World Quiz Online

World Quiz Online
Chapter 205: Story Buku Infinite Timeline Part 2


__ADS_3

"..[mencium aroma makanan yang sedang direbus]..Baunya enak..[membuka matanya]..tunggu..[memegang kepalanya]..aku tidak mimpi buruk lagi..[berdiri lalu mencari kakaknya]..kakak!"


Kyota terkejut melihat begitu banyak orang di dapurnya yang tidak dia kenal lalu kakaknya tiba-tiba berada di belakangnya sambil memeluk erat Kyota dengan perasaan lega.


"Ugghh..[sesak]..kakak, ini menyakitkan untukku!"


Kyota merasakan kesakitan dari pelukannya Rika yang mana terlalu erat dan kuat lalu Rika langsung melepaskan pelukannya begitu dia sadar sedang menyakiti adiknya.


"Maaf..[panik]..kakak terlalu senang melihat kamu bangun dengan normal tidak seperti biasanya..[menghela napas]..syukurlah ada Laura yang menolongmu!"


Ucap Rika sembari melihat Laura yang sedang duduk di kursi bersiap untuk menikmati makan malam yang akan dihidangkan oleh Rika serta yang lainnya sebenarnya Laura tidak bisa memasak.


"Tunggu, kakak apa aku terlihat aneh ketika bangun dengan mimpi buruk?"


Kyota merasa sedikit tersindir karena kakaknya menganggap dia normal seakan-akan saat mimpi buruk, Kyota bangun dengan tidak normal.


"Hmm..[berusaha mengingat]..buruk bahkan aku akan bilang itu tidak normal!"


Rika membalasnya dengan jawaban yang membuat Kyota sedikit takut kemudian Kyota kembali bertanya lagi kepada kakaknya.


"Tidak normal itu seperti..[takut]..apa yang aku lakukan?"


"Kamu..[semuanya tegang menunggu ucapannya Rika]..tidak mengucapkan selamat pagi atau selamat sore kepada kakak kalau sudah bangun dari tidur!"


Kyota sudah sangat takut dengan kata-kata tidak normal bahkan dia sampai lemas tapi saat mendengar kenyataannya dari kakaknya seketika ada perasaan kesal dan malu.


"Kakak bukannya..[kesal]..aku masih normal..[malu]..hanya tidak mengucapakan selamat pagi dan selamat sore, apa itu menjadi tidak normal untukmu?"


Tanya Kyota dengan ekspresi marah kepada kakaknya.


"Tentu saja tidak normal..[malu]..kamu dari kecil selalu mengucapakan selamat pagi dan selamat sore ketika bangun dan itu sungguh imut bagiku!"


Rika mengenang wajah imut Kyota saat masih kecil.


"Hentikan, kamu membuatku malu!"


Teriak Kyota dengan perasaan kesal dan malu kepada kakaknya yang membicarakan masa kecilnya yang memalukan. Melihat kakak adik yang sedang berdebat membuat Laura angkat bicara untuk menenangkan suasana.


"Kakakmu hanya khawatir dengan kondisimu kalau Kyota terus-menerus mimpi buruk akan menjadi buruk untuk kesehatanmu sehingga Kyota tidak akan bisa membantu Rika!"


"Kyota, itu Laura yang sudah menghapus mimpi buruk yang kamu alami sebaiknya ucapkan terima kasih kepadanya!"


Perintah dari Rika kepada adiknya dengan tutur kata lembut lalu Kyota menundukkan kepalanya.


"Terima kasih!"


Ucap Kyota dengan tulus kepada Laura yang sudah menolongnya.


"Sama-sama!"


Balas Laura kepada Kyota untuk menerima ucapan terima kasihnya.


Ulma dan Olivia sibuk menyiapkan makanan ke atas meja makan lalu Kyota langsung membantu mereka berdua dengan membawakan rebusan sayur yang sudah matang setelah semuanya sudah berkumpul, Kyota mencium aroma masakan itu dengan penuh kenikmatan.

__ADS_1


"Baunya sangat enak, apa kakak yang masak ini semua?"


Kyota bertanya kepada teman kakaknya namun Rika salah paham jadi dia menjawab pertanyaan dari Kyota.


"Aku memasang sup itu untukmu!"


"Bukan kakak tapi teman-teman kakak!"


Wajah Rika langsung menurun karena tidak tega, Kyota memakan sup buatan kakaknya dengan lahap.


"Buatan kakak adalah masakan paling nomor satu untukku!


Kunyah-kunyah sambil mengucapakan pujian untuk kakaknya supaya kembali ceria seketika wajah Rika naik.


"Tambah saja kalau Kyota mau..[tersenyum]..Kyota harus menghabiskan itu semua!"


Kyota salah langkah, sup yang jumlahnya cukup untuk dua orang telah diberikan semua kepadanya yang mana Kyota tidak sanggup untuk menghabiskan semuanya dan kalau menolong akan membuat kakaknya sedih.


Olivia yang merasakan kalau Kyota menahan perasaanya membuat Olivia bertindak untuk menolongnya.


"Rika bolehkah aku mencoba sup buatanmu..[menuangkan sup buatannya sendiri]..dan kamu harus mencoba sup buatanku!"


"Tentu saja, Kyota maaf kamu harus menahan diri untuk tidak menghabisi sup buatanku..[tersenyum]..membagi lebih baik dari pada makan sendiri dari!"


Pepatah keluar dari mulutnya Rika dan itu membuat perasaan lega kepada Kyota karena dia selamat dari perut kekenyangan karena terlalu makan banyak, Kyota melihat Olivia yang tersenyum seakan-akan sadar dengan yang Kyota pikirkan sekarang.


"..[mengunyah]..Tentu saja itu kebetulan!"


Kemudian, Ulma tidak mau kalah dengan sup buatannya dengan bangga dia membagikan kepada mereka semua dan membuat Kyota untuk menentukan sup buatan siapa yang enak nomor dua menurutnya.


Setelah beberapa kunyahan akhirnya Kyota sadar kalau sup buatan mereka berdua sangat enak bahkan tidak sanggup untuk memilih salah satu dari kedua sup itu. Kyota sibuk memikirkan apa yang akan dia ucapkan lalu Olivia dan Ulma dengan tegang menunggu jawaban dari Kyota sedangkan Laura menonton semua yang terjadi di meja makan dengan perasaan tenang dan menikmati sup buatan mereka bertiga.


"Hmm..[menghela napas]..aku tidak bisa memilih dari dua sup ini..[Olivia dan Ulma berdebat]..tapi jujur, kedua sup ini sangat enak!"


Olivia dan Ulma langsung berhenti berdebat dan melakukan gencatan senjata.


"Perang makanan!"


Gumam Kyota yang melihat Olivia dan Ulma berjabat tangan seperti ingin berdamai dan tidak berperang lagi. Mereka semua menikmati makan malam dengan perut kenyang kemudian Olivia, Ulma dan Laura meminta ijin untuk tidur di rumah Rika dan Kyota.


"..[senang]..Tentu saja kalian boleh tidur di sini!..[mengambil alas kardus dengan beberapa bantal untuk tidur]..malam ini akan menjadi malam pertama aku tidur dengan kalian!"


Rika dengan wajah tidak sabar menikmati tidurnya bersama dengan saudarinya.


"Aku juga tidak sabar untuk tidur bareng!"


Olivia juga tidak sabar seperti Rika sehingga mereka berdua saling bicara untuk melakukan apa sebelum tidur.


Ulma membuka buku diary miliknya kemudian menulis dan menggambar mereka berdua yang sedang membicarakan tidur bareng sedangkan Laura mencoba mencari udara segar sebentar di luar.


Kyota mencuci piring bekas makanan dan tempat sup karena itu dia tidak mendengar kalau teman-teman kakaknya akan tidur bareng di rumahnya.


...

__ADS_1


Suara serangga di balik semak dengan lampu seadanya yaitu lampu bakar yang di gantung depan pintu sehingga membuat malam menjadi bersinar walaupun harus hemat bahan bakarnya.


Laura duduk di samping gubuk yang mana ada penerangan sekaligus bangku untuk duduk kemudian Laura berbicara sendiri lagi namun sebenarnya dia berbicara dengan suara di kepalanya yang bernama Voice Head.


"Apa yang ingin kamu bicarakan sebelumnya?"


Laura bertanya kepada suara di kepalanya yang mana membuat Laura sedikit takut kalau sahabatnya tahu kalau dia sedang berbicara sendirian karena itulah dia mencari tempat sepi.


"Tunggu sebentar, aku ingin mengingat ini Timeline ke berapa!"


Laura sedikit kesal dengan sikap Voice Head yang seenaknya bahkan setelah dikabulkan dianya malah menunda.


"Ahhh...Timeline sudah banyak sekali aku buat jadi lupakan saja, maaf melupakanmu Laura!"


Voice Head berusaha menenangkan hatinya Laura yang tadi kesal kepadanya.


"Kalau begitu sekali lagi salam kenal Laura, aku adalah Voice Head...suara dunia yang akan menjawab seluruh pertanyaanmu dengan sebuah imbalan yaitu kamu harus mengikuti perintah dariku!"


Jawab Voice Head yang mana membuat Laura tertawa karena mendengar ucapan yang terlalu arogan.


"Jangan bercanda..[mengerutkan keningnya]..kamu itu hanyalah makhluk yang akan aku simpan di Nightmare Box!"


Ucap tegas dari Laura membuat Voice Head merasa tersindir.


"Hmm...kalau begitu ini akan aku tunjukkan kepadamu sesuatu yang akan terjadi di masa depan!"


Laura masih ragu untuk percaya atau tidak namun dia mempercayai instingnya dan kenyataan dengan mata kepalanya sendiri.


"Buktikan kepadaku!"


"Tengah malam ini bersiaplah karena akan ada gerombolan serigala yang akan menyerang gubuk ini alasannya adalah terletak kepada Kyota kalau kamu ingin selamat dari situasi itu...kamu bisa memanggilku dan meminta bantuan dariku tapi aku akan meminta imbalannya darimu!"


Balas Voice Head dengan penuh keyakinan dan itu membuat Laura sedikit percaya dan takut kalau hal itu sampai terjadi.


"Percaya dan tidaknya itu urusan belakang untuk saat ini aku hanya perlu bersiaga dan bersiap untuk kejadian yang tidak terduga dan kalau ucapanmu itu bohon akan aku simpan kamu ke dalam Nightmare Box!"


Ancaman Laura kepada Voice Head.


"Baiklah, semoga kalian selamat dan sebaiknya kamu meminta bantuan kepadaku kalau kamu terpojokkan...hahaha!"


Suara Voice Head perlahan menghilang dari kepalanya Laura lalu Laura masuk ke dalam gubuk dan melihat semuanya sudah bersiap untuk tidur dengan perasaan yang was-was, Laura berusaha untuk begadang sampai tengah malam untuk melihat masa depan yang mana masih belum dia percayai.


"Selamat tidur semuanya!"


Ucap Rika sambil mematikan lampu bakar lalu terlihat di kegelapan kalau Kyota tidur di pelukan kakaknya yang mana membuat Kyota malu namun dia menerima kasih sayang dari kakaknya kemudian mereka tertidur lelap. Kyota sangat lelah jadi dia istirahat terus-menerus untuk memulihkan tenaganya yang sudah hilang akibat mimpi buruknya itu.


Laura mempersiapkan lampu bakar yang belum menyala dengan sebuah korek kayu di tangannya bersiap kalau ada gerombolan serigala yang akan datang, dia begadang untuk memastikan kebenaran masa depan itu sekaligus kalau itu benar terjadi, Laura bisa menyelamatkan sahabatnya dengan cepat menjauhi gerombolan serigala.


Bersambung...


 


 

__ADS_1


__ADS_2