
Terlihat pasukan musuh mulai berdatangan dengan terbang menggunakan kemampuan Akseleration, mereka semua adalah pasukan yang sudah siap untuk memberikan nyawa dalam pertarungan bahkan sebelum pertarungan, mereka sudah mempertaruhkan nyawa dalam proses latihan kemampuan Akseleration.
"Ini gawat mereka semua pengguna kemampuan Akseleration!" Ucap Professor Jack
Kapal perang dan pesawat tempur mulai menembaki pasukan TSN..[SFX: Shoot]..[SFX: Tembakan]..tembakan dan meriam dari kapal terus di tembakkan namun itu tidak mengurangi jumlah pasukan musuh karena sebagian ada yang selamat dan ada yang terluka tapi tidak ada yang mati dari serangan tersebut.
"..[melihat dari teropong]..[khawatir]..Sudah aku duga peluru biasa tidak akan membunuh mereka!..[melepaskan teropongnya]..Linda terus awasi pergerakan musuh..[menatap Professor Jack]..Professor Jack kamu adalah salah satu penemu senjata yang mampu menembus kemampuan Akseleration karena itu apakah kamu mempunyai senjata selain pedang?"
Seorang Dokter yang mana salah satu orang yang menghormati Yuuto, dia adalah Dokter Nigisima beserta dengan asistennya yaitu Melinda ikut dalam perang.
"Aku memang menciptakannya tapi itu memperlukan waktu dan aku hanya bisa mengembangkan sebanyak 10 ribu peluru serta prototipe buatan Kota Empority sebanyak 20 ribu peluru!"
Professor Jack menjawab pertanyaan Dokter Nigisima tapi dia sedikit khawatir dengan jumlah peluru yang sangat terbatas ini bahkan jumlah dari prototipe belum tentu sukses 100%.
"..[melihat kekhawatirannya Professor Jack]..Anoo...Professor Jack salam kenal!..[Professor Jack melihat ke arahnya]..aku adalah Calistia Walikota Empority..[gugup]..maaf kami tidak banyak membantu dalam pengembangan senjata walaupun ini hanya prototipe tapi kami meningkatkan dayanya jadi ada kemungkinan sukses sebesar 5%!"
Professor Jack mengelus kepalanya Calistia lalu dia menatap ke arah Baron yang berada di depan yaitu pinggir pantai yang mana memisahkan antara lautan dengan daratan.
...
"Astaga..[panik]..Putri Ria, Putri Elizabeth dan Putri Monica kenapa anda bisa berada di medan pertempuran?"
Teriak Mery karena tiga putri kesayangan Raja dan Ratu Kota Asteria ikut dalam pertempuran bahkan mereka bersembunyi untuk bisa mengikuti pertempuran.
"..[menghela napas]..Mery tenanglah dan serahkan jiwa kita nanti kepada Raja dan Ratu Kota Asteria!"
"..[merinding]..Kakak jangan mengatakan hal seperti itu!"
Mery ketakutan dengan hukuman yang akan diberikan kepadanya karena membuat tiga putri ikut dalam pertempuran, tiba-tiba dua sosok laki-laki yang sangat Ria benci muncul di hadapannya.
"Tenang wahai nona cantikku..[pose rambut aneh]..tidak akan aku biarkan Putri Ria terluka sedikitpun!"
Suara itu adalah Hamura yang mana adalah orang aneh yang suka berpose aneh begitupun dengan temannya yang marah-marah tidak jelas.
"Yuuto beraninya dia membuat Putri Ria ikut dalam pertempuran..[wajah berani]..tidak akan aku biarkan kulit indahnya itu tergores!"
"Ha?..[kesal]..tch, ada serangga yang menjijikkan!"
Sikap Putri Ria berubah ketika melihat mereka berdua membuat kedua kakaknya tertawa melihat sikap Hamura dan Taka yang sangat lebay.
"Putri Monica, Putri Elizabeth dan Putri Ria tolong jangan bergerak sedikitpun dari sini dan tetap bersama saya!..[Jenderal Asteria pingsan karena melihat tiga putri di medan perang]..kakak lakukan sesuatu!"
Mery sangat panik dengan keadaan yang terjadi lalu kakaknya mengarahkan jarinya ke sosok orang yang berada di depan sedang menunggu pasukan musuh datang.
"Paman itu kuat..[wajah tetap tenang]..aku bisa merasakannya kalau dia akan melindungi kita semua!"
Ucap Chery membuat Mery mengerti akan Aura yang Baron keluarkan karena saat ini seluruh hutan sudah dia tutupi dengan Aura dan gelombang bunyi miliknya.
Lalu datang Tona, Zona, Melan, Suji, Jong Yu, Ryuzu, Rein Ruby, Erina, Mein, Alicia, Sanderu dan Yamori.
"Ria kenapa kamu bisa berada di sini?"
Tanya Alicia yang bingung melihat Ria yang seorang Putri dari Kerajaan Asteria ikut dalam pertempuran.
"Hey..[melihat Jenderal Asteria pingsan dan Mery yang kepanikan]..Jenderal dan pelayannya..[menarik kesimpulan]..kalian ke sini tanpa ijin dari orang tua kalian?"
__ADS_1
Tanya Mein lalu Putri Ria menganggukkan kepalanya membuat seluruh yang datang sudah mengerti akan keadaannya Jenderal Asteria dan Mery namun sebagian bingung dengan sikap datar dari Chery.
"..[menghela napas]..Ria kamu terlalu ceroboh walaupun kedua kakakmu mampu melindungimu tapi pada akhirnya mereka akan kesusahan..[Monica dan Elizabeth belum mengeluarkan Aura mereka namun Alicia bisa mengetahui kalau dua putri ini bisa bertarung karena itu mereka terkejut]..tapi tidak perlu khawatir karena ada mereka yang akan bertarung di barisan depan sedangkan kita akan membantu dari belakang!"
Alicia menjelaskan kepada mereka semua kalau saat ini pulau timur sudah di jaga oleh Baron, Machi, Ruina, Vino, Ran-Ran dan Lisa.
"Pakailah alat ini..[memberikan sebuah alat komunikasi yang di pasangkan sekitar telinga]..kalian bisa mendengarkan perintah dari pusat komando yang langsung dari Empat Pemerintah dan mendapatkan kabar dari Lima Walikota tentang alur pertarungan!..[Alicia berubah total]..saat ini kita harus berusaha keras tapi saat ini lebih baik kita memprioritaskan keselamatan tiga putri terlebih dahulu!"
Perkataan dari Alicia membuat Mery merasa lega dan Jenderal Asteria kembali hidup.
"Aku setuju dengan itu!..[membara]..Melan tunjukkan sikap seriusmu!..[membara]..ini medan pertempuran!"
Teriak Suji membuat Melan yang malas-malasan harus terpaksa menggerakkan tubuhnya lagi.
"..[menghela napas]..[melihat dua putri yaitu Monica dan Elizabeth]..Mohon kerja samanya!"
Ucapannya Melan membuat dua putri itu syok lagi karena identitas mereka sudah diketahui.
"..[melihat ke atas langit]..Semoga kakak bisa memenangkan pertempuran di markas musuh!"
Ucap Ryuzu yang sangat khawatir dengan keadaan kakaknya lalu Erina menenangkan Ryuzu begitupun dengan Rein sedangkan Jong Yu sedikit khawatir dengan pertarungan Kevin melawan komando musuh.
"Erina tetap bersama dengan Ryuzu sedangkan aku dan Rein akan fokus melindungi kalian dan tiga putri!"
Ucap Jong Yu membuat Putri Monica dan Putri Elizabeth langsung membuka identitas mereka.
"Jangan meremehkanku..[mengeluarkan Aura miliknya membuat sebagian terkejut]..aku akan ikut bertarung!"
Ucap Monica yang mana sudah terbiasa dengan medan pertempuran lalu Elizabeth mengeluarkan Aura miliknya juga.
Ria melihat dua kakaknya yang mana sangat bisa di andalkan sedangkan dia lemah dalam bertarung namun ada satu kekuatan yang mampu dia pakai dalam pertempuran ini yaitu Kemampuan Spesial Peramalan.
"..[melihat Ria yang serius untuk ikut dalam pertempuran]..Ria kamu tetap di belakang dan beritahu kami kepingan masa depan!"
Ucapannya Alicia membuat Ria senang kemudian dia menyentuh tangan rekannya namun saat menyentuh dua tangan yaitu Hamura dan Taka membuat dirinya kesal dan jijik.
"Sungguh kehormatan bisa menyentuh tangan lembut anda wahai My Princess!"
Ucap Hamura dan Taka secara bersamaan membuat Ria memilih menendang kaki mereka daripada menyentuh kedua tangan dua orang aneh itu.
"Nikmat..."
Ucap Hamura dan Taka seperti orang masokis.
"Rein gunakan Ultimate milikmu jika ada keadaan darurat dan Erina bantu Rein memulihkan gelombang bunyinya!"
Jong Yu sudah sangat mengerti dan pengalaman dalam bertarung walaupun dia mempelajarinya hanya saat pertarungan di Duel Festival saja.
"Baik akan aku lakukan..[melihat ke Erina]..Erina mohon bantuannya!"
Minta Rein membuat Erina tersipu malu karena di lihat olehnya.
"Ba..ba..ba..baik akan aku lakukan!"
Erina langsung gugup.
__ADS_1
"Jong Yu mari kita bekerja sama!"
Tona mengulurkan tangannya lalu Jong Yu menjabat tangannya Tona kemudian Zona tersenyum melihat adiknya yang sudah berubah lalu alat komunikasi memberikan sebuah kabar yaitu pasukan musuh sudah dekat dengan pulau timur.
"Semuanya bersiap!"
Teriak Alicia lalu sebuah lingkaran gelombang bunyi dengan bentuk yang tidak keras hanya terlihat seperti gelembung.
"Paman Baron sudah bersiap!"
Teriak Alicia lalu dari barisan depan yaitu Baron mengeluarkan Ultimate Akseleration miliknya.
"..[melihat jumlah musuh yang sangat tidak masuk akal]..Tidak akan aku biarkan kalian menyentuh daratan ini..[menarik napas lalu menghembuskannya]..Ultimate Akseleration: The Guardian!..[sebuah lingkaran dengan tekanan gelombang bunyi yang sangat kuat namun tidak bahaya melingkar ke seluruh pulau]..sekarang!"
Teriak Baron menyuruh untuk melapisi pelindung yang dia buat.
"Ultimate Akseleration: Sanctuary!"
Teriak Machi, Ruina, Vino, Ran-Ran dan Lisa membuat sebuah suaka pelindung yang sangat luas seketika meningkatkan kekuatan, kecepatan dan gelombang bunyi.
"Aku bisa merasakannya..[SFX: Gelembung Pecah]..ini mirip dengan kemampuanku namun levelnya berbeda jauh!"
Ucap Tona yang kagum dengan bentuk Akseleration milik 10 Pemimpin Besar kemudian Yamori dan Sanderu ikutan takjub dengan itu semua dan mereka berdua akan mulai serius dalam pertempuran ini karena tidak mau insiden di Duel Festival terjadi lagi bahkan mereka tidak banyak membantu.
"Semuanya persiapkan mental dan jiwa kalian!"
Ucap Zen Walikota White House.
"Jangan ragu dengan jumlah musuh!"
Ucap Uliyana Walikota Zokya.
"Kita pasti akan memenangkan pertempuran ini!"
Ucap Calistia Walikota Empority.
"Putri-putriku akan aku pastikan kalian akan aku hukum seberat-beratnya setelah pertempuran ini selesai!"
Teriak Raja Albert Walikota Asteria.
"Semuanya mari kita mulai..[TSN mulai bersiap menyerang dengan gelombang bunyi]..pertempuran besar ini!"
Ucap Professor Randolf Walikota Hometown.
..[SFX: Tembakan]..[SFX: Teriakan]..[SFX: Kesakitan]..[SFX: Ketakutan]..[SFX; Gelombang Bunyi]..
Pertempuran di Pulau Timur menjadi sebuah pertempuran yang sangat luar biasa mengerikan dan pertempuran yang sangat memanas. Tidak ada satupun yang bersantai karena semuanya berperang demi mencapai kemenangan.
Bersambung...
__ADS_1