World Quiz Online

World Quiz Online
Chapter 88: Warning Wall


__ADS_3

Cuplikan Chapter 87.


"..[Mengetik komputer dengan cepat]..Aku serahkan bagian itu padamu Yamada !" Ucap Hiru yang langsung fokus dengan komputer


Mereka berdua melakukan pekerjaannya hingga membuat seluruh Professor Junior yang melihat aksi mereka dalam penciptaan Warning Wall membuat mereka terkagum dan bingung dengan kode yang Hiru tuliskan.


Ketika Hiru dan Yamada bekerja keras, Nisuta dan Agurame sedang bersantai di ruang istirahat para Professor sambil makan-makanan kering dan meminum kopi.


"Ennmm..[Mengunyah sambil menutup matanya]..Professor Randolf, makanan kering ini sangat enak bukankah begitu Agurame !" Ucap Nisuta


"..[Mengunyah]..Benar makanan kering ini sangat enak, aku baru tahu kalau ada ruangan seperti ini !" Ucap Agurame


"Kamu tidak tahu ruangan ini karena kamu sering pulang duluan setelah selesai bekerja jadi aku tidak dapat mengajakmu ke tempat ini !" Ucap Professor Randolf


"Ahhh..[Mengingat masa lalunya ketika bekerja dengan Professor Randolf]..Anda benar saat itu aku sangat lelah karena membantu Professor !" Ucap Agurame


"Wahhh itu parah banget..[Melirik ke Professor Randolf]..Apakah dia tidak kasihan denganmu yang selalu bekerja keras ?" Tanya Nisuta dengan nada mengejek


"..[Mengangkat bahunya]..Sudah jelas dia tidak kasihan dengan diriku !" Ucap Agurame


"Ehhhh..[Menyesal]..Maaf atas semua hal yang aku lakukan kepadamu Agurame !" Ucap Professor Randolf


"Hm..Hm..Hm..[Mengangguk sebanyak 3x]..Aku terima permintaan maafmu !" Ucap Agurame


"Okee..Sekarang ayo berikan hukuman yang setimpal !" Ucap Nisuta


"Ehhhhh !" Ucap Professor Randolf yang langsung panik


"..[Tersenyum]..Bercanda Professor jangan terlalu dibawa serius..[Tertawa]..Hahaha, maaf-maaf aku tadi disuruh Agurame !" Ucap Nisuta


"Agurame kalau kamu mau menghukumku lakukanlah !" Ucap Professor Randolf yang sudah menerima nasibnya


"..[Menghela napas]..Professor anda telah dibohongi oleh Senior Nisuta sudah jelas kalau aku tidak menyuruhnya untuk berkata menghukum anda tapi kalau boleh jujur saya sangat suka bekerja di sini..[Menatap langit dinding]..Seakan-akan saya sangat dibutuhkan dalam Project yang anda buat !" Ucap Agurame sambil tersenyum


"Begitu..[Merasa senang]..Sebenarnya aku sangat tertolong karena hanya kamu yang dapat menghafal Program Imajination !" Ucap Professor Randolf


"Bagus kalian sudah mengungkapkan isi hati kalian !" Ucap Nisuta dengan senyuman


Professor Randolf dan Agurame merasa sedikit malu.


"..[Mengulurkan tangannya]..Terima kasih Agurame atas semua usahamu selama ini akan aku pastikan bahwa kamu adalah asisten terbaik dalam Project ini !" Ucap Professor Randolf


"..[Menjabat tangan Professor Randolf]..Sama-sama Professor Randolf !" Ucap Agurame


"..[Mengunyah  makanan]..Ini sudah satu jam tapi mereka berdua belum menghubungiku !" Ucap Nisuta


"Mungkin mereka masih butuh waktu untuk menyelesaikannya !" Ucap Agurame


"Menciptakan Warning Wall sangatlah susah bahkan terkadang membutuhkan waktu satu bulan !" Ucap Professor Randolf


"Mereka berdua tidak akan membutuhkan waktu selama itu..[Minum kopi]..Hiru dan Yamada akan menyelesaikannya dalam beberapa jam lagi !" Ucap Nisuta


Tiga jam kemudian.


Nisuta dan Agurame menonton televisi menunggu mereka berdua selesai sedangkan Professor Randolf membaca buku sambil minum kopi.


"Buwahhaha..[Tertawa terbahak-bahak]..Apa-apaan itu, Agurame apa kamu lihat orang tadi !" Ucap Nisuta sambil makan


"Hahah, aku melihatnya Senior Nisuta dia sangat kocak walaupun dia berpura-pura namun aktingnya sangat terasa seperti orang yang berbeda !" Ucap Agurame


"Benar-benar..[Bersandar di sofa]..Ahhh, aku sudah lama tidak bersantai seperti ini !" Ucap Nisuta sambil makan


..[SFX: Tak-Tak-Tak]..Sebuah langkah kaki yang sangat keras terasa seperti orang yang sangat marah.


"..[SFX: Duarr]..[Pintu dibuka dengan kasar]..Hooo, jadi kalian di sini bagaimana enak di sini sedangkan kami bekerja keras di sana !" Ucap Hiru


"..[Tersedak]..Ugh..Ugh..Ugh..[Memuntahkan makanannya]..Hiru jangan membuka pintu seperti..[Hiru melempar sepatunya tepat mengenai muka Nisuta]..[SFX: Plakk]..[Terjatuh]..[SFX: Brakk].." Ucap Nisuta


"Agurame bagaimana denganmu ?" Tanya Hiru dengan tatapan tajam

__ADS_1


"Ahhh..[Panik]..Aku sudah bekerja keras tadi bukankah begitu Professor Randolf ?" Tanya Agurame sambil melihat ke arah Professor Randolf


"..[Minuman kopi tumpah mengenai bukunya]..[Meneteskan air matanya]..Hiru kamu harus bertanggung jawab dengan perbuatanmu ini !" Ucap Professor Randolf


"Ahhh..[Menundukkan kepalanya]..Maaf, Professor pasti akan aku ganti !" Ucap Hiru


"Yoshh..[Membuang bukunya yang sudah rusak]..Mari kita lihat hasilnya !" Ucap Professor Randolf


"Wahhhhh !" Ucap Agurame dan Hiru


"..[Berdiri]..Woii..[Merasa kesal]..Apa kamu ada masalah denganku Hiru ?" Tanya Nisuta dengan nada kesal


"Haaa ?..[Dahi mereka bersentuhan]..Kenapa kamu bersantai di sini ?" Tanya Hiru


"Tee-hee..[Memukul kepalanya sendiri].." Balas Nisuta yang pura-pura polos


"..[Memukul kepalanya Nisuta]..[SFX: Darrr]..Hentikan sikap jijikmu itu jangan sampai Yamada melihatnya !" Ucap Hiru


"..[Memegang kepalanya]..Dimana Yamada ?" Tanya Nisuta


"..[Yamada sudah berada di tahap akhir penyelesaian Warning Wall hanya saja dia sedikit ragu untuk meletakkannya jadi kita perlu Professor Randolf untuk memberikan posisi yang bagus untuk Warning Wall ini !" Ucap Hiru


"..[Terkejut]..Sangat luar biasa bahkan hanya membutuhkan waktu 4 jam..[Menatap Hiru seperti menatap teman lamanya]..Hiru kamu mirip dengan ayahmu !" Ucap Professor Randolf


"..[Wajah suram]..[Balik badan]..Ayo cepat jangan terlalu lama bukannya kita ada hal yang harus kita lakukan setelah ini selesai !" Ucap Hiru


"Kamu benar !" Ucap Nisuta dan Agurame


Mereka berempat pergi ke penciptaan program support ketika sampai Nisuta melihat Yamada yang membuka jasnya sehingga pakaian putih yang tipis dan basah karena keringatnya membuat pakaian dalamnya terlihat (Bra), hal tersebut membuat para Professor Junior membuka matanya dengan lebar dan tidak berkedip.


"..[Membuka jasnya]..[Melempar ke arah yang menatap Yamada]..[Menutupi tubuh Yamada]..Yamada bahaya di sini ada banyak buaya darat !" Ucap Nisuta


"Kamu juga buaya darat cukk !" Gumam semua orang


"..[Sadar]..Ahhh..[Kembali memakai jas lab-nya]..Terima kasih Nisuta !" Ucap Yamada sambil pipinya memerah karena malu


"..[Balik badan lalu menatap kedua mata Yamada sambil memegang kedua bahu Yamada]..Lain kali jangan ceroboh !" Ucap Nisuta dengan nada keren


"..[Jongkok sambil kesakitan]..Hiru apa kamu ada dendam denganku ?" Tanya Nisuta sambil berpura-pura menangis


"..[Menghela napas]..Nisuta waktu kita tidak banyak jadi cepatlah serius !" Ucap Hiru


"..[Berdiri]..Professor Randolf perlihatkan semua yang harus di tutup dengan Warning Wall !" Ucap Nisuta yang serius


"Cepatnya berubah !" Gumam Hiru dan Agurame


Professor Randolf melihat Warning Wall buatan Hiru dan Yamada.


"..[Terkejut]..Kalian berdua membuatnya bahkan ini versi sempurnanya !" Ucap Professor Randolf


"Apa aku bilang mereka berdua pasti akan menyelesaikannya !" Ucap Nisuta


"Yamada dan Hiru terima kasih atas kerja keras kalian !" Ucap Professor Randolf


"Tidak apa-apa Professor tanpa Hiru aku pasti akan kewalahan dalam menyusun kode ini !" Ucap Yamada


Semua orang hormat ke arah Hiru.


"Bisa hentikan itu !..[Menghela napas]..Dengan bantuan Yamada yang telah menyusunnya dengan sempurna jadi aku bisa membuat empat Warning Wall jadi seharusnya itu sudah cukup untuk mencegah Virus Leech masuk ke Program Imajination dan Alat Imajination !" Ucap Hiru


"..[Terkejut lagi]..Empat Warning Wall biasanya membuat satu membutuhkan waktu satu bulan !" Ucap Professor Randolf


"Tidak sulit kalau sudah mengetahui kode-kode yang harus dibuat !" Ucap Hiru dengan santai


"Mudah untukmu tapi sulit untuk kami !" Gumam Agurame, Yamada, Professor Randolf dan Professor Junior


"Nisuta periksa Warning Wall-nya apakah sudah benar atau tidak !" Ucap Hiru


"Sebentar..[Memeriksa Warning Wall]..Wahh, Hiru kamu menggunakan kode sudah pasti ini akan aman !" Ucap Nisuta

__ADS_1


"Senior Nisuta dapat memahami kode itu !" Ucap Agurame yang sama sekali tidak paham dengan kode buatan Hiru


"Bagi Nisuta itu sama saja seperti merakit komputer !" Ucap Hiru


"Professor Randolf dimana anda ingin saya meletakkannya ?..[Baru ingat]..Dua Warning Wall sudah berada di Alat Imajination jadi sisa dua lagi !" Ucap Yamada


"Ahhh..[Bingung]..Sebentar aku harus mengingat bagian penting yang harus di lindungi dalam Program Imajination..[Terus mengingat]..Hmmmm..[Dapat]..Kalau begitu beri pada bagian ini dan ini !" Ucap Professor Randolf sambil menunjuk ke arah yang harus di lindungi


"Baiklah..[Kembali duduk di kursi lalu mengetik]..Satu telah di pasang sisa satu lagi...Dan dengan ini..[Mengetik enter]..[SFX: Klik]..Akhirnya selesai !" Ucap Yamada


Semua orang yang melihatnya tepuk tangan atas kerja keras mereka.


"Sungguh terima kasih banyak atas bantuan kalian !" Ucap Professor Randolf


"..[Memeriksa Virus Leech]..Sungguh menakjubkan..[Teriak]..Professor, Virus Leech berhenti berkembang dan memperkecil perkembangbiakannya ini sungguh baik untuk Project kita !" Ucap Rekan Kerja Professor Randolf


"Sungguh itu terjadi..[Merasa lega]..Akhirnya masalah sudah selesai dan kalau boleh bagaimana kalau aku membuat duplikasi otak kalian bertiga !" Ucap Professor Randolf


"..[Tersenyum namun terlihat sedih]..Professor aku tidak perlu tapi mereka berdua harus !" Ucap Hiru sambil menunjuk ke Yamada dan Nisuta


"Ehhh, tapi Hiru kamu juga harus di duplikasi !" Ucap Nisuta


"Benar itu kamu adalah bagian dari kami !" Ucap Yamada


"Dua orang di duplikasi dan dua orang tidak perlu bagaimana bukankah menurutmu sangat bagus Agurame ?" Tanya Hiru


"Ahhh..[Bingung]..Menurutku kita memerlukan duplikasi otak kalian berdua untuk jaman yang akan datang nanti !" Ucap Agurame


"..[Menghela napas]..Hiru aku pasti akan membuatnya !" Ucap Nisuta dengan tatapan serius


"Aku percaya dengan kata-katamu itu !" Ucap Hiru


Selama satu jam, otak duplikasi Nisuta dan Yamada telah selesai dibuat lalu di simpan dengan aman dan dari jauh Hiru melihat mereka meletakkan otak duplikasi Nisuta dan Yamada disuatu tempat yang tergolong sangat aman dengan sedikit senyuman, Hiru pergi dengan tenang.


[Di luar Laboratorium Professor Randolf]


"Sekali lagi terima kasih atas semuanya !" Ucap Professor Randolf


"Sama-sama Professor Randolf dan semoga Project anda menjadi hal yang membantu seluruh umat manusia kedepannya !" Ucap Nisuta


"Professor Randolf..[Merangkul Agurame]..Aku pinjam asistenmu untuk waktu yang sangat lama !" Ucap Hiru


"Hmm, baiklah lagipula Project Program Imajination telah selesai !" Ucap Professor Randolf


"Terima kasih Professor Randolf..[Melihat ke arah Hiru]..Senior Hiru aku pasti akan membantumu !" Ucap Agurame


"Aku tunggu itu !" Ucap Hiru


"Baiklah Professor Randolf kami pulang dulu !" Ucap Yamada


"Ahhh, sebenarnya kenapa kalian membutuhkan Agurame dan mengapa kalian sangat terburu-buru, apakah ada sesuatu yang harus kalian lakukan ?" Tanya Professor Randolf


Semuanya tampak bingung untuk mengungkapkan alasan supaya dapat membohongi Professor Randolf.


"Kami akan membuat sesuatu yang tidak akan kalah dengan Project Professor Randolf !" Ucap Yamada


"Eh...Ehhhhhh !" Ucap Nisuta, Hiru dan Agurame


"Hmm, aku menunggu hal itu !" Ucap Professor Randolf


"Professor bantuan kami tidak gratis jadi aku ingin anda merahasiakan pembicaraan ini !" Ucap Yamada


"Professor Yamada ternyata anda sangat mahal..[Tersenyum]..Baiklah aku akan berjanji tidak akan membicarakan hal ini kepada siapapun bahkan pemerintah sekalipun !" Ucap Professor Randolf


"Kalau begitu kami pulang dulu !" Ucap Yamada


"Yamada sangat hebat dalam negoisasi !" Gumam Nisuta, Hiru dan Agurame


Mereka berempat pulang ke Laboratorium untuk mempersiapkan Project yang akan mereka buat dan itu sedikit membutuhkan waktu yang sangat lama bahkan persiapan bahan mereka masih belum.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2