World Quiz Online

World Quiz Online
Chapter 164: 1 Januari 2035 Part 2


__ADS_3

Cuplikan Chapter 163.


"Aku tidak akan meremehkan kalian berlima..[SFX: Gelombang Bunyi]..Akseleration !..[Tanah, batu dan angin berguncang, terbangan dan menyabit]..Break Mind Limit !" Ucap Hiru


Lima Marga Ery berhadapan dengan Hiru yang mana sampai merusak batas pikiran Akseleration saat ini Hiru mampu menggunakan seluruh kemampuannya.


"..[Memegang lengan kiri yang sebelumnya sudah tidak bisa digerakkan]..Akseleration Pure Healing !..[Seketika lengan kiri Hiru sembuh dan bisa digunakan lagi]..Tunjukkan kepadaku..[Telapak tangan Hiru mengangkat ke atas]..[Lima Marga Ery langsung memasang kuda-kuda]..Kekuatan kalian !..[SFX: Gelombang Bunyi]..Akseleration !..[Gelombang Bunyi dan angin bersatu]..Blade Wind !..[Sejumlah pisau angin dengan jumlah yang sangat banyak melayang di udara]..[Tangan Hiru melempar kuat ke arah Lima Marga Ery]..[SFX: Syuttt].." Ucap Hiru


Enji Ery langsung lari maju ke depan sambil memegang katana merahnya dengan pegangan yang fleksibel seketika mampu menangkis seluruh pisau angin yang mengarah kepadanya sesaat Hiru yang melihat itu langsung maju ke depan untuk mengincar Tonari Ery yang mana Hiru melihat dia sedikit berbahaya.


Hiru berlari sangat cepat hingga membuat Enji Ery tidak bisa mengikuti pergerakannya namun ketika Hiru ingin menghantam wajah Tonari Ery dengan tangan yang diselimuti Gelombang Bunyi..[SFX: Taang]..Getaran yang sangat kuat antara pukulan Hiru dengan katana merah milik Kamuri Ery membuat kebisingan.


"..[Melompat menjauh]..Akseleration !..[SFX: Slow]..Mereka berlima memiliki keahlian di bidang masing-masing saat ini akan susah untuk mendekati pria itu..[Melihat ke arah Tonari]..Yang harus aku lakukan adalah membunuh Enji dan Kamuri karena mereka sangat mengganggu untukku masuk ke dalam formasi mereka..[SFX: Efek Slow Menghilang].." Gumam Hiru


Tiba-tiba Hoose dan Rimyu bergerak maju ke depan dengan lari yang sangat cepat membuat Hiru tidak sempat membentuk sesuatu dengan Akseleration namun Hiru melapisi seluruh tubuhnya dengan Gelombang Bunyi begitupun dengan kedua tangannya.


Hoose dan Rimyu memotong dan menebas dengan cepat sambil bergerak cepat membuat mereka bertiga saling baku hantam..[SFX: Ting-Ting]..[SFX: Ting-Ting]..Hiru meninju mereka namun mampu dihindari karena itu Hiru hanya dapat bertahan dari serangan mereka berdua.


Belum berhenti di situ, Hiru yang sedang fokus dengan Hoose dan Rimyu tiba-tiba seseorang lompat tepat di atas Hiru lalu melancarkan serangan menusuk ke arah Hiru..[SFX: Syett]..Sayatan tepat di pipi Hiru ketika menghindari serangan itu bahkan serangan lagi muncul dari belakang yang mana membuat punggung Hiru terkena tebasan dari Rimyu.


Tebasannya sangat dalam membuat darah mengalir dari punggung Hiru belum berhenti di situ saat Hiru mau melompat untuk menghindari mereka berdua tiba-tiba kaki kiri Hiru terpotong. Sontak Hiru mengepalkan tangan kanannya lalu menghantam tanah hingga retak..[SFX: Krekk]..Hiru terduduk di tanah.


Mereka berempat lompat menjauhi serangan Hiru.


"Tonari apa kamu benar-benar ingin menggunakan pernapasan terakhir ?" Tanya Hoose Ery


"Kita bisa menang jika bersama-sama jadi jangan membuang nyawamu !" Ucap Rimyu Ery


"Tidak..[Menolak]..Tonari jangan hentikan pernapasan terakhirmu saat ini hanya Tonari yang bisa melawannya saat kita tidak bisa bergerak lagi !" Ucap Kamuri Ery


"Itu benar yang kita lawan ini berbeda dengan Graundila dan Helix..[Debu perlahan menghilang dan terlihat seluruh luka yang tadi sudah sembuh dan pulih]..Dia benar-benar monster !" Ucap Enji Ery


Hiru berdiri seakan-akan tidak terluka dari balik debu matanya Hiru berwarna merah membuat seluruh Lima Marga Ery langsung waspada..[SFX: Gerakan Kilat]..Hiru menghilang dari posisinya dan langsung berada di depan matanya Kamuri Ery.


"..[Memukul perut Kamuri hingga tembus]..[SFX: Muntah Darah]..[Sontak membuat Hoose dan Rimyu marah dengan cepat mereka menebas dan memotong namun]..[SFX: Gerakan Kilat]..Sebaiknya kalian lebih peduli dengan diri kalian sendiri..[Menjilat darahnya Kamuri].." Ucap Hiru yang tiba-tiba berada di belakang mereka


Perut Kamuri berlubang membuatnya tersungkur ke tanah dengan mulut penuh muntahan darah.


"Kamuri bertahanlah..[Memegang perut Kamuri]..[Menangis]..Kamuri maafkan aku seharusnya aku bisa menahan seluruh serangannya tapi..[Menangis].." Ucap Enji Ery

__ADS_1


"Hahagh..[Tertawa dengan rasa sakit]..Hoose, Rimyu, Tonari dan Enji..[Muntah Darah]..Aku sudah tidak bisa bertarung lagi lagipula mataku sudah tidak bisa melihat lagi !" Ucap Kamuri Ery dengan mulut berdarah


"Apa maksudmu ?..[Mata Kamuri perlahan memutih]..Kamuri bertahanlah jika kami kehilanganmu maka tidak ada bisa menemukan kelemahannya !" Ucap Enji Ery dengan tangisan


"..[Matanya tidak bisa melihat lagi]..Enji kamu harus menjadi telinga sekaligus mata untuk mereka jangan menyerah..." Ucap napas terakhir Kamuri Ery


Kamuri Ery meninggal karena kehabisan darah dan luka parah di perutnya.


Enji berdiri sambil menatap tajam ke arah Hiru, yang lainnya mengerti akan ucapan dari Hiru saat ini mereka sedang bertarung tidak ada lagi waktu untuk menangisi yang sudah kalah dalam medan pertarungan.


"Enji..[Memasang kuda-kuda]..Walaupun aku nanti mati jangan menyalahkan dirimu bahkan kalau semuanya ada yang mati jangan sedih..[Menarik napas]..Teknik pertama..[Berlari ke depan dengan cepat]..[Memegang katananya dengan kuat lalu menggerakkannya di udara]..Pesona Tarian Angin !" Ucap Hoose Ery


Hiru mencoba bertahan namun pertahanan Hiru langsung pecah karena teknik pedang itu dengan cepat Hiru menjauh dan mencoba untuk mengambil katana merah milik Kamuri.


"..[Melihat tatapan mata Hiru]..Dia ingin mendekat dan mau mengambil katana milik Kamuri !" Teriak Enji Ery


Hiru menekan kakinya di tanah lalu lari ke arah Kamuri dengan sekuat tenaga namun Rimyu langsung berdiri di depannya Hiru.


"..[Memegang katananya dengan dua tangan]..Teknik Keempat..[Katana sejajar dengan tubuh]..Tebasan Vertikal !..[Rimyu dengan sekuat tenaga menebas ke arah depan].." Ucap Rimyu Ery


"Tch..Merepotkan sekali..[SFX: Gelombang Bunyi]..Akseleration !..[Hiru menguatkan tangan kanannya]..Coating !" Gumam Hiru


Hiru menghantam bilah katana milik Rimyu yang mana terjadi bentrokan antara mereka berdua lalu menjadi adu kekuatan..[SFX: Taang]..Bunyi yang sangat keras membuat sekitar menjadi ribut tapi perbedaan kekuatan sudah sangat jelas..[SFX; Krekk]..Katana Rimyu perlahan menunjukkan kerusakan dan Hiru memperkuat serangannya hingga katana milik Rimyu patah.


"..[SFX: Muntah Darah]..Agghhh..[Matanya memutih]..Tonari, aku serahkan dia kepadamu !" Ucap Hoose Ery


Hoose mati dengan duri tepat di jantungnya.


"..[Menghembuskan napas]..[Membuka kedua matanya]..Enji pergilah dari sini, selamatkan hidupmu dan carilah penerus kami selanjutnya..[Melihat ke arah Enji dengan senyuman]..Enji aku serahkan itu kepadamu !" Ucap Tonari Ery


Enji sangat kesal tidak bisa menemukan kelemahan Hiru dengan berat hati, dia pergi meninggalkan Tonari sendirian bertarung dengan Hiru yang sudah sangat kuat.


"Hiru saksikanlah kekuatan penuh dari seluruh aliran..[Samping kedua matanya mengeluarkan urat mata]..Aliran Pernapasan Terakhir..[Hembuskan napas]..[Berdiri di tempat tanpa bergeming]..Patung Raja !" Ucap Tonari Ery


"Tonari..[Tangannya meneteskan darah dari Kamuri dan Hoose]..Biarkan aku merasakan usaha terakhirmu untuk mengalahkanku..[Maju perlahan ke arah Tonari].." Ucap Hiru


Hiru memukul bertubi-tubi ke arah Tonari tapi setiap serangan Hiru mampu dia tangkis hingga Hiru terpental karena tebasan dari Tonari.


"Hiru kamu tidak akan menang dan kamu tidak akan bisa kabur dari sini sekarang..[Matanya mengeluarkan darah]..Aku menyerahkan nyawaku untuk membunuhmu !" Ucap Tonari Ery

__ADS_1


"Benarkah kalau begitu..[Hiru sekali lagi menghajar Tonari dengan kecepatan dan kekuatan yang penuh namun Tonari mampu menangkis setiap serangannya]..[SFX: Ting]..[SFX: Tang].." Ucap Hiru


Hiru terus menghujani Tonari dengan pukulannya ketika melihat raut wajah yang sangat tenang dari Tonari membuat Hiru semakin merasa senang..[SFX: Deg-Deg]..Hiru melupakan penyakitnya itu.


"Gawat..[Break Mind Limit menghilang]..[Mengantuk]..Aku melupakannya !" Gumam Hiru lalu dia melompat menjauhi Tonari


Tonari yang melihat Hiru yang sedang melemah langsung maju ke depan dengan kekuatan penuh..[SFX: Syingg]..Tebasan yang sangat kuat mengarah ke Hiru namun tebasannya sedikit salah karena tulang lengan Tonari bergeser sehingga salah mengenai sasaran yang mana hanya memotong tangan kiri Hiru.


"..[Menekan perut Tonari]..Akseleration Sound Wave !..[SFX: Darrr]..[Tonari terlempar jauh ke belakang namun mampu mempertahankan posisinya]..Bajin*an kalau begini..[Berdiri walaupun matanya mengantuk]..Aku akan kalah !" Ucap Hiru


Tonari memegang katananya dengan kuat sedangkan Hiru menggunakan Pure Healing untuk menghilangkan rasa kantuknya namun dia tidak bisa lagi menggunakan Break Mind Limit yang artinya sekarang Hiru akan melawan Tonari yang sudah mengeluarkan seluruh kekuatan penuhnya sedangkan Hiru kekuatan penuhnya sudah menghilang.


"..[Lelah]..Ha..Ha..Ha..Ha..Ha..Tonari ini adalah waktu terbaik untukmu jangan membuangnya !" Teriak Hiru


"Aku sudah tahu itu..[Memasang kuda-kuda]..Aku akan membunuhmu Hiru Okama..[Menarik napas lalu maju ke depan dengan cepat]..Teknik Terakhir !" Ucap Tonari Ery


"..[Tidak bisa bergerak]..Semua badanku sudah sangat lelah..Ha..Ha..Ha..Walaupun sudah aku sembuhkan tapi ini memang efek samping dari Break Mind Limit..Ha..Ha..Ha..Ha..Kalau begitu..[SFX: Gelombang Bunyi]..Akseleration !..[Melihat Tonari maju ke depan]..Tonari kamu memang sangat hebat tapi aku tidak akan kalah di sini !" Ucap Hiru


Hiru ingin menahan serangan Tonari..[SFX: Daarrrrr]..Bentrokkan antara tinju Hiru dan Katana Tonari membuat tanah bergetar..[SFX: Percikan darah]..Tangan Hiru berdarah namun Hiru menguatkan seluruh yang dia punya untuk menahan serangan dari Tonari namun tangan Hiru terpotong dan Hiru terpental jauh ke belakang hingga menghantam pohon.


Hiru tidak bisa menggerakan tubuhnya lagi dan Tonari mendatangi Hiru dengan mengangkat katananya yang mana ingin memotong Hiru menjadi dua bagian.


"Inilah akhirnya Hiru Okama..[Hiru menatap ke belakang]..[Matanya membuka lebar].." Ucap Tonari Ery


"Hahah..Kenapa kamu lama sekali bangunnya !" Ucap Hiru



"Apa..[Tubuh Tonari tidak bergerak sama sekali]..[Merasakan Aura Membunuh yang sangat luar biasa di belakangnya]..Tch..Siapa kalian sebenarnya ?..[Katananya terasa berat untuk di gerakkan].." Ucap Tonari


Sosok laki-laki yang mana tidak asing lagi dia adalah Yuuto.


"..[Angin menggerakkan rambutnya]..Sebaiknya jangan memaksa untuk bergerak atau seluruh tubuhmu akan meledak !" Ucap Yuuto dengan tatapan mata hitamnya


Bersambung...


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2