
Cuplikan Chapter 229.
Mereka semua berusaha mengumpulkan gelombang bunyi sebanyak mungkin untuk melakukan Akseleration Teleport yang mana membutuhkan waktu sebanyak 25 menit untuk menyelesaikannya.
25 menit telah berlalu kini mereka bisa melakukan teleport untuk pindah ke lokasi Yuuto.
"Semuanya berkumpul di lambang teleport, kita akan segera berpindah!" teriak Baron
Mereka semua berkumpul di lambang teleport kemudian cahaya teleport serta gelombang bunyi memindahkan mereka semua ke tempatnya Yuuto yang mana sedang terjadi hujan deras serta lokasi pertarungan yang sudah sangat hancur.
Ketika ingin mencari keberadaan Yuuto tiba-tiba dari kejauhan ada seekor naga besar yang sedang menuju ke tempat mereka sontak hal itu membuat ketakutan dan kewaspadaan namun dari penampilan naga itu membuat Baron mengingat siapa dia.
"Kuro apakah itu kamu?" tanya Baron
Kuro mendarat di dekat mereka semua lalu menampilkan wajah kesal melihat Baron yang masih hidup.
"Ternyata kamu masih hidup!" ucap Kuro
"Apa maksudmu dengan ucapan itu!" teriak Baron
Yuna dan Tina turun dari punggung Kuro lalu mereka semua akhirnya dapat berkumpul kembali kemudian bersama-sama mereka mencari keberadaan Yuuto tapi yang membuat bingung adalah tidak ada tanda pertarungan lagi seakan-akan pertarungan sudah selesai lalu ada aliran darah yang Baron lihat di sepanjang tanah.
"Tidak mungkin!" ucap Baron
Baron mengikuti aliran darah tersebut lalu dia terkejut melihat sosok yang sangat dia kenal sedang terbaring dengan enam pedang menusuk di organ pentingnya seketika tangisan tidak bisa dia tahan pada akhirnya semua mengikuti Baron dan melihat keadaan Yuuto yang sudah tidak bernyawa,
"Yuuto...tidak mungkin ini tidak mungkin..[menangis]..Yuuto bangunlah!" teriak Yuna
Tidak ada respon sama sekali dari Yuuto bahkan mereka semua terus berteriak tapi tidak ada satupun yang membuat Yuuto merespon. Tina hanya bisa terdiam dan menangis melihat keadaan Yuuto...Kevin tidak percaya dengan apa yang saat ini terjadi kepada Yuuto...Baron memeluk erat tubuh Yuuto sedangkan Yuna gemetar melihatnya.
"Yuuto masih hidup...aku bisa merasakan hawa keberadaannya di dalam tubuhnya itu!" ucap Kuro yang sangat yakin dengan instingnya
Ternyata harapan Kuro tidaklah sirna masih ada kesempatan untuk kembalinya Yuuto namun untuk saat ini cara yang terpikirkan adalah kekuatan milik Kashin yang mampu menciptakan organ lain dan ini terbukti saat mereka berdua bertarung.
__ADS_1
"Yuna gunakan kekuatan yang sama seperti Kashin pada saat itu kamu juga mengalami ini jadi buatlah organ buatan untuk Yuuto pastikan seluruh tubuhnya kembali bekerja!" ucap Kuro
"Kamu benar..[SFX: Freeze]..Yuuto, aku tidak akan membiarkanmu mati di sini...Glacier Breathing Technique Sword Skill 8: Transformation!" ucap Yuna
Yuna membuat ulang organ Yuuto yang rusak terlihat Yuuto langsung muntah darah dan kembali sadar walaupun sedikit.
"Aku kira saat ini aku akan mati tapi syukurlah aku masih hidup!" ucap Yuuto yang kembali selamat
Semua yang melihat Yuuto kembali sadar membuat hati mereka lega namun Yuuto masih sangat lemah karena itu, Yuuto meminta sesuatu kepada Yuna.
"Percuma saja organ buatan ini tidak akan membuatku hidup kembali tapi ada sesuatu yang harus aku selesaikan dan pasti ini bisa memulihkan diriku karena itu Yuna, aku ingin kamu membekukan diriku!" ucap Yuuto
"Dengan bekunya dirimu hal itu akan membuatmu tetap hidup?" tanya Kuro
"Benar sekali dan aku pasti akan kembali setelah menyelesaikan sesuatu di dalam diriku untuk saat ini kalian menjauh dari A01, Graundila, Helix dan Hiru Okama jangan sekali-kali melawan mereka karena kalian tidak akan bisa mengalahkannya..[tersenyum]..aku akan kembali dengan kekuatan yang lebih besar lagi dari mereka jadi Yuna segera bekukan diriku!" minta Yuuto
Yuna memenuhi permintaan dari Yuuto dan langsung membekukan tubuhnya hingga menjadi sebuah kristal kini kristal Yuuto di bawa menuju ke tempat aman yaitu bunker. Pertempuran pada hari itu di menangkan oleh Organisasi The Number namun untuk waktu yang tidak lama karena Yuuto akan segera kembali dengan kekuatan yang lebih besar dari mereka.
...
"Kamu benar sekali..[tersenyum]..pemandangan ini sungguh indah!" ucap Hiru Okama yang melihat ribuan mayat di Pulau Timur
Graundila dan Helix masih merasakan kekuatan yang sangat besar yang berasal dari tengah lautan tapi mereka berdua mengabaikannya karena fokus menjaga Hiru Okama.
...
Kuro membawa mereka semua menuju bunker yang berada di Kota Hometown ketika sampai betapa terkejutnya mereka melihat hancurnya Kota Hometown dengan ribuan monster yang sudah menguasai kota lalu mereka bertemu dengan Erichi yang sedang membasmi monster pada akhirnya monster masih terus bermunculan dari sebuah portal biru yang terhubung Dunia Artificial World.
"Kalian pergilah ke tempat yang kalian tuju, aku akan membantu Erichi untuk membunuh monster!" ucap Kuro
Mereka semua turun dari punggung Kuro lalu bekerja sama membawa tubuh kristal Yuuto ke bunker pada saat sampai di bunker betapa terkejutnya Empat Pemerintah melihat mereka masih selamat namun berbeda saat melihat Yuuto.
"Apa yang terjadi dengan Yuuto?" tanya Kyojuro
__ADS_1
"Ceritanya cukup panjang untuk itu kami mau menitipkan Yuuto di sini!" ucap Yuna
"Tunggu Yuna jangan bilang kamu ingin melawan mereka?" tanya Baron
"Tentu saja walaupun kita tidak setara tapi setidaknya kita bisa membuatnya lelah!" ucap Yuna
"Terserah dirimu, aku akan ikut dengan apa yang kamu lakukan lagipula kalau terjadi sesuatu denganmu pasti Yuuto akan sedih!" ucap Baron
"Untuk saat ini biarkan aku, Baron, Kevin, Eina dan Tina saja yang akan bertarung melawan The Number!" ucap Yuna
Melihat keadaan Marga Ery yang sudah babak belur tidak mungkin membuat mereka bertarung lagi jadi hanya mereka berlima saja yang akan bertarung.
"Yuuto kami akan menunggu kembalinya dirimu!" ucap Kevin
"Mari kita lakukan seperti dulu!" ucap Tina
"Kali ini biarkan kita mengulur waktu untuk kebangkitan Yuuto!" ucap Eina
Mereka berlima menggunakan Akseleration untuk menuju tempatnya Hiru Okama karena Aura mereka yang cukup besar jadi mudah saja menemukan lokasi mereka semua jadi Akseleration Teleport akan menjadi pilihan terbaik.
"Kami pergi dulu!" ucap Yuna
Swooshhh...
"Tch...sepertinya kalian ini tidak pernah tahu kata menyerah!" ucap Graundila
"Tuan biarkan kami yang mengurusnya!" ucap Helix
"Hahaha...sekarang akuĀ mendapatkan mainan baru lagi!" ucap A01
Mereka berlima langsung terbang ke atas langit kini mereka berlima sudah siap untuk bertarung melawan tiga orang yang sangat kuat walaupun tidak setara yang sebenarnya mereka capai adalah waktu.
Hiru hanya diam menatapi sesuatu yang sangat dia sukai yaitu tumpukkan mayat lalu terjadi bentrokan yang sangat besar dari mereka semua yang bertarung.
__ADS_1
Bersambung...