
Cuplikan Chapter 206.
"Kak Olivia pastikan kalian selamat!"
Minta Kyota yang mana membuat Olivia mengelus rambut halusnya Kyota lalu mendorong Kyota untuk pergi meninggalkannya dengan kaki kecil dan tubuh seperti anak sekolah dasar, Kyota berlari ke depan menuju kota.
Kecepatan larinya kira-kira hanya secepat anak sekolah dasar saat lomba lari bahkan dia sangat lelah terus berlari namun dia harus tetap berlari ke arah depan untuk menemukan sebuah jalanan yang akan menuju ke arah kota.
Pada akhirnya, Kyota melihat sebuah cahaya terang yang mana itu adalah lampu jalanan yang berfungsi untuk menerangi jalanan dengan wajah yang senang karena dirinya berhasil seketika dia melihat sebuah kereta kuda berjalan melewatinya.
"Ha..ha..ha..ha..[menarik napas]..[menghembuskannya]..huffttt, aku berhasil tinggal menuju kota saja dan aku akan aman..[melihat ke belakang]..mereka pasti akan selamat..[menarik napas lagi]..[menghembuskannya]..huffttt, baiklah mari kita lakukan lagi!"
Kyota kembali berlari menuju ke gerbang masuk kota dengan sisa tenaganya, Kyota berlari secepat mungkin sehingga mampu menyaingi kereta kuda yang tadi melewatinya dengan lelahnya dan napasnya yang sangat tidak teratur akhirnya dia sampai di gerbang kota dengan tubuh yang sangat lelah.
"..[berbaring di tanah samping dari gerbang untuk tidak menghalangi jalan]..Akhirnya, aku berhasil sampai dengan usahaku sendiri..[napasnya terengah-engah]..sisanya menunggu mereka!"
Kyota berbicara sendirian sehingga penjaga pintu masuk kota mendekatinya karena penasaran dengan Kyota yang berlari dari tadi.
"Hey..[menatap Kyota yang sedang berbaring]..bocah kamu berasal dari mana?"
Tanya penjaga dengan pakaian besinya yang mana langsung membuat Kyota terkejut dan ketakutan dengan kedatangannya yang tiba-tiba.
"Waahhhh..[ketakutan]..menjauhlah kamu boneka besi yang bisa bergerak!"
Teriak Kyota sambil menjauh dari penjaga itu dan menutup matanya untuk tidak melihat wujud dari penjaga tersebut seketika perilaku Kyota membuat penjaga pintu masuk kota tertawa.
"Bocah, kamu sangat lucu sekali..[memberikan air minum yang tempatnya terbuat dari kulit binatang]..minumlah untuk menghilangkan rasa lelahmu itu dan..[memberikan jempol]..kamu sangat hebat bisa menyaingi kereta kuda tadi dengan kecepatanmu itu!"
Ucap penjaga sambil melepaskan helm besinya membuat Kyota tidak takut lagi kemudian Kyota mengambil Qirbah itu dengan cepat kemudian membukanya lalu meminum semua air yang ada di Qirbah itu. Kenikmatan dari air minum itu membuat Kyota terlepas dari rasa lelahnya namun dia sadar akan perilakunya karena menghabisi satu Qirbah sendirian.
"..[menundukkan kepalanya]..Maafkan aku yang sudah menghabiskan semuanya sendirian..[panik]..bahkan kamu belum minum sama sekali, aku sungguh minta maaf!"
Ucap Kyota sambil sepenuh hati untuk meminta maaf kepada anak muda itu yang sudah membantunya dan untuk membuat Kyota tidak meminta maaf lagi, anak muda itu memperlihatkan pinggangnya yang masih ada tiga Qirbah membuat Kyota berhenti minta maaf.
"Tidak apa memang niatku untuk memberikan Qirbah itu kepadamu kalau begitu salam kenal aku Rio umur 16 tahun memang aku masih muda namun aku sangat pengalaman dalam menjaga kota karena ayahku salah satu penjaga keluarga kerajaan jadi sudah sewajarnya aku seperti dirinya!"
Ucap Rio dengan bangga memberitahu identitasnya kepada Kyota.
__ADS_1
"Ano...salam kenal Kak Rio, aku Kyota umur 12 tahun..[berpikir]..hmm, aku dari hutan itu!"
Balas Kyota sambil menunjuk jarinya ke arah hutan yang langsung membuat Rio merinding.
"Ehhh, tunggu kamu habis keluar dari hutan itu?..[Kyota mengangguk]..apa kamu tahu kalau itu Dark Forest?..[Kyota menggelengkan kepalanya]..keluar dari hutan dan tidak tahu kalau itu Dark Forest yang berarti..[kaget]..kamu penghuni Dark Forest!"
Ucap Rio sambil ketakutan dan menjauhi Kyota kemudian dirinya terjatuh karena tersandung batu hingga kakinya terkilir lalu Kyota mendekatinya.
"Menjauhlah dasar monster!"
Teriak Rio kepada Kyota yang ingin membantunya, ucapan monster tertuju ke Kyota membuat dirinya bingung.
"Bukan Kak Rio, aku bukan monster tapi manusia sepertimu!"
Ucap Kyota sambil menjelaskan kalau dirinya seperti Rio namun Kyota di lempar batu kecil oleh Rio untuk mengusir Kyota hingga kepala Kyota terluka karena batu yang dia lempar.
"Menjauhlah..[kesakitan]..kakiku, aku harus memberitahu penjaga lainnya..[menyeret dirinya]..ini sangat bahaya sekali, aku dalam bahaya!"
Ucap Rio sambil menggerakkan dirinya menuju ke pos penjaga supaya dapat memberitahu penjaga lainnya untuk mengusir penghuni Dark Forest namun Kyota yang masih berhutang budi dengan Rio langsung menarik kaki Rio yang mana membuat kesalahpahaman kepada Rio yang mengira kalau Kyota akan membunuhnya.
Ucap Rio yang menyesali kematiannya namun dia masih bernapas dan tidak merasakan kalau dirinya akan segera mati atau apapun itu lalu dia melihat ke belakang dan ternyata.
"Syukurlah aku belajar ini dari kakak jadi aku bisa mengembalikan kaki Kak Rio yang terkilir jadi seharusnya Kak Rio bisa berdiri sekarang!"
Ucap Kyota tanpa adanya niat untuk mencelakai Rio lalu dia berdiri dan menjauh sedikit dari Kyota lalu kembali bertanya kepada Kyota.
"Kamu sedang menunggu kakakmu yang akan datang ke kota ini?"
Tanya Rio yang mulai sadar kalau dia salah paham dengan Kyota lalu dia kembali berpikir.
"Penghuni Dark Forest selalu ganas, buas dan mengerikan dan selama ini bukannya penghuni Dark Forest adalah hewan buas dan mengerikan!..[memukul dinding]..aku jelas sekali salah paham dengan situasi ini!"
Rio langsung meminta maaf kepada Kyota dan dengan senang hati Kyota menerima permintaan maafnya tanpa pikir panjang.
"Tapi aku sudah melukaimu..[melihat darah di kepalanya Kyota]..tunggu, aku akan segera kembali jangan pergi dari sini!"
Minta Rio lalu dia pergi ke pos penjaga untuk mengambil perlengkapan perban untuk menutupi lukanya Kyota dalam beberapa menit, Rio kembali kemudian dia memperban kepalanya Kyota hingga rasa sakit yang Kyota alami sedikit menghilang.
__ADS_1
"Terima kasih Kak Rio!"
Ucap Kyota sambil tersenyum dan itu membuat Rio merasakan tekanan akan perbuatannya kepada Kyota.
"Ahhh, ternyata aku monsternya!"
Gumam Rio kepada dirinya sendiri karena sadar akan perbuatannya itu.
Tanpa sadar mereka terus berbicara satu sama lain sepanjang malam itu lalu dari kejauhan, Kyota melihat empat gadis yang sangat dia kenal dengan tangisan penuh rasa lega melihat keadaan mereka yang baik-baik saja.
"Jadi mereka yang kamu tunggu..[melihat empat gadis cantik dan imut]..wow...mereka adalah kakakmu!"
Ucap Rio yang terkagum dengan kecantikan mereka berempat lalu Rio ke pos penjaga lagi untuk menambah Qirbah supaya dapat memberikannya kepada empat gadis itu yang baru saja keluar dari hutan.
Laura yang masih tertidur, Olivia yang menggendong Laura, Ulma yang masih memegang bukunya dan Rika yang merasa bahagia melihat Kyota di depannya kini mereka berhasil selamat dengan di sertai malam yang berganti pagi.
Kyota tidak berhenti menangis melihat kakaknya dan Olivia yang menepati janjinya lalu mereka saling berpelukkan untuk menghilangkan rasa ketakutan itu. Dari jauh Rio tersenyum melihat mereka semua yang sudah kembali bersatu kemudian dia memberikan empat Qirbah untuk di minum oleh mereka.
"..[mengambil Qirbah]..terima kasih, aku sudah mendengarnya dari adikku..[membungkuk]..terima kasih sudah menjaganya!"
Ucap Rika yang sangat berterima kasih kepada Rio namun dia tidak berani membicarakan apa yang terjadi sebelumnya karena malu.
"Kalian pasti sangat lelah, mari ikut aku..[Ulma mendekati Rio]..ada tempat yang bisa kalian pakai untuk istirahat..[melihat wajah Ulma]..ehhh, putri!"
Ucap Rio yang sangat terkejut melihat wajah putri yang telah hilang selama lalu beberapa penjaga yang melihatnya langsung mendekati Ulma kemudian menunduk seperti kesatria kemudian salah satu penjaga membunyikan lonceng besar seakan-akan memberitahu sebuah kabar kepada keluarga kerajaan.
Olivia, Rika dan Kyota bingung dengan identitasnya Ulma yang sebenarnya karena itu mereka bertanya kepada Ulma.
"Ulma siapa kamu sebenarnya?"
Tanya Olivia yang tidak tahu siapa Ulma karena selama ini mereka secara kebetulan bertemu di hutan bersamaan dengan Laura kemudian mereka bertiga bertemu dengan Rika hingga mereka berempat menjadi sangat dekat.
"Maaf menyembunyikannya selama ini..[menarik napas lalu menghembuskannya]..aku Ulma Asteria salah satu putri dari Raja dan Ratu Kerajaan Asteria!"
Ucap Ulma yang membuat mereka terkejut bukan main kemudian seluruh penjaga langsung berkumpul di depan pintu masuk kota.
Bersambung...
__ADS_1