakutan


"Ayah aku tahu kamu sangat khawatir dengan Nuan tapi jika ayah tertular bagaimana nasib ayah nanti dan juga apa ini yang Nuan mau untuk ayah yaitu tertular dengan virus yang sama dengan Nuan !" Teriak Ling


Tuan Chen hanya bisa terdiam lalu pintu kamar Nuan di tutup supaya virus tidak keluar. Tiba-tiba pintu rumah langsung di buka dengan keras oleh Tuan Kyojuro.


"Chen mana kamar cucumu !" Teriak Tuan Kyojuro (Pemerintah Jepang) tanpa bahasa formal


"Tuan Chen di atas sini..[Melambaikan tangannya].." Teriak Ling


"Dokter Nigisima ayo kita pergi ke atas..[Berlari menaiki tangga menuju tempat Tuan Chen dan Ling berada]..Chen dimana cucumu ?" Tanya Tuan Kyojuro (Pemerintahan Jepang)


"..[Berdiri]..Tuan Kyojuro anda sudah datang bersama dengan dokter..[Membuka pintu kamar Nuan]..Silahkan dokter tolong sembuhkan cucu saya !" Ucap Tuan Chen (Pemerintahan China)


Dokter Nigisima masuk dengan memakai pelindung dengan memakai kemampuan Akseleration. Beberapa menit telah lewat berganti menjadi jam, keluarga Tuan Chen khawatir dengan kondisi Nuan yang dimana dia sudah sakit selama 19 tahun. 2 jam sudah berlalu kemudian pintu kamar Nuan terbuka lalu keluarlah Dokter Nigisima.


"..[Menutup pintu kamar Nuan]..Tuan-tuan ada sesuatu yang ingin saya bicarakan kepada semuanya bahwa virus dalam diri Nuan untuk sementara telah saya hilangkan tetapi beberapa minggu kemudian virus tersebut akan muncul karena saya hanya dapat membunuh virus yang kelihatan dan yang tidak kelihatan saya tidak dapat menembus atau membunuhnya." Ucap Dokter Nigisima


"Apa dalam seminggu virus tersebut akan muncul lagi !" Ucap Tuan Kyojuro (Pemerintahan Jepang)


"Dokter apakah anda bisa menyembuhkan cucu saya lagi ketika virus tersebut muncul ?" Tanya Tuan Chen (Pemerintahan China)


"..[Mendadak pusing kepala]..Maafkan saya jika saja saya lebih kuat mungkin saya dapat menghilangkan semua virus dari cucu anda !" Balas Dokter Nigisima


Mendengar ucapan dari Dokter Nigisima membuat tubuh Tuan Chen langsung lemas lalu terjatuh.


"Kuatkanlah dirimu Tuan Chen pasti suatu saat akan ada seseorang yang bisa menyembuhkan cucumu !" Ucap Tuan Kyojuro (Pemerintahan Jepang)


"Nuan maafkan kakek karena tidak bisa membuatmu sehat kembali !" Ucap Tuan Chen (Pemerintahan China)


Tuan Kyojuro membantu Tuan Chen untuk berdiri lalu Tuan Chen mengatakan kata-kata motivasi sekaligus sugesti.


"Tuan Chen, jika suatu saat cucumu sudah sehat anda bisa bersama lagi dengan cucumu jadi ingatlah di dalam pikiranmu bahwa suatu saat cucumu akan segera sembuh terus katakan itu di dalam pikiranmu !" Ucap Tuan Kyojuro (Pemerintah Jepang)


"Baiklah Tuan Kyojuro saya akan selalu mengatakan kata-kata itu di dalam pikiran saya !" Ucap Tuan Chen (Pemerintah China)


"..[Melihat jam di tangannya]..Saya harus segera pulang ! karena jika saya tidak pulang nanti istri saya akan marah." Ucap Tuan Kyojuro (Pemerintahan Jepang)


"..[Sedikit tersenyum]..Tidak biasanya kamu ketakutan seperti ini !" Ucap Tuan Chen (Pemerintah China)


"Dan kamu yang selalu tenang membuatku terkejut saat kamu panik karena cucumu sakit lagi !" Ucap Tuan Kyojuro (Pemerintahan Jepang)


Mereka berdua tertawa lalu saatnya Tuan Kyojuro untuk segera pulang ke rumahnya. Tuan Kyojuro menaiki mobilnya lalu dia pergi meninggalkan rumah Tuan Chen sedangkan Tuan Chen beristirahat di rumah cucunya sekaligus rumah anaknya yaitu Ling.


Malam yang panik menjadi malam yang sedikit sunyi dan sedikt tentram. Tuan Chen terus terbayang wajah Nuan yang terus meronta-ronta kesakitan dan sepanjang malam Tuan Chen tidak tidur karena terus memeriksa keadaan Nuan di dalam kamarnya.


Malam berganti pagi yang dimana Yuuto terbangun dengan senyuman.


"Aku merasa bahwa rencana milikku akan sukses ketika aku melakukan perbuatan baik dan mulia. Mari kita lihat apakah aku sudah berhasil membuat janji temu dengan Empat Pemerintah ?" Gumam Yuuto

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2