
Bulan Januari 2035.
"..[Membawa sarapan]..Yuu waktunya sarapan !..[Membuka pintu kamar]..[Melihat Yuuto sedang membaca buku]..Yuu apa kamu mendengarku ?..[Yuuto mengabaikannya]..Moohh..[Membuka jendela]..Kalau membaca sebaiknya berikan ruang untuk cahaya masuk !" Ucap Ruiki
"..[Menutup bukunya]..[Matanya suram menunduk ke bawah]..Bibi, aku tidak lapar biarkan aku sendirian !" Ucap Yuuto dengan nada pelan lalu dia kembali membaca bukunya
Ruiki meletakkan sarapan di meja lalu pergi keluar. Semua perawat juga banyak mengeluhkan perilaku Yuuto yang sangat tidak menghargai seseorang namun Ruiki tahu ini bukan salahnya Yuuto.
Ruiki terus-menerus menjaga, merawat dan membantu Yuuto untuk melupakan traumanya bahkan waktunya kini terbagi banyak yang mana dia harus bekerja, menjaga Alicia dan menjaga Yuuto namun di sini Alicia sudah bisa melakukannya sendiri bahkan memasak saja dia sudah bisa melakukannya jadi terkadang Alicia tahu kalau ibunya harus menjaga keponakannya juga.
Hari demi hari semua usaha Ruiki membuahkan hasil kini Yuuto mulai berbicara dengan Ruiki lalu beberapa bulan kemudian Yuuto mulai bisa berinteraksi dengan seseorang tanpa adanya rasa takut karena itu Ruiki mulai memberanikan untuk memasukkan Yuuto ke sekolah.
Yuuto yang sekarang sudah bersekolah terlihat dia sudah memiliki beberapa teman seketika membuat Ruiki merasa tenang dan bahagia. Yuuto dan Alicia berbeda sekolah bahkan Ruiki tidak mau memperlihatkan kondisi Yuuto yang sekarang karena dia takut akan suatu hal.
[Di rumah]
"..[Menguap]..[Menggosokkan matanya]..Ibu sedang apa ?" Tanya Alicia yang baru bangun tidur
"..[SFX: Memasak]..Ibu sedang memasak karena kamu sudah menjadi gadis yang baik dan mandiri..[Murung]..Sebenarnya ibu senang tapi..[Mematikan kompor].. Di lain sisi ibu merasa sedih..[Melihat ke arah Alicia]..Maaf, ibu jarang bermain denganmu !" Ucap Ruiki
"Tidak apa-apa..[Memeluk ibunya]..Ibu masih harus mengurus dia bukan ?..[Tersenyum]..Selama ibu merasa bahagia, aku akan ikut bahagia !" Ucap Alicia
"..[Menghela napas]..Ibu sungguh bingung dengan sikapmu itu seperti orang dewasa saja !" Ucap Ruiki
"..[Membanggakan dirinya]..Aku sering menonton dan mengikuti sikap orang dewasa..Hmph..!" Ucap Alicia dengan rasa bangga
"..[Tertawa lembut]..[Meletakkan makanan di meja dan meletakkan makanan di bekal]..Ibu akan menjemputmu jadi jangan pulang sendirian tunggu ibu !" Ucap Ruiki
"..[SFX: Mengunyah]..Baik, ibu hati-hati di jalan !" Ucap Alicia
"Alicia jangan lupa kunci rumah jangan sampai hilang !" Ucap Ruiki lalu keluar dari rumah dan menguncinya
Ruiki pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan Yuuto.
"..[Membuka pintu]..Yuu..[Lelah]..Maaf, bibi terlambat !" Ucap Ruiki sambil bernapas tidak teratur
"..[Menarik tangan bibinya ke kasur]..Bibi istirahat dulu !..[Duduk di samping bibinya]..Setelah lelahnya hilang baru kita ke sekolah !" Ucap Yuuto
"Hmm..[Menyentuh pipinya Yuuto]..Kamu khawatir ?" Tanya Ruiki
__ADS_1
"..[Tsundere]..Aku tahu bibi sangat kerepotan, menjaga diriku dan menjaga anak bibi bahkan harus membiayai perawatanku..[Melihat ke arah Bibinya]..Kenapa bibi melakukan itu ?" Tanya Yuuto
"..[Mengelus kepala Yuuto]..Karena kamu adalah keluargaku !" Ucap Ruiki
Yuuto turun dari kasur lalu memakai tas dan sepatu sedangkan Ruiki yang lelahnya sudah mulai menghilang kembali menaiki semangatnya.
"Sudah selesai ?..[Memberikan tangannya ke arah Yuuto]..[Saling menggenggam]..Kalau begitu mari kita berangkat !" Ucap Ruiki
Mereka berdua berangkat ke sekolah untuk beberapa saat Ruiki melepaskan matanya dari Yuuto untuk berbicara kepada orang tua murid lainnya tiba-tiba...
Yuuto melukai siswa lainnya dengan memakai balok kayu hingga membuat kepala anak itu berdarah.
Cerita selanjutnya bisa dibaca pada Chapter 20. Kalau ada cerita yang berbeda tolong beritahu Author supaya bisa di ubah supaya tidak mengubah alur cerita ini.
Ambulan membawa kedua anak itu dan untungnya mereka berdua dinyatakan aman tetapi Ruiki harus membiayai perawatan untuk anak itu bahkan Yuuto resmi dinyatakan keluar dari sekolah karena perbuatannya itu.
Sekali lagi Yuuto harus dirawat oleh psikolog namun untuk mengurangi biaya hanya Ruiki saja yang merawatnya di kliniknya sendiri dan beberapa perawat yang membantu Yuuto di saat Ruiki harus bekerja mengurus pasien lainnya.
Ketika ditanyakan saat kejadian itu, Yuuto terus menjawab kalau bukan dia yang melakukannya dan di sini Ruiki berusaha untuk mempercayai perkataan Yuuto. Beberapa bulan terus berlanjut saat Ruiki tidak ada di klinik, semua perawat menjauhi Yuuto karena sikapnya yang aneh.
Di sini Yuuto tidak tahu kalau tempatnya dirawat bukanlah rumah sakit melainkan klinik milik Ruiki sendiri.
Ruiki terus mendengar gosip dari perawat yang mana menjelekkan Yuuto karena tidak tahan dia memarahi semua perawat dan langsung mencari Yuuto untuk mendengarkan apa yang sebenarnya terjadi dengan Yuuto namun Yuuto menghindari pertanyaan dari bibinya.
Cerita selanjutnya bisa dibaca pada Chapter 63.
...
"Benar dia sudah melakukannya kepadaku lalu kamu tahu apa yang menimpaku..[Ibunya Alicia terdiam]..Aku anggap itu sebagai jawaban iya..[Berdiri]..Amarahmu, dendammu, kesalmu akan aku simpan di dalam hatiku karena aku mempunyai rencana untuk membuat orang itu merasakan apa yang kita rasakan jadi..[Mengulurkan tangan]..Mari kita bekerja sama Bibi Ruiki !" Ucap Yuuto
Ruiki meraih tangannya Yuuto.
"..[Tersenyum]..Aku tahu kamu tidak akan menganggap kalau dia sudah mati !" Ucap Yuuto
"Katakan saja kepadaku apa rencanamu ?" Tanya Ruiki
"Menjelaskannya cukup panjang jadi aku akan mengirimnya saja ke dalam otakmu !" Ucap Yuuto
"..[Bingung]..Bagaimana caranya ?" Tanya Ruiki
__ADS_1
"Mendekatlah kepadaku..[Ruiki mendekat lalu Yuuto menyentil kening Ruiki hingga terjadi sengatan listrik]..[SFX: Sengatan Listrik].." Ucap Yuuto
Informasi langsung masuk ke dalam pikirannya Ruiki hingga dia tahu semua yang Yuuto rencanakan untuk membalaskan dendamnya bahkan Ruiki terkejut akan cara yang Yuuto lakukan.
"Agghh..[Mata kirinya tertutup karena kesakitan]..Bagaimana bisa kamu melakukannya ?" Tanya Ruiki
"Suatu saat kamu akan tahu..[Duduk di kasur]..Aku ingin kamu menjelaskan kontrak kita !" Ucap Yuuto
"Pertama, aku ingin Yuu hidup dengan normal tanpa adanya gangguan dari ingatannya bahkan darimu !" Ucap Ruiki
"Berarti kamu harus membuat 2 kepribadian lainnya dalam diriku untuk menyegelku lalu meletakkan ingatan kebahagiaan (Shinigami) dan ingatan penderitaan (Hollow)" Ucap Yuuto
"Shinigami dan Hollow ?" Tanya Ruiki
"Gunakan kemampuanmu untuk membuatnya lalu jaga diriku supaya tidak lepas !" Ucap Yuuto
"Baiklah akan aku lakukan supaya Yuu bisa hidup normal lalu rencana dengan balas dendamnya ?" Tanya Ruiki
"Balas dendam akan dimulai ketika aku memiliki teman !" Ucap Yuuto
"Maksudmu ?" Tanya Ruiki
"Yuu yang palsu ini ketika sudah mendapatkan teman, balas dendam akan dimulai karena dengan adanya teman perlahan demi perlahan ingatan akan kembali dan aku akan lepas dari segel yang berarti balas dendam akan dimulai belum mengerti ?" Tanya Yuuto
"Aku mengerti jadi sebelum itu, Yuu akan hidup normal bukankah begitu ?" Tanya balik Ruiki
"Benar tapi disini kamu tidak boleh membantu maupun penjaga ingatan yang nanti kamu ciptakan..[Wajah Serius]..Berikan tugas penjaga ingatan untuk menjagaku supaya tidak bangkit jika teman-teman Yuuto tidak dapat menembusnya maka balas dendam akan di tunda." Ucap Yuuto
"Aku mengerti lalu ?..[Berpikir]..Aku sedikit bingung sebenarnya apa Hiru memiliki kemampuan seperti diriku ?" Tanya Ruiki
"Kemampuanmu adalah berkah berbeda dengan Hiru yang mana itu adalah kemampuan ciptaan jadi yang kamu lihat adalah kemampuan yang akan ada di masa depan nanti !" Ucap Yuuto
"Kalau begitu para penjaga ingatan akan memiliki kekuatan yang kamu miliki !" Ucap Ruiki
"Baiklah, penjaga pertama yang bernama Shinigami akan memiliki kekuatan yang penuh dengan rasa dendam tetapi akan selalu melindungi keluarganya maupun temannya dan penjaga kedua yang bernama Hollow akan memiliki kekuatan penyembuh ketika temannya terluka atau keluarganya jadi Hollow harus menembusnya atau bisa di bilang Hollow yang penuh akan penebusan dosa." Ucap Yuuto
"Baiklah jadi apakah kita mulai dari sekarang ?" Tanya Ruiki
"Lakukanlah dan jika sudah berhasil..[Tersenyum]..Jangan berpikir kalau jalan balas dendam ini ada di jalan yang bersih semoga dirimu baik-baik saja sampai aku kembali !" Ucap Yuuto lalu pingsan
__ADS_1
Yuuto bangun kembali normal lalu Ruiki melakukan tugasnya yang mana akan mensugesti Yuuto.
Bersambung...