
Bulan September.
Kematian Ryu Kazuto yang merupakan ayahnya Ruiki dan Yamada membuat hatinya Ruiki sesak dan kehilangan sosok orang yang dia sayangi bahkan lebih sesaknya lagi dia tidak melihat sosok kakaknya saat pemakaman dilakukan.
Ruiki sangat kesal akan perilaku kakaknya itu namun saat dia ingin mendatangi kakaknya suatu terjadi kepada Ruiki yaitu dia sering pusing lalu tubuhnya berhenti bergerak dan akhirnya dia pingsan sebelum mencapai Rumah Lab.
Ketika pingsan, Ruiki selalu memimpikan hal yang tidak pernah dia alami seakan-akan ingatan palsu telah dimasukkan ke dalam kepalanya tapi sebenarnya memang benar ada ingatan palsu di dalam ingatannya ini terjadi ketika di Chapter 123.
Pada malam hari, Ruiki bangun dengan wajah pucat dan lelah lalu Hiru ikut terbangun dari tidurnya. Hiru mencoba menenangkan Ruiki dan menyuruhnya untuk banyak-banyak istirahat. Hiru sangat khawatir dengan keadaan Ruiki namun hanya ini yang bisa dia lakukan.
"..[Memberikan air putih]..Minumlah dan tenangkan dirimu !" Ucap Hiru
"..[SFX: Glupp]..Terima kasih Hiru..[Kepalanya pusing]..Agghh !" Ucap Ruiki
"..[Membaringkan tubuhnya Ruiki]..Berbaringlah..[Menghela napas],,Kamu seharusnya banyak istirahat !" Ucap Hiru
Ruiki tidak mau dengar ucapannya Hiru lalu dia berdiri lagi berusaha untuk pergi ke Rumah Lab dan meminta penjelasan dari kakaknya.
"..[Memegang kedua pundak Ruiki]..Ruiki dengarkan aku..[Marah]..Ruiki kamu harus menerima apa yang sudah terjadi jika kamu seperti ini terus, kamu akan sakit dan membuat sedih Alicia..[Teriak]..Apa kamu mau Alicia menangis karena kamu sakit !" Teriak Hiru
"..[Marah]..Kenapa kamu teriak-teriak seperti itu, apa salahnya jika aku ingin menemui kakakku bukannya ini sudah wajar meminta penjelasan dari kakakku !" Teriak Ruiki
"Ruiki apa kamu tidak dengar apa yang aku ucapkan barusan !" Teriak Hiru
"Apa..[Berdiri]..Alicia itu bukan anakku dia anak yang kita adopsi di panti asuhan..[Marah]..Dia bukan darah dagingku !" Teriak Ruiki
Hiru tahu Alicia pasti mendengar teriakan Ruiki karena itu Hiru langsung berdiri dari kasurnya dan menuju ke kamarnya Alicia untuk menenangkan Alicia juga menidurkannya untuk melupakan semua yang dia dengar.
"..[Membuka pintu]..[Berhenti di depan pintu]..Ruiki aku sangat kecewa dengan sikapmu, aku tahu kamu kehilangan seseorang yang kamu sayangi, aku tahu kalau orang yang kamu cintai dan hormati kini melupakan kamu dan orang tuamu tapi..[Melirik ke arah Ruiki]..Apa kamu mau kehilangan seseorang lagi contohnya aku dan Alicia !" Ucap Hiru
"..[Merasa salah]..Bukan itu..Bukan seperti itu !..[Turun dari kasur]..Hiru bukan itu maksudku !" Ucap Ruiki
"Ruiki aku tahu kehilangan kedua orang tua itu seperti apa, selama ini kamu tidak pernah bertanya dimana orang tuaku..[Ruiki memasang wajah menyesal]..Orang tuaku dibunuh tepat di depan mataku saat aku masih usia anak SD asal kamu tahu selama ini orang yang memintaku terus maju adalah Nisuta..[Mengingat kenangannya saat bersama Nisuta]..Tapi dia sudah tidak bersamaku lagi..[Suasana menjadi tegang]..Pikirkan apa yang barusan kamu ucapkan !" Ucap Hiru lalu dia pergi ke kamarnya Alicia
Selama menuju ke kamar Alicia tiba-tiba kepalanya Hiru terasa pusing sekali bahkan dia hampir terjatuh ke lantai namun dia berusaha menahannya.
"..[Pusing]..Agghh, apa kamu kesal dengan apa yang aku ucapkan ?..[Tanya kepada dirinya sendiri]..Kamu benar-benar perasaan yang tidak dibutuhkan..[Marah]..Setelah aku mendapatkan Topeng Halloween itu, aku pasti akan membuatmu tidak keluar !..[Ucap dirinya yang lain]..Itupun kalau kamu mendapatkannya tapi tenang saja, aku tidak akan membocorkan apa yang kita rencanakan..[Ucap kepada dirinya sendiri]..Sebaiknya kamu pertahankan itu kalau aku tahu kamu membocorkannya..[Wajah Hiru setengah tersenyum dan setengah marah]..Aku akan menyiksamu !" Ucap Hiru yang asli
Hiru tiba di kamarnya Alicia lalu dia membukanya dan memang benar, Alicia menangis dengan apa yang ibunya ucapkan.
"..[Mendekati Alicia]..[Duduk di kasurnya]..[Memeluk Alicia]..Ibumu tidak bersungguh-sungguh mengucapkan hal itu, dia hanya sedikit kehilangan kendali tapi sebenarnya dia sangat sayang kepadamu !" Ucap Hiru
"..[Menangis]..Apa aku ini yang menyebabkan kakek meninggal ?..[Menangis]..Apa aku yang menyebabkan ibu sangat menderita ?..[Menangis]..Apa aku yang membuat keluarga ini hancur ?" Tanya Alicia dengan tangisan
__ADS_1
Tiba-tiba Ruiki langsung berada di depan pintu kamarnya Alicia dengan wajah menyesal dan takut.
"Alicia !..[Melihat Alicia menangis]..[Menangis terduduk di lantai]..Apa yang sudah aku lakukan ?..[Menangis]..Maaf Alicia, ibu sangat menyesal dengan apa yang ibu ucapkan sungguh ibu menyesal..[Menangis]..Ibu sebenarnya sangat menyayangi Alicia walaupun kamu bukan anakku dan bukan darah dagingku tapi ibu sangat menyayangimu sungguh sangat menyayangimu !" Teriak Ruiki
Ucapan itu menyentuh hati kecilnya Alicia sebenarnya Alicia tahu akan posisinya yang merupakan anak adopsi karena itu dia selalu berpikir kapan kebahagiaannya akan menghilang ketika dia mendengarkan teriakan Ruiki, dia tahu kalau kebahagiaan itu akan segera hilang namun sekali lagi dia mendengarkan teriakan dari ibunya dan dia membuang apa yang dia pikirkan dan hanya satu yang Alicia pegang yaitu ibunya sangat menyayangi dirinya apa adanya.
"..[Melepaskan pelukan Hiru]..Ibu !..[Menangis mereka berdua berpelukan lalu menangis bersama]..Aku sangat menyayangi ibu, aku tidak mau berpisah !" Ucap Alicia
"..[Memeluk erat dan mencium Alicia]..Maaf atas semua ucapan ibu !" Ucap Ruiki
Malam hari di isi dengan suara tangisan hingga mereka berdua kelelahan lalu tertidur lelap karena itu Hiru mengangkat mereka satu persatu untuk diletakkan di atas kasur.
"Apa kamu yakin akan membunuh ibunya malam ini ?..[Tanya kepada dirinya sendiri]..Ini adalah waktu yang tepat !"..[Ucap dirinya yang lain]..Kamu benar-benar seorang bajin*an !..[Ucap kepada dirinya sendiri]..[Sifat Hiru mulai berubah menjadi aslinya]..Aku sudah sering mendengar kata-kata itu !" Ucap Hiru Asli
Hiru pergi dari rumah menuju rumah sakit jiwa tempat dimana ibunya Ruiki dan Yamada berada ketika sampai di depan rumah sakit jiwa terlihat penjagaannya tidak terlalu ketat bahkan Hiru mampu masuk lewat pintu belakang lalu memanjat beberapa pagar untuk sampai di kamarnya Nanase, ibu dari Ruiki dan Yamada.
"..[Terkejut]..Belum tidur ?" Tanya Hiru
"Sesuai perkataan Voice Head..[Hiru terdiam di tempat]..Sungguh takdir yang kejam untukmu Hiru Okama dan aku senang kamu sangat mencintai anakku walaupun kamu yang asli tapi kamu sangat menyayangi anakku !" Ucap Nanase di kasurnya sambil menatap Hiru dengan tatapan kasihan
"Takdir yang kejam untukku, apa maksudmu ?" Tanya Hiru
"Hiru bagaimana saat terakhir Yamada ?" Tanya Nanase
"Begitukah..[Menutup matanya].." Ucap Nanase
"Aku sudah membunuh orang tercintamu, apa kamu memiliki dendam kepadaku ?" Tanya Hiru
"..[Membuka matanya]..Dendam hanya akan membuatmu jatuh !" Ucap Nanase
"Apa kamu pernah mengalaminya..[Nanase menggelengkan kepalanya]..Kalau begitu jangan menasihatiku jika kamu belum mengalaminya !" Ucap Hiru
"Cukup bicaranya, lakukanlah Hiru ini adalah hal yang harus kamu lakukan !" Ucap Nanase
"Cih..[Kesal]..Apa yang kalian berdua sembunyikan dariku..[Marah]..Takdir kejam untukku..[Tertawa]..Akan aku lawan takdir itu !" Ucap Hiru
Hiru membawa Nanase ke atap rumah sakit jiwa setelah sampai Hiru menyuruh Nanase untuk menjatuhkan dirinya.
"..[Angin malam]..Cepat katakan kata-kata terakhirmu !" Teriak Hiru
"Jagalah anakku..[Menjatuhkan dirinya].." Ucap Nanase
..[SFX: Brukk]..Hiru memeriksa keadaan Nanase yang sudah jatuh dari atap rumah sakit terlihat kepalanya pecah mengeluarkan banyak darah dan beberapa bagian tubuh patah.
__ADS_1
"..[Tertawa]..Hahahaaha..[Angin malam]..Hahaha..[Menangis]..Bajin*an kenapa kamu menangis ini momen yang sungguh mendebarkan loh !..[Tertawa]..Hahaha, membunuh sangat menyenangkan bukankah begitu Nisuta !..[Melihat ke belakang]..Sial !..[Teriaknya]..Yamada bagaimana menurutmu ?..[Melihat ke depan]..[Tersenyum lebar di atas pagar]..Ibu, ayah bagaimana anakmu yang sekarang ini !" Teriak Hiru
Sengatan listrik mengenai kepalanya Hiru.
"Hey jangan terlalu senang nanti penyakitmu kambuh !" Ucap Voice Head
"Voice Head..[Kedua tangan melebar]..Aku sudah membunuh mereka berdua dan itu sangat menyenangkan bukankah begitu ?" Tanya Hiru
"Jika itu memang menyenangkan untukmu lakukanlah, aku tidak melarangmu tapi membunuh itu menyenangkan bagi orang seperti kita !" Ucap Voice Head
"Benarkan..[Tertawa]..[Kepalanya pusing]..[Dia mulai mengantuk]..[Terjatuh ke lantai]..Gawat..[Matanya buka tutup]..Aku harus pergi dari sini !" Ucap Hiru
Hiru pergi ke bawah namun saat di depan pintu keluar tiba-tiba semua petugas penjaga pasien dan beberapa perawat mencegah Hiru untuk keluar dari rumah sakit. Hiru yang penyakitnya sudah timbul mulai mengantuk berat bahkan dia tidak bisa berdiri dengan benar.
"Itu dia tangkap jangan melepaskannya !" Ucap Petugas
"Hati-hati !" Ucap Perawat
"Ahhh, ini sangat gawat kalau begitu..[Memberikan tekanan gelombang bunyi ke dalam otak Hiru]..Ini sedikit sakit tapi tahanlah !" Ucap Voice Head
Hiru merasa kesakitan di dalam kepalanya sangat luar biasa bahkan Hiru sampai muntah darah dan mimisan, yang lain melihat Hiru dalam kondisi itu menjauh dan menjaga jarak namun Hiru tertawa tidak jelas seakan-akan dirinya sudah gila.
"Aku akan memberikanmu cara untuk menggunakannya tapi sisanya kamu latih sendiri !" Ucap Voice Head
Sebuah ingatan memasuki kepalanya Hiru lalu sedikit demi sedikit rasa sakit yang tadi mulai menghilang dan Hiru terjatuh ke lantai. Untuk beberapa saat semuanya baik itu petugas dan perawat secara hati-hati mendekati Hiru namun sesuatu yang aneh terjadi entah apa itu tapi angin tiba-tiba menjadi sangat kencang.
Hiru berdiri.
"Inikah Akseleration..[Tersenyum]..[Tertawa]..Sungguh menyenangkan, sungguh mendebarkan untukku..[SFX: Deg-Deg]..[Kepala Hiru terasa sangat pusing dan dia sangat mengantuk]..Ahhhh..[Semuanya menjauhi Hiru]..Akseleration Strom Surge !..[Badai suara gelombang mengelilingi semuanya]..[Hiru sekali lagi menambah sesuatu di dalam badai]..Akseleration !..[Mengangkat kedua tangannya]..Blade Wind !..[Sejumlah pisau angin dengan jumlah yang sangat banyak melayang di atas Hiru]..Matilah kalian semua..[Tangan Hiru melempar kuat ke arah badai seketika ribuan pisau angin masuk ke dalam badai]..!" Ucap Hiru
..[SFX: Teriakan Kesakitan]..Teriakan dan jeritan kesakitan terdengar sangat keras bahkan darah dan bagian tubuh terlempar kemana-mana sungguh pemandangan yang sangat mengerikan seketika badai menjadi berwarna merah kental dan suara tidak terdengar lagi.
Hiru yang sangat mengantuk mulai pulang ke rumah dengan meninggalkan banyak mayat di rumah sakit jiwa. Beberapa jam kemudian polisi datang ke TKP dan melihat sesuatu yang sungguh diluar imajinasi mereka.
"Apa ini..[Kepala, tangan, kaki, perut dan isi perut semuanya tersebar di seluruh lantai]..Siapa monster yang ketiga ini !" Ucap Polisi
Hiru pulang dengan selamat kemudian dia berusaha membersihkan diri lalu kemudian penyakitnya mulai membuatnya tidur selama satu hari penuh.
Selama satu hari itu sekali lagi Ruiki mendapatkan kabar bahwa keluarganya telah meninggal dan itu menghancurkan hatinya bahkan ia sudah tidak memiliki tatapan berwarna hanya kekosongan yang ada di matanya. Kabar mengerikan itu telah di siarkan melalui televisi dan beberapa surat kabar sungguh mengerikan bahkan Graundila dan Helix mendengar kabar tersebut.
Bersambung...
__ADS_1