
Cuplikan Chapter 194.
"..[SFX: Syeet]..[SFX: Daaarr]..[SFX: Listrik]..Aku harus menggunakan otakku ini untuk menganalisis pertarungan mereka!" Gumam Graundila
Serangan bertubi-tubi terus menghujani tubuhnya Graundila tanpa henti.
Ultimate Akseleration yang dilakukan oleh Machi, Vino, Ran-Ran dan Ruina yang membuat tubuh Graundila menjadi tidak bisa bergerak kini efeknya menghilang karena salah satu dari mereka masih terluka akibat serangan mematikan dari Graundila sebelumnya.
"Ini saatnya..[berusaha melihat pergerakannya Kevin dalam Mode Ultimate Akseleration]..[SFX: Listrik]..anak ini sangat cepat namun serangannya ternyata lemah terhadapku lalu..[menahan pukulan Yuna dengan lapisan gelombang bunyi]..di lain sisi, perempuan ini yang sudah mengalahkan David..[SFX: Daarrr]..dia kuat..[Graundila terlempar cukup jauh lalu sebuah pedang angin yang sangat tajam muncul di atas langit]..tch..[Graundila melapisi tubuhnya dengan gelombang bunyi lagi namun pedang angin itu mampu melukai kulit Graundila]..perempuan yang di atas itu cukup ahli dalam membentuk dan mengendalikan gelombang bunyi berarti dia lawan yang merepotkan..[melompat ke atas sambil menghindari pedang angin]..Akseleration!..[tinjunya berlapis baja]..[SFX: Taangggkk]..dan yang paling menyebalkannya adalah pria ini..[memukul perisai milik Baron sampai terlempar jauh ke bawah].." Gumam Graundila lalu dia turun dan mulai siaga lagi
Dalam pertarungan, Yuna selalu menggunakan tangan kosong karena lawannya adalah salah satu orang paling buruk sedunia kini Yuna tidak akan basa-basi lagi untuk membunuh pria itu begitupun dengan Kevin yang langsung menyatukan pedangnya dengan Mode Ultimate Akseleration.
"..[terengah-engah]..Graundila jika kamu kalah, ini semua akan berakhir begitupun diriku jadi lebih baik kita kabur dulu dan tunggu aku kembali pulih!" Ucap David
Baron bersiaga dibelakang, Yuna dan Kevin maju ke depan sambil memperluas gelombang bunyi untuk memperlancar gerakan mereka, Tina memperbanyak dan memperbesar daya tebasan pedangnya dengan gelombang bunyi lalu empat sahabat itu mulai mengeluarkan Ultimate Akseleration lagi namun berbeda dari sebelumnya.
"Ultimate Akseleration..[sebuah ruangan transparan namun sangat kuat menutupi pusat arena]..Wave Sound Sanctuary!" Teriak Empat Sahabat itu secara bersama-sama
Seketika Graundila sadar saat ini dia sedang dalam bahaya karena gelombang bunyi di sekitarnya tidak akan pernah habis bahkan gelombang bunyi itu hanya milik musuh dan sedikit punyanya.
Note: Gelombang bunyi setiap orang berbeda-beda misalnya A tipe 1 sedangkan B tipe 2 jadi intinnya gelombang bunyi selalu berbeda.
"Kita sudah kalah!" Ucap David
"Hahahah..[Graundila teriak dengan keras]..kalian coba dengarkan ceritaku ini..[mereka terdiam dan mendengarkan ucapannya Graundila]..ada seorang pria yang sangat ingin balas dendam dan untuk itu dia berusaha sekuat mungkin untuk menjadi yang terkuat namun dalam hatinya itu masih belum cukup jadi dia meminta pertolongan kepadaku dan aku memberikan dia pertolongan itu!" Ucap Graundila sambil tersenyum lalu mendekati Kevin
"..[sadar]..Graundila, apa kamu sedang membicara..[SFX: Genggaman Kuat].." Ucap David
Graundila mengangkat tubuhnya David dengan menggenggam kuat kepalanya David hingga dia kesakitan.
__ADS_1
"Lepaskan aku Graundila!..[marah]..dasar bajin*an, maksudmu untuk menolongku itu untuk apa?" Tanya David dengan sekuat tenaga untuk melindungi dirinya
"David ini sudah waktunya..[tersenyum]..Akseleration Forced Increase!" Ucap Graundila
David menjerit kesakitan hingga mulut, mata, telinga dan hidung mengeluarkan darah yang banyak sampai terkuras habis dari tubuhnya David seketika lantai arena menjadi kolam darah dan terlihat tubuhnya David seperti kayu kering namun dengan wujud yang mengerikan.
"..[SFX: Claakk]..[menghancurkan kepalanya David lalu membuangnya]..Forced Increase sudah aku selesaikan yang berarti aku bisa menggunakan itu tanpa perlu mempertaruhkan nyawaku!" Ucap Graundila
Tiba-tiba arena bergetar seperti gempa bumi dan wilayah gelombang bunyi mulai terbagi rata lalu terlihat Graundila seperti orang yang kelebihan kekuatan karena tubuhnya membesar seperti monster.
"Akseleration..[SFX: Tekanan]..Strength Increase!..[tertawa]..ayo kita selesaikan ini!" Ucap Graundila
Aura mengerikan dan tekanan yang luar biasa membuat Kevin dan Tina sedikit tertekan gelombang bunyi milik mereka berdua namun Yuna maju ke depan dengan menancapkan pedangnya ke batu.
"Akan aku perlihatkan kepadamu!..[menutup matanya]..kekuatan yang sesungguhnya tanpa ada niat jahat sepertimu..[kini seluruh arena menjadi dingin bagaikan di Antarktika]..Ultimate Akseleration: Manipulation Ice!" Ucap Yuna
Tiba-tiba seluruh ice menyebar ke seluruh arena lalu bergerak layaknya makhluk hidup.
..[SFX: Syeett]..Perut Graundila tertusuk dari belakang kemudian berlanjut sampai lima tusukan bagian perut lalu Yuna menggerakkan tangannya ke atas seketika ice berbentuk duri tajam itu mengangkat tubuhnya Graundila ke langit.
"Aggghh..[muntah darah]..tidak mungkin aku kalah!..[marah]..ini tidak mungkin!..[ice langsung rusak lalu Graundila mulai menyerang Yuna dengan membabi buta]..[SFX: Daaar]..[SFX: Daarr]..bajin*an!" Teriak Graundila
Graundila terus-menerus menyerang Yuna dengan gerakan cepatnya namun Yuna dengan cepat menggerakan ice miliknya untuk melindungi dirinya sekaligus melawan balik Graundila. Pada akhirnya Kevin turun tangan menuju ke Graundila lalu menyetrum tubuhnya sampai mati rasa hingga tersujud ke tanah.
"Tubuhku..[SFX: Listrik]..tidak bisa bergerak!" Ucap Graundila
"Aku mematikan seluruh sendimu..[SFX: Listrik]..kamu tidak akan bisa bergerak selama lima menit..[menjauh dari Graundila]..dan berusahalah untuk hidup!" Ucap Kevin
Sebuah tombak besar dan panjang mulai mengarah ke Graundila.
__ADS_1
"Ultimate Akseleration!..[SFX: Gelombang Bunyi]..Spear Of Judgment!..[Tina mengayunkan tombaknya itu menuju ke Graundila yang tidak bisa bergerak]..matilah!" Ucap Tina
"Aku tidak akan kalah di sini..[berusaha bergerak]..aku tidak akan kalah!..[tubuhnya langsung tidak bisa bergerak lagi]..ini apa lagi?" Tanya Graundila
"Ultimate Akseleration: Zero Move!" Teriak Empat Sahabat
"Lisa mari kita lakukan!" Ucap Eina
"Akan aku lakukan Eina!" Ucap Lisa sambil memegang kedua tangan Eina
Mereka berdua mulai fokus lalu teriak dengan kuat dan keras.
"Ultimate Akseleration..[sebuah kotak muncul lalu Graundila dan tombak milik Tina ada di dalamnya]..Perfect Cube!" Teriak Eina dan Lisa
Lima menit telah berlalu dengan kuat Graundila melepaskan Zero Move milik Empat Sahabat kemudian berusaha kabur namun Perfect Cube menyerap gelombang bunyi milik Graundila sampai habis dan dengan wajah penuh keputusasaan, Graundila menatapi tombak itu!
..[SFX: Boooom]..Ledakan besar terjadi namun hanya terjadi di Perfect Cube hingga ledakan itu terdengar oleh mereka yang berhasil lolos dan selamat. Selama 10 menit ledakan terjadi kemudian menghilang terlihat tombak menancap ke tanah yang sudah begitu hancur namun tubuhnya Graundila hanya tersisa tangan kanannya.
Mereka semua sudah menganggap kalau ini adalah kemenangan untuk mereka namun ada sebuah celah dimensi yang terbuka di langit-langit lalu keluarlah Helix sambil mengangkat tubuhnya Graundila yang besar itu.
"Ugghh..[SFX: Darah]..ahhh, menyusahkan sekali!..[melihat mereka yang menatap tajam ke arah Helix]..kali ini kalian menang dan karena aku dalam kondisi yang tidak penuh kekuatan lebih baik, aku mundur kalau begitu..[tiba-tiba Kevin berada di depannya sambil melayangkan tendangan listriknya]..In Poker Akseleration!..[sebuah kartu as menancap ke kedua bahunya Kevin]..King Card!" Ucap Helix
Tubuh Kevin langsung memberat kemudian terjatuh ke lantai hingga lantai itu rusak..[SFX: Buaarrr]..Kevin tidak mengalami luka namun tubuhnya masih tertahan oleh kartu raja itu.
"Sampai jumpa lagi dan semoga kalian lebih berusaha untuk ke depannya..[tertawa].." Ucap Helix sambil membuka celah dimensi kemudian menghilang bersama dengan Graundila
Bersambung...
__ADS_1