
Cuplikan Chapter 181.
"Hmm..Jarak segini bisa kamu rasakan Aura Membunuhku sungguh hebat..[SFX: Pak-Pak]..Tapi kamu akan sangat bahaya jadi biarlah aku menahanmu di sini untuk beberapa hari !" Ucap Two sambil mengeluarkan kartu poker.
..[SFX: Krak]..[SFX: Darr]..Pepohonan di sekitar hutan tersebut terpotong dan hancur oleh bentrokan serangan mereka berdua.
"..[Yuuto berada di atas langit]..[Tangannya mengarah ke atas dan seakan-akan menekan sesuatu di genggamannya]..Akseleration !..[Gelombang bunyi mulai berkumpul di telapak tangan Yuuto]..Zero Oxygen !" Ucap Yuuto
Yuuto menekan gelombang bunyinya hingga melahap seluruh oxygen dari pepohonan maupun tumbuhan kecil namun usahanya sia-sisa dari balik bayangan di hutan yang lebat keluar Helix dengan sebuah pelindung di sekitar tubuhnya.
"Percuma saja, ini tidak akan bisa mengalahkan diriku maupun membunuhku !" Ucap Helix
"..[Menatap Helix dengan tatapan kejam dan tidak peduli]..Benarkah ?..[Lalu Yuuto mengangkat tangan satunya lagi dan sekarang Yuuto sedang mengangkat kedua tangannya dengan genggaman kuat]..Akseleration !..[Helix merasakan bahaya]..Kamu tidak akan bisa kabur !" Ucap Yuuto
"Tch..[Melompat namun tubuhnya seakan terhisap ke tanah]..[SFX: Brukk]..Bajin*an !..[Seluruh badannya menyentuh tanah]..[Menarik napas]..In Poker Akseleration !..[Jarinya bergerak memainkan kartu pokernya]..[Helix membuat kartunya bisa di manipulasi hingga terbang mengelilingi seluruh tubuhnya Yuuto kemudian kartunya menjadi setajam silet]..Ace Dance Card !" Ucap Helix
Ace Dance Card yang Helix keluarkan kini mulai berputar mengelilingi Yuuto dengan cepat..[SFX: Syiingg]..Tubuh, pakaian dan rambut perlahan-lahan dan sedikit-sedikit mulai terpotong namun Yuuto masih fokus dengan serangannya.
"Tch..[Berusaha berdiri]..Jangan meremehkan diriku dasar bocah !..[Teriak Helix yang sangat kesal dengan sikap Yuuto yang meremehkannya]..[Helix berdiri tegak melawan tekanan gelombang bunyi milik Yuuto]..In Poker Akseleration !..[Helix mengeluarkan gelombang bunyi yang sangat besar di sekitarnya]..[SFX: Krakk]..[Tanah retak, dedaunan tertiup angin]..Matilah bocah sialan !" Teriak Helix
Yuuto menahan gelombang bunyi hingga menjadi sebuah ledakan suara tinggi sedangkan Helix mengeluarkan gelombang bunyi yang sangat besar hingga membuat gendang telinga maupun otak mulai berdengung dan merasa kesakitan.
"..[Otak dan gendang telinganya sakit]..Agghh, bentuk ini adalah mini ultimate karena ini belum sempurna..[Kesakitan]..Aku tidak mungkin memperlihatkannya serangan pamungkasku karena ada kemungkinan dia bisa kabur..[Mengingat Helix yang bisa bergerak lewat celah dimensi]..Tch, itu terlihat mustahil tapi dia mampu melakukannya seharusnya ada cara untuk menggunakan bentuk itu..[SFX: Tekanan]..Sepertinya dia hanya bisa menggunakan beberapa kali kalau begitu..[Membuang gelombang bunyi di telapak tangannya menuju Helix]..Dia tidak mungkin menghilang maupun menghindari di saat kondisinya begini !" Gumam Yuuto
"..[Melihat sebuah gelombang bunyi besar mendekatinya]..Anak ini..[Kesal]..Seharusnya dia menahan diri untuk tidak membuang serangannya itu karena saat ini seluruh gelombang bunyi yang ada di sekitarnya telah habis dia gunakan..[Topeng Purge miliknya rusak seketika karena tekanan gelombang bunyi yang sedang mengarah kepadanya]..[Kepalanya berdarah lalu dia tersenyum]..Ini adalah kemenanganku !" Ucap Helix
Helix membuat susunan kartu di tanah hingga susunan kartu tersebut membentuk sebuah lingkaran kemudian lingkaran tersebut berubah menjadi hitam lalu Helix masuk ke dalam lingkaran hitam tersebut tanpa Yuuto sadari.
"..[Sadar]..[Melihat sekeliling]..Hawa keberadaannya menghilang !..[Panik]..Gawat dia ternyata masih bisa menggunakan celah dimensi..[Panik]..Dimana dia !" Gumam Yuuto
"..[SFX: Celah Dimensi]..[Memegang pundak Yuuto]..Yo !" Ucap Helix dengan senyuman jahat
Yuuto tidak bisa menggunakan Akseleration karena gelombang bunyi di sekitarnya sudah dia gunakan saat dia membuang ledakan suara tinggi itu lalu dengan tekanan gelombang bunyi yang Helix punya seketika pundak kanan Yuuto yang dia sentuh langsung membuat Yuuto tertekan ke bawah dengan kuat hingga tanah hancur dan retak.
"..[SFX: Daarrr]..[Muntah darah]..Agghh..[Berusaha berdiri]..Kesadaranku !..[Kepala Yuuto pusing bukan main dan ledakan suara tinggi masih belum menyentuh tanah]..Agghh, gawat..[Memegang kepalanya]..Kalau begini aku akan terkena seranganku sendiri..[Tubuhnya sempoyongan]..[SFX: Rantai].." Gumam Yuuto
__ADS_1
"Kamu tidak akan bisa kabur saat ini matilah dengan serangan terkuatmu sendiri..[Tertawa jahat]..[Membuka lebar kedua tangannya di udara sambil tersenyum dan menikmati moment malam hari itu]..One sayang sekali kamu tidak akan bertemu dengan anak ini dan kamu seharusnya berterima kasih kepadaku..Hahaha..Yuuto untuk kematianmu akan aku berikan sebuah kejutan untukmu..[Helix memancarkan gelombang bunyi ke seluruh kartu pokernya hingga kartu pokernya secara melingkar mengelilingi punggung Helix]..Akseleration Manipulation: Dimensional Ray !..[Sinar keluar dari lingkaran tersebut menuju ke Yuuto serta ledakan suara tinggi juga menyentuh tanah]..[SFX: Nyiiinnnggg]..[SFX: Boom]..Matilah !" Ucap Helix
Hutan lebat langsung meledak dengan suara tinggi serta sinar panas yang membakar hutan lebat tersebut..[SFX: Kobaran Api]..Helix yang berada di atas udara dengan penuh gairah, dia tersenyum lembut ke arah hutan lebat yang sudah hancur lembur.
"Hahahha..Gawat, aku menghancurkan seluruh tubuhnya..[Memeriksa kartunya]..Tinggal 20 kartu yang tersisa seharusnya ini cukup untuk kembali !" Ucap Helix
Sebelum Yuuto terkena kedua serangan yang mematikan, dia masuk ke dalam pikirannya.
"Jika begini aku akan mati !..[SFX: Deg-Deg]..Kekuatan apapun itu cepatlah keluar dari tubuhku !..[SFX: Deg-Deg]..Shinigami, benar aku harus berubah ke wujud itu..[SFX: Deg-Deg]..Tenang aku sudah bisa mengendalikannya..[SFX: Deg-Deg]..Benar aku sudah bisa mengendalikannya !..[SFX: Deg-Deg]..Ahh, benar aku bisa mengendalikannya bahkan sepenuhnya..[SFX: Deg-Deg]..[Tubuhnya perlahan rebah ke tanah]..Tunjukkanlah wujud dirimu..[Matanya menghitam dan sedikit putih]..[SFX: Kobaran Api Hitam]..[Tersenyum jahat]..Shinigami !" Gumam Yuuto di dalam pikirannya
[Setelah ledakan besar terjadi]
"Aku harus kembali dan memberitahu Graundila..[Menggerakkan kartu pokernya membuat sebuah lingkaran kemudian di tengahnya berubah menjadi celah dimensi]..Akseleration ternyata kemampuan ini sangat mengerikan bahkan One sudah lama menggunakannya..[Berpikir]..Sebaiknya aku membuat serangan dahsyat lagi selain Dimensional Ray !" Ucap Helix
..[SFX: Freeze]..Tekanan Aura Membunuh yang sangat kuat membuat tubuhnya Helix mati membeku.
"Dia..[Panik]..[Ketakutan]..[Merinding]..Aura ini sama seperti One !" Gumam Helix
Tubuh Helix terkubur di puing-puing pohon dan batu yang hancur karena tubuhnya menghantam ke batu. Darah terus keluar dari kepala dan Helix muntah darah.
"Aggh..[Muntah darah]..[Bersandar di batang pohon]..Akseleration Recovery !..[Tubuhnya perlahan sembuh]..Tubuhku mati rasa bahkan mataku kabur..[SFX: Tekanan]..[SFX: Blink]..[Yuuto seketika berada di depannya]..[Merinding]..Aura Mencekam ini !..[Melihat wujud Yuuto yang sangat mengerikan]..Aku membangunkan singa !" Ucap Helix yang kelelahan
"Helix..[Nada suara berubah]..Apa kamu sudah selesai..[SFX: Kobaran Api Merah dan Hitam]..[Suasana sangat mengerikan saat itu antara api merah dan api hitam membakar seisi hutan lebat]..[Yuuto memainkan pedangnya]..[Seketika tanah dan pohon terbelah dan terbakar]..Helix bermainlah bersamaku !" Ucap Yuuto dengan senyuman jahat
"..[Tubuhnya kembali sembuh]..Haaaaaa..[Teriak keras]..Yuutooooo !!!" Teriak Helix dengan penuh amarah
Bentorkan terjadi antara mereka berdua bahkan Helix setengah mati menahan segala serangan, tebasan, tendangan dan pukulan dari Yuuto. Kecepatan yang sangat mengerikan membuat Helix tidak berkedip sedikitpun atau dia akan mati..[SFX: Slash]..[SFX: Duarr]..Berkali-kali, Helix menyembuhkan dirinya.
Hutan lebat kini menjadi arena pertarungan yang mengerikan antara dua monster ini..[SFX: Daaarrr]..Melodi pertarungan mengiringi pertarungan mereka berdua..[SFX: Boom]..Helix berusaha mati-matian hingga matanya mengeluarkan darah bahkan sampai detik ini Helix tidak mengedipkan kedua matanya.
"Hahahha..[SFX: Tendangan di perutnya Helix]..[Helix terlempar jauh]..[SFX: Blink]..[Dibelakang Helix]..[SFX: Slash].." Aksi Yuuto
"..[SFX: Trinngg]..[Helix menggerakkan kartu pokernya menjadi otomatis untuk melindungi dirinya]..Tubuhku, aku harus bertahan, rasanya aku harus bertahan atau One akan membenciku dan Graundila akan menertawakan diriku !" Gumam Helix
__ADS_1
Pertarungan terjadi sampai satu hari terlewatkan begitu saja dan Yuuto masih membabi buta menyerang Helix dan Helix hanya bisa bertahan dari serangan Yuuto juga hanya menyembuhkan dirinya dengan cepat.
Tangan patah sembuh, tulang rusuk patah sembuh, tulang kaki retak sembuh semuanya sudah Helix rasakan bagaikan karma untuknya selama ini karena menyiksa para korbannya.
Rasa sakit yang luar biasa kini Helix rasakan dari seluruh tubuhnya itu dan sekali-kali dia melihat senyuman yang melambangkan keindahan menurut dirinya sendiri.
"Ahh..Senyuman itu, aku juga pernah mengalaminya..[Tubuhnya di injak-injak oleh Yuuto]..[SFX: Darah]..One jadi...[Melihat Yuuto]..Dia adalah lawanmu sungguh mengerikan tapi aku akan selalu melakukan tugasku !" Ucap Helix
"..[Tersenyum puas]..Helix selama ini kamu adalah orang yang pertama kali selamat dari seluruh seranganku !..[Puas]..Rasanya aku ingin terus menyiksamu..[Memasang kuda-kuda dengan pedang di atasnya]..Aku akan membunuhmu !" Ucap Yuuto
Sebuah tekanan gelombang bunyi yang mengerikan menyelimuti pedang tersebut. Helix tahu kalau serangan ini pasti akan membunuhnya bahkan menghancurkan hutan ini dan membakar habis seluruh yang ada di hutan.
"Aku pasti akan menyelesaikan tugasku !..[Menyembuhkan dirinya]..Akseleration Recovery !..[Yuuto hanya fokus dengan serangannya sendiri]..[Tanah bergetar hebat]..In Poker !..[Teriak memanggil seluruh kartunya]..Akseleration !..[Membuat sebuah lingkaran di sekelilingnya Yuuto]..[Akhirnya Helix bisa berdiri maupun darah membanjiri tubuhnya]..Trik Or Treat !..[Tekanan dan bunyi yang keras membuat celah dimensi]..Full House !" Teriak Helix
Kartu membentuk sebuah lingkaran seperti tabung menutupi Yuuto.
Helix menatap Yuuto yang mana hanya tersenyum lebar dan fokus akan serangannya yang luar biasa itu..[SFX: Kobaran Api hitam membakar perlahan kartu milik Helix]..Aku harus cepat..[Dimensi membuka lebar]..Pergilah monster !..[Akhirnya Yuuto menyelesaikan serangannya kemudian sebuah tebasan mulai melayang ke arah Helix]..Pergilaaahhh !..[Celah Dimensi terbuka sangat lebar menghisap Yuuto]..[Helix melihat kartunya terpotong]..Haaa !" Teriak Helix
Satu hari dua malam yang begitu mengerikan..[Helix terjatuh ke tanah dengan perasaan lega]..Yuuto terhisap oleh celah dimensi itu kemudian menghilang.
"Aku menang..[Menyembuhkan dirinya]..Aku dan Graundila harus cepat menyelesaikan tugas kami kalau dia kembali mau diriku ataupun Graundila tidak ada yang bisa melawannya..[Dirinya lelah]..Aku harus kembali !" Ucap Helix sambil berjalan sempoyongan
Helix yang kembali menemui Graundila dan memberitahu kalau gangguan sudah tidak ada lalu Yuuto yang terhisap ke celah dimensi langsung berpindah ke padang pasir yang entah terletak dimana.
Tebasan api hitam yang mengerikan itu menghantam permukaan pasir hingga terbelah dan membuat badai pasir yang luar biasa hebat dan kobaran api hitam perlahan menghilang bersamaan dengan Yuuto yang selesai menggunakan Mode Shinigami.
Cuplikan Chapter 182.
[Di suatu tempat yang mana badai pasir sedang terjadi)
"Astaga..[Tidak melihat apapun]..[Lelah dan tubuhnya sedikit terluka dan berdarah]..Tch, dia kuat sekali baru kali ini aku melawan orang sekuat itu lalu..[SFX: Badai Pasir]..Dia mengirimku kemana ?" Tanya Yuuto yang hanya bisa melihat pasir dengan disertai badai
Bersambung...
__ADS_1