
Tahun 2025, Project Transfer Memory masih dalam pengembangan.
Kepala Nisuta terasa ingin meledak ketika memecahkan masalah Projectnya namun dia selalu mendapatkan support dari teman-temannya bukan hanya Nisuta yang mendapatkan kesulitan, Hiru kesulitan dalam merumuskan kode program, Yamada kesulitan dalam menyusun setiap rangka program dan Agurame kesulitan dalam membantu teman-temannya namun dia sangat hebat dalam hal mengingat sesuatu karena itu tiga orang temannya mempercayakan pemrograman untuknya.
Project ini sebenarnya sangat mustahil namun mereka berempat sangat gigih untuk mewujudkannya, Nisuta sangat percaya diri dengan dirinya kalau dia akan dapat membuat Project ini.
"Uwahhh..[Meregangkan kedua tangannya]..Nisuta mari kita berhenti sejenak kalau kita tidak istirahat yang ada kita akan sakit !..[Nisuta tidak dengar]..Nisuta !..[Melirik ke arah Nisuta tampak dia sangat fokus kepada Projectnya]..[Kesal]..Anak ini !" Ucap Hiru
"..[Mengelap keringat di dahinya]..Fuhhh...Kamu benar Okama, mari kita istirahat dan akan aku siapkan makanan yang dapat membuat kita berenergi lagi !" Ucap Yamada dengan wajah senang
"..[Membawakan minuman jus jeruk lalu diberikan ke Hiru dan Yamada]..Silahkan kalian minum !..[Hiru dan Yamada meminum jus jeruk tersebut]..Maaf, aku tidak dapat banyak membantu kalian bertiga !" Ucap Agurame
"..[SFX: Gluupp]..Ahhhhh..Segar sekali !..[Memberikan kembali gelasnya ke Agurame]..Agurame kamu akan banyak membantu ketika masa percobaan karena hanya kamu satu-satunya yang dapat menghafal kode program yang aku buat !" Balas Hiru
"Benar jangan terlalu memikirkan bahwa kamu tidak melakukan apapun..[Memberikan gelasnya ke Agurame]..Minuman ini sangat segar !" Ucap Yamada
"..[Satu gelas tidak diambil]..Dimana Senior Nisuta ?" Tanya Agurame
"..[Menghela napas]..Aku lelah memberitahunya untuk istirahat jadi aku serahkan kepadamu Yamada, calon istrinya !" Ucap Hiru
"Ugh..Ugh..Ugh..[Batuk]..[Pipi merah]..Okama apa kamu iri kalau aku dan Nisuta akan menjadi pasangan suami istri sedangkan dirimu masih jomblo..[Melirik ke arah Hiru].." Ucap Yamada
"Yamada aku sangat iri..[Mengangguk sebanyak 3x]..Tapi di sisi lain aku sangat senang karena sahabatku sudah lebih dewasa !" Ucap Hiru
"Hmm..Tunggu bukannya Nisuta memang sudah dewasa !" Ucap Agurame
"..[Mengingat masa lalu Nisuta]..Tidak dia dulu lebih ke anak-anak yang memiliki keinginan tahu yang sangat besar !" Ucap Hiru dengan wajah lega
"..[Menghela napas]..Aku tidak tahu apa yang terjadi dengan Nisuta saat dia kecil tapi Nisuta tetaplah Nisuta itulah yang aku tahu..[Mengambil gelas isi jus jeruk]..[Mendekati Nisuta]..Ni..su..ta !..[Menarik telinganya dengan keras].." Ucap Yamada
"Aduh..Aduh..dududuh..[Yamada melepaskan telinganya]..Yamada jangan melakukan itu, sakit tahu..[Yamada menempelkan jus jeruk di pipi]..[Terkejut]..Dingin !!" Teriak Nisuta
"Minum ini dan kamu harus istirahat, aku akan menyiapkan makanan untuk kita kalau aku melihatmu tidak istirahat kamu tahu bukan apa yang akan aku lakukan kepadamu !" Ancam Yamada
"..[Takut]..Baik akan aku lakukan..[Mengambil jus jeruk lalu meminumnya]..[SFX: Glupp]..Fuwahh, segar sekali !" Ucap Nisuta
"Nisuta, Okama dan Agurame silahkan kalian istirahat karena aku tidak terlalu lelah, aku akan membuatkan kita makanan jadi tunggu dan pastikan kalian istirahat dulu !" Ucap Yamada yang langsung pergi ke dapur khusus
"Baik Bunda Yamada !" Ucap Nisuta, Hiru dan Agurame yang membuat Yamada berhenti
"Ehhh, bunda ??" Yamada bingung
"Aku disuruh sama Nisuta !" Ucap Hiru sambil menunjuk jarinya ke Nisuta
"Sama aku juga disuruh sama Senior Nisuta !" Ucap Agurame sambil tersenyum
"Nisuta apakah benar ?" Tanya Yamada
__ADS_1
"Ehhh..[Bingung]..Bukannya kalian berdua yang bilang padaku kalau panggil Yamada dengan sebutan bunda..[Hiru dan Agurame hanya diam seperti tidak tahu apa yang Nisuta bicarakan]..Kalian ini senang sekali menjebak diriku..[Melihat ke arah Yamada]..Ya..Ya..Yamada, sebenarnya aku ingin memanggil kamu dengan sebutan itu supaya lebih lancar ketika kita punya anak nanti !" Ucap Nisuta sambil malu-malu
"Hmmm, Nisuta kamu tidak sabar ya !!" Ucap Hiru sambil tersenyum
"Ternyata Senior Nisuta sudah tidak sabar untuk mendapatkan anak, akhirnya aku dan Senior Hiru akan menjadi paman !" Ucap Agurame
"Agurame kamu sudah tidak sabar juga ya dipanggil paman !" Ucap Hiru yang merasa senang
"Hm.Hm..Hm..[Mengangguk sebanyak 3x]..Semoga kalian cepat menikah !" Ucap Agurame
"..[Tertawa]..Hahaha..Nisuta kamu sudah tidak sabar ya..[Yamada mengambil surat]..Coba kamu baca !" Minta Yamada
"..[Membuka surat]..Teruntuk kakak, bagaimana kabar kakak disana ?..Apakah baik-baik saja ?..Aku berencana ingin bertemu dengan kakak saat ini aku sudah membuat perjanjian dengan bosku kalau aku akan liburan setelah menyelesaikan pekerjaanku yang kemungkinan akan selesai selama 2 tahun karena pasiennya cukup banyak, aku memberikan beberapa kepada temanku dan dia akan membantuku yang kemungkinan dia akan selesai selama 1 tahun jadi aku akan datang setelah 3 tahun yang artinya aku akan datang ke Jepang pada tahun 2026. Tunggu aku kakak pasti aku akan datang dan semoga kakak sehat selalu dan juga jangan lupa memberikan kabar dirimu untuk ayah dan ibu karena mereka sangat kangen denganmu !..Salam Ruiki, adik tercinta..[Melihat tanggal surat]..Pengirimannya pada tahun 2023 !" Ucap Nisuta
"..[Terkejut]..Kamu ternyata punya adik dan dia akan datang ke Jepang pada tahun 2026 !" Ucap Hiru
"Wahh, aku sangat penasaran dengan adiknya Senior Yamada pasti dia sangat pintar seperti Senior Yamada !" Ucap Agurame
"Benar dia sangat hebat seperti diriku..[Membanggakan adiknya]..Nisuta, aku sudah mengirim surat untuk adik, ayah dan ibuku kalau aku ingin mereka datang ke Jepang untuk pernikahan kita bagaimana apakah kamu mau tanggal pernikahan kita tahun 2026 ketika adik, ayah dan ibuku datang !" Ucap Yamada
"..[Membaca lagi suratnya]..Ehhh, aku sangat terkejut kamu mempunyai adik !" Ucap Nisuta
"Nisuta..[Menarik wajah Nisuta]..Kamu akan nikah ketika keluarga Yamada datang ke sini dan kalau tidak salah satu tahun lagi !" Ucap Hiru
"Ehhh, Yamada apakah itu benar ?" Tanya Nisuta
"..[Tersenyum]..Benar dan kamu harus persiapkan dirimu untuk bertemu dengan ayah dan ibuku dan pastikan kamu benar-benar melamar diriku kalau tidak takutnya ayah dan ibuku tidak memberikan kamu ijin untuk menikahiku !" Ucap Yamada
"..[Menampar pipi Nisuta dengan surat]..Beranikan dirimu dasar penakut !" Ucap Hiru
"Senior Nisuta kamu harus berani menemui orang tua Senior Yamada dan pastikan lamaranmu diterima !" Ucap Agurame
"..[Menarik napas]..[Berdiri lalu memegang kedua tangan Yamada]..Serahkan kepadaku Yamada pasti aku akan membuat ibu dan ayahmu menerima diriku untuk menjadikan aku suami untukmu !" Ucap Nisuta sambil tersenyum
"..[Malu]..[Tersenyum]..Aku serahkan kepadamu あなた !" Ucap Yamada sambil pergi ke dapur khusus
[Ketika Yamada sudah ke dapur khusus]
"..[Panik]..Apa yang harus aku katakan saat bertemu dengan orang tuanya ?" Tanya Nisuta
"Nisuta kamu harus mengatakannya seperti saat kamu melamar Yamada !" Ucap Hiru
"Itu benar dan pastikan kamu tidak takut seperti ini karena orang tua tidak suka dengan pria penakut sepertimu !" Ucap Agurame
"..[Kata tersebut menusuk hati Nisuta]..Si..Si..Siapa yang takut..[Menyilangkan kedua tangannya]..Aku hanya butuh saran saja !" Ucap Nisuta
"Itulah saran dari kami berani dan ucapkan seperti saat kamu melamar Yamada dasar penakut !" Ucap Hiru
__ADS_1
"Baiklah terima kasih sarannya !" Ucap Nisuta yang merasa kesal
Beberapa jam kemudian.
"..[Membawa beberapa makanan]..Silahkan kalian makan !..[Melihat Nisuta yang babak belur ]..[Melihat Hiru yang babak belur]..[Melihat Agurame yang sedang mengobati luka Hiru dan Nisuta]..apa kalian habis jatuh ?" Tanya Yamada
"Ya kami habis jatuh dari tangga ketika bermain !" Balas Hiru dan Nisuta
"..[Panik]..Mereka berdua bermain lalu jatuh dari tangga dan inilah yang membuat mereka menjadi seperti ini !..[Bergumam]..Maaf Senior Nisuta aku berbohong !" Ucap Agurame
"Hmm...Lain kali hati-hati dan silahkan kalian makan dulu !" Ucap Yamada
"Baik, selamat makan !" Ucap mereka berempat
Bersambung...
*Cuplikan ketika Ruiki menulis surat untuk kakaknya.
"..[Menulis]..[Menulis]..[Menulis]..[Selesai menulis]..Akhirnya ini selesai dan semoga kakak ikut senang dengan hal yang aku tulis di dalam surat ini !" Gumam Ruiki
Ruiki pergi lagi ke kantor surat lalu dia memberikan suratnya untuk di kirim ke Jepang yang akan diberikan ke kakaknya.
*Cuplikan ketika Ruiki mendapatkan balasan dari kakaknya.
Ketika Ruiki bekerja keras untuk menyelesaikan tugasnya tiba-tiba datang pengantar surat lalu dia memberikan surat tersebut ke Ruiki.
"..[Membaca asal pengirim]..[Merasa senang]..Dari kakak..[Membuka surat tersebut]..Teruntuk adikku yang manis, kakak baik-baik saja bahkan saat ini kakak sangat bahagia karena ada seseorang yang melamar kakak dan aku sudah membaca suratmu karena itu rencananya aku akan menikah ketika kamu datang ke Jepang saat itu juga ayah dan ibu sudah aku kirim surat untuk datang juga ke pernikahanku jadi aku sangat menunggu kedatangan kalian !...Salam Kakak tercintamu !...[Ruiki membeku]..Kakak akan menikah..[Merobek suratnya]..Siapa yang berani melamar kakak kalau dia tidak serius dengan kakakku, aku akan membunuhnya !" Ucap Ruiki
"Permisi Dokter Ruiki apakah anda baik-baik saja ?" Tanya pasiennya
"Aku baik-baik saja..[Berwajah serius]..Ceritakan semua kepadaku apa yang kamu takuti, cepat beritahu aku dan pastikan ketika aku memberikan saran..[Mengancam]..Terima saja dan lakukan karena itu untuk kebaikanmu !" Ancam Ruiki
"..[Merinding]..Baik Dokter Ruiki !" Balas Pasiennya
*Cuplikan ketika ayah dan ibunya Yamada menerima surat dari Yamada.
Di pagi hari, Ryu dan Nanase berjemur di terik cahaya matahari pagi lalu datang pengantar surat yang memberikan mereka surat.
"Sayang ambil surat itu lalu bacakan !" Ucap Nanase yang sedang berjemur
"Baik-baik..[Mengambil surat lalu melihat asal pengirim]..Sayang ini dari Yamada..[Nanase langsung merespon].." Ucap Ryu
"Cepat bacakan !" Minta Nanase
"Baik..[Membuka suratnya]..Teruntuk kedua orang tuaku yang sangat aku sayangi, ibu dan ayah jangan khawatir aku baik-baik saja di sini lalu bagaimana dengan kalian ?..Semoga baik-baik saja sepertiku..Ayah, ibu ada sesuatu yang ingin aku beritahu kepada kalian kalau ada seseorang yang melamar diriku karena itu aku sangat ingin ayah dan ibu datang ke Jepang untuk melihat calon suamiku dan niatnya kami akan nikah pada tahun 2026 karena Ruiki juga datang ke Jepang pada tahun itu, masalah hari aku masih menentu karena itu ketika kalian datang kita akan langsung membuat acara pernikahan jadi aku sangat menanti kedatangan kalian...Salam Yamada anak tercinta kalian !...[Meremas surat]..Aku harus datang menemui orang yang akan menikahi anakku !" Ucap Ryu dengan wajah serius
"..[Ryu melirik ke arah Nanase]..Akhirnya aku akan menjadi nenek..[Menangis]..Akhirnya anakku menikah !" Ucap Nanase
__ADS_1
"Aku akan menghentikan pernikahan ini kalau calon suaminya tidak sekeren diriku atau sehebat diriku walaupun Nanase menghentikan diriku..[Mengingat Nanase marah]..Hmm, mungkin aku akan minta bantuan Ruiki untuk hal ini !" Gumam Ryu
"Aku akan jadi nenek !" Ucap Nanase dengan wajah senang.